PENGAYAKAN PULVIS DAN PULVERES


PENGAYAKAN PULVIS DAN PULVERES

Penyusun :

Gina Bayyina Hayatunnufus G1F008011

Iska Natalia Br Nababan G1F008017

Nadia Primalia G1F008047

ABSTRAK

Pengayakan  merupakan  pemisahan  berbagai  campuran  partikel  padatan  yang  mempunyai  berbagai ukuran bahan dengan  menggunakan  ayakan.  Pengayakan  sangat  penting  dalam proses pembuatan sediaan farmasi seperti pulvis dan pulveres  untuk mendapatkan derajat halus serbuk yang diinginkan dengan menggunakan no ayakan  yang  sesuai. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize),  atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus.

Keyword : Pengayakan, Pulvis, Pulveres

Pengayakan Pulvis Dan Pulveres

Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Pengayakan sangat penting dalam proses pembuatan sediaan farmasi seperti pulvis dan pulveres untuk mendapatkan derajat halus serbuk yang diinginkan dengan menggunakan no ayakan yang sesuai.

Pengayakan atau penyaringan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.

Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :

· Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).

· Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize).

Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran tertentu dan seragam. Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu dilakukan pengayakan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan, yaitu:

· Jenis ayakan

· Cara pengayakan

· Kecepatan pengayakan

· Ukuran ayakan

· Waktu pengayakan

· Sifat bahan yang akan diayak

– umumnya sebuk tabur harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi pada bagian yang peka.
– Jika serbuk mengadung lemak, harus diayak dengan pengayak no  44

Pengayakan untuk pengujian adalah anyaman kawat, bukan tenunan. Kecuali untuk ukuran nomor 230, nomor 270, nomor 325 dan nomor 400, ayakan terbuat dari kuningan, perunggu, baja tahan karat atau kawat lain yang sesuai, dan tidak dilapisi atau disepuh.

Tabel. Lubang pengayakan baku

Nomor nominal Ukuran lubang pengayak
2 9,5 mm
3,5 5,6 mm
4 4,75 mm
8 2,36 mm
10 2,00 mm
14 1,40 mm
16 1,18 mm
18 1,00 mm
20 850 µm
25 710 µm
30 600 µm
35 500 µm
40 425 µm
45 355 µm
50 300 µm
60 250 µm
70 212 µm
80 180 µm
100 150 µm
120 125 µm
200 75 µm
230 63 µm
270 53 µm
325 45 µm
400 38 µm

Derajat kehalusan serbuk dinyatakan dengan nomor pengayak yang digunakan. Jika

derajat kehalusan suatu serbuk dinyatakan dengan 1 nomor, artinya adalah semua serbuk dapat melewati pengayakan dengan nomor tersebut. Jika derajat kehalusan suatu serbuk tersebut dinyatakan dengan 2 nomor maka artinya yaitu semua serbuk dapat melalui pengayakan dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% serbuk tersebut melewati pengayakan dengan nomor tertinggi. Contoh : serbuk 40/60, artinya serbuk dapat melalui pengayak no 40 seluruhnya dan tidak lebih dari 40 % melalui pengayak nomor 60.

Klasifikasi serbuk Simplisia nabati dan simplisia hewani Bahan kimia
Nomor nominal serbuk Batas derajat halus Nomor nominal serbuk Batas derajat halus
% Nomor pengayak % Nomor pengayak
Sangat kasar 8 20 60
Kasar 10 40 60 20 60 40
Setengah kasar 40 40 80 40 60 60
Halus 60 40 100 80 60 120
Sangat halus 80 100 80 120 100 120

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan material untuk menerobos ukuran ayakan adalah :

1. Ukuran bahan ayakan

Semakin besar diameter lubang bukaan akan semakin banyak material yang lolos.

2. Ukuran relatif partikel

Material yang mempunyai diameter yang sama dengan panjangnya akan memiliki kecepatan dan kesempatan masuk yang berbeda bila posisinya berbeda, yaitu yang satu melintang dan lainnya membujur.

3. Pantulan dari material

Pada waktu material jatuh ke screen maka material akan membentur kisi-kisi screen sehingga akan terpental ke atas dan jatuh pada posisi yang tidak teratur.

4.  Kandungan air

Kandungan air yang banyak akan sangat membantu tapi bila hanya sedikit akan menyumbat screen.

Contoh alat pengayakan

Video pengayakan selulosa:

DAFTAR PUSTAKA

Anief, M., 2007, Farmaseika, Universtas Gadjah Mada Press, Yogyakarta

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV, Departemen Kesehatan, Jakarta.

Mc Cabe, W.L, dkk., 1999, Operasi Teknik Kima, edisi ke 4, Erlangga, Jakarta.

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

35 Responses to PENGAYAKAN PULVIS DAN PULVERES

  1. Mario says:

    info yg baik…

  2. shinta angresti (G1F008053) says:

    nice share🙂
    mau tanya niih…
    kan berdasarkan artikel diatas pulvis dan pulveres itu perlu banget melalui proses pengayakan, mang apa pengaruhnya dengan tanpa melewati proses pengayakan??
    efeknya seperti apa??

    makasiiih🙂

  3. Nugroho 08 says:

    artikel nya bagus..
    saya maw bertanya..
    sebenernya fungsi dari pengayakan granul yang maw dibuat tablet itu apa si?
    dan kenapa pulvis dan pulveres harus diayak sebelum digunakan?

  4. nadia primalia
    G1F008047
    Dean :

    Standar ayakan adalah Standar Amerika, Standar Tyler dan Standar menurut United States Pharmacopeia ( USP )
    – Pada skala standar Tyler , Skala standar Tyler didasarkan pada ukuran lubang (0,0029”) pada kasa yang mempunyai 200 lubang pada setiap 1 inci , yaitu 200-mesh.
    – Skala Standar Amerika yang dianjurkan oleh Biro Standar Nasional umumnya menggunakan perbandingan , tetapi didasarkan pada lubang 1 mm (18-mesh).
    – Skala standar menurut USP, Partikel dari serbuk obat yang kemungkinan berbentuk sangat kasar dengan ukuran ± 10.000 mikron atau 10 mm atau mungkin juga sangat halus mencapai ukuran koloidal , 1 mikron atau lebih kecil. Agar ukuran partikel serbuk ini mempunyai standar maka USP menggunakan suatu batasan dengan istilah “ Very Coarse, Coarse , Moderately Coarse , Fine dan Very Fine” (sangat kasar, kasar , cukup kasar ,halus dan sangat halus ), yang dihubungkan dengan bagian serbuk yang mampu melalui lubang – lubang ayakan yang telah distandardisasi yang berbeda – beda ukurannya , pada suatu periode waktu tertentu ketika diadakan pengadukan dan biasanya pada alat pengaduk ayakan secara mekanis.

  5. ratnaajeng says:

    gudgud, terimakasih untuk infonya..😀

  6. resti says:

    disebutkan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengayakan yaitu jenis ayakan, tlg dijelaskan..

  7. dean says:

    apastandar yg digunakan agar lolos pengayakan ?

  8. Gina Bayyina
    G1F008011

    Lutfie :
    bahan-bahan yang dapat diayak tuh bisa simplisia nabati, simplisia hewani ataupun bahan kimia lainnyaa..
    dan cara untuk mendapatkan hasil pengayakan yang maksimal dapat dilihat di jwbn iska untuk Segara diatas mas..
    guna nya pengayakan itu untuk memisahkan ukuran partikel yang berbeda dan untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan..
    terima kasih😀

  9. tsffaunsoed2010 says:

    Gina Bayyina G1F008011
    Lutfie :
    bahan-bahan yang dapat diayak tuh bisa simplisia nabati, simplisia hewani ataupun bahan kimia lainnyaa..
    dan cara untuk mendapatkan hasil pengayakan yang maksimal dapat dilihat di jwbn iska untuk Segara diatas mas..
    guna nya pengayakan itu untuk memisahkan ukuran partikel yang berbeda dan untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan..
    terima kasih😀

  10. iska natalia
    G1F008017

    segera:
    no ayakan yang digunakan didasarkan atau disesuaikan pada serbuk yang ingin kita dapatkan..
    metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan pengayak baku yang memenuhi persyaratan seperti pada tabel lubang pengayak baku diatas. hindari penggoyangan lebih lama, yang akan menyebabkan peningkatan derajat halus serbuk selama penetapan.
    – untuk serbuk sangat kasar, kasar dan setengah kasar, masukkan 25 gr sampai 100gr serbuk uji pada pengayak baku yang sesuai. goyang pengayak dengan arah putaran horizontal dan ketukkan secara vertikal pada permukaan yang keras selama tidak kurang dari 20 menit atau sampai pengayakan praktis sempurna.
    – untuk serbuk halus atau sangat halus, lakukan seperti cara pada serbuk kasar kecuali contoh tidak lebih dari 25 gr dan pengayakan yang digunakan digoyang selama tidak kurang dari 30 menit atau sampai pengayakan praktis sempurna..

  11. Restu says:

    aLhamduLiLLah ya sesuatu bnget infonya,,bner2 sngat mnarik dan brmanfaat bnget bwt saya khususnya..maksih!!

  12. Fiqih says:

    Like this bnget infonya pokoke,,ya bner2 iLmu yg sngat bermanfaat deh..ditunggu bnget info-info Laennya ya!!!

  13. Pharmassip says:

    nice share, teruskan menulis mengenai ilmu-ilmu yang bermanfaat..

  14. susanti says:

    wah bagus infonya, saya jadi mengerti ttg pengayakan.. tapi ada yg saya kurang mengerti, partiket ukuran buntut (tails) itu maksudnya bgaimana? trus biasanya lubang pengayakan baku n0.400 itu biasanya digunakan untuk mengayak bahan apa? trimakasih🙂

  15. tika says:

    pengayakan mempengaruhi kestabilan bahan atau tidak ???

  16. harpaning says:

    bisa bertahan berapa lama hasil dari pengayakan…???

  17. harpaning says:

    makasih infonya kaka…

  18. lita_hp says:

    terima kasih ya infonya…
    sangat berguna..

  19. waw waw .,,gak mudeng tapi tq infonya like.,.,

  20. abii says:

    hatur thank u inponya😀
    guudd..guuddd..

  21. opii says:

    siiip infonya:)

  22. Bar-bar lestariii says:

    bahan yang di gunankan T’buat dri bahan apa saja….?
    mmbutuhkn wktu brp lama,dlm pengayakn,,,,agr dpt mnghsilkn yg maksimal !

  23. Ikhsan_ganting says:

    Info yang bermanfaat,, lanjutkan mba mbro!

  24. Jengkolover says:

    ikut puput z pertanyaanya

    emang dah ditugasin masukin video kh?

  25. puput says:

    apakah ada pengaruh bahan dari alat pengayak? kalo iya,minta tolong dijelaskan ya🙂

  26. ayu says:

    sukaa sukaaa artikelnyaaa😀

  27. yona says:

    infoo nya menarikk,, apalagi ada video nyaa,, mmudahkan untuk memahamiii nyaaa😀

  28. fadli ashar says:

    mantap-mantap, coba dong mau tau dong kapan pake pengayakan no besar, dan kapan menggunakan pengayakan no kecil, lalu apakah penentuan no ayakan ditentukan jenis bahan obat juga?

  29. tika says:

    makasih infonyaa🙂

  30. ratih_teah says:

    wow.. artikel yang oke punya.. sangat menambah pengetahuan khususnya dibidang farmasetika..🙂

  31. Segara says:

    ketika pulvis dan pulveres dilakukan pengayakan, sampai no brapa ayakan yg hrus dilakukan untuk mendapatkan hasil yg diinginkan?bagaimana metodenya?

  32. wow.. sipsipsip..
    menarik beud deuh…
    dua jempol!!!

  33. luthfie says:

    Pengayakan ini gunanya untuk apa? dan bahan2 apa dan bagaimana agar bahan dapat diayak sehingga mendapatkan hasil yang maksimal?

  34. erisanti says:

    Sip sip,,info yg menarik !!

  35. riky says:

    Makasih mbak gina atas pencerahannya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s