CPOB: Peralatan


CPOB: Peralatan

Oleh

Ulya Rahmawati G1F008048

Tri Rahayu Renggani A. G1F008057

Giva Olviana Yudhista G1F008083

PRINSIP

Peralatan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain dan konstruksi yang tepat, ukuran  memadai serta di tempatkan dan dikualifikasi dengan tepat ,agar mutu obat terjamin sesuai dan seragam dari bets ke bets dan untuk memudahkan pembersihan serta perawatan.

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Leave a comment

CARA MEMBUAT DOKUMEN BARU DALAM INDUSTRI FARMASI MENURUT CPOB


CARA MEMBUAT DOKUMEN BARU DALAM INDUSTRI FARMASI MENURUT

CPOB

Disusun oleh : 

Tri Hajar H                (G1F009041)

Rikha Kurniawaty    (G1F009043)

Akhmad Rofiq N.     (G1F009044)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Abstrak

Industri farmasi mempunyai peranan yang penting dalam penyediaan obat, maka industri farmasi berperan sebagai sarana penunjang kesehatan dan menyediakan obat yang terjangkau oleh masyarakat. Untuk menjamin tercapainya pemenuhan obat yang bermutu, pemerintah melalui Departemen Kesehatan telah berupaya memberikan suatu pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Salah satu ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam CPOB meliputi persyaratan-persyaratan dari personalia yang terlibat dalam industri farmasi yaitu Dokumentasi.  

Dokumentasi adalah esensial dalam mengoperasikan suatu industri farmasi agar dapat memenuhi persyaratan CPOB. Semua kegiatan yang berkaitan dengan proses produksi obat harus didokumentasikan. Sistem dokumentasi yang baik dapat menggambarkan riwayat lengkap dari suatu bets obat (batch record), sehingga memungkinkan untuk penelusuran kembali bila terjadi masalah pada produk tersebut. Untuk membuat Dokumen yang baru maka ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama membuat dokumen baru secara langsung atau mengkaji ulang dokumen lama kemudian dibuat dokumen baru.

Kata kunci : Dokumentasi, Dokumen baru, Master dokumen dan CPOB.

Continue reading

Posted in TSF 2009-B | Tagged , , , | 1 Comment

Kualifikasi dan Validasi Berdasarkan CPOB


Kualifikasi dan Validasi Berdasarkan CPOB

Disusun oleh :

Ifa Muttiatur Rosidah  G1F010011

Indra Pradipta                 G1F010057

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

ABSTRAK

CPOB mensyaratkan industri farmasi untuk mengidentifikasi validasi yang perlu dilakukan sebagai bukti pengendalian terhadap aspek kritis dari kegiatan yang dilakukan. Perubahan signifikan terhadap fasilitas, peralatan dan proses yang dapatmempengaruhi mutu produk hendaklah divalidasi.Validasi adalah tindakan pembuktian dengan cara yang sesuai bahwa tiap bahan, proses, prosedur, kegiatan, sistem, perlengkapan atau mekanisme yang digunakan dalam produksi maupun pengawasan mutu akan senantiasa mencapai hasil yang diinginkan.

Keyword : Kualifikasi, validasi, cpob

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Tagged , , | 1 Comment

COMPLAIN IN PHARMACEUTICAL PRODUCT


COMPLAIN IN PHARMACEUTICAL PRODUCT

Disusun oleh:

Zulva Chairunnisa (G1F010002)

Rahminawati Ritonga (GIF010005)

Rakhmawati Hanifah (G1F010006)

Abstrak

 Industri farmasi harus memenuhi persyaratan sesuai CPOB untuk menjamin obat yang dibuat secara konsisten  dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Semua keluhan dan informasi lain yang berkaitan dengan kemungkinan terjadi kerusakan obat hendaklah dikaji dengan teliti sesuai dengan prosedur tertulis. Penarikan kembali produk adalah suatu proses penarikan kembali dari satu atau beberapa batch atau seluruh batch produk tertentu dari peredaran. Produk kembalian adalah obat jadi yang telah beredar, yang kemudian dikembalikan ke industri farmasi karena keluhan mengenai kerusakan, daluarsa, atau alasan lain misalnya kondisi wadah atau kemasan yang dapat menimbulkan keraguan akan identitas, mutu, jumlah dan keamanan obat yang bersangkutan.

Kata kunci: Keluhan, pengembalian produk, produk kembalian

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Leave a comment

CPOB PERALATAN INDUSTRI


PERALATAN PRODUKSI BERDASARKAN CPOB

Ester Christianawati    G1F009019

Tatang Akmaludin      G1F009020

Ike Amelia Suherman     G1F009021

Abstrak

CPOB (Cara Pembuatan Obat Baik) merupakan prosedur baku dalam proses pembuatan obat yang baik dan benar, sesuai standar dunia internasional. CPOB bertujuan untuk menjamin obat dibuat secara konsisten, memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. CPOB mencakup seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu. Aspek CPOB adalah  manajemen mutu , personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan,  sanitasi dan hygiene, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri dan audit mutu, penanganan keluhan terhadap produk, penarikan kembali produk dan produk kembalian, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak, dokumentasi, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak, dan kualifikasi dan validasi. Peralatan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain dan konstruksi yang tepat, ukuran yang memadai serta ditempatkan dan dikualifikasi dengan tepat, agar mutu obat terjamin sesuai desain serta seragam dari bets ke bets.

Key word : CPOB, Peralatan

Continue reading

Posted in TSF 2009-B | 22 Comments

SEKILAS TENTANG PRODUKSI DALAM INDUSTRI FARMASI


Disusun Oleh:

Rara Amalia                (G1F010003)
Iriyanti                        (G1F010051)
Okty Fitria I. Z.          (G1F010054)

ABSTRAK

Produksi dalam industri farmasi harus mengikuti pedoman yang tertera dalam CPOB sehingga menghasilkan produk obat yang senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi meliputi pengadaan bahan awal, pencemaran silang, penimbangan dan penyerahan, pengembalian, pengolahan, kegiatan pengemasan, pengawasan selama proses produksi, dan karantina bahan jadi.

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Tagged | 2 Comments

Selamat Datang di Blog tsffarmasiunsoed2012


Selamat datang di Blog tsffarmasiunsoed2012

Blog ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknologi Sediaan Farmasi di Jurusan Farmasi FKIK UNSOED T.A. 2011/2012. Blog ini berisi bagian matakuliah mengenai Dasar-dasar operasional teknologi farmasi, material pabrikasi serta korosi, transfer panas, dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Silahkan untuk memberikan komentar, pertanyaan, diskusi, dan yang sejenisnya dalam tiap artikel yang diberikan.

Semoga kehadiran blog ini akan membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran di kelas.

Terimakasih,

Dosen pengampu mata kuliah,

Hendri Wasito, S. Farm., Apt.

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Quality Control


Quality Control

disusun oleh:

Rahmawati Fitria I   (G1F010013)

Joula Aulia                (G1F010017)

Reza Rahmawati       (G1F010025)

Abstrak

Pengawasan mutu merupakan bagian yang esensial dari CPOB untuk memberikan kepastian bahwa produk secara konsisten mempunyai mutu yang sesuai dengan tujuan pemakaiannya. Pengawasan mutu adalah bagian dari CPOB yang berhubungan dengan pengambilan sampel, pemeriksaan dan pengujian dalam rangka validasi, penyusunan dan perbaharuan spesifikasi bahan dan produk serta metode pengujiannya, organisasi, dokumentasi dan prosedur pelulusan yang memastikan bahwa pengujian yang diperlukan dan relevan telah dilakukan sehingga bahan yang belum diluluskan tidak digunakan serta produk yang belum diluluskan tidak dijual sebelum mutunya dinilai memenuhi syarat.

keywords : CPOB, Pengawasan mutu

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | 8 Comments

Preparation and Analysis Based on Contract


Preparation and Analysis Based on Contract

Disusun oleh :

Rupa Lesty(1)                       G1F009059
Wimala Permatasari(2)       G1F010032
Dedy Iskandar(3)                               G1F010034

Abstrak

Aspek CPOB adalah  manajemen mutu , personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan hygiene, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri dan audit mutu, penanganan keluhan terhadap produk, penarikan kembali produk dan produk kembalian, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak, dokumentasi, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak, dan kualifikasi dan validasi. Berdasarkan CPOB, pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak harusdibuat secara benar, disetujui, dan dikendalikan untuk menghindarikesalahpahaman yang dapat menyebabkan produk atau proses menjadi tidaksesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Kontrak tertulis antara pemberikontrak maupun penerima kontrak harus dibuat secara jelas dan rinci, terutamamengenai tanggung jawab, kewajiban, dan hak masing-masing pihak.

Kata kunci : pembuatan, analisis, kontrak dalam cpob

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Leave a comment

Pentingnya Sanitasi dan Hygiene dalam Pembuatan Obat


Pentingnya Sanitasi dan Hygiene dalam Pembuatan Obat

Disusun oleh :

Yessy Khoiriyani    G1F010008

Galih Samodra        G1F010012

Rizki Puspitasari     G1F010031

Abstrak

Sanitasi dan higiene bertujuan untuk menghilangkan semua sumber potensial kontaminasi dan kontaminasi silang di semua area yang dapat berisiko pada kualitas produk. Ruang lingkup sanitasi dan higiene meliputi personalia, bangunan, peralatan dan perlengkapan, bahan awal, lingkungan, bahan pembersih dan sanitasi. Pembersihan dan sanitasi merupakan pertimbangan utama pada saat merancang bangunan dan peralatan dalam suatu pabrik kosmetik. Pembersihan yang baik mempunyai peran yang sangat penting untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan biaya yang rendah (efisien).

Kata kunci : sanitasi, higiene, sanitasi dan higiene dalam cpob

Continue reading

Posted in TSF 2010-B | Tagged , , | 19 Comments

DAFTAR ARTIKEL YANG MASUK DALAM NOMINASI PENILAIAN

This gallery contains 1 photo.


Berikut ini merupakan daftar artikel yang masuk nominasi untuk dilakukan penilaian lebih lanjut sebagai tugas terstruktur dari bagian kuliah Teknologi Sediaan Farmasi (TSF) tahun 2012. Informasi yang disajian  (jumlah komentar dan aktivitas artikel yang terkait) adalah data yang diperoleh hingga … Continue reading

Gallery | Leave a comment

KENAPA ALUMUNIUM LEBIH AWET DAN TAHAN TERHADAP KOROSI (BERKARAT)


KENAPA ALUMUNIUM LEBIH AWET DAN TAHAN  TERHADAP KOROSI (BERKARAT)

Lia Nadia Fithriyani     G1F009036
Dien Puspita C     G1F009038
Ning Uswiyatun     G1F009040

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

________________________________________________________________________________

ABSTRACT
Korosi dapat kita jumpai pada bangunan bangunan maupun peralatan yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya. Korosi juga dapat terjadi pada komponen komponen renik peralatan elektronik dan permesinan yang terbuat dari baja. Penanganan korosi juga merupakan usaha yang mahal dan berpotensi membuat polisi lingkungan. Korosi tidak dapat di cegah, yang dapat dilakukan hanya meminimalkannya.
Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan tidak langsung. Kerugian langsung berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau struktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung dapat berupa aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi. Bahkan kerugian tidak langsung dapat berupa terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Keyword: Korosi, Faktor penyebab korosi, Pengendalian
Continue reading
Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 34 Comments

Metode Pengayakan dalam Pembuatan Sediaan Farmasi


Metode Pengayakan dalam Pembuatan Sediaan Farmasi

________________________________________________

Disusun oleh :

Wahyu Nur Isnaeni                   (G1F010036)

Anisa Dewi Ratnaningtyas         (G1F010037)

Aria Septiana                           (G1F010014)

 

_________________________________________________

ABSTRAK

Dalam bidang farmasi, zat-zat yang digunakan sebagai bahan obat kebanyakan berukuran kecil dan jarang yang berada dalam keadaan optimum. Ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan penting dalam bidang farmasi sebab merupakan penentu bagi sifat-sifat, baik sifat fisika, kimia dan farmakologik dari bahan obat tersebut, serta mempunyai peranan besar dalam pembuatan sediaan obat. Pengetahuan dan pengendalian ukuran, serta kisaran ukuran partikel sangat penting dalam bidang farmasi.

Secara klinik, ukuran partikel suatu obat dapat mempengaruhi penglepasannya dari bentuk-bentuk sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal, dan tropikal. Formulasi yang berhasil dari suspensi, emulsi dan tablet, dari segi kestabilan fisik, dan respon farmakologis, juga bergantung pada ukuran partikel yang dicapai dari produk itu. Dalam bidang pembuatan tablet dan kapsul, pengendalian ukuran partikel sangat penting sekali dalam mencapai sifat aliran yang diperlukan dan pencampuran yang benar dari granul dan serbuk. Salah satu metode paling sederhana yang digunakan untuk menentukan ukuran partikel bahan obat tersebut, adalah menggunakan metode pengayakan. Pengayak terbuat dari kawat dengan ukuran lubang tertentu. Istilah ini (mesh) digunakan untuk menyatakan jumlah lubang tiap inchi linear.

Kata Kunci :pengayakan, metode pengayakan, nomor mesh, aplikasi dalam farmasi

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 53 Comments

Inovasi Teknik …


Inovasi Teknik Pengeringan dalam Teknologi Farmasi

Disusun Oleh:

  1. Arini Rufaida         G1F010028
  2. Yuni Umi Astuti     G1F010043
  3. Nurlaili Agustine   G1F010044

Abstrak

Pengeringan adalah penghidratan, yang berarti menghilangkan air dari suatu bahan. Proses pengeringan atau penghidratan berlaku apabila bahan yang dikeringkan kehilangan sebagian atau keseluruhan air yang dikandungnya. Pengeringan juga dapat berlangsung dengan cara lain yaitu dengan memecahkan ikatan molekul-molekul air yang terdapat di dalam bahan. Apabila ikatan molekul-molekul air yang terdiri dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan keluar dari bahan. Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya. Contoh inovasi teknologi pengeringan adalah pengering Bed Fluidisasi (Fluidized Bed Dryers, FDBs); pengering Rotari; pengering Semprot (Spray Dryring); pengering Curah ( Batch Dryrer), dan pengering Beku (Freeze drying).

Kata kunci: pengeringan, kadar air, inovasi pengeringan

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 33 Comments

TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI: TEKNIK PENCAMPURAN DALAM PEMBUATAN SEDIAAN SEMI PADAT


________________________________________________

Disusun oleh :
Shinta Angresti Purnamasari (NIM G1F008053)
Ayu Fitryanita                          (NIM G1F009003)
________________________________________________
ABSTRAK

Pencampuran adalah salah satu operasi farmasi yang paling umum. Sulit untuk menemukan produk farmasi dimana pencampuran tidak dilakukan pada tahap pengolahan. Pencampuran dapat didefinisikan sebagai proses di mana dua atau lebih komponen dalam kondisi campuran terpisah atau kasar diperlakukan sedemikian rupa sehingga setiap partikel dari salah satu bahan terletak sedekat mungkin dengan partikel bahan atau komponen lain. Tujuan pencampuran adalah memastikan bahwa ada keseragaman bentuk antara bahan tercampur dan meningkatkan reaksi fisika atau kimia.
Bentuk sediaan semi padat digunakan ketika resep dokter memerlukan kombinasi dari dua atau lebih salep atau krim dalam rasio tertentu atau penggabungan obat ke dalam salep atau basis krim. Karena pencampuran langsung dari bahan-bahan tidak selalu dapat dilaksanakan, penggabungan agen lain diperlukan untuk memastikan partikel berukuran halus. Alat pencampur sediaan semi padat diantaranya adalah spatula, mortar dan stamper, ointment slab, blender, homogenizer, mixer, agitator mixers, shear mixers, ultrasonic mixers, planatory mixer, double planetary mixers, sigma mixer, colloid mill, dan. triple-roller mill.
Proses pencampuran adalah salah satu operasi yang paling umum digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi. Berbagai macam bahan seperti cairan, semi padat dan padat memerlukan pencampuran selama mereka menjadi formulasi bentuk sediaan, karena itu, pilihan yang tepat dari pencampuran adalah peralatan diperlukan mengingat sifat fisik dari bahan-bahan seperti densitas, viskositas, pertimbangan ekonomi mengenai waktu proses diperlukan untuk pencampuran dan daya serta biaya peralatan dan pemeliharaan.

Kata kunci: pencampuran, sediaan semi padat, alat pencampur

________________________________________________ Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 46 Comments

Teknologi Penyaringan Air RO


Teknologi Penyaringan Air RO

Oleh:

Fikril Huda Mustofa (G1F010038)

Ega Utomo Riyandana(G1F010022)

Aldi Permadi (G1F010079)

ABSTRAK

Dalam industry farmasi air RO (Reverse Osmosi) bukanlah nama yang asing lagi, secara umm industry farmasi selalu menggunakan air jenis ini dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kini ukan hanya industry farmasi, bahkan air RO sangat di andalkan oleh berbagai industry raksasa dalam pembuatan makanan dan minuman, bahkan air RO telah digunakan dalam proyek pengembangan NASA. Air RO yang sangat diandalkan dalam berbagai bidang industry ini merupakan air yang diproduksi dari system penyaringan dengan metode Reverse Osmosis. Sebenarnya bagaimanakah proses penyaringa Reverse Osmosi itu hingga didapatkan produk yang amat dipercaya oleh banyak industry ini ?

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 20 Comments

INTIP YUK SERBA-SERBI STRIP DAN BLISTER UNTUK KEMASAN PRODUK FARMASI


Disusun oleh :

Fitri Aprilia Junaedi                G1F010046

Sani Zakkia Alawiyah             G1F010009

Abstrak

Pengemasan merupakan proses yang tidak kalah penting dalam pembuatan sediaan farmasi. Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di dalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Tahapan ini ikut mempengaruhi stabilitas dan mutu produk akhir. Bahkan belakangan ini faktor kemasan dapat menjadi gambaran ukuran bonafiditas suatu produk / perusahaan farmasi. Bahan kemas farmasi terbagi menjadi dua, yaitu bahan kemas primer dan bahan kemas sekunder. Strip/blister merupakan salah satu contoh bahan kemas primer, yaitu bahan kemas yang kontak langsung dengan bahan yang dikemas atau produk. Strip/blister merupakan kemasan yang menganut sistem dosis tunggal, biasanya digunakan untuk sediaan padat (tablet, kapsul, kaplet, dan lain-lain) per oral.

Kata kunci : Kemasan, strip, blister, obat padat per oral. Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 50 Comments

PENGGERUSAN MODERN DENGAN MENGGUNAKAN RAMAN SPEKTROSKOPI


DISUSUN OLEH

ALVIAN SAPUTRA                                          : G1F010016

MUHAMMAD SYAIFUL HIDAYAT            : G1F010065

FIKRI RIANTO ANUGRAH                          : G1F010074

 

 

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

 

Abstract

Teknik spektroskopi Raman digunakan sebagai non-invasif, analitis cepat dan merupakan metode untuk mengukur kekuatan penghancur tablet. Dengan menggunakan spektroskopi Raman nilai-nilai kekuatan penghancuran diukur menggunakan hardness tester sebagai metode referensi. diukur, Tablet dikompresi dari massa granul yang mengandung zat aktif. Untuk mengukur kekuatan menghancurkan dari tablet, Raman Spektrum dicatat tablet fromthe. Kuadrat terkecil parsial (PLS) model regresi dibangun untuk memperoleh informasi dari spektra. Korelasi antara kekuatan menghancurkan diukur dan diprediksi nilai untuk tablet terbukti sangat menguntungkan. Dengan spektroskopi Raman, pergeseran diamati sebagai kekuatan penghancur tablet (dan kelancaran dari permukaan tablet) adalah meningkat. Akibatnya, korelasi antara data kekuatannya pada tablet hadir dan Raman spektra yang diamati. Beberapa scanning elektron (SEM) dan non-kontak laser yang profilometry (LP) mikrograf dari permukaan tablet diambil untuk menggambarkan permukaan dan diterapkan sebagai pendukung informasi untuk pendekatan spektroskopi yang diusulkan. Kesimpulannya Raman spekstroskopi adalah menjanjikan alternative lain untuk metode off-line/at line didirikan untuk pengujian beberapa formulasi tablet.

Keyword          : Penggerusan, alat penggerus obat, raman spektrokopi

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 6 Comments

STAINLESS STEEL DAPAT MENGALAMI KOROSI


Disusun oleh

Anisa Wisdatika                    G1F009033

Retna Pancawati                   G1F009034

Perdani Adnin Maiisyah      G1F009035

Abstrak

Stainless steel merupakan logam yang paling sering digunakan dalam material pabrikasi industri farmasi karena ketahanannya terhadap korosi disebabkan adanya pelindung (protective layer). Korosi sendiri merupakan salah satu aspek pertimbangan penting dalam pemilihan bahan alat-alat material pabrikasi. Apabila protective layer hilang, maka stainless steel pun dapat mengalami korosi yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Keyword: stainless steel, korosi Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 20 Comments

TEKNOLOGI PENGEMASAN SEDIAAAN AMPUL


TEKNOLOGI PENGEMASAN SEDIAAAN AMPUL

DISUSUN OLEH

AMILINA                              G1F009062

SINGGIH ANGGUN S         G1F009063

ANDREW GOLDFRID         G1F009064

 

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

Abstrak

Pengemasan adalah suatu proses pembungkusan, pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang didalamnya terlindungi. Kemasan adalah penyatuan dari bahan yang dikemas (bahan yang diisikan) dan pengemas. Teknologi pengemasan terus berkembang dari waktu ke waktu dari mulai proses pengemasan yang sederhana sampai teknologi modern seperti saat ini.

Ampul adalah wadah berbentuk silindris terbuat dari gelas, yang memiliki ujung runcing (leher) dan bidang dasar datar ukuran normalnya adalah 1, 2, 5, 10, 20, kadang – kadang juga 25 atau 30 ml. Ampul adalah wadah takaran tunggal, oleh karena total jumlah cairannya ditentukan pemakainannya untuk satu kali injeksi. Teknologi pengemasan sediaan ampul meliputi pembersihan, pengisian, dan penutupan.

Kata kunci: pengemasan, ampul, teknologi pengemasan sediaan ampul

  Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 41 Comments

MENGENAL METODE PENGERINGAN DALAM BIDANG FARMASI


MENGENAL METODE PENGERINGAN DALAM BIDANG FARMASI

Sagita Savita Sari        (G1F009015)

Rizky Novasari           (G1F009017)

Yohan Budhi Alim     (G1F009018)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto.

Abstrak

 

                   Pengeringan merupakan proses yang tak terpisahkan dalam pembuatan farmasi. Pengeringan merupakan proses untuk mengeliminasi keadaan lembab yang dapat merusak kestabilan sediaan dimana transfer panas dan massa terlibat pada proses ini. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air sampai batas perkembangan mikroorganismedan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. Ada beberapa macam-macam teknik pengeringan, yaitu pengeringan dengan udara dan panas, pengeringan bekuan, pengeringan melalui frekuensi tinggi, pengeringan melalui semburan, pengeringan melalui lapisan berpusing, dan pengeringan kandungan lembab. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam pengeringan diantaranya dalah spray dryers, fluidized bed dryers, vacuum dryers, flash dryers, rotary dryers, dan conducting dryers.pemilihan alat pengering di dasrkan pada factor-faktor sepertikondisi bahan, sifat bahan, jenis cairan yang terkandung dalam bahan dan kuantitas bahan.  

Keyword : pengeringan, teknik, alat. Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 20 Comments

PROSES PEMBUATAN BAJA KARBON


TITA PRISTI D. C. (G1F009069)

TYAS PUTU S. (G1F009070)

AWAL ANGGI W. (G1F009071)

Fakultas Kedokeran dan Ilmu – Ilmu Kesehatan

Universitas Jenderal Soedirman

Jurusan Farmasi

Email : awal.anggiwibowo@ymail.com

 

Abstrak :

Baja karbon adalah material logam yang terbentuk dari unsur utama Fe dan unsur kedua yang berpengaruh pada sifatsifatnya adalah karbon, sedangkan unsur yang lain berpengaruh menurut prosesentasenya. Baja karbon dapat dibuat dengan beberapa proses yaitu proses konvertor, proses siemens martin, proses basic oxygen furnace, proses dapur listrik, proses dapur kopel, dan proses dapur cawan.

Proses pembuatan baja karbon dimulai dengan proses ekstraksi bijih besi. Proses reduksi umumnya terjadi di dalam tanur tiup (blast furnace) di mana di dalamnya bijih besi (iron ore) dan batu gamping (limestone) yang telah mengalami pemanggangan (sintering) diproses bersama-sama dengan kokas (cokes) yang berasal dari batubara. Luaran utama dari proses ini adalah lelehan besi mentah (molten pig iron) dengan kandungan karbon yang cukup tinggi (4% C) beserta pengotor-pengotor lain seperti silkon, mangan, sulfur, dan fosfor.

Selanjutnya di dalam tungku oksigen-basa (basic-oxygen furnace) besi mentah cair dicampur dengan 30% besi tua (scrap) yang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tanur. Selanjutnya, oksigen murni ditiupkan dari bagian atas ke dalam leburan, bereaksi dengan Fe membentuk oksida besi FeO. Oksida besi atau FeO selanjutnya akan bereaksi dengan karbon di dalam besi mentah sehingga diperoleh Fe dengan kadar karbon lebih rendah dan gas karbon monoksida.

Kata Kunci : Baja Karbon,  Pembuatan Baja Karbon, Basic-Oxygen Furnace

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 63 Comments

SEKILAS TENTANG FILTRASI KONVENSIONAL DAN FILTRASI MODERN DIBIDANG FARMASI


SEKILAS TENTANG FILTRASI  KONVENSIONAL DAN FILTRASI MODERN DIBIDANG FARMASI

 

Bhaskara Maulana      (G1F009048)

Ratih Juwita Ninda     (G1F009049)

Gatot Setyo W              (G1F009050)

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu-ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

ABSTRAK

Filtrasi merupakan suatu tahapan penting dalam teknologi farmasi. Filtrasi yaitu proses pemisahan dari campuran heterogen yang cairan dan partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat. Ada dua macam metode proses filtrasi secara umum yaitu konvensional dan modern. Metode konvensional yang sering digunakan adalah dengan kertas saring, sedangkan metode filtrasi modern banyak digunkan pada industri.

Keyword: filtrasi farmasi, filtrasi modern, filtrasi konvensional.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 47 Comments

FILTRASI DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI


Disusun oleh :

Yossi Respa S         G1F008014

Ratnawati                G1F008013

Irmawati                  G1F008074

Abstrak

Penyaringan adalah suatu pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Baik dalam skala laboratorium dan skala industri.

Berdasarkan gaya pendorong aliran, penyaringan diklasifikasikan menjadi Penyaring gaya berat (gravity filters), Penyaring tekanan (Pressure filters), Penyaring vakum (Vacuum filters), Penyaring sentrifugal (Centrifugal filters). Berdasarkan operasinya dibagi atas  Cara batch (bertahap ) dan Cara continue (berkesinambungan).

Filtrasi banyak dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen dan pengotor pada air suntik injeksi dan obat‐obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula dan untuk memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas dan sesuia syarat yang ditentukan.

Kata kunci : Filtrasi, Penyaringan, industri

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 32 Comments

TEKNIK PENGERINGAN SEDIAAN FARMASI ( DRYING METHOD OF PHARMACEUTICAL FORM)


Teknik Pengeringan Sediaan Farmasi
( Drying Method of Pharmaceutical Form )

Disusun Oleh:
Bella Martha Heriana  ( G1F009055 )
Asih Fitri Rohani         ( G1F009056 )
Sri Afriani M               ( G1F009057 )

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

________________________________________________________________
ABSTRAK

Pengeringan merupakan suatu proses pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan atau sisa cairan di dalam zat padat itu sampai suatu nilai yang dikehendaki. Prinsip dari pengeringan antara lain transfer panas dan pemecahan molekul-molekul ikatan air. Terdapat beberapa metode pengeringan sediaan farmasi dalam industri farmasi, dalam artikel ini dibahas tentang metode tray dryer, freeze dryer, spray dryer, double cone vacuum dryer dan  fluid bed dryer.

Keyword : pengeringan, metode pengeringan, teknologi farmasi
________________________________________________________________

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 47 Comments

GLASS MATERIALS FOR PHARMACEUTICAL MANUFACTURERS MATERIAL


Oleh : Moh Nur Khasan (G1F010058), Muhammad Furqon N (G1F009067 )
Mahasiswa Jurusan farmasi, fakultas kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan,
universitas jenderal soedirman
Karangwangkal, Purwokerto
ABSTRAK
Pada pembuatan sediaan farmasi terutama yang berskala industri yang perlu diperhatikan diantaranya hal – hal yang berkaitan dengan material – material untuk pabrikasi. Material pabrikasi dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu material logam (metal) dan material non logam (nonmetal). Material non logam, dikategorikan menjadi non logam inorganik dan non logam organik Glass (kaca) merupakan salah satu dari contoh material non metal organik (non logam organik). Pemakaian bahan dari glass (kaca) sudah banyak digunakan dalam berbagai kebutuhan diantaranya sebagai bahan kemasan dan alat laboratorium seperti gelas ukur, pipet, labu erlenmeyer dan lain sebagainya. Hal ini karena Sifat gelas yang stabil menyebabkan gelas dapat disimpan dalam jangka waktu panjang tanpa kerusakan
Keyword : material pabrikasi, glass (kaca),logam,non logam

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 8 Comments

SIFAT MEKANIK MATERIAL


  1. SIFAT MEKANIK MATERIAL

Disusun oleh:
1. Atabik Yusuf G1F008034
2. Sri Juwita Sari G1F008040
3. Nurmisni Rumodar G1F008082

ABSTRAK
Banyak material yang terdapat di sekitar kita, dan telah menjadi bagian dari pola berpikir manusia bahkan telah menyatu dengan keberadaan kita. Bahan dengan sendirinya merupakan bagian dari alam semesta, secara terperinci bahan adalah benda yang dengan sifat-sifatnya yang khas dimanfaatkan dalam bangunan, mesin, peralatan atau produk. Seperti : logam, keramik, semikonduktor, polimer, gelas, dielektrik serat, kayu, pasir, batu berbagai komposit dan lain-lain.
Pada dasarnya bahan atau material mempunyai beberapa sifat yang diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik dan sifat kimia. Sifat mekanik yang dimiliki oleh material antara lain hardness (kekuatan), ketangguhan (impak), keausan, fatik, dan kekuatan tarik.

Kata kunci : material, sifat mekanik

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 4 Comments

BERBAGAI TEKNIK PENGEMASAN PRODUK FARMASI


Disusun Oleh :

Pundi Anugrah                G1F008020

Prima Andikacitra           G1F008052

Rofik Kundari                  G1F008018

_________________________________________________

Abstract

      Pengemasan merupakan suatu metode yang memberikan kenyamanan, identifikasi, penyajian, dan perlindungan terhadap suatu sediaan obat sampai dikonsumsi. Pengemasan produk farmasi dilakukan dengan beberapa teknik yang sesuai dengan peranan dan fungsi dari kemasan produk yang akan diproduksi, seperti Strip packaging, Blister pack, Pengemasan bulk produk dan teknik pengemasan lain yang memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing.

Keywords : Teknik Pengemasan, Kemasan Strip, Peran Kemasan,

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 25 Comments

SIFAT MEKANIK MATERIAL


SIFAT MEKANIK MATERIAL

Disusun oleh:

1.      Atabik Yusuf                  G1F008034

2.      Sri Juwita Sari                G1F008040

3.      Nurmisni Rumodar        G1F008082

 

ABSTRAK

Banyak material yang terdapat di sekitar kita, dan telah menjadi bagian dari pola berpikir manusia bahkan telah menyatu dengan keberadaan kita. Bahan dengan sendirinya merupakan bagian dari alam semesta, secara terperinci bahan adalah benda yang dengan sifat-sifatnya yang khas dimanfaatkan dalam bangunan, mesin, peralatan atau produk. Seperti : logam, keramik, semikonduktor, polimer, gelas, dielektrik serat, kayu, pasir, batu berbagai komposit dan lain-lain.

Pada dasarnya bahan atau material mempunyai beberapa sifat yang diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik dan sifat kimia. Sifat mekanik yang dimiliki oleh material antara lain hardness (kekuatan), ketangguhan (impak), keausan, fatik, dan kekuatan tarik.

Kata kunci : material, sifat mekanik

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | Leave a comment

The Effect of Drug Screening Technology in Pharmaceutical Industrial


The Effect of Drug Screening Technology in Pharmaceutical Industriali

Disusun oleh   :

  1. Kartiko Wicaksono                       (G1F010061)
  2. Fandi Dwi Cahyo                        (G1F010062)
  3. Yoga Rizki Pratama                      (G1F010066)

Abstrak

Teknologi skrining obat terus berkembang pesat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Akhir-akhir ini , banyak perusahaan farmasi fokus pada pengembangan dan penelitian untuk mengembangkan obat-obat klinis dengan berusaha menemukan teknologi yang efisien untuk perusahaan. Meskipun biaya pengembangan obat terus naik setiap tahunnya, tetapi ternyata tidak banyak obat yang dikenal di pasaran. Faktor ini membuat perusahaan-perusahaan farmasi memikirkan kembali langkah yang harus diambil dalam skrining obat untuk mengembangkan industri farmasi.

Kata Kunci: Skrining, obat, perusahaan farmasi, pengembangan, teknologi

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 6 Comments

PENTINGNYA TEKNIK PENGGERUSAN DALAM PEMBUATAN SEDIAAN PULVERES


PENTINGNYA TEKNIK PENGGERUSAN DALAM PEMBUATAN

SEDIAAN PULVERES

 

Disusun oleh :

Adibah                (G1F010027)

Eka Wulandari   (G1F010035)

Deantari Karliana     (G1F010064)

 

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah

.

ABSTRAK

Penggerusan yaitu proses pengecilan partikel. Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan.

Proses penggerusan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan mortir dan stemper. Alat ini terutama untuk penggerusan sediaan farmasi yang berbentuk serbuk. Sifat fisik alamiah dari bahan menentukan proses penghalusan, misalnya bahan berserat tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan tetapi bahan tersebut harus diiris.

Kata kunci : penggerusan, pulveres, mortir

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 43 Comments

Mengenal Teknik Penggerusan Di Apotek


Mengenal Teknik Penggerusan Di Apotek

 

Disusun oleh :

Desi Sutanti                G1F010052

Nita Dwi Indriani       G1F010053

Kurnia Mulyantari         G1F010063

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

ABSTRAK

Hanya sedikit zat yang digunakan di bidang farmasi berada dalam ukuran optimum, dan kebanyakan zat-zat harus diperkecil ukurannya pada tahap-tahap tertentu selama pembuatan bentuk sediaan. Pengecilan ukuran zat padat ini disebut penggerusan. Penggerusan merupakan salah satu proses penting dalam peracikan obat yang wajib dikuasai oleh seorang apoteker mengingat banyak sediaan obat yang diminta oleh pasien yang memerlukan penggerusan seperti pulvis, pulveres, kapsul, dan pil. Penggerusan di apotek dapat dilakukan secara manual maupun otomatis. Secara manual biasanya menggunakan mortir dan stamper. Sementara teknik  secara modern dapat dilakukan dengan menggunakan alat seperti pulverizer, alat pemotong obat dan pembuat puyer maupun alat penggerus obat otomatis berbasis mikrokontroler.

Keyword : penggerusan, alat penggerus di apotek

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | Tagged , | 45 Comments

UJI STERILITAS DENGAN TEKHNIK PENYARINGAN MEMBRAN


UJI STERILITAS DENGAN TEKHNIK PENYARINGAN MEMBRAN

Disusun oleh

Harisa Nida Khofia G1F009011

Rika Triyanapuri G1F009009

Rizky Ramdhania G1F009010

Abstrak

Filtrasi adalah penyaringan yang dapat menahan mikroba hingga mikroba yang dikandung dapat dipisahkan secara fisika. Ada beberapa macam tekhnik filtrasi salah satunya yaitu filtrasi membran. Filtrasi membran adalah suatu teknik pemisahan campuran 2 atau lebih komponen tanpa menggunakan panas dan juga telah menjadi alat dasar dalam pembuatan larutan-larutan steril, dan penggunanya telah dikuatkan secara resmi oleh United State Pharmacopoeia (USP) dan The US Food and Drug Administration (FDA). Membran dengan porositas berkisar dari 0,2 atau 0,45 mikron biasanya dispesifikasikan untuk penyaringan-penyaringan steril. Dalam kisaran porositas ini, penyaring membran mungkin tersumbat dengan cepat, sehingga digunakan prafilter untuk menghilangkan beberapa benda koloid untuk menyempurnakan  siklus penyaringan. Formulasi sederhana seperti larutan-larutan intravenous, obat mata dan produk dalam air lainnya dapat disaring langsung melalui membran dalam cara yang ekonomis.

Kata kunci : Filtrasi, Filtrasi membran, Uji Sterilitas Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 30 Comments

PEMANFAATAN EKSTRAK BAHAN ALAM SEBAGAI INHIBITOR KOROSI


PEMANFAATAN EKSTRAK BAHAN ALAM SEBAGAI INHIBITOR KOROSI

Eka Susilowati (G1F008084)

Rosdiana Sari (G1F008069)

Chepi Saputra (G1F008085)

Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Jurusan Farmasi,Universitas Jenderal Soedirman, Jln.Dr.Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah.

ABSTRAK

Ekstrak bahan alam dapat digunakan sebagai inhibitor korosi untuk mencegah korosi. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan dugaan tersebut. Ekstrak daun tembakau, daun teh hijau, getah pinus, dan bahan alam yang lain telah diuji. Alasan pemanfaatan ekstrak bahan alam sebagai inhibitor korosi karena inhibitor korosi dari bahan kimia sintesis sebagian besar berbahaya, mahal dan tidak ramah lingkungan. Ekstrak bahan alam memiliki pasangan elektron bebas yang akan membentuk senyawa kompleks dengan logam. Ekstrak daun tembakau, teh dan kopi dapat efektif sebagai inhibitor pada sampel logam besi, tembaga, dan alumunium dalam medium larutan garam.

Keyword : Ekstrak bahan alam, korosi, inhibitor

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 8 Comments

FENOMENA KOROSI DI ERA MASA KINI


FENOMENA KOROSI DI ERA MASA KINI

Lia Nadia Fithriyani     G1F009036
Dien Puspita C     G1F009038
Ning Uswiyatun     G1F009040

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

_________________________________________________________________________________________________

ABSTRACT
Korosi dapat kita jumpai pada bangunan bangunan maupun peralatan yang memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya. Korosi juga dapat terjadi pada komponen komponen renik peralatan elektronik dan permesinan yang terbuat dari baja. Penanganan korosi juga merupakan usaha yang mahal dan berpotensi membuat polisi lingkungan. Korosi tidak dapat di cegah, yang dapat dilakukan hanya meminimalkannya.
Dampak yang ditimbulkan korosi dapat berupa kerugian langsung dan tidak langsung. Kerugian langsung berupa terjadinya kerusakan pada peralatan, permesinan atau struktur bangunan. Sedangkan kerugian tidak langsung dapat berupa aktifitas produksi karena terjadinya penggantian peralatan yang rusak akibat korosi. Bahkan kerugian tidak langsung dapat berupa terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
Keyword: Korosi, Faktor penyebab korosi, Pengendalian
Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 20 Comments

Pitting Corrosion and Stress Corrosion Cracking in Stainless Steel


Pitting Corrosion and Stress Corrosion Cracking in Stainless Steel

Disusun oleh :

Ina Rotu Sofa              (G1F008063)

Siti Yohan Umayah    (G1F008056)

Yogi Wahyono            (G1F008016)

ABSTRAK

Terdapat lebih dari 100 Industri farmasi di Indonesia yang banyak berperan dalam produksi obat dan bahan obat. Dalam Pembuatan obat memang dibutuhkan keahlian khusus bertujuan agar obat yang dihasilkan mempunyai efektifitas yang maksimal dan acceptibilitas yang baik. Selain itu tak kalah pentingnya adalah yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi dan hal-hal yang dapat berpeluang menjadi penghambat selama produksi obat berjalan. Apabila material pabrikasi tersebut mengalami korosi maka tujuan-tujuan diproduksinya obat tersebut tidak lagi tercapai. Korosi tidak bisa dihindari namun dapat dikendalikan. Oleh karena itu korosi merupakan faktor penting yang mempengaruhi keamanan, finansial losses, kontaminasi produk dan aspek good manifacturing product.

Korosi merupakan suatu reaksi dimana suatu logam dioksidasi sebagai akibat dari serangan kimia oleh lingkungan (uap air,oksigen di atmosfer, oksida asam yang terlarut dalam air). Beberapa jenis korosi diantaranya adalah pittng corrosion dan stress corrosion cracking. Duplex stainless steel merupakan salah satu material pabrikasi pada industri farmasi.

Kata Kunci : pittng corrosion, stress corrosion cracking, Duplex stainless steel, industri farmasi.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 12 Comments

Next Post


Disusun oleh :

                                            Shandy Nugraha                    (G1F008087)

                                            Yudha Fahmi Aryunadi      (G1F008036)

                                            Agung Fitrianto                      (G1F009064)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

ABSTRAK

Penggerusan adalah tahap akhir dari proses kominusi (pengecilan ukuran); dalam tahap ini partikel direduksi ukurannya dengan kombinasi dari impact dan abrasion, baik kering atau basah. Grinding adalah proses pengurangan ukuran partikel bahan dari bentuk kasar menjadi ukuran yang lebih halus untuk menyempurnakan proses mixing yaitu hasil pencampuran yang merata dan menghindari segregasi partikel-partikel bahan.

Proses penggerusan merupakan dasar opresional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan. Ukuran partikel atau ukuran butiran dapat menentukan tingkat homogenitas zat aktif dan tingkat kerja optimal (Kurniawan, 2009). Penggerusan dilakukan agar bahan lebih menjadi homogeny dan mempunyai ukuran partikel yang sama.

Keyword : Penggerusan,alat,tipe,teknik.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | Tagged , , , | Leave a comment

PFA Terflorinasi Fluoropolymer dan EPDM sebagai Material Pabrikasi dengan Biaya yang Efektif untuk Industri Farmasi


Primawati Kusumaningrum (G1F009026)

Gigih Aditya Pamungkas (G1F009027)

Kurnia Aulia Khoirunnisa (G1F009025)

 

ABSTRAK

Sifat dan pemilihan material pabrikasi menjadi suatu hal yang sangat penting dalam produksi farmasi. Suatu produk farmasi dapat disebut baik jika kualitasnya terjaga. Kualitas produk farmasi ditentukan dari material yang digunakan pada saat proses produksi berlangsung. Suatu material dapat menjadi penentu baik atau tidaknya produk yang dihasilkan. Karena itu, industri farmasi harus berhati-hati dalam memilih material yang akan digunakan sebagai konstruksi dan pabrikasi dalam proses produksi. Selain mempertimbangkan kualitas dari material yang digunakan, industri farmasi juga perlu mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk perawatan perlatan produksi. Hal ini menuntut industri farmasi untuk dapat memilih material yang baik secara kualitas dan juga ekonomis dari segi pembiayaan. PFA terflorinasi fluoropolymer dan EPDM menjadi material pilihan utama bagi industri farmasi karena baik secara kualitas dan ekonomis. Keduanya telah terbukti memenuhi kriteria yang ditentukan dalam pemilihan material, serta lebih ekonomis dari segi pembiayaan.

Keywords: industri farmasi, pemilihan material, PFA terflorinasi fluoropolymer, EPDM.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | Tagged , , , | 43 Comments

KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET BESERTA PENCEGAHANNYA


KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET BESERTA PENCEGAHANNYA

Disusun oleh :

 

                                         Putri Kusuma Wardani              (G1F010001)

                Renatha Deska Chanesia           (G1F010072)

                  Diah Nurhidayati                           (G1F010077)

 

Abstrak

Korosi (Perkaratan) merupakan reaksi redoks spontan antar logam dengan zat yang ada di sekitarnya dan menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki biasanya berupa oksida logam atau logam karbonat. Korosi terjadi karena sebagian besar logam mudah teroksidasi dengan melepas oksigen di udara dan membentuk oksida logam.

Industri farmasi baik kecil, menengah ataupun besar hampir seluruhnya menggunakan mesin dalam proses pengolahan produknya.. Sebagian besar komponen mesin – mesin tersebut terbuat dari material besi atau baja yang rentan terhadap peristiwa korosi. Salah satunya adalah mesin pencetak tablet, mesin ini menggunakan baja struktur yang umum dalam konstruksi ringan. Solusi umum dalam mencegah proses korosi antara lain adalah proteksi katodik, dan melakukan proses coating dengan cara melapisi logam besi dengan seng tipis atau timah yang terletak di sebelah kiri deret volta, karena mudah tidaknya suatu logam terkorosi dapat dipahami dari deret volta ataupun nilai potensial elektrode standarnya.

Kata kunci : korosi, mesin pencetak tablet, teknologi sediaan farmasi, material industri farmasi

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 26 Comments

PENGARUH PENGAYAKAN DALAM SEDIAAN TABLET


PENGARUH PENGAYAKAN DALAM SEDIAAN TABLET

Disusun Oleh:

Syaeful Bahri – G1F010018

Zaqy Saputra – G1F010045

Setiawan – G1F010068

Abstrak

Ukuran partikel distribusi bahan baku memegang peranan penting dalam  manufaktur sediaan farmasi.Perbedaan ukuran pertikel sangat berpengaruh pada sediaan yang akan dihasilkan.  Pembuat sediaan biasanya melakukan pengayakan untuk menjaga derajat halus partikel serbuk , Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.proses penyaringan sering dilakukan ketika kita ingin membuat sediaan tablet.  kesalahan dalam penyaringan sering sekali merusak sediaan tablet untuk itu kita perlu mempelajari lebih lanjut tentang pengayakan dan pengaruhnya dalam sediaan tablet

Keyword : Pengayakan, Teknologi sediaan farmasi, Pengaruh pengayakan

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | Tagged , , , , , , , , , | 60 Comments

KEUNGGULAN ALUMUNIUM SEBAGAI MATERIAL PABRIKASI DALAM INDUSTRI FARMASI


KEUNGGULAN ALUMUNIUM SEBAGAI MATERIAL PABRIKASI DALAM INDUSTRI FARMASI 

 

Disusun oleh:

Priscilla Regina A  G1F007041

Intan Mega N  G1F007074

 

Abstrak

Pada pembuatan sediaan farmasi berskala industri, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi. Apabila hal ini kurang diperhatikan maka akan menghambat proses produksi dan dapat berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan. Alumunium saat ini banyak digunakan karena mempunyai sifat ringan,reflektif, paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat, penghantar panas yang baik, tidak beracun, dan tahan terhadap korosi. Alumunium sebenarnya mudah teroksidasi oleh oksigen dari udara, akan tetapi oksida alumunium yang terbentuk akibat oksidasi oksigen ini menutupi permukaan alumunium dengan sangat tipis sehingga dapat melindungi lapisan logam alumunium di bawahnya dari perkaratan. Kita menyebutnya alumunium tahan karat.

keyword: Material pabrikasi, Alumunium, non ferrous, industri farmasi

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 4 Comments

TEKNIK PENCAMPURAN BAHAN PADAT-CAIR BERBASIS PENGADUKAN DALAM SEDIAAN FARMASI


TEKNIK PENCAMPURAN BAHAN PADAT-CAIR BERBASIS PENGADUKAN DALAM SEDIAAN FARMASI

DISUSUN OLEH :

WINANTI HANDAYANI G1F010007

SHINTA PUSPITASRI G1F010048

YURISSA KARIMAH G1F010049

Farmasi FKIK Unsoed

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

ABSTRAK

Pencampuran adalah suatu proses yang melibatkan penyisipan antar partikel jenis yang satu di antara partikel jenis yang lain dengan menggunakan gaya mekanik untuk menghasilkan pencampuran yang baik. Metode yang paling sering digunakan untuk mencampur cairan dengan padatan adalah dengan menggerakkan cairan di dalam bejana secara turbulen.  Hal yang perlu diperhatikan dalam pencampuran padatan dengan cairan adalah bejana pengaduk dan pengaduk. Pencampuran dari bahan campur dan bejana pengaduk tertentu, pengaduk yang optimal biasanya hanya dapat dipilih melalui pengalaman saja.

Kata kunci : pencampuran, pencampuran cair-padat, pengadukan, alat pengaduk

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 68 Comments

PENGGERUSAN DALAM BIDANG FARMASI, BUKAN SEKEDAR “GERUS”


PENGGERUSAN DALAM BIDANG FARMASI, BUKAN SEKEDAR “GERUS”

Sartika                                     (G1F009001)

Nurul Layyin H.                      (G1F009002)

Tri Ayu Apriyani                     (G1F009004)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman, Jln dr. Soeparno Purwokerto

Abstrak

Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi sediaan farmasi. Proses penggerusan bertujuan untuk memperkecil ukuran zat padat. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan. Ada dua cara penggerusan yaitu penggerusan dengan mortir stamper dan penggerusan dengan blender. Sedangkan penggerusan sesuai dengan tingkat kehalusan yang dicapai dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu mesin penggerus butir kasar, butir sedang  dan butir halus. Pemilihan klasifikasi ini disesuaikan dengan tujuan bentuk sediaan farmasi yang dikehendaki tergantung dari material dan sifat fisika kimia, ukuran partikel awal dari bahan yang digerus, dan ukuran partikel akhir produk. Mikrokontroler AVR ATmega16 merupakan salah satu alat penggerusan bahan obat otomatis yang bertujuan untuk meringankan beban para apoteker dalam penggerusan obat.

 

Keyword: Penggerusan, butir kasar, butir sedang, butir halus, Mikrokontroler AVR ATmega16.

  Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 56 Comments

PENGAYAKAN PULVIS DAN PULVERES


PENGAYAKAN PULVIS DAN PULVERES

Penyusun :

Gina Bayyina Hayatunnufus G1F008011

Iska Natalia Br Nababan G1F008017

Nadia Primalia G1F008047

ABSTRAK

Pengayakan  merupakan  pemisahan  berbagai  campuran  partikel  padatan  yang  mempunyai  berbagai ukuran bahan dengan  menggunakan  ayakan.  Pengayakan  sangat  penting  dalam proses pembuatan sediaan farmasi seperti pulvis dan pulveres  untuk mendapatkan derajat halus serbuk yang diinginkan dengan menggunakan no ayakan  yang  sesuai. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize),  atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus.

Keyword : Pengayakan, Pulvis, Pulveres

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 35 Comments

EFISIENSI TINGGI PENCAMPURAN BAHAN PADAT DALAM CAIRAN MENGGUNAKAN HIGH SHEAR MIXING


  EFISIENSI TINGGI PENCAMPURAN BAHAN PADAT  DALAM CAIRAN MENGGUNAKAN HIGH SHEAR MIXING

Aghita Purwaningsih (G1F009046)

Rizqi Permata H (G1F009045)

Puji Lestari (G1F009047)

 

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

________________________________________________________________

ABSTRAK

Pencampuran adalah proses yang menggabungkan bahan-bahan yang berbeda untuk menghasilkan produk yang homogen. Suatu perlakuan khusus terutama diberikan apabila mencampur  bahan padat yang sukar larut kedalam cairan dan proses tersebut dilakukan pada skala produksi yang besar. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah teknik pencampuran yang memiliki efisiensi tinggi. Salah satu teknik tersebut yaitu High Shear Mixing yang memiliki mekanisme kerja mirip dengan vortex. Alat yang digunakan yaitu berupa mixer yang terdiri dari komponen utama yaitu rotor, stator dan inline. Gerakan memutar dengan cepat dari rotor dapat menimbulkan pusaran yang arahnya disebar oleh stator, Perkembangan penting dalam desain HSM yaitu teknologi SLIM (Solid/liquid Injection Manifold). Dalam system SLIM, padatan tidak ditambahkan melalui bagian atas batch, tetapi penambahan bahan dilakukan tepat dalam ruang campuran melalui inline, sehingga padatan dapat langsung tercampur dalam pusaran.

Keyword : Pencampuran , High shear mixing ,  SLIM

________________________________________________________________

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 48 Comments

HUBUNGAN UKURAN PARTIKEL DAN PENGAYAKAN


HUBUNGAN UKURAN PARTIKEL DAN PENGAYAKAN

Disusun Oleh:

Resti Mahlifati A.      G1F009012

Hanif Hafiidh S.N.    G1F009013

Pramita Purbandari G1F009014

 

ABSTRAK

Keseragam isi dalam bentuk sediaan padat sangat tergantung kepada ukuran partikel dan distribusi bahan aktif pada seluruh formulasi yang sama. Ada beberapa metode yang tersedia untuk mengevaluasi ukuran partikel yang meliputi pengayakan, mikroskopi, sedimentasi dan stream scanning. Metode pengayakan standar merupakan metode sederhana dalam menentukan ukuran partikel. Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokan butiran, yang akan dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian dapat dipisahkan antara partikel halus dan partikel kasar.

Ayakan umumnya digunakan untuk memilih partikel-partikel yang lebih kasar, ayakan-ayakan tersebut bisa digunakan untuk mengayak bahan sampai sehalus 44 mikrometer (ayakan no.325). Beberapa farmakope memuat spesifikasi ayakan dengan lebar lubang ayakan tertentu. Istilah mesh digunakan untuk menyatakan jumlah lubang tiap inchi linear.

Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), tidak lulus. Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering.

Keywords: ukuran partikel, pengayakan, lubang ayakan, nomor ayakan.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 30 Comments

PENTINGNYA MENGETAHUI PROSES PENGAYAKAN DALAM SEDIAAN FARMASI


Disusun Oleh :

Irma Dwi Anggraeni           (G1F009051)

Tri Fatmawati                    (G1f009052)

Hanung Puspita A.              (G1F009054)

 

Abstrak

Pengayakan sediaan farmasi dilakukan untuk menentukan ukuran butiran tertentu sesuai dengan yang diinginkan. Proses pengayakan merupakan proses penting dalam menentukan ukuran partikel yang akan digunakan dalam membuat suatu sediaan farmasi sebab ukuran partikel mempunyai peranan besar dalam pembuatan sediaan obat dan juga terhadap efek fisiologisnya.

Banyak metode yang tersedia untuk menentukan ukuran partikel. Yang diutarakan disini hanyalah metode yang digunakan secara luas dalam praktek di bidang farmasi serta metode yang merupakan ciri dari suatu prinsip khusus. Pada bagian ini akan dibicarakan metode pengukuran  pengayakan.

Teknik pengayakan dibagi menjadi dua yaitu pengayakan secara manual dan mekanik. Teknik pengayakan manual dilakukan tanpa menggunakan mesin sedangkan teknik pengayakan mekanik dilakukan dengan bantuan mesin. Sebuah ayakan terdiri dari suatu panci dengan dasar kawat kasar dengan lubang – lubang segi empat. Untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan, dapat ditentukan ukuran ayakan berdasarkan jumlah lubang pada ayakan biasanya disebut mesh.

Key Word :  Pengayakan, Ayakan ,Ukuran Partikel , Pengayakan manual, Pengayakan mekanik ,mesh

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 37 Comments

MATERIAL PADA KEMASAN FLEKSIBEL PRODUK FARMASI


MATERIAL PADA KEMASAN FLEKSIBEL PRODUK FARMASI

Disusun oleh:

Titah Nindya Putri                  (G1F009058)

Nadhifa Jafar Ali                     (G1F009060)

Agustina Nur Fitriani              (G1F009061)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

ABSTRAK

Kemasan fleksibel adalah suatu bentuk kemasan yang bersifat fleksibel yang dibentuk dari aluminium foil, film plastik, selopan, film plastik berlapis logam aluminium (metalized film) dan kertas dibuat satu lapis atau lebih dengan atau tanpa bahan thermoplastic maupun bahan perekat lainnya sebagai pengikat ataupun pelapis konstruksi kemasan dapat berbentuk lembaran, kantong, sachet maupun bentuk lainnya.

Biasanya bahan yang digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan kemas flexible adalah antara lain film plastic, selopan, aluminium foil dan kertas. Untuk memenuhi fungsinya dengan baik film plastik dan aluminium foil dan kertas dalam berbagai kombinasi dibentuk sebagai multi layer dan diextrusion dengan resin plastik, polyethilen, polypropylene, eva, dan lain sebagainya, sehingga menjadi satu kesatuan ataupun dilaminasi dengan adhesive tertentu. Kombinasi dari berbagai material tersebut, akan memberikan kemasan yang lebih sempurna dari prosuk tersebut. Dapat disimpulkan bahwa bahan yang digunakan adalah sebagai berikut :

Bahan Utama : film, selopan, aluminium foil, film, plastic, kertas dan sebagainya.

Bahan Pengikat : perekat/adhesive dan extrusion dari bahan Thermoplastic

Bahan Penolong : antara lain tinta dan solven

Kata kunci: material kemasan; bahan kemasan; bahan pembuat kemasan

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | Tagged , | 56 Comments

korek lagi yuuuuuukksz tentang…. FAKTOR “X” PENYEBAB KOROSI DAN PENGENDALIANNYA PADA ALAT INDUSTRI FARMASI


korek lagi yuuuuuukksz tentang….

FAKTOR “X” PENYEBAB KOROSI DAN PENGENDALIANNYA PADA

ALAT INDUSTRI FARMASI

Disusun oleh :

Zulva Chairunnisa (G1F010002)

Rahminawati Ritonga (G1F010005)

Rakhmawati Hanifah (G1F010006)

ABSTRAK

Korosi memiliki pengertian sebagai “suatu proses pembusukan suatu bahan (terutama logam) atau proses perubahan sifat suatu bahan akibat pengaruhreaksinya dengan lingkungan sekitar”. Korosi bisa disebabkan oleh bahan itu sendiri seperti kemurnian bahan , permukaan logam sedangkan dari lingkungan diantaranya jumlah zat pencemar udara, suhu, serta kelembaban. Korosi dapat menyebabkan turunnya produk akibat kontaminasi dari korosi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.

Sebagian besar alat-alat dalam industri farmasi terbuat dari logam yang rentan mengalami korosi . Korosi dapat dikendalikan melalui perubahan lingkungan, lapisan penghalang, pelapisan dengan beton dan pelapisan dengan logam. Korosi menyebabkan turunnya produk akibat kontaminasi dari korosi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.

Kata kunci : Korosi, faktor penyebab korosi, pengendalian korosi.

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2010 | 72 Comments

Pencampuran Bahan Obat Yang Tepat Untuk Obat Berkualitas


PENCAMPURAN BAHAN OBAT YANG TEPAT UNTUK OBAT BERKUALITAS

Novia Ayu (G1F009005)¹

Soraya Diliwiyani (G1F009006)¹

Mitha Maulidya (G1F009008)¹

¹Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman, Jln dr. Soeparno Purwokerto

                                                                                                                                                               

 Abstrak: Proses pencampuran termasuk kedalam proses yang diperlukan dalam pembuatan sediaan obat. Pencampuran diperlukan untuk menghasilkan distribusi dua atau lebih bahan, sehomogen mungkin. Pada prinsipnya bahan yang dicampurkan harus mengalami 3 jenis gerakan (gerakan konveksi, difusi, dan geseran) dimana pada jenis pencampuran tertentu hal tersebut tidak semuanya terjadi. Ukuran, bentuk, dan distribusi ukuran partikel serta konsentrasi dan sifat alirannya sangat mempengaruhi efek pencampuran. Beberapa metode dalam proses pencampuran diantaranya Pencampuran Reaksi, Polimerisasi, Pencampuran secara Mekanik. Dalam ruang lingkup farmasi terutama industri farmasi mengaplikasikan proses pencampuran pada berbagai bentuk zat kimia diantaranga Pencampuran cairan, Pencampur untuk cairan kental berviskositas tinggi dan massa kental, Pencampuran batch, Pencampuran bahan padat. Jenis peralatan dalam pencampuran diantaranya pencampur ‘Ribbon’, pencampur kubus, pencampur kerucut ganda dan pencampur V (Twin-Shell-blender).

Kata Kunci: Pencampuran; Pencampuran cairan; Pencampuran bahan padat

                                                                                                                                                                

Continue reading

Posted in TSF Mahasiswa 2009 | 65 Comments