TEKNIK PENGERINGAN SEDIAAN FARMASI ( DRYING METHOD OF PHARMACEUTICAL FORM)


Teknik Pengeringan Sediaan Farmasi
( Drying Method of Pharmaceutical Form )

Disusun Oleh:
Bella Martha Heriana  ( G1F009055 )
Asih Fitri Rohani         ( G1F009056 )
Sri Afriani M               ( G1F009057 )

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah

________________________________________________________________
ABSTRAK

Pengeringan merupakan suatu proses pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan atau sisa cairan di dalam zat padat itu sampai suatu nilai yang dikehendaki. Prinsip dari pengeringan antara lain transfer panas dan pemecahan molekul-molekul ikatan air. Terdapat beberapa metode pengeringan sediaan farmasi dalam industri farmasi, dalam artikel ini dibahas tentang metode tray dryer, freeze dryer, spray dryer, double cone vacuum dryer dan  fluid bed dryer.

Keyword : pengeringan, metode pengeringan, teknologi farmasi
________________________________________________________________

Setiap proses dalam pembuatan sediaan farmasi baik dalam skala kecil maupun besar (industri) hampir selalu melibatkan transfer panas, terutama pada proses pembuatan tablet secara granulasi basah. Panas disini dibutuhkan dalam proses pengeringan sehingga di hasilkan massa granul yang kering dan dapat di kempa menjadi tablet. Proses pengeringan menggunakan pemanasan secara umum, berlangsung dalam 3 tahap stimultan, yaitu : proses transfer energi dari sumber luar ke dalam material yang mengandung air, fase transformasi dari air / solvent dari bentuk cair menjadi bentuk uap, dan transfer uap dari material keluar dari alat pengering / material yang dikeringkan (Kurniawan, 2012).
Pengeringan merupakan suatu proses pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan/sisa cairan di dalam zat padat itu sampai suatu nilai yang dikehendaki. Proses pengeringan dapat dilakukan dengan cara penguapan. Penguapan terjadi apabila air yang dikandung oleh suatu bahan teruap, yaitu apabila panas diberikan kepada bahan tersebut. Selain dengan penguapan, pengeringan dapat dilakukan dengan cara memecahkan ikatan molekul-molekul air yang terdapat di dalam bahan (Hasibuan, 2005).
Teknik pengeringan pengeringan dalam teknologi farmasi dapat digolongkan dalam 2 cara berdasarkan sistem pengeringan:
a)    Pengeringan kontinue/ berkesinambungan (continuous drying) merupakan teknik      dimana pemasukan dan pengeluaran bahan berjalan terus-menerus.
b)    Pengeringan tumpukan (batch drying) merupakan pengeringan bahan yang masuk ke alat pengering sampai pengeluaran bahan kering, kemudian baru dimasukkan bahan berikutnya.
Teknik tersebut banyak di aplikasikan dalam beberapa peralatan yang sering digunakan dalam industri farmasi yang secara umum prinsipnya pemberian panas yang relatif konstan terhadap bahan obat, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung dengan cepat dan mendapatkan hasil yang maksimal (seragam). Berikut ini  beberapa alat pengering dan prinsipnya yaitu :
1.    Tray Dryer
Metode pengeringan dengan  tray dryer merupakan metode pengeringan yang sudah  lama tetapi sering digunakan untuk pengeringan bahan padatan, butiran, serbuk atau granul yang jumlahnya tidak terlalu besar (Kurniawan,2009). Umumnya alat berbentuk persegi dan didalamnya berisi rak-rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan.


Prinsip kerja alat ini bekerja dengan udara panas dan panas transfer , yang dihasilkan dengan bantuan pemanas listrik atau batang kumparan . Sirkulasi udara tersebut kipas dan seragam membanji mempertahankan suhu panas. Alat ini digunakan dalam keadaan vakum dengan waktu pengeringan umumnya lama (10-60 jam).

2.    Fluid Bed Dryer
Alat ini paling cocok untuk pengeringan bahan jenis kristal, butiran , bahan obat-obatan yang kasar, baik bahan kimia , pewarna , makanan. Fluid bed dryer tidak cocok untuk pengeringan bahan pasta dan cair.
Prinsip kerja fluid bed dryer didesain menggunakan aliran udara panas di dasar produk wadah yang diisi dengan materi atau bahan yang akan dikeringkan. Kemudian diinduksi dengan cara blower dan udara segar tersedot ke unit. Sistem udara panas ini memperluas tempat tidur materi pada kecepatan tertentu dan menciptakan turbulensi dalam produk atau dikenal dengan tahapan fluidisasi agar menciptakan kondisi yang hampir ideal untuk pengeringan (Lipsanen,2008). Proses fluidisasi menghasilkan partikel padat dimana setiap partikel yang dikelilingi oleh udara panas, udara panas yang di transfer sangat tinggi dan seragam . Produk kering cepat tanpa kerugian yang cukup panas. Metode ini cukup efisien untuk proses pengeringan dibanding dengan tray dryer karena menghasilkan produk yang kering yang seragam dan cepat dengan menggunakan suhu yang tinggi.

3.    Spray drying
Spray drying merupakan proses pengeringan dengan cara memaparkan partikel cairan (droplet) pada semburan gas panas dengan suhu lebih tinggi dari suhu droplet (Patel, 2009). Umpan yang diatomisasi dalam bentuk percikan disentuhkan dengan udara panas yang dirancang dengan baik. Metode pengeringan dengan menggunakan spray drying memiliki 3 tahapan dasar :

  • atomisasi cairan menjadi droplet halus
  • pencampuran antara droplet dengan aliran gas panas yang menyebabkan cairan menguap sehingga menjadi padatan kering. Partikel yang memadat biasanya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama seperti droplet saat atomisasi
  • serbuk kering dipisahkan dari aliran gas dan dikumpulkan.

(Kurniawan,2012)
Metode ini cocok untuk bahan yang berbentuk larutan yang sangat kental serta berbentuk pasta (susu, pewarna, bahan farmasi). Kapasitas beberapa kg per jam hingga 50 ton per jam penguapan (20000 penegering semprot)

4.   Freeze drying

Freeze drying merupakan alat pengeringan yang prinsip kerjanya adalah berdasarkan proses liofilisasi.

Tahapan-tahapan yang terjadi pada alat freeze drying :

  • Pembekuan    : Produk yang akan dikeringkan, sebelumnya dibekukan dulu.
  • Vacuum          : Setelah beku, produk ini ditempatkan di bawah vakum. Hal ini memungkinkan pelarut beku dalam produk untuk menguapkan tanpa melalui fase cair, proses yang dikenal sebagai sublimasi.
  • Panas              : panas diterapkan pada produk beku untuk mempercepat sublimasi.
  • Kondensasi    : kondensor dengan suhu rendah akan menghapus pelarut yang menguap di ruang vakum dengan mengubahnya kembali ke padat

5.    Double cone vacuum dryer
Vacuum dryer merupakan salah satu tipe pengering drum (drum dryer). Drum yang terbuat dari logam (stainless steal) dihembuskan udara panas dari dalam, pada saat  bersamaan bahan yang akan dikeringkan dimasukkan ke permukaan drum yang berputar. Panas yang ada di permukaan drum akan menurunkan kadar air dalam bahan, air dibuang melalui pompa vacuum, sehingga bahan atau sediaan tersebut dapat mengering. Perbedaan vacuum dryer dan drum dryer adalah pada penggunaan vacuum (drumnya di vakuum) sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat karena adanya pengurangan atau penurunan tekanan di dalam drum akibat pemvakuman. Aplikasi penggunaan metode ini biasanya digunaka dalam pengeringan larutan atau suspensi (Hajare, 2009).

Referensi
Hajare, A., Harinath More, Sambhaji Pisal.2009. Vacuum Foam Drying: A New Technology for Preserving Sensitive Biomolecule. India : Department of Biotechnology, BVDU Poona College of Pharmacyand Research Centre
Hasibuan, R. 2005. Proses Pengeringan. Universitas Sumatera Utara : Program Studi Teknik Kimia
Kurniawan, D.W.. 2012. Teknologi Sediaan Farmasi. Purwokerto : Laboratorium Farmasetika Unsoed
Lipsanen, Tanja. 2008. Process Analytical Technology Approach on Fluid Bed Granulation and Dryin. Finlandia : Helsinki University Printing House
Patel, R.P, et al.,. 2009. Spray Drying Technology: An Overview. Indian Journal of Science and Technology. Vol.2 No.10 (2009)

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009. Bookmark the permalink.

47 Responses to TEKNIK PENGERINGAN SEDIAAN FARMASI ( DRYING METHOD OF PHARMACEUTICAL FORM)

  1. rahmi iswara says:

    artikel menarik..tq

  2. sartika says:

    mau tanya,kl roller dryer itu sama dengan drum dryer atau roller dryer ngga?
    mudah2an dpt jwbnnya cepat,sangat berharap dpt jwbannya..mksh sblmnya

  3. dwipoenya says:

    hmmmm malas bacanya. . ..hohohoho
    mau tanya satu aja deh. . . .apa yang di maksud dengan berat bahan konstan dan berat alat konstan??

  4. Adhit / @Adhitya_YM says:

    konsep bagus untuk dibuat alat yang lebih sederhana. good job bek😀

  5. bayu budi santosa says:

    1) adakah kelebihan dan kekurangan dari masing2 metode pengeringan tersebut?
    2) Misalnya, saya ingin membuat sediaan injeksi kering Tenecteplase, metode mana yg paling tepat??
    thx..

  6. asih fitri rohani (G1F009056) says:

    @ella : terimakasih, semoga bermanfaat..

    @ kiki : proses liofilisasi itu pengeringan beku… jadi sebelum dikeringkan, bahan atau zat yg akan dikeringkan itu dibekukan dulu, baru setelah itu dilakukan proses sublimasi (pelarut bahan tersebut menguap tanpa melalui proses mencair) dan dengan suhu yang rendah uap tsb akan menghilang, sehingga bahan atau sediaan menjadi kering….

  7. Kiki says:

    proses liofilisasi itu yang bagaimana ya?. saya kurang paham..hehe. mungkin bisa dijelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana.. thanx

  8. ella says:

    nice artikel …🙂

  9. asih fitri rohani (G1F009056) says:

    @susilo : terimakasih, semoga bermanfaat….

  10. susilo says:

    @ asih fitri : bagus teman… menarik..!!!

  11. asih fitri rohani (G1F009056) says:

    @nitha : terimakasih sudah berkunjung di blog dan artikel ini….

  12. asih fitri rohani (G1F009056) says:

    @bolang : untuk perbedaan antara sistem pengeringan kontinue dan tumpukan yaitu kalau pada sistem tumpukan (batch drying), bahan atau sediaan yang akan dikeringkan dapat dimasukkan ke dalam alat pengering setelah semua bahan atau sediaan tersebut sudah kering semua dan dikeluarkan dari alat pengering
    sedangkan pada sistem kontinue itu, bahan atau sediaan yang akan dikeringkan bisa dimasukkan lagi ke dalam alat pengering walaupun bahan belum dikeluarkan dari alat pengering tersebut, baru setelah bahan yang kedua dimasukkan, bahan tersebut akan keluar… jadi ada yang masuk lagi dan ada yang keluar, proses ini berjalan secara kontinue.

    untuk kelemahan dan kelebihannya Pengeringan dengan sistem kontinue lebih efisien dibanding dengan pengeringan batch karena dalam pengeringan batch ada spesifikasi yang perlu pengontrolan ekstra. Seringnya bahan-bahan dengan ukuran granul yang besar tidak terdeteksi dalam sistem batch.

  13. asih fitri rohani (G1F009056) says:

    @perez iskandar : ini bukan penelitian, hanya artikel saja

  14. Perez Iskandar says:

    ini penelitian atau hanya karya tulis saja?

  15. nitha says:

    suka suka suka

  16. Bolang says:

    nah sri
    kan ada 2 macam sistem pengeringan, mau tanya kalau yang sistem continous itu contoh alatnya apa?
    trus beda dari kedua macam sistem ini apa, selain dari pengertiannya? apa ada keunggulan ato kelemahan masing masing sistem?

    sorry kalo banyak nanya

  17. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @ritha
    amin …..semoga bermanfaat😀

  18. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @hagia sophia
    terima kasih sudah berkunjung…..semoga bermanfaat😀

  19. ritha says:

    nice
    sukses lahhhh

  20. Hagia Sophia says:

    daku sama skali ga punya dasar farmasi yg kuat,
    tp sukurlah,stlh baca artikel ini jd sedikit lbh bnyk tw ttg metode pengeringan dlm farmasi

  21. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @pharmassip
    bahan-bahan yang dikeringkan dengan freeze drying umumnya yang memiliki kelarutan dalam air cukup tinggi karena dia prinsipnya liofilisasi misalnya bahan bahan ekstrak kental maupun ekstrak cair

  22. Pharmassip says:

    nice share, untuk metode freeze drying, bahan apa saja yang bisa dikeringkan dengan metode tersebut ?

  23. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @mas ikhwan
    mujumdar itu penulis dari handbook of pharmaceutical industry🙂

  24. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    terimakasih ibeng, aminn
    semoga bermanfaat🙂

  25. chila says:

    wah artikel dari farmasi unsoed
    keren nih..
    mantab berkarya selalu

  26. ibeng ma says:

    materi yang bagus n lengkap
    semoga bermanfaat dalam dunia farmasi industri

  27. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    hai somad🙂
    lama waktu yg digunakan untuk proses pengeringan tiap alat berbeda-beda tergantung dr bahan yg dikeringkan, dan jumlah dr bahan yg dikeringkan. Selain itu, tiap alat mempunyai lama pengeringan yg berbeda.
    untuk FBD waktu pengeringannya rata2 antara 60 – 75 menit
    untuk freeze drying rata2 antara 10-60 jam
    untuk double cone vacuum dryer rata2 antara 6-18 jam
    untuk tray dryer kami kurang tau berapa lamanya🙂

    semoga bermanfaat😀

  28. somad_in_action says:

    dari kelima kelima cara pengeringan, rata2 membutuhkan waktu brapa lama untuk proses pengeringan???

  29. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    Rizqi :
    double cone vacuum dryer memang digunakan untuk pengeringan sediaan berupa larutan dan suspensi. karena sediaan berupa larutan mudah teroksidasi, mudah menguap dan peka terhadap pemanasan. sehingga didapatkan sediaan serbuk yang lebih stabil dibandingkan dengan sediaan larutan.

  30. Mujumdar, 1998 ? bukunya apa itu?

  31. Rizqi Permata H (G1F009045) says:

    mau tanyaaaa…
    Double cone vacuum dryer….”pengeringan larutan atau suspensi”. maksudnya pengeringan suspensi? itu tujuannya apa?
    terima kasih?

  32. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @dwi
    sebenernya banyak metode dalam teknik pengeringan, hanya saja bergantung pada sifat bahan yang akan dikeringkannya untuk artikel ini memuat cara pengeringan yang modern dengan menggunakan alat tetapi ada cara konvensional yaitu dengan pemanasan langsung menggunakan panas matahari biasanya untuk simplisia tetapi untuk skala industri jarang digunakan

    @mba wulan
    dari pengalaman kunjungan ilmiah ke PT Coronet Crawn yang produksi obat obat antibiotik peralatan yang digunakan umumnya menggunakan Fluid Bed Dryer mbaa
    untuk alat pengatur kadar air ada tetapi terpisah dengan alat pengeringnya mba. Pada alat pengering umumnya pengatur suhu otomatis

  33. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    hai mz Dwi, maksudnya cara yang lebih sederhana ? dalam proses pengeringannya ?
    cara paling sederhana untuk proses pengeringan sediaan farmasi bisa menggunakan pemanasan kering atau menggunakan oven. Namun untuk industri cara pengeringan tsb tidak mungkin dilakukan.
    di Industri sendiri, cara yang paling sering digunakan adalah FBD karena lebih efisien dan lebih mudah mengoperasikannya.

    semoga bermanfaat😀

  34. Dwi says:

    info yg bagus
    apakah ada cara lain yang lebih sederhana?

  35. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    Mz Hariz :
    sama-sama🙂
    semoga bermanfaat😀

  36. wah, lengkap banget mbak penjelasannya,
    makasih ya.
    lagi nyari referensi nih tentang mekanisme pengeringan dalam bahan farmasi,,,,

    sukses selalu

  37. Bella Martha Heriana (G1F009055) says:

    kak wulan :
    Kurniawan, D.W,. 2012 itu memang sumber buku. Kebetulan buku itu ditulis oleh Bpk. Dhadang Wahyu K dosen kami🙂

    untuk pengeringan dalam pembuatan granul (obat antibiotik) di industri-industri umumnya menggunakan FBD karena proses pembuatan antibiotik hampir sama dengan pembuatan sediaan padat lainnya.🙂

    setahu saya, pengatur otomatis untuk FBD tidak ada, untuk mengatur kadar air hanya berdasarkan berapa kali alat tersebut melakukan shaking, dan suhu yang digunakan. Jadi untuk FBD untuk mengatur kadar air masih menggunakan cara manual. Untuk yg lain, saya kurang tahu krn belum ada keterangan ttg pengaturan kadar air dr literatur yang kami cari. Mungkin jawabannya menyusul . hehehe🙂

    Semoga bermanfaat😀

  38. wahyu retno wulan says:

    Kurniawan, D.W.. 2012. itu sumber buku kah?? tmpatnya laboratorium farmasi unsoed. keren
    oya..kalo pengeringan dalam pembuatan granul/tablet antibiotik, mana yg cocok dn umum digunakan di industri??
    di alat pengeringan itu ada gk pengatur otomatis untuk kelembaban/kadar air granul?

  39. ega says:

    Nice info. Mksh ya

  40. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @ratih
    mauu mencoba menjawab iaa
    liofilisasi pada freeze drying merupakan metode pengeringan beku yang bertujuan menyerap kandungan air pada bahan atau sediaan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroba yang dapat merusak bahan. Biasanya metode ini digunakan untuk bahan yang sangat larut air, mudah menguap dan rusak oleh pemanasan

    @niza
    semoga bermanfaat😀

  41. niza rahman says:

    nice info🙂

  42. ratih juwita ninda says:

    Alfreeze drying mrpkan pengeringan berdasrkan proses LIo filisasi, bisa di perjelas lgi ga mksud dari proses liofilisasi tsb…hheh mksih..

  43. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @ zaki zahab
    keefektifan metode pengeringan bergantung dari sifat fisika kimia bahan yang akan dikeringkan misalnya bahan yang dikeringkan sifatnya tahan panas sebaiknya menggunakan Fluid Bed Dryer karena alat tersebut pengeringannya dengan suhu tinggi dengan waktu yang relatif singkat dan menghasilkan bahan kering yang seragam

  44. Sri Afriani M (G1F009057) says:

    @ joni gonda :
    makasih😀

    @ Mas ikhwan yudha k :
    untuk bahan-bahan yang biasa menggunakan pengeringan secara berkesinambungan (kontinue) dalam industri farmasi misalnya parafin, gelatin, sabun. Pengeringan jenis ini lebih efisien dibanding dengan pengeringan batch karena dalam pengeringan batch ada spesifikasi yang perlu pengontrolan ekstra. Seringnya bahan-bahan dengan ukuran granul yang besar tidak terdeteksi dalam sistem batch.
    Sedangkan contoh bahan yang menggunakan pengeringan sistem batch drying misalnya gel, gel lunak, tablet salut dll. Sistem pengeringan ini efektif untuk bahan dengan ukuran partikel yang kecil (Mujumdar, 1998)

  45. zaki sahab says:

    Dari kelima metode pengeringa tersebut, menurut anda mana yang paling efektif & efisien?

  46. Maaf bisa beri contoh bahan yang dilakukan Pengeringan kontinue/ berkesinambungan (continuous drying) dan Pengeringan tumpukan (batch drying) …?

  47. joni gonda says:

    wah bgus itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s