FILTRASI DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI


Disusun oleh :

Yossi Respa S         G1F008014

Ratnawati                G1F008013

Irmawati                  G1F008074

Abstrak

Penyaringan adalah suatu pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Baik dalam skala laboratorium dan skala industri.

Berdasarkan gaya pendorong aliran, penyaringan diklasifikasikan menjadi Penyaring gaya berat (gravity filters), Penyaring tekanan (Pressure filters), Penyaring vakum (Vacuum filters), Penyaring sentrifugal (Centrifugal filters). Berdasarkan operasinya dibagi atas  Cara batch (bertahap ) dan Cara continue (berkesinambungan).

Filtrasi banyak dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen dan pengotor pada air suntik injeksi dan obat‐obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula dan untuk memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas dan sesuia syarat yang ditentukan.

Kata kunci : Filtrasi, Penyaringan, industri

Dalam era globlalisasi sekarang ini, industri farmasi dituntut untuk dapat bersaing dengan industri farmasi baik dalam maupun luar negeri untuk menciptakan obat yang bermutu bagi masyarakat,karena itu diperlukan pedoman bagi industri farmasi untuk dapat menghasilkan produk yang bermutu yaitu dengan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) menyangkut seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu, bertujuan untuk menjamin mutu obat yang baik dan memenuhi criteria yang telah ditentukan. Misalnya untuk sediaan tertentu seperti obat tetes mata harus memenuhi syarat bebas dari partikel asing karena dapat mengiritasi mata, karena itu pembuatannya mutlak membutuhkan proses penyaringan (filtrasi).

Selain itu dalam teknologi farmasi penyaringan (filtrasi) juga banyak dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat‐obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula dan untuk memurnikan bahan-bahan obat dari partikel dan bahan yang tidak diinginkan sehingga dapat menjamin hasil akhir dari suatu produk obat yang berkualitas dan sesuia syarat yang ditentukan.

1. Pengertian Filtrasi

Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, dimana zat padat itu tertahan. Pada industri, filtrasi ini meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan yang kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas; aliran yang lolos dari saringan mungkin saja cairan, padatan, atau keduanya. Suatu saat justru limbah padatnyalah yang harus dipisahkan dari limbah cair sebelum dibuang. Seringkali umpan dimodifikasi melalui beberapa pengolahan awal untuk meningkatkan laju filtrasi, misal dengan pemanasan, kristalisasi, atau memasang peralatan tambahan pada penyaring seperti selulosa atau tanah diatomae. Oleh karena varietas dari material yang harus disaring beragam dan kondisi proses yang berbeda, banyak jenis penyaring telah dikembangkan.

Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media berpori. Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong, misalnya ; gravitasi, tekanan dan gaya sentrifugal. Pada beberapa proses media filter membantu balok berpori (cake) untuk menahan partikel-partikel padatan di dalam suspensi sehingga terbentuk lapisan berturut turut pada balok sebagai filtrat yang melewati balok dan media tersebut.

Filtrasi biasa dilakukan pada skala laboratorium sampai slaka pilot plant/industri baik dengan cara batch maupun kontinyu.

a)      Filtrasi Skala Laboratorium.

Filtrasi digunakan untuk memisahkan campuran heterogen zat padat yang tidak larut dalam cairan. Penyaringan menggunakan corong gelas dan kertas saring dan hasil saringan disebut filtrat.

filtrasi laboratorium

Gambar 1. Filtrasi skala laboratorium

b)      Filtrasi Skala Industri

Sebelum peralatan filtrasi digunakan harus diperiksa dahulu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada waktu beroperasi, misalnya penyaring tidak berfungsi secara optimum. Fluida mengalir melalui media penyaring karena adanya perbedaan tekanan yang melalui media tersebut. penyaring dilakukan agar dapat beroperasi pada:

1) Tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring

2) Tekanan operasi pada bagian atas media penyaring

3) Dan vakum pada bagian bawah

Tekanan di atas atmosfer dapat dilakukan dengan gaya gravitasi pada cairan dalam suatu kolom, dengan menggunakan pompa atau blower,atau dengan gaya sentrifugal. Dalam suatu penyaring gravitasi media penyaring bias jadi tidak lebih baik daripada saringan (screen) kasar atau dengan menggunakan partikel kasar seperti pasir.

Penyaring gravitasi dibatasi penggunaannya dalam industri untuk suatu aliran cairan kristal kasar,penjernihan air minum, dan pengolahan limbah cair. Kebanyakan penyaring industri adalah penyaring tekan, penyaring vakum, atau pemisah sentrifugal. Penyaring tersebut beroperasi secara kontinyu atau diskontinyu, tergantung apakah buangan dari padatan tersaring terus-menerus (steady) atau hanya sebagian. Sebagian besar siklus operasi dari penyaring diskontinyu, aliran fluida melalui peralatan secara kontinyu, tetapi harus dihentikan secara periodik untuk membuang padatan yang terakumulasi. Dalam saringan kontinyu buangan padat atau fluida tidak dihentikan selama peralatan beroperasi.

2. Klasifikasi  penyaringan

Dalam beberapa penyaringan, padatan-saring yang terbentuk merupakan medium penyaring yang baik. Berdasarkan gaya pendorong aliran, penyaringan dapat di klasifikasikan sebagai berikut:

1. Penyaring gaya berat (gravity filters)

gravitasi adalah sistem pengaliran air dari sumber ke tempat reservoir dengan cara memanfaatkan energi potensial gravitasi yang dimiliki air akibat perbedaan ketinggian lokasi sumber dengan lokasi reservoir

2. Penyaring tekanan (Pressure filters)preassure filter

Suatu mesin pres bersaringan berisi satu set plat yang didesain untuk menyediakan serangkaian ruang atau kompartemen yang didalamnya padatan dikumpulkan. Plat-plat tersebut dilingkupi medium penyaring seperti kanvas. Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu; cairan melalui kanvas dan keluar ke pipa pembuangan, meninggalkan padatan kue basah dibelakangnya.

3. Penyaring vakum (Vacuum filters)

vaccum

4.Penyaring sentrifugal ( Centrifugal filters)

sentrifugal

Padatan yang membentuk kue berpori dapat dipisahkan dari cairan dengan penyaringan berpusing. Umpan dimasukkan ke dalam keranjang berputar yang memiliki dinding bercelah atau berlubang yang disampuli suatu medium penyaring seperti kanvas atau kain logam. Tekanan yang dihasilkan dari gaya sentrifugal memaksa cairan melewati medium penyaring, meninggalkan padatannya. Jika umpan yang masuk keranjang dihentikan dan padatan kue diputar untuk waktu yang singkat, kebanyakan cairan residu di dalam kue mengalirkan partikel sehingga padatan lebih kering daripada hal yang sama untuk mesin pres bersaringan (filter press) atau penyaring vakum (vacuum filter). Ketika material yang tersaring harus dikeringkan secara berurut dengan alat pemanas, pemakaian penyaring ini dapat dipertimbangkan sebagai langkah ekonomis.

  • Berdasarkan operasinya dibagi atas :

1. Cara batch (bertahap )

2. Cara continue (berkesinambungan)

Tipe-tipe penyaring :

1) Penyaring pasir (sand filter) :

a.tangki terbuka

b.tangki tertutup

2) Penyaring tekan (filters press):

preassure filter

a.Pelat berongga (recessed plate)

b.Pelat dan bingkai (plate and frame)

3) Penyaring – Daun ( leaf )

a.   Moore

Penyaring Moore adalah penyaring daun yang orsinil. Kumpulan daun penyaring dicelupkan dalam tangki slurry, daun penyaring dihubungkan dengan sistim produksi vakum.

b.   Kelly

Penyaring ini berbentuk persegi panjang, ditempatkan dalam bejana silinder horizontal. Kumpulan daun penyaring ini dikeluar masukkan ke bejana dengan bantuan rel dan roda.

c.   Sweetland

Penyaring ini berbentuk lingkaran dan sama besar. Penyaringan dilakukan dalam bejana bertekanan.

d.   Niagara

Penyaring ini ditempatkan dalam tangki vertical dan horizontal.

4) Penyaring tabung ( tubular / candle filter )

5) Penyaring – Teromol

a. Oliver ( Rotary drum )

b. Topfeed ( Dorco )

6) Penyaring Sabuk mendatar (horizontal belt filter)

3. Macam-Macam Filter

Penyaring berfungsi menahan dan menyangga partikel padatan . syarat penyaring yang baik :

– secara mekanis kuat

– tahan korosi ( terhadap cairan yang ditangani )

– memberikan tahanan yang kecil terhadap aliran ( porosity besar )

Macam- macam filter antara lain:

a. Filter Gravitasi (Gravity Filter)

  • Merupakan tipe yang paling tua dan sederhana.
  • Filter ini tersusun atas tangki-tangki yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi dengan pasir-pasir berpori dimana fluida mengalir secara laminer.
  • Filter ini dugunakan untuk proses fluida dengan kuantitas yang besar dan mengandung sedikit padatan. Contohnya : pada pemurnian air.
  • Tangki biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi untuk pengolahan air biasa digunakan beton. Saluran dibagian bawah yang berlubang mengarah pada filtrat, saluran itu dilengkapi dengan pintu atau keran agar memungkinkan backwashing dari dasar pasir untuk menghilangkan padatan-padatan yang terakumulasi. Bagian bawah yang berlubang tertutup oleh batuan atau kerikil setinggi 1 ft atau lebih untuk menahan pasir. Pasir yang biasa digunakan dalam pengolahan air sebagai media filter adalah pasir-pasir kuarsa dalam bentuk yang seragam. Kokas yang dihancurkan biasanya digunakan untuk menyaring asam sulfur. Batu kapur biasanya digunakan untuk membersihkan cairan organik baik dalam filtrasi maupun adsorbsi.

Hal yang harus diperhatikan dalam filter gravitasi, bongkahan-bongkahan kasar (batu atau kerikil) diletakkan bagian atas balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada di atasnya (pasir, dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan dengan membentuk lapisan-lapisan sehingga dapat bercampur dan ukuran untuk setiap materi harusnya sama untuk menyediakan pori-pori dan kemampuan yang maksimal.

b. Filter Pelat dan Bingkai

Filter tekanan biasanya tersusun dari pelat-pelat dan bingkai-bingkai. Pada filter ini pelat-pelat dan bingkai-bingkai disusun secara bergantian dengan filter kain dengan arah berkebalikan pada tiap pelat. Pemasangannya dilakukan secara bersamaan sebagai kesatuan gaya mekanik (oleh sekrup / secara hidrolik).

Ada beberapa macam tipe bertekanan yang menggunakan pelat dan bingkai. Yang paling sederhana mempunyai salah satu saluran tunggal mengenali suspensi pada pencucian dan pembukaan tunggal pada setiap pelat untuk mangalirkan cairan (pada pengiriman terbuka). Tipe yang lain mempunyai saluran terpisah untuk membedakan suspensi dan air pencucian tetapi ada juga yang menggunakan saluran terpisah untuk memisahkan suspensi dan air pencucian (pada pengiriman tertutup). Saluran ini biasanya terdapat di pojok atau di tengah atau tepat di tengah.

Umpan suspensi masuk malalui saluran yang terbentuk dari lubang-lubang pada pojok kanan atas antara pelat dan bingkai. Dari saluran ini, suspensi masuk ke bingkai menuju ruang di antara pelat-pelat. Tekanan pada suspensi diumpankan pada proses penekanan untuk menghasilkan filtrat. Filtrat tersebut menuju ruang-ruang diantara kain dan pelat melalui kain-kain dari kedua sisi pelat ke keluaran yang berupa klep atau menuju saluran kedua yang dibentuk oleh lubang-lubang pada pojok lain dari pelat dan bingkai dengan keluaran yang didukung oleh pelat-pelat tidak oleh bingkai. Baik keluaran melalui saluran atau melalui keran atau klep dan pelat dilubangi atau dibuat dengan filtrat, memasuki keluaran melalui sisi pelat.

Padatan dalam suspensi berakumulasi dalam kain pada sisi sebaliknya dari pelat-pelat. Setelah beberapa waktu sebagian kecil ruang diantara pelat tersedia untuk suspensi, dan umpan dimatikan. Jika cake dicuci, fluida pencuci di dalamnya disalurkan ke dalam suspensi atau masukan campuran bi balik suspensi, masuk ke cake kurang lebih dari tengah bingkai, dan lewat menuju pelat pada kedua sisi. Setelah cake dicuci, aliran ini terhenti, gaya yang menahan pelat dilepaskan, pelat dan bingkai terbuka seketika, dan cake dihilangkan atau dibuang ke dalam lubang di bawah penekan. Setelah pembuangan selesai, penekan ditutup lagi dengan memberikan gaya mekanik untuk mengunci pelat dan bingkai bersamaan, dan sebuah siklus baru filtrasi dimulai.

Pencucian dapat dikeluarkan terpisah dari filtrat dengan menyediakan kedua keluaran bawah melalui keran dan sebuah saluran terpisah pada pojok lainnya dari pelat.

Pencucian sederhana adalah ketika pencucian mengalir melalui cake dengan jalan yang sama seperti filtrat. Ekspresi “trhough washing” atau “every other pelate washing” membutuhkan penggunaan dua tipe pelat yang berbeda. Pelat yang bukan pencuci (satu tombol) dan pelat pencuci (tiga tombol) diisikan dalam penekan diantara bingkai (dua tombol). Umpan memasuki bingkai seperti sebelumnya. Pencucian memasuki setiap pelat dan melewati dua cake pada bingkai di kedua sisi pelat, meninggalkan keran pada pelat bukan pencuci (satu tombol). Metode ini memerlukan klep yang tertutup pada pelat-pelat (tiga tombol) ke dalam masukan pencuci.

Semuam tipe pelat ini dapat didesain untuk mengoperasikan pada pengiriman tertutup dengan menyediakan saluran ketiga yang dibentuk oleh lubang di sebelah pojok kanan bawah pelat dan bingkai. Empat saluran memungkinkan untuk mengoperasikan dengan menggunakan pengiriman tertutup dengan keluaran terpisah untuk filtrat dan pencucian. Umpan suspensi masuk ke setiap bingkai melalui saluran kanan atas (tidak ada pembukaan dari saluran ini ke pelat manapun). Filtrat meninggalkan setiap pelat menuju saluran kiri bawah bingkai penuh dengan cake. Pencucian masuk melalui saluran kiri atas ke setiap pelat menuju cake ganda di antara bingkai pada sisi lain pelat ini dan keluar melalui saluran kanan bawah pada pelat pengganti (satu tombol). Selama pencucian keran pada filtrat pada keluaran dan masukan pencucian tertutup.

Penekan pelat dan bingkai sangat luas digunakan khususnya ketika cake sangat berharga dan ukurannya sangat kecil. Filter yang kontinyu menggantikan penekan pelat dan bingkai untuk banyak operasi berskala besar.

Gambar Filter Plat

c. Batch Leaf Filter

Filter daun mirip dengan filter pelat dan bingkai, di bagian dalamnya cake disimpan pada setiap sisi daun dan filtrat mengalir keluar melalui saluran dari saringan pembuangan air yang kasar pada daun di antara cake, daun-daun tersebut dibenamkan ke dalam suspensi.

Filter daun tetap (tipe Sweetland), Filter daun berotasi (tipe Vallez) dimana cake lebih seragam, Filter Kelly dalam posisi terbuka. Filter tertutup dan kran masukan terbuka sehingga suspensi dapat masuk ke selongsong dengan udara yang dipindahkan dari ventilasi ke selongsong atas bagian belakang. Ventilasi dapat tertutup atau dibiarkan terbuka setelah selongsong penuh. Jika kran dibiarkan terbuka, maka kran akan membatasi aliran berlebih dan akan mengembalikan umpan yang berlebih ke tangki pengumpan sehingga dapat memberikan sirkulasi yang lebih baik antara filter daun dan untuk menjaga partikel-partikel besar dari pengendapan filtrasi dilanjutkan sampai ketebalan yang diinginkan tercapai atau filtrasi rata-rata turun secara tajam.

Umpan didiamkan sebentar, saluran keluaran terbuka kemudian slurry dialirkan. Tekanan udara rendah dialirkan ke dalam tangki untuk menambahkan solution berlebih. Adanya perbedaan tekanan akan membantu menjaga cake di dalam melawan filter kain. Setelah filter kosong, tutup dapat dibersihkan atau dialiri udara berlebih untuk mengeringkan cake lebih dulu. Untuk kelebihan fluida pencuci dikeringkan pada akhir pencucian dengan cara sama seperti pada kelebihan slurry dan cake dialiri dengan udara. Tutup dibuka dan cake dibuang bertekanan udara.

Contoh : pembuatan Mg dari air laut.

d. Filter Press

Suatu  mesin  pres  bersaringan  berisi  satu  set  plat  yang  didesain  untuk menyediakan  serangkaian  ruang  atau  kompartemen  yang  didalamnya  padatan dikumpulkan.  Plat-plat  tersebut  dilingkupi  medium  penyaring  seperti  kanvas. Lumpur dapat mencapai tiap-tiap kompartemen dengan tekanan tertentu : cairan melalui  kanvas  dan  keluar  ke  pipa  pembuangan,  meninggalkan  padatan dibelakangnya.  Plat  dari  suatu  mesin  pres  bersaringan  dapat  berbentuk  persegi atau lingkaran, vertikal atau horizontal. Kebanyakan  kompartemen  padatan  dibentuk  dengan  cetakan  plat berbahan  polipropelina.  Dalam  desain  lain,  kompertemen  tersebut  dibentuk  di dalam  cetakan  plat  berbingkai  (plate-and-frame  press),  yang  didalamnya terdapat plat persegi panjang yang pada satu sisi dapat diubah-ubah. Pengoperasiannya sebagai berikut :

  1. Plat  dan  bingkai  dipasang  pada  posisi  vertikal  dalam  rak  logam, dengan kain melingkupi permukaan setiap plat,dan ditekan dengan keras bersama dengan memutar skrup hidrolik.
  2. Lumpur memasuki suatu sisi akhir dari rangkaian plat dan bingkai.
  3. Lumpur  mengalir  sepanjang  jalur  pada  satu  sudut  rangkaian tersebut.
  4. Jalur  tambahan  mengalirkan  lumpur  dan  jalur  utama  ke  dalam setiap bingkai.
  5.  Padatan  akan  terendapkan  di  atas  kain  yang  menutupi  permukaan plat.
  6.  Cairan  menembus  kain,  menuruni  jalur  pada  permukaan  plat (corrugation), dan keluar dari mesin press.
  7. Setelah merangkai mesin press, lumpur dimasukkan dengan pompa atau tangki bertekanan pada tekanan 3 s.d. 10 atm.

preassure filterGambar Filter Press

Perawatan filtrasi harus dirawat secara kontinu agar umur pakai peralatan menjadi lebih panjang. Langkah-langkah perawatan sebagai berikut :

  •  Media penyaring dibersihkan dengan diblower menggunakan udara sehingga partikel-partikel yang ada di pori-pori penyaring tidak menempel lagi.
  • Kantong penyaring untuk pembersih gas juga dibersihkan adri media padatan atau partikel.
  • Penyaring bercangkang dan berdaun juga dibersihkan dari debu dan karat sehingga media penyaringan tersebut akan bekerja secara optimum.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym.1995.farmakope Indonesia edisi IV.Departemen Kesehatan Republik Indonesia,Jakarta

Anonym.2001.Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik.BPOM,Jakarta

Anonym.2001.Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat Yang Baik.BPOM,Jakarta

Gandjar, et al.,.2007.Kimia Farmasi Analisis.Pustaka Pelajar,Yogyakarta

Huisman, L. 1975. Slow Sand Filter. Netherlands: Delft University of Technology.

Kertiasa,Nyoman.2006.Laboratorium Sekolah & Pengelolaannya.Pudak Scientific,Bandung.

Voight,R.1994.Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi Kelima.Penerbit Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

32 Responses to FILTRASI DAN APLIKASINYA DALAM INDUSTRI

  1. ima says:

    maaf mau tanya buat teman teman yang tau…untuk besar rotari filter pada umumnya berapa yah?,,,,,mohon bantuannya. terima kasih

  2. Pingback: filtrasi dan aplikasi dalam industri | Saddam Arafat

  3. Nugroho 08 says:

    makasih…banyak informasi yang belum saya tahu…
    keep posting..

  4. Yossi Respa (G1F008014) says:

    Pada dasarnya prinsip dari penyaringan dan pengayakan itu sama. yaitu Pemisahan dari pengotor-pengotor atau pemisahan dari bahan yang tidak di inginkan untuk membuat suatu produk. Penyaringan dan pengayakan ini termasuk dalam Prinsip pemisahan dengan gaya mekanis. Pemisahan mekanis digunakan pada campuran yang heterogen, dan larutan yang tidak homogen, terutama pada partikel yang berukuran lebih besar dari 0.1 m.
    Giiitituuu saudari Rikha …. semoga jawaban.a memuaskannn yaaaa … makaasiiii ^__^

  5. rosdiana sari / G1F008069 says:

    di artikel kan disebutkan macam2 filter dan komponen2 nya, bs tolong disebutkan tdk bbrpa contoh aplikasi”y penyaring2 tsbut digunakan dlm dunia farmasi?

  6. Ratna (G1F008013) says:

    makasih ya teman-teman udh nhgasih saran-saran yang bermanfaat…..maklum masih amatir jadi tadinya masih belum ngerti cara nyisipin gambar ataupun simbol,hehe…

    buat aji wibowo makasih saran dan sharingnya ,…tapi kalo filtrasi di migas kita kurang paham ji…

  7. shinta angresti (G1F008053) says:

    baguuus postingan’nya…
    mau tanya dong…
    apakah proses penyarinngan dilakukan dalam pembuatan semua sediaan farmasi???

    makaaasiiih🙂

  8. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    prinsip peyaringan sama pengayakan beda apa tdk???
    makasihhh

  9. aribun says:

    mw ngomentari isi materinya, tpi ga mudeng isinya….
    jdi, saya hanya bs kasih saran tentang teknik penulisannya ya…

    1. masih ada kata-kata yg salah ketik
    2. penomoran dan penjelasan gambar (di gambar pertama ada, kok selanjutnya tidak ada), terus tidak dicantumkan sumber gambar tersebut
    3. penomeran yg tidak konsisten (semuanya sama, jdi bingung antara nomor utama dan subnomor), terus jg ada simbol penomoran yg menurut saya tidak standar yaitu “v”.
    4. untuk materi dari “Klasifikasi Penyaringan” ke bawah itu kan banyak disebutkan berbagai klasifikasi, akan lebih baik untuk diberi penjelasannya satu-satu

    itu cuma pendapat saya, hehe…jdi klo tidak berkenan ya tidak digunakan jg tidak apa2….
    demikian, semoga bermanfaat…..🙂

  10. evendri says:

    filter rokok ada gak?😀

  11. jus_nangka says:

    gak paham ade ka…

  12. Irmawati G1F008074 says:

    terima kasih bryant, iya cara operasional dengan batch yaitu hasil buangan dari padatannya (ampas) dihentikan secara periodik untuk membuang padatan yang terakumulasi. jadi ampas sisa penyaringan dibuang secara berkala. Tetapi kalau sistem kontinyu itu hasil buangan (ampas) tidak dibuang secara berkala, jadi setelah proses penyaringan selesai baru ampasnya dibuang sekaligus.
    perbedaan cara batch dan kontinyu, kalau batch itu buangannya (ampas) dibuang secara berkala, yang kontinyu itu proses penyaringan selesai tersaring semua bahannya baru kemudian ampasnya dibuang.
    untuk biofar terima kasih atas sarannya, dan akan kami tambahkan isinya agar lebih mudah dipahami dengan penjelasannya.

  13. Aji Wibowo says:

    Oh maaf itu dalam bidang farmasi ya?? Sorry just wanna share…🙂

  14. Aji Wibowo says:

    Menurut saya itu masih terlalu umum,,mungkin bisa lebih spesifik lagi judulnya agar lebih menarik…
    Mungkin salah satunya bisa menerapkannya dalam bidang oil and gas industry…
    salah satunya bisa dengan mengkaitkan antara filtrasi dengan pemboran.. (dalam pemboran biasanya menggunakan lumpur, lumpur itu biasanya diukur pake alat namanya filtration press)

    Semoga membantu..🙂

  15. biofar says:

    hmmm…kalo boleh usul, gimana kalo setiap jenis/teknik/model penyaringan/filtrasi dijelaskan satu-persatu agar lebih memperkaya makalah ini???

  16. bryant says:

    nice posting..^^

    mau tanya dong, itu kan secara operasional ada filtrasi batch dan continue… kalau boleh tau perbedaan prinsip atau proses kerjanya apa ya???

    terima kasih,, ditunggu postingan selanjutnya..^^

  17. Ratna (G1F008013) says:

    bwt trizca makasih pertanyaannya…kalo penggunaan silika dan tanah diatom dalam proses penyaringan yaitu sebagai bahan aditif filtrasi (filter aid) . Bahan ini merupakan bahan yang inert yang tidak ikut bereaksi, bahan ini ditambahkan pada fluida atau campuran sebelum disaring,bahan tersebut dapat mengadsorbsi banyak senyawa organik sehingga partikel partikel yang tidak dikehendaki dapat terjerap dalam silika tersebut , dengan demikian proses penyaringan akan lebih sempurna karena jika tidak menggunakan bahan tambahan seperti silika, karbon aktif ataupun diaotom maka pengotor berupa partikel kecil lebih sulit dijerap oleh media filter dapat menyumbat medium filter
    kalau pemilihan metode filtrasi sebaiknya disesuaikan dengan Sifat campuran,Tingkat produksi besar atau kecil,Kondisi proses,Hasil yang diinginkan dan Bahan konstruksi yang diperlukan

    makasii….semoga jawabannya bermanfaat…^^

  18. Yossi G1F008014 says:

    sudah.. hampir semua industri sudah mengaplikasikan prosesnfiltrasi dalam berbagai proses. contohnya untuk membuang partikel atau zat yang tidak diinginkan shg diperoleh zat yang murni. Pentingnya untuk masyarakat tuuh misalnya aja kalo di industri farmasi sudah mengaplikasikan teknik penyaringann yang sesuai kan dapat menjamin produksi obat yang berkualitas baik,termasuk bebas kontaminan sehingga obat itu berefek baik.. ga nimbulin efek samping yang tidak diingin kan.. gt mbaaa rhea yg cantiiikk jelitaaaa ^^

  19. Irmawati G1F008074 says:

    terima kasih atas saran dari mba susanti, iya gambar2 dan video masih dalam proses pencarian dan pengeditan.
    iya benar kertas saring whatman itu ada berbagai macam, nah dari macam2 tipe kertas saring whatman itu dibedakan berdasarkan besarnya pori2 pada kertas saring tersebut. kalau Beda kertas saring whatman 41 dan 42 adalah pada kerapatan saringannya.
    kalau no 41 porinya lebih rapat dan digunakan untuk memisahkan kristal yang halus ( fine crystalline )
    sedangkan no. 42 porinya lebih kasar dan digunakan memisahkan partikel/gelatin yg lebih kasar
    ( coarse and gelatinous precipitates)
    No. 41 kecepatan menyaring lambat ( slow )
    N0. 42 kecepatan menyaring cepat ( fast )
    mungkin ada yang menambahkan?

  20. trizca says:

    Setuju ma ratih,,klo ditmbh animasi gmbr bs lbh mdh dipahami..
    Mau tanya selulosa ma tanah diatome tu gunanya bwt apa dlm proses pnyaringan??trus pmilihan metode pnyaringan yg digunakan tu bdasarkn apa??

  21. Ratnawati G1F008013 says:

    menjawab pertanyaan fuji, sand filter itu digunakan untuk menjernihkan air. aplikasi sand filter yaitu pada penjernihan air digunakan untuk penyaringan secara fisik yaitu untuk memisahkan padatan yang kasar, padatan yang terapung, dan memisahkan minyak dan lemak. sedangkan penyaring pasir (sand filter) ada tangki terbuka dan tangki tertutup itu merupakan klasifikasi berdasarkan bentuk bangunan alatnya. pada sand filter tuh kalau bentuk terbuka digunakan untuk penyaringan dengan gaya gravitasi, jadi tekanan yang digunakan sama dengan tekanan atmosfir. kalau sand filter yang tertutup digunakan untuk penyaringan dengan tekanan, lebih sering digunakan dalam industri dibandingkan yang terbuka karena kecepatan aliran filtrasi lebih besar (untuk luas bed yang sama) antara areal yang digunakan lebih kecil (Subyakto,1997). Tekanan ini dihasilkan oleh pompa untuk meningkatkan laju penyaringan sehingga menyebabkan laju alir lebih tinggi dan lapisan penyaring material lebih tinggi, membuat usia pemakaian penyaring lebih panjang. Penyaringan ini telah diterapkan pada instalasi pengolahan air di Jerman.
    kalau yang terbuka itu buat menyaring zat yang banyak endapannya seperti larutan musilago, penyaringan untuk memisahkan karbon aktif dalam proses penjernihan air. biasanya sering dipakai pada penyaringan yang membutuhkan suhu panas.

  22. susanti says:

    setuju dengan saran teah, sebaiknya ditambahkan video agar lebih mudah dipahami. dan saya mau nanya, kan ada macam2 jenis kertas saring misal. kertas saring whatman no.41, no. 40, dll. nah itu bisa d jelaskan perbedaan dan kegunaannya tdk? trus yg sering qt pake waktu praktikum itu jenis kertas saring yg mana? trimakasih..

  23. Yossi G1F008014 says:

    menjawab pertanyaan shella,penyaringan dengan buchner itu termasuk dalam penyaring vakum.
    Bila kita berbicara prinsip kerjanya dimana fungsi dari corong buchner, maka bisa diasumsikan seperti halnya pada corong-corong yang lainya, yaitu berfungsi untuk menyaring larutan dari pengotornya atau yang lainya. Kemudian untuk pompa vacum itu sendiri adalah instrumen yang menyerupai bentuk mesin pompa air pada umumnya, namun sedikit berbeda bila dilihat dari fungsinnya. Dan fungsi dari pada pompa vacum adalah berfungsi untuk menyedot angin/udara pada suatu alat tertentu, dengan beberapa bantuan instrumen yang lainnya seperti erlenmeyer buchner dan selang yang dihubungkan antara erlenmeyer buchner dengan vakum. sehingga cairannya dapat terpisah dari padatannya.

  24. wie wyan says:

    Rata2 Industri diindonesia sudah mengaplikasikan Filtrasi ini belum?
    dan apa pentingnya untuk masyarakat secara umum?

  25. G. van beethoven says:

    maaf maksud pertnyaan saya bukan “menyarik” tapi “menyaring”…😀

  26. G. van beethoven says:

    apakah ada aturan khusus terkait penyaringan,misalnya untuk menyarik zat A harus dengan metode A dan tidak boleh dengan metode B,begitu?atau bebas dalam memilih metode penyaringannya?

    tengkyu…

  27. irmawati G1F008074 says:

    untuk saudari awal, iya gambarnya masih dalam proses🙂
    maksud penyaringan sentrifugal itu begini misalnya Padatan yang membentuk kue berpori dapat dipisahkan dari cairan dengan penyaringan berputar. Nah padatan dimasukkan ke dalam keranjang berputar yang memiliki dinding bercelah atau berlubang yang disampuli suatu medium penyaring seperti kanvas atau kain logam. Tekanan yang dihasilkan dari gaya sentrifugal memaksa cairan melewati medium penyaring, meninggalkan padatannya. Jika padatan yang dimasukan keranjang dihentikan dan padatan seperti kue diputar untuk waktu yang singkat, kebanyakan cairan residu di dalam padatan seperti kue mengalirkan partikel sehingga padatan lebih kering. Ketika material yang tersaring harus dikeringkan secara berurut dengan alat pemanas, pemakaian penyaring ini dapat dipertimbangkan sebagai langkah ekonomis.
    semoga terjawab ^_^

  28. awwalina faiztyan says:

    gambarnya kok ga muncul..?
    mw tanya nih,,penyaringan secara sentrifugal itu maksudnya gimana yah?
    dijawab loh,makasih..ditunggu jawabannya..^^

  29. shella angelina says:

    mw nanya nie..kalo penyaring yg biasa kita pakai nglab yaitu yg pake corong buchner+vakum…tu termasuk jenis penyaring yg mana??n prinsi kerja nya gmn?

  30. teah> iaahh nii lagi proses pengEditan jg tih heheheh …. mksiii masukan.a ^^ (yossi)

  31. ratih_teah says:

    artikelnya yang menambah pengetahuan, mau kasih saran yaa akan lebih baik kalo diberi animasi gambar atau gambar filtrasinya sehingga pembaca bisa lebih mengerti dan membayangkan .🙂

  32. faujiah says:

    pada penyaring pasir (sand filter) kan ada tangki terbuka dan tangki tertutup.. dimana letak perbedaannya??? dan fungsi penyaringan pasir di lapangan seperti apa, dari tangki terbuka dan tertutup itu?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s