Flash Dryer in Pharmaceutical Industry


           

Disusun oleh :

Desi Sutanti                G1F010052

Nita Dwi Indriani       G1F010053

Kurnia Mulantari         G1F010063

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan,

Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED),

Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

Abstract

Pengeringan adalah pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan/sisa cairan di dalam zat padat itu sampai suatu nilai yang dikehendaki dengan cara pemanasan. Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air suatu zat sampai batas tertentu sehingga mikroba tidak dapat tumbuh dan zat lebih tahan lama. Alat pengeringan dalam industri farmasi ada bermacam-macam, salah satunya adalah Flash Dryer. Flash dryer merupakan alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan adonan basah melalui desintegrasi dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan.

 Keyword: pengeringan, flash dryer

Pengeringan adalah pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan/sisa cairan di dalam zat padat itu sampai suatu nilai yang dikehendaki dengan cara pemanasan. Tujuan pengeringan dalam bidang farmasi adalah untuk mengurangi kadar air sampai batas tertentu dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi sehingga obat/ sediaan farmasi tersebut dapat bertahan lama (Kurniawan, 2012).

Manfaat pengeringan bahan dalam bidang farmasi antara lain:

  1. melindungi obat dari pengaruh degradasi, karena kecepatan degradasi akan bertambah cepat bila material terdapat dalam bentuk larutan atau lembab (basah)
  2. Melindungi obat dari pengaruh mikroorganisme
  3. Memperbaiki sift alir granul
  4. Memudahkan proses pengeicilan partikel
  5. meningkatkan stabilitas produk yang dikemas (Kurniawan, 2012).

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh kecepatan pengeringan maksimum, yaitu :

1. Luas permukaan

Semakin luas permukaan bahan yang dikeringkan, maka akan semakin cepat bahan menjadi kering.

2. Suhu

Semakin besar perbedaan suhu (antara medium pemanas dengan bahan yang dikeringkan), maka akan semakin cepat proses pindah panas berlangsung sehingga mengakibatkan proses penguapan semakin cepat pula. Atau semakin tinggi suhu udara pengering, maka akan semakin besar energi panas yang dibawa ke udara yang akan menyebabkan proses pindah panas semakin cepat sehingga pindah massa akan berlangsung dengan cepat pula.

3. Kecepatan udara

Umumnya udara yang bergerak akan lebih banyak mengambil uap air dari permukaan bahan yang akan dikeringkan. Udara yang bergerak adalah udara yang mempunyai kecepatan gerak yang tinggi yang berguna untuk mengambil uap air dan menghilangkan uap air dari permukaan bahan yang dikeringkan.

4. Kelembaban udara

Semakin lembab udara di dalam ruang pengering dan sekitarnya, maka akan semakin lama proses pengeringan berlangsung, begitu juga sebaliknya.

5. Tekanan atmosfir dan vakum

Pada tekanan udara atmosfir 760 Hg (=1 atm), air akan mendidih pada suhu 100ºC. Pada tekanan udara lebih rendah dari 1 atmosfir air akan mendidih pada suhu lebih rendah dari 100ºC.

Tekanan (P) rendah dan suhu (T) rendah cocok untuk bahan yang sensitif terhadap panas.

6. Waktu

Dalam pengeringan di industri farmasiditerapkan konsep HTST (High Temperature Short Time), Short time dapat menekan biaya pengeringan (Rohanah, 2006).

Proses pengeringan sendiri dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Pengeringan alamiah (sun drying ), energi ini murah dan berlimpah, tetapi energi panas tidak stabil atau tidak bisa diatur, waktu pengeringan sulit untuk diperkirakan dan mutu bahan tidak terjamin.
  2. Pengeringan buatan atau artificial drying, konsumsi energi dapat diatur, waktu pengeringan dapat ditentukan, mutu dan kebersihan bahan yang dikeringkan dapat dijaga, serta memerlukan biaya operasional yang lebih banyak.

Alat pengering yang biasa digunakan dalam industri farmasi dikelompokkan menjadi 2 macam berdasarkan bahan yang dikeringkan, yaitu pengering bahan padat dan pasta, seperti tray dryer, pengering konveyor,  rotary dryer, flash dryer, pengering beku, dan pengering fluidized bed. Sedangkan untuk pengering bahan cair contohnya adalah drum dryer dan spray dryer (Rohanah, 2006).

Alat pengering di industri farmasi yang akan dibahas kali ini adalah flash dryer. Flash dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan adonan basah melalui desintegrasi dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan. Proses pengeringan yang terjadi di flash dryer berlangsung dengan sangat cepat dalam hitungan milisekon (Anonim, 2010).

Gambar 1: Flash Dryer

  Gambar 2: bagian-bagian flash dryer

Cara Kerja Flash Dryer dapat dijelaskan sebagai berikut:

Bermula dari Feed Mecanism, bahan yang akan dikeringkan dimasukan kedalam balance tank. Di dalam balance tank, bahan tersebut diaduk oleh stirer agar teragitasi yang bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang  homogen agar lebih mudah dialirkan pada proses selanjutnya. Setelah itu, bahan akan melalui screw feeder yang akan mengangkut bahan tersebut ke dalam disintegrator. Screw Feeder inilah yang mengatur banyak sedikitnya bahan yang masuk ke dalam disintegrator. Sebelum masuk ke dalam disintegrator, pada ujung screw feeder, terdapat distributor, yang berbentuk small nodule, yang berfungsi untuk memecah kembali bahan agar tidak berbentuk gumpalan ketika memasuki disintegrator. Dengan adanya distributor ini, maka akan meringankan kerja disintegrator dalam memecahkan dan mengeringkan bahan. Karena setelah melewati distributor, bahan menjadi terurai kembali dan luas permukaannya juga meningkat (Anonim, 2010).

Gambar 3: feed mechanism

Dari Feed Mechanism, bahan memasuki proses Cage Mill Disintegrator, yang selanjutnya disebut dengan disintegrator. Jantung dari Flash Dryer adalah pada disintegrator. Pada bagian ini bahan diubah dalam bentuk serbuk dan dipanaskan. Panas didapat dari hot air generator yang disalurkan ke dalam disintegrator. Sekitar 70% pemanasan bahan terjadi di dalam disintegrator. Dari disintegrator, melalui tekanan udara panas dari generator, bahan disalurkan ke drying duct. Pemanasan selanjutnya terjadi di sini. Selang waktu yang dibutuhkan bahan yang dikeringkan untuk melewati dry duct sering disebut dengan residence time of drying (Anonim, 2010).

Kemudian bahan memasuki ruang yang disebut dengan siklon untuk memisahkan antara bahan yang telah kering dan udara. Karena pengaruh gaya tangensial dan gravitasi, partikel-partiket tersebut jatuh ke bawah dan masuk ke penampungan. Beberapa partikel yang sangat kecil terbawa oleh udara dan memasuki ruang bag filter. Di sini udara dan partikel tersebut disaring kembali, sehingga udara yang keluar dari pipa pengeluaran adalah dalam bentuk udara bersih. Partikel yang tertangkap oleh filter, diteruskan ke ruang penampungan bersama partikel sebelumya yang jatuh dari siklon. Pada Flash Dryer terdapat dua blower pada sisi masuk dan sisi keluar, yang berfungsi untuk mendorong dan menarik udara untuk memastikan kelancaran aliran udara di dalam Flash Dryer dan agar tidak terjadi tekanan balik atau presser drop (Anonim, 2010).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Flash Drying Plant. http://www.ecokleen.com/FLASH%20 DRYER%20%20LITERATURE.pdf. Diakses tanggal 12 Juni 2012.

Kurniawan D.W., Sulaiman T.N.S. 2012. Teknologi Sediaan Farmasi. Laboratorium Farmasetika Unsoed: Purwokerto.

Rohanah, A. 2006. Teknik Pengeringan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara: Medan.

 

 

This entry was posted in TSF 2010-B. Bookmark the permalink.

4 Responses to Flash Dryer in Pharmaceutical Industry

  1. purmahadi says:

    Mba Desi, Mba Nita & Mba Kurnia terima kasih atas infonya.
    Jika banyak orang melakukan seperti yang Mba2 lakukan, saya yakin Indonesia akan lebih maju.

  2. Dede Rudiyana says:

    mantap…
    Terimakasih Des

  3. Yeaa…..
    semoga barrokah dan manfaat yah🙂

  4. cicih hartini says:

    SubhanaAllah,,sangat bermanfaat..
    terimakasih nyonya desi sudah berbagi info,,semoga bermanfaat..hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s