ALAT PENGERING DALAM INDUSTRI FARMASI


CPOB : ALAT PENGERING DALAM INDUSTRI FARMASI

 

DisusunOleh:

  1. Arini Rufaida        G1F010028
  2. Yuni Umi Astuti  G1F010043
  3. Nurlaili Agustine G1F010044

Abstrak

Pengeringan merupakan proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari bahan dengan menggunakan energi panas. Hasil dari proses pengeringan adalah bahan kering yang mempunyai kadar air setara dengan kadar air keseimbangan antara ( atmosfer) normal atau setara dengan aktivitas air yang aman dari kerusakan mikrobiologis, enzimatis, dan kimiawi. Dalam industri farmasi telah digunakan beberapa macam alat pengeringan yang lebih modern agar waktu pengeringan menjadi lebih cepat dan kualitas produk akhir higienis tanpa terkontaminasi oleh debu dan polusi udara di lingkungan sekitar.

Kata kunci: pengeringan, alat pengeringan

 

            Setiap proses dalam pembuatan sediaan farmasi baik dalam skala kecil maupun besar industri hampir selalu melibatkan proses pengeringan. Tujuan akhir dari sistem pengeringan bukan saja untuk mempercepat proses pengeringan, akan tetapi juga untuk meningkatkan mutu bahan yang dikeringkan dan sistem dapat   beroperasi dengan biaya relatif rendah. Dengan kata lain, kita ingin mengoptimumkan operasi sistem pengeringan tersebut. Metodologi dan teknik pengeringan dapat dikatakan baik apabila kita memahami konsep pengeringan itu sendiri. Dengan mengetahui konsep tersebut maka dapat membantu kita menghasilkan satu system pengeringan yang handal dan dapat beroperasi secara optimum (Dhadhang dan Teuku, 2012).

Pengeringan merupakan proses untuk mengeliminasi keadaan lembab yang dapat merusak kestabilan sediaan dimana transfer panas dan massa terlibat pada proses ini. Panas ditransfer mengenai sediaan untuk mengeliminasi zat cair dimana zat cair diubah menjadi massa uap yang dibawa oleh udara keluar. Transfer massa dan panas merupakan suatu proses yang tak terpisahkan. Kecepatan pengeringan ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi transfer massa dan panas (Dhadhang dan Teuku, 2012).

            Pengeringan juga disebut penghidratan, yang berarti menghilangkan air dari suatu bahan. Proses pengeringan atau penghidratan berlaku apabila bahan yang dikeringkan kehilangan sebagian atau keseluruhan air yang dikandungnya. Pengeringan juga dapat berlangsungya itu dengan cara memecahkan ikatan molekul-molekul air yang terdapat di dalam bahan. Apabila ikatan molekul-molekul air yang terdiri dari unsur dasar oksigen dan hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan keluar dari bahan. Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya (Voight, 1995).

–      Kriteria Pemilihan Alat Pengering

Disamping berdasarkan pertimbangan–pertimbangan ekonomi, pemilihan alat pengering ditentukan oleh faktor–faktor berikut :

  1. Kondisi bahan yang dikeringkan (bahan padat, yang dapat mengalir, pasta, suspensi)
  2. Sifat–sifat bahan yang akan dikeringkan (misalnya apakah menimbulkan bahaya kebakaran, kemungkinan terbakar, ketahanan panas, kepekaan terhadap pukulan, bahaya ledakan, debu, sifat oksidasi).
  3. Jenis cairan yang terkandung dalam bahan yang dikeringkan (air, pelarut organik, dapat terbakar, beracun)
  4. Kuantitas bahan yang dikeringkan
  5. Operasi kontinu atau tidak kontinu (Voight, 1995).

–      Manfaat Pengeringan

Terdapat berbagai manfaat setelah bahan dikeringkan, diantaranya :

  1. Melindungi obat dari pengaruh degradasi, karena  kecepatan degradasi

akan bertambah bila dalam kondisi lembab atau berair

2. Melindungi obat dari pengaruh mikroorganisme

3. Memperbaiki sifat alir dan meningkatkan stabilitas granul

4. Memudahkan proses pengecilan (Dhadhang dan Teuku, 2012).

Teknik pengeringan dalam teknologi farmasi dapat digolongkan dalam 2 cara berdasarkan sistem pengeringan :

a) Pengeringan kontinue / berkesinambungan (continuous drying) merupakan

teknik dimana pemasukan dan pengeluaran bahan berjalan terus-menerus.
b) Pengeringan tumpukan (batch drying) merupakan pengeringan bahan yang

masuk ke alat pengering sampai pengeluaran bahan kering, kemudian baru

dimasukkan bahan berikutnya (Voight, 1995).

Teknik tersebut banyak di aplikasikan dalam beberapa peralatan yang sering digunakan dalam industri farmasi yang secara umum prinsipnya pemberian panas yang relatif konstan terhadap bahan obat, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung dengan cepat dan mendapatkan hasil yang maksimal (seragam) (Voight, 1995).

Berikut ini beberapa alat pengering yang digunakan dalam industri farmasi :

  1. Pengering Rotari

Pengering rotari telah menjadi andalan bagi banyak industri yang menghasilkan produk dalam tonase yang tinggi. Pengeringan ini biasanya membutuhkan modal yang besar dan kurang efisien, tetapi sangat fleksibel. Penggunaan tabung uap yang dibenamkan dalam sel yang berputar membuat pengeringan pancuran (Cascanding Rotary Dryer) lebih efisien secara termal (Arun S. Mujumdar, 2006).

 

 

 

 

 

2. Pengering Beku (Freeze Drying)

Pada proses ini, air dihilangkan dengan mengubahnya dari bentuk beku (es) ke bentuk gas (uap air) tanpa melalui fase cair,yang biasa disebut dengan sublimasi. Pengeringan beku ini dapat meninggalkan kadar air sampai 1%, sehingga produk bahan alam yang dikeringkan menjadi stabil dan sangat memenuhi syarat untuk pembuatan sediaan farmasi dari bahan alam yang kadar airnya harus kurang dari 10%. Selain rasa, bau dan kandungan gizinya yang umumnya tetap, hasil pengeringan bahan tersebut juga dapat disimpan pada suhu kamar dalam wadah bersegel (Lachman, 1988).

 

 

 

 

 

3. Spray Drying

Spray drying merupakan suatu proses pengeringan untuk mengurangi kadar air suatu bahan sehingga dihasilkan produk berupa bubuk melalui penguapan cairan. Spray drying menggunakan atomisasi cairan untuk membentuk droplet, selanjutnya droplet yang terbentuk dikeringkan menggunakan udara kering dengan suhu dan tekanan yang tinggi (Patel, 2009).

Prinsip dasar Spray drying adalah memperluas permukaan cairan yang akan dikeringkan dengan cara pembentukan droplet yang selanjutnya dikontakkan dengan udara pengering yang panas. Udara panas akan memberikan energi untuk proses penguapan dan menyerap uap air yang keluar dari bahan. Pengeringan semprot (spray drying) cocok digunakan untuk pengeringan bahan cair. Cairan yang akan dikeringkan dilewatkan pada suatu nozzle (semacam saringan bertekanan) sehingga keluar dalam bentuk butiran (droplet) cairan yang sangat halus. Butiran ini selanjutnya masuk kedalam ruang pengering yang dilewati oleh aliran udara panas. Evaporasi air akan berlangsung dalam hitungan detik, meninggalkan bagian padatan produk dalam bentuk tepung. Pada pengeringan menggunakan pengering model terowongan (tunnel drying), udara panas dihembuskan melewati produk didalam ruang pengering yang berbentuk terowongan (Patel, 2009).

 

 

 

 

 

 

4. Drying Oven

Drying oven berfungsi sebagai pengering granul sebelum di proses menjadi tablet. Kelebihan alat ini yaitu cepat dalam proses pengeringan, suhu merata di area pengering sampai 80ºC di sirkulasikan oleh pressure blower yang sekaligus berfungsi sebagai vaccum untuk membuang uap air sisa proses pengeringan (Arun S. Mujumdar, 2006).

 

 

 

 

 

 

5. Tray Dryer

Metode pengeringan dengan tray dryer merupakan metode pengeringan yang sudah lama tetapi sering digunakan untuk pengeringan bahan padatan, butiran, serbuk atau granul yang jumlahnya tidak terlalu besar. Umumnya alat berbentuk persegi dan didalamnya berisi rak-rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan (Lachman, 1988).

Prinsip kerja alat ini bekerja dengan udara panas dan panas transfer , yang dihasilkan dengan bantuan pemanas listrik atau batang kumparan . Sirkulasi udara tersebut kipas dan seragam membanji mempertahankan suhu panas. Alat ini digunakan dalam keadaan vakum dengan waktu pengeringan umumnya lama (10-60 jam) (Lachman, 1988).

 

 

 

 

 

 

 

6. Doublecone Vacuum Dryer

Vacuum dryer merupakan salah satu tipe pengering drum (drum dryer). Drum yang terbuat dari logam (stainless steal) dihembuskan udara panas dari dalam, pada saat bersamaan bahan yang akan dikeringkan dimasukkan ke permukaan drum yang berputar. Panas yang ada di permukaan drum akan menurunkan kadar air dalam bahan, air dibuang melalui pompa vacuum, sehingga bahan atau sediaan tersebut dapat mengering. Perbedaan vacuum dryer dan drum dryer adalah pada penggunaan vacuum (drumnya di vakum) sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat karena adanya pengurangan atau penurunan tekanan di dalam drum akibat pemvakuman. Aplikasi penggunaan metode ini biasanya digunakan dalam pengeringan larutan atau suspensi (Hajare, 2009).

 

 

 

 

 

 

7. Flash dryers

Flash Dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan adonan  basah dengan mendisintregasikan adonan tersebut kedalam bentuk serbuk dan mengeringkanya dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan. Proses pengeringan yang terjadi di Flash dryer berlangsung dengan sangat cepat. Seperti asal katanya “flash” yang berarti kilat. Maka alat ini mengeringkan bahan yang dikeringkan dengan sangat cepat, dalam hitungan mili sekon. Flash Dryer cocok digunakan untuk mengeringkan bahan yang sensitive terhadap panas. Flash Dryer tidak cocok digunakan untuk material yang dapat menyebabkan erosi pada alat dan berminyak. Digunakan untuk mengeringkan bahan–bahan pada perusahaan :

  1. Chemicals (pembuatan bahan Anorganik dan Organik)
  2. Chemicals (pembuatan Pestisida dan Bahan Kimia Pertanian)
  3. Chemicals (pembuatan Zat warna dan Pigmen)
  4. Pupuk (pembuatan pupuk organic dan anorganik)
  5. Keramik
  6. Industri Makanan
  7. Industri Farmasi (untuk pembuatan obat-obatan herbal) (Lachman, 1988).

 

 

 

 

 

 

 

8. Conduction Dryers

Conduction Dryers dapat mengeringkan solutions, bubur, pasta, dan butiran yang mengandung pigmen, lempung, bahan kimia, batu bara halus, dan garam-garam, serta dapat juga digunakan untuk waktu retensi yang relatif singkat. Dryer atau pengering mengendalikan kecepatan pengeringan dan mengontrol waktu retensi (Arun S. Mujumdar, 2006).

Tidak seperti pada sistem lain pengeringan dengan Conduction Dryers menggunakan suhu yang rendah. Kapasitas pengering dan kinerja tergantung pada area perpindahan panas yang tersedia dan kondisi operasi untuk produk tertentu. Waktu pengeringan dapat dengan mudah disesuaikan dalam pengering tersebut. Perpindahan panas secara konduksi menjamin penguapan dan pengeringan (Arun S. Mujumdar, 2006).

 

 

 

 

 

 

Referensi :

Hajare, A., Harinath More, dan Sambhaji Pisal, 2009, Vacuum Foam Drying : A New Technology for Preserving Sensitive Biomolecule, Department of Biotechnology BVDU Poona College of Pharmacyand Research Centre, India.

Kurniawan, Dhadhang Wahyu dan Teuku Nanda Saifullah, 2012, Teknologi Sediaan Farmasi, UNSOED Press, Purwokerto.

Lachman L, Lieberman HA., dan Kanig, 1988, Teori dan Praktek Farmasi Industri, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Mujumdar, Arun S., 2006, Handbook of Industrial Drying, National University of Singapore , CRC Press Online, diakses tanggal 11 Juni 2012.

Patel, R.P et al., 2009, Spray Drying Technology, Indian Journal of Science and Technology Vol. 2 No.10, diakses tanggal 11 Juni 2012.

Voight, R., 1995, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

This entry was posted in TSF 2010-B. Bookmark the permalink.

One Response to ALAT PENGERING DALAM INDUSTRI FARMASI

  1. mantap nih calon bu dokternya… hehehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s