KETENTUAN PRODUKSI DALAM CPOB


Disusun oleh :

YOSSI RESPA S       (G1F008014)

RATNAWATI           (G1F008013)

IRMAWATI              (G1F008074)

Produksi dilaksanakan dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan sesuai

CPOB sehingga menghasilkan obat jadi yang memenuhi persyaratan mutu serta

ketentuan izin pembuatan dan izin edar (registrasi).

A.      Aspek Produksi Secara Umum Meliputi:

–       Produksi dilakukan dan diawasi oleh personil yang kompeten.

–       Penanganan bahan dan produk jadi dilakukan sesuai prosedur atau instruksi tertulis.

–       Seluruh bahan yang diterima diperiksa untuk memastikan kesesuaiannya dengan pemesanannya.

–       Kerusakan wadah dan masalah lain yang merugikan mutu bahan harus diselidiki, dicatat dan dilaporkan kepada bagian pengawasan mutu.

–       Bahan yang diterima dan produk jadi hendaklah dikarantina secaa fisik atau administrative.

–       Produk antara dan produk ruahan yang diterima hendaklah ditangani seperti penerimaan bahan awal.

–       Semua bahan dan produk jadi hendaklah disimpan secara teratur pada kondisi yang disarankan dan diatur agar ada pemisahan antar bets dan memudahkan rotasi stok.

–       Pemeriksaan jumlah hasil nyata dan rekonsiliasinya dilakukan sedemikian untuk memastikan tidak ada penyimpangan dari batas yang telah ditetapkan.

–       Pengolahan produk yang berbeda hendaklah tidak dilakukan bersamaan atau bergantian dalam ruang kerja yang sama kecuali tidak ada resiko terjadinya campur baur ataupun kontaminasi silang.

–       Tiap tahap pengolahan, produk dan bahan hendaklah dilindungi terhadap pencemaran mikroba dan pencemaran lain.

–       Bila bekerja dengan bahan atau produk kering hendaklah dilakukan tindakan khusus untuk mencegah debu timbul serta penyebarannya.

–       Selama pengolahan semua bahan, wadah produk ruahan, peralatan atau mesin produksi dan ruang kerja hendaklah diberi label atau penandaan dari produ atau bahan yang sedang diolah.

–       Label pada wadah, alat atau ruangan hendaklah jelas, tidak berarti ganda dan dengan format yang telah ditetapkan.

–       pemeriksaan perlu dilakukan untuk memestikan pipa penyalur dan alat lain.

–       penyimpangan terhadap instruksi atau prosedur sedapat mungkin dihindarkan.

–       akses kebangunan dan fasilitas produksi hendaklah dibatasi hanya untuk personil yang berwenang.

–       Pada umumnya pembuatan produk no-obat hendaklah dihindarkan dibuat di area dan dengan peralatan yang khusus untuk produk obat.

B.       Bahan Awal

Pengadaan bahan awal hanya diperoleh dari pemasok yang telah disetujui dan memenuhi spesifikasi yang relevan. Pemeriksaan bahan awal dilakukan oleh bagian Pemastian Mutu berdasarkan spesifikasi yang ditentukan dan dikarantina sampai diluluskan untuk dipakai. Bahan awal yang tidak memenuhi syarat disimpan terpisah untuk dikembalikan kepada pemasok atau dimusnahkan.

–       Pengadaan bahan awal hendaklah dari pemasok yang telah disetujui dan memenuhi spesifikasi yang relevan.

–       Semua penerimaan pengeluaran dan jumlah bahan tersisa hendaklah dicatat.

–       Sebelum diluluskan untuk digunakan, tiap bahan awal hendaklah memenuhi spesifikasi dan diberi label dengan  nama yang dinyatakan dalam spesifikasi.

–       Tiap pengiriman atau bets bahan awal hendaklah diberi nomor rujukan yang akan menunjukkan identitas pengiriman atau bets selama penyimpanan dan pengolahan.

–       Apabila dalam satu pengiriman terdapat lebih dari satu bets maka untuk tujuan pengambilan sampel, pengujian dan pelulusan, hendaklah dianggap sebagai bets yang terpisah.

–       Pada tiap penerimaan hendaklah dilakukan pemeriksaan visual tentang kondisi umum, keutuhan wadah dan segelnya, ceceran dan kemungkinan adanya kerusakan bahan, dan tentang kesesuaian catatan pengiriman dengan label dari pemasok.

–        Wadah dari masa sampel bahan awal diambil hendaklah diberi identifikasi.

–        Sampel bahan awal hendaknya diuji pemenuhannya terhadap spesifikasi.

–       Hendaklah diambil langkah yang menjamin bahwa semua wadah pada suatu pengiriman berisi bahan awal yang benar, dan melakukan pengamanan terhadap kemungkinan salah penandaan wadah oleh pemasok.

–       Bahan awal yang diterima hendaklah dikarantina sampai disetujui dan diluluskan untuk pemakaian oleh kepala bagian Pengawasan Mutu.

–       Bahan awal di awal di area penyimpanan hendaklah diberi label yang tepat.

  • Nama bahan dan bila perlu nomor kode bahan
  • Nomor bets/control yang diberikan pada saat penerimaan bahan
  • Status bahan
  • Tanggal daluarsa atau tanggal uji ulang bila perlu
  • Jika digunakan system penyimpangan dengan komputerisasi yang divalidasi lengkap.

–       Label yang menunjukkan status bahan awal hendaklah ditempelkan oleh personil yang ditunjuk oleh kepala bagian Pengawasan Mutu.

–       Persediaan bahan awal hendaklah diperiksa secara berkata untuk meyakinkan bahwa wadah tertutup rapat dan diberi label dengan benar,dan dalam kondisi yang baik.

–       Bahan awal, terutama yang dapat mengalami kerusakan karena terpapar

–       Hendaklah secara rutin dilakukan validasi dan/atau  peninjauan ulang secara kritis terhadap proses dan prosedur produksi untuk memastikan bahwa proses dan prosedur tersebut tetap mampu memberikan hasil yang dinginkan

–       Pencemaran bahan awal atau produk oleh bahan atau produk lain harus dihindarkan.

–       Tiap tahap proses , produk dan bahan hendaklah dilindungi terhadap pencemaran mikroba dan pencemaran lain

–       Pencemaran silang hendaklah dihindari dengan tindakan teknis atau pengaturan yang tepat.

–       Tindakan pencegahan terhadap pencemaran silang dan efektifitasnya hendaklah diperiksa secara berkala sesuai prosedur yang ditetapkan.

C.    Validasi Proses

Semua proses produksi divalidasi dengan tepat dan dilaksanakan menurut prosedur yang telah ditentukan. Perubahan yang berarti dalam proses, peralatan atau bahan sebaiknya disertai dengan tindakan validasi ulang untuk menjamin bahwa perubahan tersebut akan tetap menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu. Semua proses dan prosedur yang ada dievaluasi ulang secara rutin untuk memastikan bahwa proses dan prosedur tetap mampu memberikan hasil yang diinginkan.

1)        Pencemaran

Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadap produk obat yang dapat merugikan kesehatan atau mempengaruhi daya terapetik serta mempengaruhi kualitas harus dihindari. Kemungkinan terjadinya pencemaran silang sebaiknya diperhatikan. Pencemaran silang dihindari dengan tindakan teknis atau pengaturan yang tepat seperti produksi dalam gedung terpisah (diperlukan untuk penicillin, hormone seks, sitotoksik tertentu dan lain-lain), tersedia ruang penyangga udara dan penghisap udara, memakai pakaian pelindung yang sesuai, melaksanakan prosedur pembersihan, dekontaminasi dan lain-lain.

2)        Sistem Penomoran Bets atau Lot

Sistem yang menjabarkan cara penomoran bets atau lot dibuat secara rinci untuk mempermudah identifikasi dan penelusuran produk antara, produk ruahan atau obat dengan nomor batch atau lot tertentu. Sistem penomoran ini ini sebaiknya spesifik dan tidak dapat digunakan secara berulang untuk periode tertentu, yaitu paling sedikit dalam jangka waktu 10 tahun. Sistem ponomaran bets/lots yang digunakan pada tahap pengolahan dan tahap pengemasan hendaklah saling berkaitan. Sistem penomoran bets/lot hendaklah menjamin bahwa nomor bets/lot yang sama tidak dipakai secara berulang. Alokasi nomor bets/lot hendaklah segera dicatat dalam suatu buku log.

3)        Penimbangan dan Penyerahan

Perhitungan, penimbangan, penyerahan dan penanganan bahan baku, bahan pengemas, produk antara, dan produk ruahan dianggap suatu bagian dari siklus produksi yang harus tercakup dalam prosedur tertulis dan memerlukan dokumentasi yang lengkap. Penimbangan atau penghitungan dan penyerahan bahan awal, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan dianggap sebagai bagian dari siklus produksi dan memerlukan dokumentasi serta rekonsilisasi yang lengkap.

–       Cara penanganan, penimbangan, penghitungan dan penyerahan bahan awal, bahan pengemas, produk antara, dan produk ruahan hendaklah tercakup dalam prosedur tertulis.

–       Semua pengeluaran bahan awal, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan termasuk bahan tambahan yang telah diserahkan sebelumnya ke produksi, hendaklah didokumentasikan dengan benar.

–       Hanya bahan awal, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan yang telah diluluskan oleh Pengawasan Mutu dan masih belum daluarsa yang boleh diserahkan.

–       Untuk menghindar terjadinya campur baur, pencemaran silang, hilangnya identitas dan keragu-raguan.

–       Sebelum penimbangan dan penyerahan, tiap wadah bahan awal hendaklah diperiksa kebenaran penandaan,termasuk label pelulusan dari bagian Pengawasan Mutu.

–       Kapasitas, ketelitian dan ketepatan alat timbang dan alat ukur yang dipakai hendaklah sesuai dengan jumlah bahan yang ditimbang atau ditakar.

–       Untuk penimbangan atau pengukuran hendaklah dilakukan pembuktian kebenaran Identitas dan jumlah bahan yang ditimbang atau ditakar.

–       Ruang timbang dan penyerahan hendaklah dijaga kebersihannya.Kegiatan penimbangan dan penyerahan hendaklah dilakukan dengan memakai peralatan yang sesuai dan bersih.

–       Bahan awal, produk antara dan produk ruahan yang diserahkan hendaklah diperiksa ulang kebenarannya dan ditandatangani oleh supervisor produksi sebelum dikirim ke bagian produksi.Sesudah ditimbang atau dihitung, bahan untuk tiap bets hendaklah disimpan dalam satu kelompok dan diberi penandaan yang jelas.

4)        Pengembalian

Semua bahan baku, bahan pengemas, produk antara, produk ruahan yang dikembalikan ke tempat penyimpanan didokumentasikan dan dicek kembali dengan baik. Bahan tersebut tidak boleh dikembalikan ke gudang kecuali jika telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

5)        Pengolahan

Pemeriksaan awal pada pengolahan, baik bahan, kondisi daerah pengolahan, peralatan, wadah dan penutup mengikuti prosedur tertulis yang telah ditetapkan. Pencegahan pencemaran silang harus dilakukan pada seluruh tahap pengolahan.

–          Semua bahan yang dipakai didalam pengolahan hendaklah diperiksa sebelum dipakai.

–          Kegiatan pembuatan produk yang berbeda tidak boleh dilakukan bersamaan atau berurutan didalam  ruang yang sama kecuali tidak ada resiko terjadinya campur baur atau pencemaran silang.

–          Kondisi lingkungan diarea pengolahan hendaklah dipantau dan dikendalikan agar selalu berada pada tingkat yang dipersyaratkan untuk kegiatan pengolahan.

–          Semua peralatan yang dipakai dalam pengolahan hendaklah diperiksa sebelum digunakan.

–          Semua kegiatan pengolahan hendaklah dilaksanakan mengikuti prosedur yang tertulis.

–          Wadah dan tutup yang dipakai untuk bahan yang akan diolah, produk antara dan produk ruahan hendaklah bersih dan dibuat dari bahan yang tepat sifat dan jenisnya untuk melindungi produk atau bahan terhadap pencemaran atau kerusakan.

–          Semua wadah dan peralatan yang berisi produk antara hendaklah diberi label dengan benar yang menunjukkan tahap pengolahan.

–          Semua produk antara dan ruahan hendaklah diberi label dengan benar dan dikarantina sampai diluluskan oleh bagian pengawasan mutu.

–          Semua pengawasan selama proses yang dipersyaratkan hendaklah dicatat dengan akurat pada saat pelaksanaannya.

–          Hasil nyata tiap tahap pengolahan bets hendaklah dicatat dan diperiksa serta dibandingkan dengan hasil teoritis.

–          Dalam semua tahap pengolahan perhatian utama hendaklah diberikan kepada masalah pencemaran silang.

–          Batas waktu dan kondisi penyimpanan produk dalam proses hendaklah ditetapkan.

–          Untuk system komputerisasi yang kritis hendaklah disiapkan system pengganti manakala terjadi kegagalan.

6)      Bahan dan Produk Kering

–          Untuk mengatasi masalah pengendalian debu dan pencemaran silang yang terjadi pada saat penanganan bahan dan produk kering.

–          Sistem penghisap udara yang efektif hendaklah dipasang dengan letak lubang pembuangan sedemikian rupa untuk menghindari pencemaran dari produk atau proses lain.

–          Perhatian khusus hendaklah diberikan untuk melindungi produk terhadap pencemaran serpihan logam atau gelas.

–          Hendaklah dijaga agar tablet atau kapsul tidak ada yang terselip atau tertinggal tanpa terdeteksi dimesin, alat penghitung atau wadah produk ruahan.

7)      Pencampuran dan Granulasi

–          Mesin pencampur,pengayak dan pengaduk hendaklah dilengkapi dengan system pengendali debu, kecuali digunakan system tertutup.

–          Parameter operasional yang kritis untuk tiap proses pencampuran, pengadukan dan pengeringan hendaklah tercantum dalam dokumen produksi induk, dan dipantau selama proses berlangsung serta dicatat dalam catatan bets.

–          Kantong filter yang dipasang pada mesin pengering fluid bed tidak boleh dipakai untuk produk yang berbeda tanpa pencucian terlebih dahulu

–          Pembuatan dan penggunaan larutan atau suspense hendaklah dilaksanakan sedemikian rupa sehingga resiko pencemaran atau pertumbuhan mikroba dapat diperkecil.

–          Mesin pencetak tablet hendaklah dilengkapi dengan fasilitas pengendali debu yang efektif dan ditempatkan sedemikian rupa untuk menghindari campur baur antar produk.

–          Untuk mencegah csmpur baur perlu dilakukan pengendalian yang memadai baik secara fisik,procedural maupun penandaan

–          Hendaklah selalu tersedia alat timbang yang akurat dan telah dikalibrasi untuk pemantauan bobot tablet selama proses.

–          Tablet yang diambil dari ruang pencetak tablet untuk keperluan pengujian atau keperluan lain tidak boleh dikembalikan lagi kedalam bets yang bersangkutan

–          Tablet yang ditolak atau yang disingkirkan hendaklah ditempatkan dalam wadah yang ditandai dengan jelas mengenai status dan jumlahnya dicatat pada catatan pengolahan bets

–          Tiap kali sebelum dipakai, punch dan die hendaklah diperiksa keausan dan kesesuaiannya terhadap spesifikasi. Catatan pemakaian hendaklah disimpan.

8)      Penyalutan

–          Udara yang dialirkan ke dalam panic penyalut untuk pengeringan hendaklah disaring dan mempunyai mutu yang tepat

–          Larutan penyalut hendaklah dibuat dan digunakan dengan cara sedemikian rupa untuk mengurangi resiko pertumbuhan mikroba.

9)      Pengisian Kapsul Keras

–          Cangkang kapsul hendaklah diperlakukan sebagai bahan awal. Cangkang kapsul hendaklah disimpan dalam kondisi yang dapat mencegah kekeringan dan kerapuhan atau efek lain yang disebabkan oleh kelembaban.

–          Persyaratan-persyaratan yang tertulis pada 6.82 – 6.87 pada “Pencetak Tablet” juga berlaku untuk pengisian tablet keras.

10)  Penandaa Tablet Salut Dan Kapsul

–          Hendaklah diberikan perhatian khusus untuk menghindari campur baur selama proses penandaan tablet solute dan kapsul.

–          Tinta yang digunakan untuk penandaan hendaklah yang memenuhi persyaratan untuk bahan makanan.

–          Hendaklah diberikan perhatian khusus untuk menghindari campur baur selama proses pemeriksaan, penyortiran dan pemolesan kapsul dan tablet salut.

11)  Cairan, Krim, dan Salep (non-steril)

–          Produk cairan, krim dan salep hendaklah diproduksi sedemikian rupa agar terlindungi dari pencemaran mikroba dan pencemaran lain.

–          Tangki, wadah, pipa dan pompa yang digunakan hendaklah didesain dan dipasang sedemikian rupa sehingga memudahkan pembersihan dan bila perlu di sanitasi.

–          Penggunaan peralatan dari kaca sedapat mungki dihindarkan.

–          Kualitas kimia dan mikrobiologi air yang dapat digunakan hendaklah ditetapkan dan selalu dipantau.

–          Perhatian hendaklah diberikan pada transfer bahan melalui pipa untuk memastikan bahan tersebut ditransfer ke tujuan yang benar.

–          Apabila jaringan pipa digunakan untuk mengalirkan bahan awal atau produk ruahan, hendaklah diperhatikan agar system tersebut mudah dibersihkan.

–          Ketelitian system pengukur hendaklah diverifikasi.

–          Perhatian hendaklah diberikan untuk mempertahankan homogenitas campuran, suspensi dan produk lain selama pengisian.

–          Apabila produk ruahan tidak langsung dikemas hendaklah dibuat ketetapan mengenai waktu paling lama produk ruahan boleh disimpan serta kondisi penyimpanannya dan ketetapan ini hendaklah dipatuhi

12)   Produk Steril

Produk steril hendaklah dibuat dengan pengawasan khusus untuk menghilangkan pencemaran mikroba dan partikel lain. Produksi steril dapat digolongkan dalam dua kategori utama, yaitu yang harus diproses secara aseptik pada semua tahap dan yang disterilkan dalam wadah akhir atau disebut juga sterilisasi akhir. Pembuatan produk steril memerlukan ruangan terpisah yang selalu bebas debu dan dialiri udara yang melewati saringan bakteri. Tekanan udara dalam ruangan harus lebih tinggi dari ruang lain di luarnya.

13)  Pengemasan

Kegiatan pengemasan berfungsi membagi dan mengemas produk ruahan menjadi obat jadi yang dilaksanakan dibawah pengawasan yang ketat untuk menjaga identitas, keutuhan dan kualitas produk jadi yang telah dikemas. Kegiatan pengemasan dilaksanakan berdasarkan instruksi yang diberikan dan menggunakan bahan pengemas yang tercantum dalam prosedur pengemasan induk.

14)  Bahan dan Produk yang Ditolak, Dipulihkan dan Dikembalikan

Bahan dan produk yang ditolak diberi penandaan yang jelas dan disimpan terpisah di restricted area. Bahan atau produk tersebut dapat dikembalikan kepada pemasoknya, diolah ulang atau dimusnahkan. Bahan atau produk dapat diolah ulang dan dipulihkan asalkan layak untuk diolah ulang melalui prosedur tertentu yang disahkan serta hasilnya masih memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dan tidak terjadi perubahan yang berarti terhadap mutunya. Sisa produk yang tidak layak untuk diolah ulang atau bahan pulihan yang tidak memenuhi spesifikasi, mutu, kemanjuran atau keamanan tidak boleh ditambahkan ke dalam bets berikutnya. Langkah apapun yang dilakukan terhadap bahan dan produk yang ditolak, dipulihkan dan dikembalikan harus mendapat persetujuan kepala bagian Manajemen Mutu (Pemastian Mutu) terlebih dahulu dan terdokumentasi baik.

15)  Karantina Obat Jadi dan Penyerahan Gudang Obat Jadi

Karantina obat jadi merupakan titik akhir pengawasan sebelum obat jadi diserahkan ke gudang dan siap didistribusikan. Sebelum diluluskan untuk diserahkan ke gudang, pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan produk dan catatan pengemasan bets memenuhi semua spesifikasi yang ditentukan.

16) Pengawasan Distribusi Obat Jadi

Sistem distribusi hendaknya dirancang dengan tepat sehingga menjamin obat jadi yang pertama masuk (first-in-first-out (FIFO)) dan obat jadi yang waktu kadaluarsanya (first-expired-first-out (FEFO)) paling mendekati didistribusikan terlebih dahulu.

17) Penyimpanan Bahan Awal, Produk Antara, Produk Ruahan dan Obat Jadi

Bahan disimpan rapi dan teratur untuk mencegah risiko pencampuran atau pencemaran serta memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan. Kondisi penyimpanan obat dan bahan hendaklah sesuai dengan yang tertera pada penandaan berdasarkan hasil uji stabilitas.

18)  Pengiriman dan Pengangkutan

Bahan dan produk jadi diangkut sedemikian rupa sehingga tidak merusak keutuhannya dan kondisi penyimpanannya terjaga. Pengiriman dan pengangkutan bahan obat dilaksanakan setelah terdapat pesanan pengiriman. Tanda terima pesanan pengiriman dan pengangkutan didokumentasikan.

19) Pembuatan Obat Berdasarkan Kontrak

Pembuatan obat berdasarkan kontrak didefinisikan sebagai proses pembuatan sebagian atau keseluruhan suatu obat oleh satu atau lebih industri pembuat untuk kepentingan pihak lain. Produksi obat-obatan hendaklah dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan agar senantiasa diperoleh obat jadi yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam kegiatan produk meliputi:

  • Bahan awal

Pemeriksaan bahan awal dilakukan oleh bagian pemastian mutu berdasarkan spesifikasi yang ditentukan dan dikarantina, sampai diluluskan untuk dipakai. Bahan awal yang tidak memenuhi syarat disimpan terpisah untuk dikembalikan kepada pemasok atau dimusnahkan.

  • Validasi proses

Semua prosedur produksi hendaklah divalidasi dengan tetap dan dilaksanakan menurut prosedur yang telah ditentukan. Proses dan prosedur tersebut hendaknya secara rutin dievaluasi ulang untuk memastikan bahwa proses dan prosedur tetap mampu memberikan hasil yang diinginkan.

  • Pencemaran

Pencemaran kimiawi atau mikroba terhadap suatu obat yang dapat merugikan kesehatan atau mempengaruhi daya terapeutik serta mempengaruhi kualitas produk tidak dapat diterima. Perhatian khusus hendaklah diberikan pada masalah pencemaran silang, karena sekalipun sifat dan tingkatanya tidak berpengaruh langsung pada kesehatan, hal ini menunjukan pelaksanaan obat yang tidak sesuai  CPOB.

  • Sistem penomoran batch atau lot

Suatu system yang menjabarkan cara penomoran batch dan lot secara rinci diperlukan untuk memastikan bahwa produk antara, produk ruahan atau obat jadi suatu batch dan lot dapat dikenali dengan nomor batch dan lot tertentu tidak digunakan secara berulang.

  • Penimbangan dan penyerahan

Penimbangan atau perhitungan dan penyerhan bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan dianggap suatu bagian dari siklus produksi dan memerlukan dokumentasi yang lengkap.

  • Pengembalian

Semua bahan baku, bahan pengemas, produk antara dan produk ruahan yang dikembalikan ketempat penyimpanan hendaklah didokumentasikan dan dicek dengan baik. Bahan-bahan tersebut tidak boleh dikembalikan kecuali memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.

  • Pengelolaan

Pemeriksaan awal pada pengolahan baik bahan, kondisi daerah pengolahan, wadah dan peralatan harus mengikuti prosedur tertulis yang telah ditetapkan. Pencegahan pencemaran silang dalam seluruh tahap pengolahan.

  • Produk steril

Produk steril hendaklah dibuat dengan pengawasan khusus untuk menghilangkan pencemaran mikroba dan partikel lain. Produksi steril dapat digolongkan dalam dua kategori utama, yaitu yang harus diperoses dengan cara aseptic pada semua tahap, dan yang disterilkan dalam wadah akhir yang disebut juga sterilisasi akhir. Untuk membuat produk steril diperlukan suatu ruangan terpisah yang selalu bebas debu dan dialiri udara yang melewati saringan bakteri. Tekanan udara dalam ruangan hendaklah lebih tinggi dari ruangan disebelahnya.

  • Pengemasan

Produk ruahan menjadi obat jadi, yang dilaksanakan dengan pengawasan yang tepat untuk menjaga identitas, keutuhan dan kualitas barang yang sudah dikemas. Semua kegiatan pengemasan hendaklah dilaksanakan dengan instruksi yang diberikan dan menggunakan bahan pengemas yang tercantum dalam prosedur pengemasan induk.

  • Bahan atau produk pulihan

Bahan atau produk dapat diolah ulang atau dipulihkan asalkan bahan tersebut layak untuk diolah ulang melalui prosedur tertentu yang telah disahkan, serta hasilnya masih memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dan tidak terjadi perubahan yang berarti terhadap mutunya Sisa produk yang tidak layak  untuk diolah ulang atau bahan pulihan yang tidak memiliki spesifikasi, mutu kemanjuran atau keamanan tidak boleh ditambahkan kedalam batch berikutnya

  • Obat kembalian

Obat jadi yang dikembalikan dari gudang pabrik jika, ditemukan adanya kerusakan kualitas teknis obat atau adanya reaksi merugikan dari obat missal karena label atau kemasan luar kotor atau rusak, dapat diberi label kembali atau diolah ulang kebatch berikut asalkan tidak ada resiko terhadap mutu produk dan pengerjaan pengolahan ulang hendaklah disahkan dan didokumentasikan secara khusus. Obat kembalian dari peredaran dapat dijual kembali, diberi label kembali atau diolah kembali jika telah dilakukan evaluasi secara cermat dan hasil pemeriksaan ulang olah Bagian Pemastian Mutu dinyatakan memenuhi syarat.

  • Karantina obat jadi dan penyerahan kegudang obat jadi

Karantina obat jadi merupakan titik akhir pengawasan sebelum obat jadi diserahkan ke gudang dan siap didistribusikan.

  • Pengawasan distribusi obat jadi

Sistem distribusi hendaknya dirancang dengan tepat sehingga menjadi obat jadi yang pertama masuk didistribusikan terlebih dahulu (First In First Out).

  • Penyimpanan bahan awal, Produk antara, produk ruahan dan obat jadi.

Bahan tersebut disimpan rapi dan teratur untuk mencegah resiko tercampur baur atau pencemaran sera memudahkan pemeriksaan dan pemeliharaan.

20) Praktik Pengemasan

–       Risiko kesalahan terjadi dalam pengemasan dapat diperkecil dengan cara berikut

  1. Menggunakan label dalam gulungan
  2. Pemberian penandaan bets pada jalu pemasangan label
  3. Dengan menggunaan alat pemindah dan penghitung label elektronik
  4. Label dan bahan cetak lain didesain sedemilkian rupa sehingga masing-masing mempunyai tanda kusus untuk tiap produk yang berbeda, dan
  5. Disamping pemeriksaan secara visual selama pengemasan berlangsung, hendaklah dilkakukan pemeriksaan secara independen

–       Produk yang penampilannya mirip hendaklah tdak di kemas pada jalur yang berdampingan kecuali ada pemisahan secara fisik

–       Pada tiap jalur pengemasan nama dan no bets produk yang sedang dikemas hendaklah dapat terlihat dengan jelas

–       Wadah yang dipakai untuk menyimpan produk ruahan, produk yang baru sebagian dikemas atau sub bets hendaklah diberi label atau penandaan yang menunjukan identitas, jumlah, no bets dan status produk tersebut

–       Wadah yang akan diisi hendaklah diserahkan ke jalur atau tempat pengemasan dalam keadaan bersih

–       Semua personil bagian pengemasan hendaklah memperoleh pelatihan.

–       Area pengemasan hendaklah dibersihkan secara teratur

–       Bila ditemukan bahan pengemas cetak pada saat pembersihan hendaklah diberikan kepada supervisor

–       Kemasan akhir dan kemasan setengah jadi yang ditemukan diluar jalur pengemasan hendaklah di serahkan hepada supervisor dan tidak boleh langsung dikembalikan ke jalur pengemasan

–       Produk yang telah diisikan kedalam wadah akhir tetapi belm diberi label hendaklah dipisahkan dan diberi penandaan untuk menghindari campur baur

–       Bagian peralatan pengemas yang basanya tidak bersentihan dengan produk ruahan tapi dapat menjadi tempat penumukan debu hendaklah dibersihkan dengan cermat

–       Hendaklah di ambil tindakan untuk mengendalikan penyebaran debu selama proses pengemasan khususnya produk kering

–       Pemakaian sikat hendaklah dibatasi karna dapat menimbulkan bahaya pencemaran

–       Personil hendaklah diingatkan untuk tidak menaruh bahan pengemas didalam saku mereka

–       Bahan yang diperlukan dalam proses pengemas hendaklah disimpan didalam wadah yang jelas tampak berbeda dengan wadah yang dipakai untuk pengemasan produk

–       Penyelesaian Kegiatan Pengemasan

–       Pada penyelesaian kegiatan pengemasan hendaklah kemasan terakhir diperiksa dengan cermat

–       Hanya produk yang berasal dari satu bets dari satu kegiatan pengemasan saja yang boleh ditempatkan pada satu palet

–       setelah proses rekonsiliasi pengemasan kelebihan bahan pengemas dan produk ruahan yang akan disingkirkan hendaklah diawasi dengan ketat

–       Supervisor hendaklah mengawasi perhitungan dan pemusnahan bahan pengemas yang tidak dapat lagi dikembalikan kegudang

–       Spervisor hendaklah menghitung dan mencatat jmlah pemkaian meto semua bahan

–       Tiap penyimpangan hasil yang tidak dapat dijelaskan untuk memenuhi spesifikasi hendaklah diselidiki secara teliti

–       Setelah rekonsiliasi disetujui produk jadi hendaklah ditempatkan di area karantina produk jadi.

21) Pengawasan Selama Proses

  1. Untuk memastikan keseragaman bets dan keutuhan obat, prosedur tertulis yang menjelaskan pengambilan sampel hendaklah dilaksanakan sesuai dengan metode yang telah di setujui. Prosedur tertulis untuk pengawasan selama proses hendaklah dipatuhi.
  2. Pengawasan selama proses hendaklah mencakup tapi idak terbatas pada prosedur umum, sebagai berikut;
  • Semua parameter produk, volume isi produk hendaklah diperiksa pada awal sampai akhir pengolahan.
  • Kemasan akhir hendaklah diperiksa selama proses pengemasan untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi dan semua komponen sesuai dengan yang prosedur pengemasan induk.

3. Selama proses pengolahan dan pengemasan bets hendaklah di ambil sempel pada saat awal, tengah dan akhir prosesoleh personil yang ditunjuk.

4. Hasil pengujian atau inspeksi selama proses hendaklah dicatat dan dokumen tersebut hendaklah menjadi bagian dari catatan bets.

5. Spesifikasi pengawasan selama proses hendaklah konsisten dengan spesifikasi produk.

22) Bahan Dan Produk Yang Ditolak Dipulihkan Dan Dikembalikan

  1. Bahan dan produk yang ditolak hendaklah diberi penandaan yang jelas dan disimpan terpisah di area terlarang
  2. Pengolahan ulang produk yang ditolak hendaklah merupakan suatu kekecualian.
  3. Pemulihan semua atau sebagian dari bets sebelumnya yang memenuhi persyaratn mutu dengan cara penggabungan ke dalam bets lain dari produk yang sama pada suatu tahap pembuatan obat hendaklah di otorisasi sebelumnya.
  4. Kepala bagian Manajemen Mutu hendaklah mempertimbangkan perlunya pengujian tambahan untuk produk hasil pengolahan ulang atau bets yang mendapat produk yang dipulihkan.
  5. Bets yang mengandung produk pulihan hanya boleh diluluskan setelah semua bets asal produk pulihan yang bersangkutan telah dinilai dan dinyatakan memenuhi spesifikas yang ditetapkan
  6. Produk yang dikembalikan dari peredaran dan telah lepas dari pengawasan industri pembuat hendaklah dimusnahkan

23) Karantina Dan Penyerahan Produk Jadi

  1. Karantina produk jadi merupakan tahap akhir pengendalian sebelum penyerahan kegudang dan siap didistribusikan
  2. Prosedur tertulis hendaklah mencantumkan cara penyerahan produk jadi ke area karantina
  3. Selama menunggu kelulusan dari bagian manajemen mutu, seuruh bets atau lot yang sudah dikemas hendaklah ditahan dalam status karantina
  4. Kecuali sampel untuk pengawasan mutu tidak boleh ada produk yang diambil dari suatu bets atau lot selama produk tersebut masih ditahan dalam area karantina.
  5. Area karantina merupakan area terbatas hanya bagi personil yang benar-benar diperlukan untuk bekerja
  6. Produk jadi yang memerlukan kondisi penyimpana khusus hendaklah diberi penandaan jelasdan disimpan di area yang sesuai
  7. Pelulusan akhir produk hendaklah didahului dengan penyelesaian yang memuaskan seperti:
  • produk memenuhi persyaratan mutu
    • sampel mencukupi
    • pengemasan dan penandaan memenuhi semua persyaratan
    • rekonsiliasi bahan pengemas  cetak dan bahan cetak dapat diterima
    • produk jadi yang diterima sesuai dengan jumlah yang tertera

8. Setelah pelulusan suatu bets produk hendaklah dipindahkan kegudang produk jadi.

9. Sewaktu menerima produk jadi, personil gudang hendaklah mencatat pemasukan bets tersebut kedalam kartu stok yang bersangkutan

24) Catatan Pengendalian Pengiriman Obat

  1. System bistribusi hendaklah didesain untuk memestikan produk yang pertama masuk didistribusikan terledih dahulu
  2. System distribusi hendaklah menghasilkan catatan sehingga distribusi tiap bets obat dapat segera diketahui
  3. Prosedur tertulis mengenai distribusi obat hendaklah dibuat dan dipatuhi
  4. Penyimpangan terhadap FIFO dan FEFO hendaklah hanya diperbolehkan untuk jangka waktu pendek dan atas persetujuan pimpinan yang bertanggung jawab

25) Penyimpanan Bahan Awal, Bahan Pengemas, Produk Antara, Produk Ruahan, dan Produk Jadi

  1. Semua bahan dan produk hendaklah disimpan secara rapi dan teratur
    1. Bahan dan produk hendaklah tidak diletakkan langsung dilantai dan dengan jarak yang cukup terhadap sekelilinganya
    2. Bahan dalam produk hendaklah disimpan dengan kondisi lingkungan yang sesuai
    3. Kodisi penyimpanan obat dan bahan hendaklah sesuai dengan yang tetera pada penanadan berdasarkan hasil uji stabilitas
    4. Data pemantauan suhu hendaklahtersedia untuk dievaluasi
      1. Penyimpan diluar gedung diperbolehkan untuk bahan yang dikemas dalam wadah yang kedap dan mutunya tidak terpengaryh oleh suhu atau kondisi lain
      2. Kegiatan pergudangan hendaklah terpisah dari kegiatan lain
        1. Semua penyerahan ke area penyimpan termasuk bahan kembalian, hendaklah didokumentasikan
        2. Tiap bets bahan awal, bahan pengemas, produk anatara, produk ruahan, dan produk jadi yang disimpan diarea gudang hendaklah mempunyai kartu stok

26) PENYIMPANAN BAHAN AWAL DAN BAHAN PENGEMAS

  1. Pemisahan secara fisik atau cara lain yang tervalidasi hendaklah disediaka untuk penyimpanan bahan atau produk yang ditolak, kadaluarsa, ditarik dari peredaran atau obat atau bahan kembalian
  2. Semua bahan awal dan bahan pengemas yang diserahkan ke area penyimpanan hendaklah diperikasa kebenaran identitas, kondisi wadah dan tanda pelulusan
  3. Bila identitas atau kondisi wadah bahan awal atau bahan pengemas tidak sesuai dengan persyaratan handaklah dikirim kearea karantina untuk menentukan status bahan tersebut
  4. Bahan awal dan bahan pengemas yang ditolak hendaklah disimpan dalam area khusus yang diperuntukan bagi bahan yang ditolak
  5. Bahan cetak hendaklah disimpan di “area penyimpanan terlarang” dan penyerahan dibawah pengawasan yang ketat
  6. Stok tertua bahan awal dan bahan pengemas dan yang mempunyai tanggal kadaluarsa paling dekat hendaklah digunakan terlebih dahulu
  7. Bahan awal dan bahan pengemas hendaklah diuji ulang

27) Penyimpanan Produk Antara, Produk Ruahan Dan Produk Jadi

  1. Produk antara, produk ruahan dan produk jadi hendaklah dikarantina selama menunggu hasil uji mutu dan penentuan status
  2. Tiap penerimaan hendaklah diperiksa untuk memastikan bahwa bahan yang diterima sesuai dengan dokumen pengiriman
  3. Tiap produk anatara, produk ruahan, produk jadi yang diserahkan kearea penyimpanan hendaklah diperiksa kesesuaian identitas dan kodisi wadah
  4. Bila identitas atau kondisi wadah produk antara, produk ruahan, produk jadi tidak sesuai dengan persyaratan identitas wadh tersebut hendaklah dikirim kearea karantina

28) Pengiriman Dan Pengangkutan

  1. Bahan dan obat diangkut dengan cara sedemikian rupa
    1. Perhatian khusus hendaklah diberikan bila menggunakan es kering dalam rangkaian system pendinginan
    2. Dianjurkan penggunan alat untuk memantau kondisi selam pengangkutan
      1. Pengiriman dan pengangkutan bahan atau obat hendaklah dilaksanakan hanya setelah ada order pengiriman
      2. Prosedur pengiriman hendaklah dibuat didokumentasikan
      3. Wadah luar yang akan dikirim hendaklah memberiakn perlindungan yang cukup
      4. Catatan pengiriman hendaklah disimapan yang menyatakan menimal:
  • tanggal pengiriman
  • nama dan alamat pelanggan
  • uraian dalam produk
    • kondisi pengangkutan dan penyimpanan semua catatan hendaklah mudah diakses dan tersedia bla diminta
This entry was posted in TSF 2010-B and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s