SEKILAS TENTANG FILTRASI KONVENSIONAL DAN FILTRASI MODERN DIBIDANG FARMASI


SEKILAS TENTANG FILTRASI  KONVENSIONAL DAN FILTRASI MODERN DIBIDANG FARMASI

 

Bhaskara Maulana      (G1F009048)

Ratih Juwita Ninda     (G1F009049)

Gatot Setyo W              (G1F009050)

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu-ilmu kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

ABSTRAK

Filtrasi merupakan suatu tahapan penting dalam teknologi farmasi. Filtrasi yaitu proses pemisahan dari campuran heterogen yang cairan dan partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat. Ada dua macam metode proses filtrasi secara umum yaitu konvensional dan modern. Metode konvensional yang sering digunakan adalah dengan kertas saring, sedangkan metode filtrasi modern banyak digunkan pada industri.

Keyword: filtrasi farmasi, filtrasi modern, filtrasi konvensional.

Filtrasi adalah proses pemisahan dari campuran heterogen yang cairan dan partikel-partikel padat dengan menggunakan media filter yang hanya meloloskan cairan dan menahan partikel-partikel padat. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, dll (Geankoplis, 1987)

Tipe dari filtrasi berdasarkan tempat ada dua, yaitu:

  • Penyaringan permukaan yaitu jika bahan padat tertahan akibat kerja ayakan dari material penyaring. Hal ini terjadi, jika ukuran partikel bahan padat memiliki garis tengah yang lebih besar dari pada pori penyaring (Rakesh, 2010).

Penyaringan permukaan muutlak menjamin bahwa partikel dengan garis tengah lebih besar daripada lebar lubang penyaring tidak akan turun masuk kedalam filtrate dan tidak akan terjadi kehilangan zat dalam jumlah yang berarti. Karena itu material penyaring akan relatif cepat tersumbat (Kurniawan, 2012).

  • Penyaringan kedalaman yaitu suatu partikel bahan padat tidak tertahan pada permukaan penyaring, tetapi di bagian dalam matriks, artinya teradsorpsi pada bagian dalam pori yang berliku (Rakesh, 2010).

Keuntungan penyaringan kedalaman adalah tingginya volume penyaring sehingga memudahkan pengamatan tingginya tingkat pencemaran dari penyaring. Keburukannya adalah adanya kehilangan bahan dan pelepasan material penyaring (ion asing, serabut) (Kurniawan, 2012).

I.  Filtrasi konvensional

Proses filtrasi yang sederhana adalah proses penyaringan dengan dengan media filter kertas saring (Gambar dibawah). Kertas saring kita potong melingkar jika masih bentuk lembaran empat persegi panjang atau kubus, jika telah berbentuk lingkaran lipat dua, sebanyak tiga atau empat kali. Selanjutnya buka dan letakkan dalam corong pisah sehingga tepat melekat dengan corong pisah. Tuangkan campuran heterogen yang akan dipisahkan, sedikit demi sedikit, kira-kira banyaknya campuran tersebut adalah sepertiga dari tinggi kertas. Lakukan berulang-ulang, sehingga kita dapat memisahkan partikel padat dengan cairannya. Hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residen dan zat cairnya disebut dengan filtrat.

Kelemahan kertas saring :

  1. Dapat rusak oleh asam dan basa kuat
  2. Kekuatan mekanisnya kurang dan mudah sobek jika terkena pengaduk sehingga bocor dan mengotori endapan karena serat-seratnya terbawa, terutama untuk penyaringan vakum agak menyulitkan
  3. Dapat mengadsorbsi bahan-bahan dari larutan yang disaring
  4. Untuk gravimetric perlu di bakar habis karena tidak dapat di keringkan sampai mencapai bobot tetap

Keuntungan kertas saring:

  1. Murah, mudah di dapat, efesiensi penyaringan tinggi di sebabkan antara lain karena permukaannya yang luas , teknik dan peralatan penunjangnya sederhana.
  2. Untuk kecepatan penyaringan tersedia kertas dengan pori- pori halus medium, dan kasar.
  3. Untuk menyaring di gunakan corong dengan kerucut bersudut 60 derajat. Endapan yang akan dipijarkan harus di saring dengan kertas saring tak berabu (Eugene, 1974).

Proses pemisahan dengan cara filtrasi konvensional dengan kertas saring dapat kita bedakan berdasarkan adanya tekanan dan tanpa tekanan. Pemisahan ini sangat cocok untuk campuran heterogen dimana jumlah cairannya lebih besar dibandingkan partikel zat padatnya (Eugene, 1974).

(Pemisahan dengan kertas saring tanpa tekanan)

Proses pemisahan dengan tekanan, umumnya dengan cara di vakumkan (disedot dengan pompa vakum). Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannyA (Eugene, 1974).

(Gambar Pemisahan dengan cara meningkatkan tekanan)

II.    Filtrasi Modern

Dalam proses filtrasi modern ada 3 jenis komponen, yaitu:

  • Filter
  • Medium Filter
  • Bahan penolong Filtrasi
  1. Filter

Filter dapat dikelompokkan menjadi dua golongan : yang pertama adalah filter klarifikasi (clarifying filter) dan filter ampas (cake filter).

1.1. Filter klarifikasi

Filter ini dikenal juga sebagai filter hamparan tebal (deep bed filter), karena partikel-partikel zat padat diperangkap di dalam medium filter dan biasanya tidak ada lapisan zaat padat yang terlihat dari permukaan medium. Filter ini biasanya digunakan untuk memisahkan zat padat yang kuantitasnya kecil dan menghasilkan gas yang bersih atau zat cair yang bening, seperti minuman. Klarifikasi berbeda dengan penapisan karena pori medium filter ini jauh lebih besar dari diameter partikel yang harus dipisahkan. Partikel-partikel itu ditangkap oleh gaya-gaya permukaan dan dibuat tidak bias bergerak di dalam saluran aliran, dan walaupun mengakibatkan diameter  efektif saluran itu menjadi  lebih kecil, namun biasanya tidak sampai menyebabkan saluran itu buntu (McCabe, 1990)

(Gambar deep bed filter )

1.2. Filter Ampas (Cake Filter)

Filter ampas digunakan untuk memisahkan zat padat yang kuantitasnya besar dalam bentuk kristal atau lumpur ataupun ampas. Biasanya filter ini diperlengkapi untuk pencucian zat padat dan untuk mengeluarkan sebanyak-banyaknya sisa zat cair  dari zat padat itu sebelum zat padat itu dikeluarkan dari filter. Medium filter pada  filter ini relatif lebih tipis dibandingkan dengan yang digunakan dalam medium filter  klarifikasi. Pada awal filtrasi sebagian partikel  padat masuk ke dalam pori medium dan tidak dapat bergerak lagi, tetapi segera  setelah itu bahan itu terkumpul pada permukaan septum. Setelah periode  pendahuluan yang berlangsung beberapa saat itu, zat padat itulah yang melakukan  filtrasi, bukan septum lagi. Ampas itu terlihat mengumpul sampai ketebalan tertentu  pada permukaan itu dan harus dikeluarkan secarra berkala atau teratur setelah penggunaan atau sewaktu-waktu dikeluarkan apabila diperlukan (McCabe, 1990).

(Gambar  Cake Filter)

Jenis dari filter kempa antara lain adalah:

  • Filter kempa (press filter)
  • Filter selongsong dan daun (sheel and leaf filter)
  • Filter plat dan bingkai (plate and frame filter)            (Geankoplis, 1987).

2. Medium Filter

Suatu medium filter (septum) pada setiap filter harus memenuhi syarat antara lain:

  • Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat yang cukup jernih.
  • Tidak mudah tersumbat.
  • Harus tahan secara kimia dan kuat secara fisik dalam kondisi proses.
  • Harus memungkinkan penumpukan ampas dan pengeluaran ampas secara total dan bersih.
  • Tidak boleh terlalu mahal (cost effective)

Dalam proses filtrasi di industry medium filter yang banyak digunakan adalah kain kanvas. Untuk zat cair yang bersifat korosif digunakan medium filter lain seperti kain wol, tenunan logam monel atau baja tahan karat, tenunan gelas. Kain sintetis seperti nilon, polipropilene, saran dan darcon termasuk bahan yang sangat tahan secara kimia (Geankoplis, 1987).

3. Bahan Penolong Filtrasi

Berupa zat padat yang sangat halus, dapat membentuk ampas yang rapat dan impermeable yang dapat menyumbat medium filtrasi. Bahan yang termasuk antara lain seperti tanah diatom, silica, perlit, selulosa kayu yang dimumikan atau bahan-bahan padat lain yang tidak bereaksi (inert). Penambahan bahan penolong filtrasi (filter aid) dapat membantu memperlancar proses filtrasi serta mempertinggi umur dari medium filtrasi dan dapat menghilangkan zat warna serta bau yang terdapat dalam cairan. Terdapat cara lain untuk penggunaan filtrasi aid, yaitu dengan cara membuat lapisan pendahuluan. Lapisan pendahuluan adalah mengedepankan suatu lapisan bahan penolong filtrasi terlebih dahulu di atas medium filter sebelum melakukan filtrasi. Dengan cara ini dapat mencegah pembuntuan medium filter dan menghasilkan filtrate yang lebih baik (Geankoplis, 1987).

DAFTAR PUSTAKA

Eugene L. Parrott, 1974, Pharmaceutical Technology, Minneapolis :    Burgess Publishing Company.

Geankoplis, C.J., ?Transport Process and Unit Operations?,Second Edition, Allyn and Baccon Inc., 1987, Hal : 746.

Kurniawan, Wahyu Dhadang.2012.teknologi sediaan farmasi. Laboratorium farmasetika Unsoed. Purwokerto.

McCabe W.L., Smith J.C., and Harriot P, ?Operasi Teknik Kimia?, Edisi keempat, Jilid II, Erlangga, Jakarta, 1990, Hal : 394.

Rakesh Patel, Devarshi Shah, Bhupendra G. Prajapti and Manisha Patel.2010. Overview of industrial filtration technology and its applications vol 3. Ganpat University, Ganpat Vidyanagar, Kherva, Mehsana-Gozaria Highwa Mehsana, Gujarat, India.

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009. Bookmark the permalink.

47 Responses to SEKILAS TENTANG FILTRASI KONVENSIONAL DAN FILTRASI MODERN DIBIDANG FARMASI

  1. Marsiah says:

    Sya mw tnya kak,kelebihan dan kekurangan deep bed fiter apa ya?
    Trma ksh

  2. GATOT SETYO WIDODO ( G1F009050 ) says:

    buat fatih hidayat, maksud dari ‘Penyaring ini ditempatkan dalam tangki vertical dan horizontal’ yaitu, alat/instrumen filtrasi itu berada dalam posisi horizontal dan bisa dalam posisi vertikal. dalam arti lain hanya sbagai bentuk dari alat/instrumen filtrasi tersebut.

  3. ratih juwita ninda G1f009049 says:

    untuk kiki ramdhania
    biasanya dalam industri yg sering banyak di gunakan seperti: kain kanvas, baik yang dengan anyaman kepar atau yang lain. Dalam hal ini terdapat kanvas dengan berbagai bobot dan anyaman, masing-masing untuk penggunaan tertentu. Untuk zat cair yang bersifat korosif digunakan medium filter yang lain,seperti kain wol, tenunan logam monel atau baja tahan karat, tenunan gelas atau, kertas. Kain sintetis seperti nilon, polipropilena, Saran dan Dacron juga sangat tahan secara kimia. mksih….

  4. kiki ramdhania G1f009010 says:

    artikelnya bgs..
    saya mau tanya yah…
    Dalam filtrasi industri medium filter yang banyak digunakan itu apa sih? terima kasih…

  5. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    mas fatih,
    maaf mas,,,yang anda maksud itu apa ap yah? yang vertikal dan horizontal, soalnya artikel yang kami bahas di atas, engga ada kata di tempatkan pada tangki vertikal dan horizontal?? hehhee

  6. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    buat mba nisa…..hehehhe iya mba,,,mksih atas msukannya….mgkn nnti klo miasl buat artikel lgi, kita bisa lebih di lengkapi,kita bisa masukin gambar2ny jg…kmrin emang artikelnya bingung,,yg mw di cut mana aja,,,hehhe mksih sebelumnya…

  7. Fatih Hidayat says:

    maksudnya “Penyaring ini ditempatkan dalam tangki vertical dan horizontal” tu apa yah?

  8. noor annisa says:

    kok ga ada gambarnya?😀
    tp gpp, cukup bagus informasinya.. lanjutkan dan ttp smngat ya dek🙂

  9. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    untuk mas syarif
    jadi gini filtrasi tuh kan metode pemisahan zat yang memiliki ukuran partikel yang berbeda dengan menggunakan alat berpori (penyaring/filter). jadi Penyaring akan menahan zat yang ukuran partikelnya lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu (ampas). mungkin itu yang bisa saya jawab..hehhehe

  10. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    untuk mba fera..
    metode ini dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Metode penyaringan ini juga banyak dikembangkan untuk penjernihan air (mengubah air kotor menjadi air bersih) secara sederhana. thnk2..ats pertnyaannya

  11. syarif jati says:

    bisa lebih di jelasin lagi ga,,,tentang teknik filtrasi tsb ?? kan katanya di atas, fitrasi itu pemisahan campuran, thank you

  12. fera.k.putri says:

    manfaat dalam kehidupan sehari-hari,dalam metode ini tuh apa aja yah?? 🙂🙂

  13. ratih juwita ninda says:

    Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.
    Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :
    – Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
    – Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).
    Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium adalah :

    1. Hand sieve
    2. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
    3. Sieve shaker / rotap
    4. Wet and dry sieving

    Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri antara lain :

    1. Stationary grizzly
    2. Roll grizzly
    3. Sieve bend
    4. Revolving screen
    5. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
    6. Shaking screen
    7. Rotary shifter

  14. andardian widiniyah G1F009024 says:

    Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.
    Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :
    – Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
    – Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).
    Saringan (sieve) yang sering dipakai di laboratorium adalah :

    1. Hand sieve
    2. Vibrating sieve series / Tyler vibrating sive
    3. Sieve shaker / rotap
    4. Wet and dry sieving

    Sedangkan ayakan (screen) yang berskala industri antara lain :

    1. Stationary grizzly
    2. Roll grizzly
    3. Sieve bend
    4. Revolving screen
    5. Vibrating screen (single deck, double deck, triple deck, etc.)
    6. Shaking screen
    7. Rotary shifter
    hehehhe mksih dian,,,atas pertanyaannya….

  15. andardian widiniyah G1F009024 says:

    mau tanya dong…apa bedanya penyaringan dan pengayakan??

  16. buat ivan,
    terimakasih van, semoga bermanfaat.
    kan bisa tuh dipakai untuk menyaring air laut kalo gak untuk menyari air supaya ikannya bisa menghasilkan telur dan anak yang banyak dan bermutu. bisa diaplikasikan di JPK.
    hehe… 🙂

  17. to sri oktaviani,
    kamu ambil jurusan pengendalian mutu ya okt.?! hehe

    jadi gini, kalo untuk pengendalian mutu tentu saja lebih pada filtrasi modern yang notabene dipakai di industri farmasi. hal itu karena untuk menjamin mutu sediaan farmasi terutama obat baik dalam bentuk padat (tablet, kapsul dll), semi padat (salep, pasta dll) ataupun cairan (sirup dll) ada yang namanya CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) sebagai aturan dasar yg harus dipenuhi oleh industri farmasi. di dalam CPOB juga mengatur validasi terhadap alat/instrumen yang dipakai agar memenuhi standar mutu yang baik.

    jadi gimana okt, mudahan jawabannya memuaskan. terimakasih ya okt. kalo ada reunian angkatan kita di SMA KORNITA IPB kabarin yak.?!
    hehe🙂

  18. Ivan Budi Adi says:

    mantaaaap

  19. buat sahabat saya, lutfi akbar,
    jadi begini lut,
    1. filtrasi konvensional
    a. kelebihan = sederhana, biaya terjangkau.
    b. kekurangan = tidak cocok untuk skala besar (industri) karena filtrasi konvensional memakan waktu yang sangat banyak untuk skala besar.

    2. filtrasi modern
    a. kelebihan = cepat, praktis, dapat digunakan dalam skala yang besar (industri).
    b. kekurangan = alat/instrumennya mahal dan juga perawatannya memakan biaya yang tidak sedikit.

    oleh karena itu biasanya, filtrasi konvensional digunakan dalam skala labioratorim dan oleh pemula / yang sedang belajar. sedangkan filtraasi modern digunakan untuk skala industri agar dapat memenuhi kebutuhan pasar, mencapai target jumlah produksi dan dalam waktu yang tidak lama.

    gimana lut jawaban saya. semoga memuaskan. terimakasih.
    jangan saya terus yg main ke bogor, kamu yang ke pewete lut, kita jalan-jalan.
    hehe🙂

  20. to vhia,
    makasih ya de. pertanyaannya udah dijawabkan sama mba ninda.?
    sebentar lagi juga kalo kamu udah kuliah ngerasain gimana tugasnya de.
    hehe🙂

  21. buat ike amelia’
    nuhun pisan ya neng. he…🙂

  22. untuk suparmanparjo,
    terimakasih…
    iya ini dibidang farmasi.
    mungkin kalo dibidang otomotif yang difiltrasi itu seperti bahan bakar (bensin, solar), ada filtrat udara di kalbulator ya.?! tapi intinya sama, mendapatkan filtrat yang jernih.
    oh iya, kalo bisa di share saja bbagaimana filtrasi dibidang otomotif.
    he…🙂

  23. untuk vhia,
    a.Filter Kempa (filter press)
    Filter ini terdiri dari seperangkat lempengan (plate) yang dirancang untuk memberikan sedereran ruang atau kompartemen dimana zat padat itu akan mengumpul. Lempengan itu ditutup dengan medium filter, seperti kanvas. Bubur umpan masuk ke dalam masing-masing komponen itu dengan tekanan. Cairannya lewat melalui kanvas dan keluar melalui pipa pengeluar, dan meninggalkan ampas (zat padat) basah di dalam ruang itu. Lempengan tersebbut ada yang berbentuk bujur sangkar atau lingkaran, dan ada yang vertikal atau horizontal.

    b.Filter selongsong-dan-daun (sheel and leaf filter)
    Untuk penyaringan pada tekanan yang lebih tinggi daripada filter di dalam filter plat-dan-bingkai, serta untuk menghemat tenaga manusia, atau bila pencucian ampas itu harus lebih efektif , ,kita dapat menggunakan filter selongsong-dan-daun (sheel and leaf filter). Dalam model tangki horizontal, seperangkat daun disusun pada suatu rak yang dapat ditarik keluar. Pada waktu operasi, daun-daun itu terletak di dalam selongsong yang tertutup. Umpan masuk melalui sisi tangkai, sedangkan filtrat lewat melalui daun dan keluar melalui sistem pipa pembuangan.

    c.Filter plat-dan-bingkai (plate-and-frame filter)
    Filter ini terdiri dari plat dan bingkai yang terpasang dengan suatu medium filter di atas sisi masing-masing plat itu. Plat tersebut mempunyai saluran yang memotong plat tersebut sehingga iltrate cairan yang bersih dapat mengalir ke bawah pada masing-masing plat tersebut. Slurry dipompakan ke dalam penekan dan mengalir melalui saluran pipa ke dalam bingkai yang terbuka sehingga slurry tersebut mengisi bingkai itu. Aliran iltrate mengalir melalui medium filter dan partikel padat membentuk sebagai cake di bagian atas sisi bingkai kain itu. Filtrat mengalir antara medium filter dan muka plat melalui saluran keluar. Proses filtrasi berlangsung sampai bingkai tersebut diisi sepenuhnya dengan partikel padat. Ketika bingkai itu telah diisi sampai penuh,maka bingkai dan plat tersebut terpisah dan cake tersebut dibuang. Kemudian filter atau saringan itu dipasang kembali dan proses filtrasi diulangi lagi.

    terimaksih atas pertanyaannya, semoga dapat menambah pengetahuan, maaf apabila ada yang salah. terimakasih…🙂🙂🙂

  24. sri oktaviani says:

    untuk pengendalian mutu yang dihasilkan dari suatu produk itu lebih baik menggunakan filtrasi konvensional atau filtrasi modern ???

  25. Lutfi Akbar says:

    untuk kelebihan dan kekurangannya dalam proses koventional dan modern itu apa??
    mohon di jelaskan bhaskara maulana..makasih🙂

  26. interesting enough………………….
    tapi sayang’y di bidang farmasi ya??
    ada hbungan’y ga si sama filtrasi di bidag otomotif???

  27. ike amelia g1f009021 says:

    good job🙂

  28. VHia CeKu says:

    o.a kaka, boleh tanya ga sedikit,, apa beda antara Filter kempa (press filter)
    Filter selongsong dan daun (sheel and leaf filter)
    Filter plat dan bingkai (plate and frame filter) …. ??
    makasih ka

  29. VHia CeKu says:

    cUkup menambah wawasan ka :p

  30. to lesty:
    yang perlu di perhatikan dalam proses filtrasi antara lain:
    – sifat kimia fisika zat atau cairan yang akan difiltrasi
    – jenis filter
    – medium filtrasi
    – bahan penolong filtrasi
    – alat atau instrumen yang digunakan

    kesemuanya harus sesuai agar filtrat yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan/dibutuhkan.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih…. 🙂

  31. to devi:
    tentu saja yang modern karena sudah diset/atur sesuai dengan kebutuhan (Otomatis). karena yang konvensional sangat bergantung pada personal.

    namun untuk memastikan agar alat itu bejalan dengan baik maka dikenal yang namanya proses validasi, terutama validasi pada alat/instrumen tersebut.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih…. 🙂

  32. RUPA LESTY says:

    nice blog🙂
    oh ya, apa aja sih faktor yang harus kita perhatiin dalam proses filtrasi?

  33. Devi I says:

    pemilihan topik tntg filtrasi ini memang menarik & bgs terrutama aplikasinya yang penting dlm bid. farmasi yg brhub dgn kshtn. sy ingin b’tanya kira2 lbih presition mana antara filtrasi konvensional & modern & alasannya ?

  34. to dans:
    kalo untuk industri farmasi yang digunakan adalah filtrasi modern karena memperhitungkan dan mempertimbangkan pada waktu, jumlah agar dapat memenuhui kebutuhan pasar ataupun target produksi.

    dalam industri farmasi yang sudah di hasilkan tentu saja produk sediaan farmasi sendiri yaitu terutama obat, baik dalam bentuk sedian tablet, kapsul, larutan dll. sehingga kebutuhan masyarakat terhadap obat dapat dipenuhi. membantu pemerintah pula dalam menjamin ketersediaan obat dimasyrakat, seperti tercantum di UU no 36 th 2009.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih…. 🙂

  35. to titah:
    jadi apabila jumlah cairannya lebih besar dari jumlah padatnya itu dengan filtrasi tanpa tekananpun dapat berjalan, karena filter tidak tersumbat oleh ampas.
    sedangkan filtrasi dengan tekanan tepat digunakan pada jumlah padatnya lebih besar karena ampas akan menyumbat filter sehingga butuh suatu tekanan agar proses filtrasi berjalan.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih…. 🙂

  36. Dans says:

    Kalo di industri farmasi yg digunain yang mana ?
    Terus apa aja yang udah dihasilkan dan manfaatnya bagi lingkungan ?

  37. Titah says:

    dlm artikel ini disebutkan “proses pemisahan dengan tekanan, umumnya dengan cara di vakumkan (disedot dengan pompa vakum). Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya”. yg ingin ditanyakan yaitu mengapa apabila jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya, proses pemisahan dengan tekanan ini dikatakan tepat? bgaimana dgn mekanismenya?

    makasih.

  38. to zaki:
    filtrasi upflow n down flow itu adalah pembagian proses filtrasi menurut arah alirannya.
    upflow = zat (cairan) yang akan di filtrasi dialirkan menuju filter dengan arah ke atas (dari bawah keatas).
    downflow = zat (cairan) yang akan di filtrasi dialirkan menuju filter dengan arah ke kebawah (dari atas kebawah).

    untuk apakah upflow n downflow itu masuk pada konvensional ataupun modern tergantung dari alat atau instrumen yang digunakan itu sendiri. apakah instrumen atau alat itu bekerja secara upflow ataupun downflow. jadi tidak ada kepastian apabila menggunakan downflow itu konvensional sedangkan upflow itu modern ataupun sebaliknya.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih….🙂

  39. to Afriani:
    pengaplikasian secara garis besar yaitu:
    -metode konvensional lebih digunakan pada skala laboratorium dalam jumlah yang sedikit dan biasa digunakan oleh para pemula.

    -sedangkan metode modern digunakan pada skala industri, dalam jumlah produksi yg banyak karena untuk memenuhi kebutuhan pasar ataupun target produksi. hal ini karena tentu saja metode modern lebih memudahkan untuk membuat sedian dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang singkat.

    …. mungkin itu dari saya, apabila ada yang salah mohon diluruskan…
    …. terima kasih….
    🙂

  40. to faizin:
    terimakasih banyak atas saran dan perhatiannya, akan coba saya perbaiki.

  41. zaki sahab says:

    Mau tanya, kalau filtrasi upflow dan downflow termasuk dalam metode konvensional atau modern?
    mohon penjelasan juga mengenai filtrasi upflow & downflow tersebut?
    Terimakasih.

  42. Afriani M says:

    mauu tanya dunkk
    pengaplikasian metode penyaringan konvesional dan filtrasi modern dalam pembuatan sediaan farmasi? trz dari kedua metode apa ada persamaamnya kalau ada apa?

  43. faizin says:

    “filtrasi secara, umum yaitu konvensional”, sebaiknya tanda koma antara secara & umum dihapus saja. penulisan bahasa asing pake huruf miring(italic),😀

  44. ratih juwita ninda says:

    iya mksih…

  45. terima kasih,,,,heheheheh

  46. monica says:

    i like it😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s