MENGENAL METODE PENGERINGAN DALAM BIDANG FARMASI


MENGENAL METODE PENGERINGAN DALAM BIDANG FARMASI

Sagita Savita Sari        (G1F009015)

Rizky Novasari           (G1F009017)

Yohan Budhi Alim     (G1F009018)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto.

Abstrak

 

                   Pengeringan merupakan proses yang tak terpisahkan dalam pembuatan farmasi. Pengeringan merupakan proses untuk mengeliminasi keadaan lembab yang dapat merusak kestabilan sediaan dimana transfer panas dan massa terlibat pada proses ini. Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air sampai batas perkembangan mikroorganismedan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. Ada beberapa macam-macam teknik pengeringan, yaitu pengeringan dengan udara dan panas, pengeringan bekuan, pengeringan melalui frekuensi tinggi, pengeringan melalui semburan, pengeringan melalui lapisan berpusing, dan pengeringan kandungan lembab. Sedangkan alat-alat yang digunakan dalam pengeringan diantaranya dalah spray dryers, fluidized bed dryers, vacuum dryers, flash dryers, rotary dryers, dan conducting dryers.pemilihan alat pengering di dasrkan pada factor-faktor sepertikondisi bahan, sifat bahan, jenis cairan yang terkandung dalam bahan dan kuantitas bahan.  

Keyword : pengeringan, teknik, alat.

Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alam (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Biasanya kandungan air tersebut dikurangi sampai batas dimana mikroba tidak dapat tumbuh lagi. Definisi pengeringan dan penguapan hanya dibedakan oleh kuantitas zat cairnya, dimana pada proses penguapan kuantitas zat cair yang akan dieliminasi jauh lebih banyak, misalnya pada proses penguapan untuk mendapatkan garam. Pengeringan merupakan proses yang tidak terpisahkan dalam pembuatan farmasi, selain untuk mendapatkan struktur granul yang stabil dan bebas kelembapan juga untuk mengurangi bobot sehingga memperkecil biaya transportasi dan penyimpanan.

Pengeringan merupakan proses untuk mengeliminasi keadaan lembab yang dapat merusak kestabilan sediaan dimana transfer panas dan massa terlibat pada proses ini. Panas ditransfer mengenai sediaan untuk mengeliminasi zat cair dimana zat cair diubah menjadi massa uap yang dibawa oleh udara keluar. Transfer massa dan panas merupakan suatu proses yang tak terpisahkan. Kecepatan pengeringan ditentukan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi transfer massa dan panas.

Tujuan pengeringan adalah untuk mengurangi kadar air sampai batas perkembangan mikroorganismedan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan pembusukan terhambat atau terhenti. Dengan demikian bahan yang dikeringkan dapat mempunyai waktu simpan yang lama. Kemampuan udara membawa uap air keluar dipengaruhi oleh kelembapan relatif (RH). Kelembaban relatif didefinisikan sebagai  perbandingan antara tekanan persial uap air yang ada di dalam udara dengan tekanan jenuh uap air yang ada pada temperatur yang sama.  Kelembaban relatif dapat dikatakan sebagai kemampuan udara untuk menerima kandungan uap air, jadi semakin besar RH semakin kecil kemampuan udara tersebut untuk menyerap uap air. Pada kelembapan relatif 100%, jumlah uap air yang mampu dibawa udara keluar sangatlah minim tetapi pada suhu yang tinggi sebaliknya. Hal ini menjelaskan mengapa dalam pengeringan dibutuhkan suhu yang tinggi.

Agar hasil optimal dapat diperoleh, bahan yang dikeringkan harus memilki permukaan yang luas, hal ini dimaksudkan agar panas dapat mengenai permukaan secara merata sehingga proses pengeringan berjalan sempurna. Pada umumnya pengeringan yang sempurna hampir tak mungkin dicapai karena akan selalu tercapai keadaan seimbang antara zat yang dikeringkan dengan kelembapan dalam udara. Akan tetapi dengan suplai panas yang terkendali dan sirkulasi udara yang terkontrol, tingkat pengeringan yang tinggi dapat dicapai.

Operasi pengeringan dalam pembuatan sediaan farmasi memainkan peran yang penting, misalnya dalam pembuatan ekstrak kering, granul, tablet atau yang lainnya. Ada banyak macam cara pengeringan. Cara pengeringan yang dipilih bergantung pada jenis, jumlah dan sifat fisikokimia bahan. Produk farmasi yang akan dikeringkan pada umumnya berupa ekstrak kental atau padatan.

Macam-macam taknik pengeringan

  1. Pengeringan dengan udara dan dengan panas
  • Pengeringan di bawah sinar matahari dan ditempat teduh

Pengeringan ini tidak secara langsung dikeringkan di bawah sinar matahari namum dilakukan ditempat yang teduh, dimana bahan disebarkan diatas nampan lemari atau kotak. Contoh : pengeringan tumbuhan obat.

  • Pengeringan dengan sinar infra merah

Sinar infra merah (λ> 760 nm) memiliki efek yang didominasi oleh kerja panasnya. Sinar infra merah mampu menembus sampai bidang dasar sehingga absorbsinya merata di seluruh lapisan yang akan dikeringkan.

  • Pengeringan dengan bahan pengering

Untuk pengeringan dalam skala kecil digunakan eksikator yang berisi bahan pengering. Umumnya yang digunakan gel silika terutama silika biru.

  • Lemari pengering

Untuk melakukan pengeringan dengan suhu yang tinggi digunakan lemari pengering. Jenis bangunnya sangat bervariasi dan dapat dipanaskan secara eliktri, memiliki alat pengatur suhu udara panas akan bergerak keruang sebelah dalam diatas nampan yang berisi bahan yang akan dikeringkan.

  • Pengeringan di dalam kanal, tong dan silinder pejal

Pengeringan dilakukan dengan melewatkan bahan ke dalam kanal yang dipanaskan dengan uap panas sacara kontinyu. Juga pengering tong, dimana bahan akan dikeringkan dengan pengaduk. Misalnya pengering siput, pengering sudu dan pengering palung. Pengering silinder pejal cocok untuk pengeringan materi kental seperti esktrak. Pengeringan dilakukan pada permukaan silinder pajal yang diuap panaskan.

1. Pengeringan bekuan

Pengeringan bekuan atau liofilisasi (freezing-drying) merupakan salah satu cara pengeringan untuk bahan obat yang termolabil. Metode ini digunakan khususnya untuk mengeringkan antibiotika, vitamin, hormon, plasma darah, serum, bahan pengimun, bagian dari tumbuhan dan bahan peka yang sejenis. Prinsip dasar pengeringan bekuan adalah bahwa air dalam kondisi membeku masih memiliki tekanan uap, oleh karena itu dapat dihilangkan dari sistem melalui cara sublimasi.

2. Pengeringan melalui frekuensi tinggi

Bahan pada pengeringan ini diletakkan pada sebuah bidang ganti kondensor elektris, dimana terjadi aliran geser elektris di dalam bahan yang secara teratur memanaskannya. Suplai panas dapat diatur melalui tegangan frekuensi tinggi pada generator atau melalui celah udara di antara bahan dengan elektroda.

3. Pengering melalui semburan

Pengering ini menyemburkan cairan sampai larutan sejenis pasta dan bahan basah dalam bentuk tetesan halus ke dalam aliran udara panas, bahan-bahan akan membentuk serpihan yang dalam waktu sedetik berubah menkadi serbuk halus. Penyemburan berlangsung secara mekanis melalui lempeng sembur yang berputar 4000-50000 rpm atau secara hidrodinamik melalui pori pipa sembur dengan bantuan tekanan cairan atau udara kencang.

4. Pengeringan melalui lapisan berpusing

Bahan pada pengeringan ini melailui lapisan berpusing, bahn butiran lembab (ukuran butir 0.001 sampai 10 nm) yang berada pada sebuah dasar berpori diujung bawah sebuah corong, ditiup oleh aliran udarapanasyang kencang. Dengan demikian timbunan akan terangkat, berterbangan, menjadi longgar, dan secara kontinyu saling bercampur pada kecepatan aliran yang cukup tinggi.

5. Penentuan kandungan lembab (kandungan air)

Untuk mengkarakterisasi zat berbentuk serbuk (daya mengalir, kemampuan aglomerasi, kemampuan bercampur) dan dalam seluruh fase pembuatan tablet dan tablet bersalut (granulasi, komprimasi, penyekimutan komprimat, kehancuran, kekerasan daya simpan) serta dalam banyak pembuatan obat lainnya, penentuan kelembaban sangat diperlukan. Pemgertian lembab relatif udara, adalah perbandingan konsentrasi lembab yang ada terhadap konsentrasi jenuhnya (%) pada suhu tertentu, yang penentuannya dapat dilakukan beberapa metode,yaitu hogrometer rambut, alat ukur titk tau, higrometer-Litium-klorida.

Alat-alat mekanis yang digunakan dalam pengeringan :

  1. Spray dryer

Pengeringan semprot atau spray drying merupakan jenis pengeringan tertua dan sering dipakai dalam industry farmasi. Cara ini digunakan untuk mengubah pasta, bubur atau cairan dengan viskositas rendah menjadi padatan kering. Pengeringan dengan cara ini mampu meminimalisir interupsi karena selama bahan cair yang akan dikeringkan tersedia, maka proses pengeringan akan tetap berjalan secara kontinyu dan produk berupa padatan kering akan terus terbentuk. Dalam beberapa kasus, pengeringan menggunakan cara ini dapat beroperasi selama bulan tanpa perlu dihentikan. Proses pengeringan semprot berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, hanya beberapa milidetik hingga beberapa detik tergantung jenis peralatan dan kondisi pengeringan. Hal ini memberi keuntungan bagi bahan yang sensitif terhadap panas. Selain itu mengurangi resiko terjadinya korosi dan abrasi karena minimnya waktu kontak antara peralatan dengan bahan yang dikeringkan. Pengeringan dengan cara ini sangat cost-efective terutama untuk produk dalam jumlah besar selain bisa dioperasikan secara automatis dengan bantuan komputer. Keterbatasan pengeringan dengan cara ini ialah tak dapat digunakan untuk menghasilkan produk granul kering berukuran rata-rata diatas 200 µm.

Gambar 1. Skema ilustrasi proses pengeringan dengan cara pengeringan semprot

Gambar 2. Skema proses pengeringan dengan cara pengeringan semprot

2. Fluidized bed dryer

               Fluidized bed dryer adalah sistem pengeringan yang diperutukan bagi bahan berbobot relatif ringan, misalnya serbuk dan ganular. Prinsipnya bahan yang akan dikeringkan dialiri dengan udara panas yang terkontrol dengan volume dan tekanan tertentu, selanjutnya bagi bahan yang telah kering karena bobotnya sudah lebih ringan akan keluar dari ruang pengeringan menuju siklon untuk ditangkap dan dipisahkan dari udara, namun bagi bahan/material yang halus akan ditangkap oleh pulsejet bag filter. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam sistim fluidized bed dryer adalah pengaturan yang baik antara tekanan udara, tingkat perpindahan panas dan waktu pengeringan, sehingga tidak terjadi gesekan bahan saat proses pengeringan berlangsung. Penentuan dimensi ruang bakar, suhu yang diaplikasikan serta volume dan tekanan udara sangat menentukan keberhasilan proses pengeringan, sehingga perlu diketahui data pendukung untuk merancang sistim ini diantaranya kadar air input, kadar air output, kepadatan dan ukuran bahan, panas maksimum yang diizinkan serta sifat fisikokimianya. Metode ini cocok digunakan untuk serbuk, butiran, aglomerat, dan pelet dengan ukuran partikel rata-rata normal antara 50 dan 5.000 mikron. Kelebihan metode ini ialah perpindahan panas dan kontrol terhadap ukuran partikelnya lebih baik serta pencampuran yang lebih efisien.

Gambar 4. Skema kerja Fluidized bed dryer

 

Gambar 5. Penampang Fluidized bed dryer

3.   Vacuum Dryers

               Vakum ialah proses menghilangkan air dari suatu bahan, bersama dengan penggunaan panas maka vakum dapat menjadi suatu metode pengeringan yang efektif. Pengeringan dapat dicapai dalam suhu yang lebih rendah sehingga lebih hemat energi. Metode ini cocok untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas atau bersifat volatil karena waktu pengeringannya yang singkat. Kelebihan yang lain dari pengeringan menggunakan vakum ialah dapat digunakan untuk mengeringkan bahan yang tak bisa dikeringkan jika terdapat kehadiran air. Sistem ini terdiri dari ruang vakum (bisa stationer atau berputar), pompa dengan katup dan gauge serta sumber panas. Proses pengeringan vakum sering melibatkan beberapa langkah penerapan panas dan vakum. Mengurangi tekanan pada permukaan cairan akan membuat cairan tersebut menguap tanpa perlu diikuti kenaikan suhu. Ada dua tipe pengering vakum, yaitu Double cone Rotary Vacuum Dryer dan Cylindrical shell rotary vacuum dryer. Pada Double cone Rotary Vacuum Dryer ruang pengering dipasang pada poros yang berputar. Proses pengeringan melibatkan pemusingan dari ruang chamber yang memungkinkan gerakan jatuh turun. Pada Cylindrical shell rotary vacuum dryer, di dalam ruang pengering dipasangi dengan alat pemusing untuk mencampur dan mengaduk. Tipe ini digunakan biasanya untuk produksi batch dalam jumlah besar.

Gambar 6. Penampang Double cone Rotary Vacuum Dryer

Gambar 7. Penampang Cylindrical shell rotary vacuum dryer

4. Flash dryers

Flash Dryer adalah sebuah instalasi alat pengering yang digunakan untuk mengeringkan adonan basah dengan mendisintregasikan adonan tersebut kedalam bentuk serbuk  dan mengeringkanya dengan mengalirkan udara panas secara berkelanjutan. Proses pengeringan yang terjadi di Flash dryer berlangsung dengan sangat cepat. kaan secara instan. Seperti asal katanya “flash” yang berarti kilat. Maka alat ini mengeringkan bahan yang dikeringkan dengan sangat cepat, dalam hitungan milisekon. Flash Dryer cocok digunakan untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas.Flash Dryer tidak cocok digunakan untuk material yang dapat menyebabkan erosi pada alat dan berminyak.

Penerapan :

Digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan pada perusahaan

  1. Chemicals (pembuatan bahan Anorganik & Organik)
  2. Chemicals (pembuatan Pestisida dan Bahan Kimia Pertanian)
  3. Chemicals (pembuatan Zat warna dan Pigmen)
  4. Pupuk (pembuatan pupuk organik & anorganik
  5. Keramik
  6. Industri Makanan
  7. Industri Farmasi (untuk pembuatan obat-obatan herbal)

Gambar 8. Flash Dryers

5. Rotary Dryers

Bagian dalam alat yang berbentuk silindris ini, semacam sayap yang banyak. Melalui antara sayap-sayap tersebut dialirkan udara panas yang kering sementarasilinder pengering berputar. Dengan adanya sayap-sayap tersebut bahan seolah-olah diaduk sehinga pemanasan meratadan akhirnya diperoleh hasil yang lenih baik. Alat ini dilengkapi 2 silinder, yang satu ditempatkan di bagian dekat pemasukan bahan yang akan dikeringkan, dan yang satu lagi di bagian dekat tempat pengeluaran bahan hasil pengeringan. Masing- masingsilinder tersebut berhubungan dengan sayap-sayap (kipas) yang mengalirkan secara teratur udara panas disamping berfungsi pula sebagai pengaduk dalam proses pengeringan, sehingga dengan cara demikian pengeringan berlangsung merata.

Gambar 9. Rotary Dryers

6. Conduction Dryers

Conduction Dryers dapat mengeringkan solutions, bubur, pasta, dan butiran yang mengandung pigmen, lempung, bahan kimia, batu bara halus, dan garam-garam, serta dapat juga digunakan untuk waktu retensi yang relatif singkat. Dryer atau pengering mengendalikan kecepatan pengeringan dan  mengontrol waktu retensi.

Tidak seperti pada sistem lain pengeringan dengan  Conduction Dryers menggunakan suhu yang rendah. Kapasitas pengering dan kinerja tergantung pada area perpindahan panas yang tersedia dan kondisi operasi untuk produk tertentu. Waktu pengeringan dapat dengan mudah disesuaikan dalam pengering tersebut. Perpindahan panas secara konduksi menjamin penguapan dan pengeringan.

Gambar 10. Conduction Dryers

  • Kriteria Pemilihan Alat Pengering

Disamping berdasarkan pertimbangan – pertimbangan ekonomi, pemilihan alat

pengering ditentukan oleh faktor – faktor berikut :

  1. Kondisi bahan yang dikeringkan (bahan padat, yang dapat mengalir, pasta, suspensi)
  2. Sifat – sifat bahan yang akan dikeringkan (misalnya apakah menimbulkan bahaya kebakaran, kemungkinan terbakar, ketahanan  panas, kepekaan terhadap pukulan, bahya ledakan debu, sifat oksidasi).
  3. Jenis cairan yang terkandung dalam bahan yang dikeringkan (air, pelarut organik, dapat terbakar, beracun)
  4. Kuantitas bahan yang dikeringkan
  5. Operasi kontinu atau tidak kontinu  (Bernasconi, G., 1995).
  • Manfaat Pengeringan

Terdapat berbagai manfaat setelah bahan dikeringkan, diantaranya ialah

1. Melindungi obat dari pengaruh degradasi, karena kecepatan degradasi akan bertambah bila dalam kondisi lembab atau berair

2. Melindungi obat dari pengaruh mikroorganisme

3. Memperbaiki sifat alir dan meningkatkan stabilitas granul

4. Memudahkan proses pengecilan

  • Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengeringan

Pada proses pengeringan selalu diinginkan kecepatan pengeringan yang  maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha–usaha untuk mempercepat pindah  panas dan pindah massa (pindah massa dalam hal ini perpindahan air keluar dari  bahan yang dikeringkan dalam proses pengeringan tersebut). Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh keepatan pengeringan maksimum, yaitu :

1. Luas permukaan

Semakin luas permukaan bahan yang dikeringkan, maka akan semakin cepat bahan menjadi kering. Biasanya bahan yang akan dikeringkan dipotong– potong untuk mempercepat pengeringan.

2. Suhu

Semakin besar perbedaan suhu (antara medium pemanas dengan bahan yang dikeringkan), maka akan semakin cepat proses pindah panas berlangsung sehingga mengakibatkan proses penguapan semakin cepat pula. Atau semakin tinggi suhu udara pengering, maka akan semakin besar energi panas yang dibawa ke udara yang akan menyebabkan proses pindah panas semakin cepat sehingga pindah massa akan berlangsung juga dengan cepat.

3. Kecepatan udara

Umumnya udara yang bergerak akan lebih banyak mengambil uap air dari permukaan bahan yang akan dikeringkan. Udara yang bergerak adalah udara yang mempunyai kecepatan gerak yang tinggi yang berguna untuk mengambil uap air dan menghilangkan uap air dari permukaan bahan yang dikeringkan.

4. Kelembaban udraa

Semakin lembab udara di dalam ruang pengering dan sekitarnya, maka akan semakin lama proses pengeringan berlangsung kering, begitu juga sebaliknya. Karena udara kering dapat mengabsorpsi dan menahan uap air. Setiap bahan khususnya bahan pangan mempunyai keseimbangan kelembaban udara masing–masing,  yaitu kelembaban pada suhu tertentu dimana bahan tidak akan kehilangan air (pindah) ke atmosfir atau tidak akan mengambil uap air dari atmosfir.

5. Tekanan atm dan vakum

Pada tekanan udara atmosfir 760 Hg (=1 atm), air akan mendidih pada suhu 100ºC. Pada tekanan udara lebih rendah dari 1 atmosfir air akan mendidih pada suhu lebih rendah dari 100°C.

6. Waktu

Semakin lama waktu (batas tertentu) pengeringan, maka semakin cepat proses pengeringan selesai. Dalam pengeringan diterapkan konsep HTST (High Temperature Short Time), Short time dapat menekan biaya pengeringan. (Rohanah, A.,2006).

Daftar Pustaka

Bernasconi, G., H. Grester, H. Hauser, H. Satuble dan E. Schneiter. 1995. Teknologi Kimia Bagian 2. Terjemahan L, Hadojo. Pradnya Paramita. Jakarta.

Kurniawan, Dhadhang Wahyu, Sulaiman, T.N. Saifullah. 2009. Teknologi Sediaan Farmasi. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Rohanah, A. 2006. Teknik Pengeringan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Siregar, Charles J.P. 2010. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet : Dasar-dasar Praktis. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Swarbrick, James et al. 2005. Handbook of Pharmaceutical Granulation Technology. Taylor & Francis Group. USA.

Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi (terjemahan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009. Bookmark the permalink.

20 Responses to MENGENAL METODE PENGERINGAN DALAM BIDANG FARMASI

  1. Yohan Budhi A. (G1F009018) says:

    menjawab pertnayaan lia nadia (G1F009036)
    it tergantung sediaan yg kita buat karakteristiknya sprti apa..Misalnya utk membuat granul berukuran 50 dan 5.000 mikron dapat digunakan Fluidized bed dryer,tetapi utk granul ukuran datas 5000 mikron dapat digunakan spray dryer.
    Cth lain utk bahan2 sprti rimpang atau simplisia kering dapat kita gunakan Try dryer, karena alat ini dpt dgnukan hmpr utk smua jns sediaan, terkecuali yg sensitiv terhadap panas 😀

  2. Rizky Novasari (G1F009017) says:

    jawab pertanyaan hanung:
    seperti yang sudah dijelaskan di artikel kami:
    pemilihan alat pengering di dasarkan pada factor-faktor sepertikondisi bahan, sifat bahan, jenis cairan yang terkandung dalam bahan dan kuantitas bahan.
    Kalo faktor yang mempengaruhi proses pengeringan, antara lain waktu pengeringan, suhu pengeringan, kelembapan udara di sekitarnya, kelembapan
    bahan atau kandungan air dari bahan, ketebalan bahan
    yang dikeringkan, sirkulasi udara, dan luas permukaan
    bahan.
    hubungan lama pegeringan dengan mutu obat yaitu: semakin lama proses pengeringan maka semakin kering bahan dan dapat lebih tahan lama disimpan.

  3. shinta angresti (G1F008053) says:

    nice post…
    tambah lagi informasiiinya niih🙂

  4. Primawati (G1F009026) says:

    Aku mau tanya donk…biasanya formulasi apa yang menggunakan metode konvensional dan formulasi apa yang menggunakan metode modern? terima kasih

  5. Febe Olivia Yowandra says:

    wah bagus bagusss🙂
    artikelnyaa sangat bermanfaat🙂

  6. hanung puspita adityas G1f009054 says:

    mau tanya donk kakak,,, faktor apa aja sih yang mempengaruhi pengeringan itu sendiri??? trus seberapa lama sih proses oengeringan itu,, ada standarnya g?? makasih ya kakak

  7. lia nadia (G1F009036) says:

    Teman2,,mau nanya…Dari beberapa jenis alat pengering,,,yang paling bagus yang mana? alesannya apa?
    makasih

  8. Yohan Budhi A. (G1F009018) says:

    to titah : sbnrnya kekurangan dan kelebihannya it bs dtinjau dr aspek bahan yg ingin dikeringkan, misalnya try dryer. Kelebihannya it bisa digunakan utk mengerin gkan smua jns bahan dan kekurangannya waktu pengeringan yg lmyan pnjng. sedangkan utk spray dryer kekurangannya tak dapat digunakan untuk menghasilkan produk granul kering berukuran rata-rata diatas 200 µm dan kelebihannya dapat dautomatisasi dan wktu pengeringan yg relatif lbh cepat

  9. Yohan Budhi A. (G1F009018) says:

    to Dina Aruni Saffanah G1F010071 : menambahkan sedikit, sepengetahuan kami smua jenis sediaan farmasi melewati proses pengeringan. Tujuannya ialah mengurangi kadar air atau solven dalam sediaan sehingga meningkatkan konsentrasi sediaan. Tetapi tidak semua sediaan dikeringkan dengan pemanasan, contohnya vaksin atau hormon biasa dikeringkan dengan liofilisasi. Selain menurunkan kadar air pengeringan juga bertujuan utk mengurangi bobot sediaan dan meningkatkan stabilitas

  10. sagita savita s (G1F009015) says:

    untuk pertanyaan dari Oedin “proses pengeringan itu aman bagi lingkungan atau tidak? lalu apakah ada efeknya bagi lingkungan” : prinsip dari pengeringan itu kan pada dasarnya adalah pengeringan dan penguapan yang bertujuan untuk mengurangi kandungan air. Dalam pengeringan,misalnya pada vacuum dryer memang ada waste gas atau gas pembuangannya, namun selama bahan atau senyawa yang dikeringkan tersebut bukanlah bahan yang berbahaya, maka aman bagi lingkungan.

  11. sagita savita s (G1F009015) says:

    o iya.. menambahkan juga…pada penjelasan artikel di atas juga ada beberapa alat mekanis yang memang cocok digunakan untuk bahan yang tidak tahan panas🙂

  12. sagita savita s (G1F009015) says:

    Tidak semua bahan obat melalui proses pengeringan, tergantung pada sediaan apa yang akan kita buat dan sifat fisikokimia dari senyawa itu sendiri. Pengeringan pada suhu tinggi untuk beberapa senyawa, dapat merusak komponen bahan aktif yang sensitif terhadap panas.

    Untuk bahan yang tidak tahan panas, pemanasan dilakukan dalam oven vakum dengan suhu yang lebih rendah. Kadang pengeringan dilakukan tanpa pemanasan, bahan dimasukkan dalam eksikator dengan H2SO4 pekat sebagai pengering, atau bisa juga dengan metode pengeringan beku.

  13. Dina Aruni Saffanah G1F010071 says:

    kaka sekalian aku mau tanya, dalam industri farmasi apakah semua bahan obat harus memalui proses pengeringan? lalu prosedur untuk melakukan proses pengeringan yang sesuai untuk bahan obat tertentu itu bagaimana?

  14. Yuna says:

    menurutku artikelnya udah bagus. Cukup rigid penjelasannya dan mudah dimengerti untuk kalangan akademisi..🙂

  15. oedin says:

    bisa dijelaskan lebih jelas lagi mengenai pertanyaan ku

    tolong dijelaskan ya Ayie

  16. ayie says:

    untuk kekurangan dan kelebihannya sebentar yaa… kami cari dulu ^^

    RIZKY NOIVASARI G1F009017

  17. ayie says:

    @ fahmi & Via: mungkin dijawab sekalian yaa… untuk yeknik pengeringan diatas sie tergantung sama karakteristik bahan yang akan di keringkan. kalau bahannya tahan panas bisa dipakai alat pengering yang menggunakan panas dalam proses pengeringannya kalo bahannya tidak tahan panas bisa pakai alatv pengering yang tidak pakai suhu tinggi sperti Vacum dryer ato freezze dryer

  18. Titah says:

    mau tnya,
    kira2 apa sih kekurangan dan kelebihan dr masing2 teknik pengeringan itu sendiri?

  19. oedin says:

    dari beberapa metode -metode pengeringan ini, metode apa yang paling sering digunakan dalam pengeringan dibid. farmasi.
    lalu dalam dari metode-metode itu, proses pengeringan itu aman bagi lingkungan atau tidak? lalu apakah ada efeknya bagi lingkungan.

  20. Novia Ayu Rahmawati (G1F009005) says:

    Temen-temen saya mau tanya, diatas kan sudah dijelaskan macam-macam teknik pengeringan, nah kira-kira teknik yang paling banyak dan yang paling baik digunakan yang mana ya ?
    makasiii…. sukses ya buat sagita,sari dan yohan🙂
    artikelnya baguus…. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s