KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET BESERTA PENCEGAHANNYA


KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET BESERTA PENCEGAHANNYA

Disusun oleh :

 

                                         Putri Kusuma Wardani              (G1F010001)

                Renatha Deska Chanesia           (G1F010072)

                  Diah Nurhidayati                           (G1F010077)

 

Abstrak

Korosi (Perkaratan) merupakan reaksi redoks spontan antar logam dengan zat yang ada di sekitarnya dan menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki biasanya berupa oksida logam atau logam karbonat. Korosi terjadi karena sebagian besar logam mudah teroksidasi dengan melepas oksigen di udara dan membentuk oksida logam.

Industri farmasi baik kecil, menengah ataupun besar hampir seluruhnya menggunakan mesin dalam proses pengolahan produknya.. Sebagian besar komponen mesin – mesin tersebut terbuat dari material besi atau baja yang rentan terhadap peristiwa korosi. Salah satunya adalah mesin pencetak tablet, mesin ini menggunakan baja struktur yang umum dalam konstruksi ringan. Solusi umum dalam mencegah proses korosi antara lain adalah proteksi katodik, dan melakukan proses coating dengan cara melapisi logam besi dengan seng tipis atau timah yang terletak di sebelah kiri deret volta, karena mudah tidaknya suatu logam terkorosi dapat dipahami dari deret volta ataupun nilai potensial elektrode standarnya.

Kata kunci : korosi, mesin pencetak tablet, teknologi sediaan farmasi, material industri farmasi

KOROSI

Korosi (Perkaratan) merupakan reaksi redoks spontan antar logam dengan zat yang ada di sekitarnya dan menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki biasanya berupa oksida logam atau logam karbonat. Korosi terjadi karena sebagian besar logam mudah teroksidasi dengan melepas oksigen di udara dan membentuk oksida logam. Mudah tidaknya suatu logam terkorosi dapat dipahami dari deret Volta ataupun nilai potensial elektrode standarnya, Eo. Sebagai contoh, logam besi (Fe) dengan potensial elektrode sebesar -0,44 lebih mudah terkorosi dibandingkan dengan logam emas yang memiliki potensial elektrode standar Eo sebesar +1,50.

Mekanisme korosi :

Secara umum korosi logam melibatkan beberapa reaksi sebagai berikut:

1. Reaksi oksidasi logam pada anode:

L → L n+ + ne

2. Reaksi reduksi pada katode yang mungkin terjadi adalah:

•   Reduksi O2 menjadi ion OH (kondisi netral atau basa)

O2(aq) + H2O(I) + 2e → 2OH(aq)

•   Reduksi O2 menjadi H2O (kondisi asam)

O2(aq) + 4H+(aq) + 4e → 2H2O(I)

•   Evolusi/Pembentukan H2                                                   

2H+(aq) + 2e → H2(g)                                                            

•   Reduksi Ion Logam

L3+(aq) + e → L2+(aq)

•   Deposisi Logam

L+(aq) + e → L(s)

 

           Gambar mekanisme terjadinya korosi

Pada kondisi netral atau basa, ion Fe2+ dan OH selanjutnya membentuk endapan Fe(OH)2. Di udara, Fe(OH)2 tidak stabil dan membenrtuk Fe2O3 xH2O. Inilah yang disebut karat. Pada kondisi asam, banyaknya ion H+ memicu terjadinya reaksi reduksi lainnya yang juga berlangsung, yakni evolusi atau pembentukan hidrogen menurut persamaan reaksi: 2H+(aq) + 2e → H2(g). Adanya 2 reaksi di katode pada kondisi asam menyebabkan lebih banyak logam besi yang teroksidasi. Hal ini menjelaskan mengapa korosi paku besi pada kondisi asam lebih besar daripada korosi dalam air.

MESIN PENCETAK TABLET

Salah satu alat yang dapat membantu pengolahan jamu menjadi tablet ialah mesin pencetak tablet dengan kapasitas 100 tablet per jam. Dalam pengerjaannya, mesin terdiri dari beberapa mur, baut dan sekrup yang masing – masing punya fungsi yang berbeda. Selain itu, mesin juga terdiri dari rangka yang fungisnya menopang komponen mesin lainnya, rangka tersebut terbuat dari material baja. Dan Baja struktur yang umum digunakan untuk konstruksi ringan adalah seperti A283, A284, A285.

            Gambar Mesin Pencetak Tablet Kapasitas 1000 tablet per jam

KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET

Mesin pencetak tablet terdiri dari beberapa komponen dalam menjalankan fungsinya, yaitu :

  1. Penekan
  2. Plat Penekan ke atas
  3. Silinder Penekan
  4. Tiang Penyangga
  5. Mur dan Baut
  6. Rangka

Hampir seluruh komponen – komponen mesin diatas terbuat dari material besi dan baja yang rentan terhadap korosi. Seperti komponen baut dan mur yang merupakan penguhubung utama plat dan silinder serta rangka.

Sekrup yang terkena korosi

Pencegahan Korosi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu;

  1. Proteksi Katiodik

Untuk mencegah terjadinya proses korosi atau setidak-tidaknya untuk

memperlambat proses korosi tersebut, maka dipasanglah suatu anoda buatan di

luar logam yang akan diproteksi. Daerah anoda adalah suatu bagian logam yang

kehilangan elektron. Ion positifnya meninggalkan logam tersebut dan masuk ke

dalam larutan yang ada sehingga logam tersebut berkarat.

Terlihat disini karena perbedaan potensial maka arus elektron akan

mengalir dari anoda yang dipasang dan akan menahan melawan arus elektron

dari logam yang didekatnya, sehingga logam tersebut berubah menjadi daerah

katoda. Inilah yang disebut Cathodic Protection.

Dalam hal diatas elektron disuplai kepada logam yang diproteksi oleh

anoda buatan sehingga elektron yang hilang dari daerah anoda tersebut selalu

diganti, sehingga akan mengurangi proses korosi dari logam yang diproteksi.

2. Coating

Cara ini sering dilakukan dengan melapisi logam (coating) dengan suatu

bahan agar logam tersebut terhindar dari korosi.

Daftar Pustaka

Anonim.2010.Pengertian Korosi. http://www.e-dukasi.net. Diakses tanggal 17 Mei 2012.

Arif Sugianto  . Mesin pencetak Tablet Kapasitas 1000 Tablet perjam-IST AKPRIND Yogyakarta

Ridwan Fakih. 1993. Basic Corrosion Engineering, Petroleum Engineering PT CPl.
Pekanbaru, .

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

26 Responses to KOROSI PADA MESIN PENCETAK TABLET BESERTA PENCEGAHANNYA

  1. dinna says:

    sebelumnya terimakasih,sangat bermanfaat bagi saya…
    saya mau tanya,,,alat pencetak tablet terbuat dari apa saja ya????
    truz logam apa yang menjadi cemaran saat produksi tablet karena alat pencetaknya….
    makasih,,,,mohon jawabannya

  2. @toms
    Terimakasih atas komentar dan sarannya, sedikit menambahkan, salah satu jenis korosi akibat cuaca adalah korosi atmosferik. Korosi atmosferik sangat dipengaruhi kondisi cuaca lokal, sehingga tidak ada dua tempat di dunia ini yang memiliki karakteristik korosi atmosferik yang sama satu dengan yang lain. Parameter atmosfer yang sangat mempengaruhi laju korosi atmosferik adalah kelembaban udara relatif, temperatur, curah hujan, arah dan kecepatan angin, serta kandungan polutan dalam udara ambien.
    Polutan yang sangat mempengaruhi laju korosi atmosferik adalah SO2 dan ion klorida, sehingga kadar SO2 dan salinitas udara (kandungan klorida) di udara digunakan sebagai basis dalam menentukan kategori korosivitas atmosfer pada suatu lokasi/lingkungan berdasarkan ISO 9223. SO2 berasal dari polusi industri, yang jika terlarut dalam larutan akuatik di permukaan logam akan membentuk H2S dan/atau H2SO4 yang akan mempercepat laju korosi atmosferik. Ion klorida dalam salinitas udara akan terlarut pada lapisan tipis air di permukaan air dan kemudian menyerang logam, sehingga efeknya adalah peningkatan laju korosi di permukaan logam. Apabila suatu lingkungan memiliki kadar SO2 dan ion klorida sangat tinggi, seperti daerah industri di tepi laut, maka dapat diperkirakan daerah tersebut akan memiliki karakter atmosfer dengan laju korosi atmosferik yang sangat tinggi.

    semoga bermanfaat😀
    (Putri Kusuma Wardani G1F010001)

  3. Toms says:

    artikelnya bagus, dan perlu dilanjutkan untuk menulis hal hal yang lain demi meningkatkan pengetahuan kami sebagai pembaca. sebaiknya juga sebagai saran, dalam artikel ini dicantumkan mengenai pengaruh cuaca terhadap terjadinya korosi

  4. Hector says:

    banyak sekarang bahan atau produk dipasaran yang menawarkan untuk pencegahan korosi, tetapi saya ingin mengetahui, apakah ada bahan dari produk tersebut yang paling ramah lingkungan? terimakasih jika bisa memberikan saya keterangan, dan thanks juga buat artikel ini karena cukup bisa membantu mengenai proses korosi dan solusinya

  5. @Galih Priandani

    Terimakasih ka atas pertanyaanya
    Teknik katiodik dan coating adalah teknik pencegahan korosi ka, jadi lebih ke prevent atau dilakukan sebelum terjadinya korosi. Tapi menurut kelompok kami, ada kemungkinan ketika bagian mesin yang sudah mengalami korosi diatasi dengan pembersihan dan proses coating, maka mesin dapat dijalankan kembali, karena coating itu adalah teknik pelapisan, jadi bagian korosi dari mesin dapat tertutup dengan lapisan logam lain.

    Semoga bermanfaat ka🙂

    (Renatha Deska C. – G1F010072)

  6. @ezraecca

    Terimakasih atas pertanyaanya🙂

    Teknik pembuatan tablet bukan hanya melalui pencetakan saja, tapi berdasarkan prinsip kerjanya, pembuatan tablet dibedakan menjadi 2 yaitu Pembuatan dengan teknik kempa,artinya dibuat dengan cara pengempaan dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk/granul menggunakan pons/cetakan baja, dan teknik cetak, artinya dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah pada lubang cetakan. Kepadatan tablet tergantung pada pembentukan kristal yang terbentuk selama pengeringan, tidak tergantung pada kekuatan yang diberikan.

    Semoga bermanfaat🙂

    (Renatha Deska C. – G1F010072)

  7. @pharmassip

    Terimakasih atas komentarnya, memang kondisi ruangan berpengaruh pada korosi terhadap alat, terutama alat yang terbuat dari logam. Temperatur, kelembaban relatif, partikel-partikel abrasif dan ion-ion agresif yang terkandung dalam udara sekitar, sangat mempengaruhi laju korosi. Namun apabila udara mulai tercemari maka serangan korosi dapat mudah terjadi. Salah satu polusi udara yang menimbulkan karosi adalah NOX dari pabrik asam nitrat, Cl2 dari pabrik soda, dan NaCl dari air laut. Pada umumnya korosi merupakan reaksi redoks, semakin tinggi temperatur maka semakin cepat terjadinya korosi. Hal ini disebabkan dengan meningkatnya temperatur maka meningkat pula energi kinetik partikel sehingga kemungkinan terjadinya tumbukan efektif pada reaksi redoks semakin besar. Dengan demikian laju korosi pada logam semakin meningkat. Selain itu kelembaban ruangan juga berpengaruh, terutama pada kondisi kelembaban udara yang tinggi. Oksigen dari udara yang larut dalam air akan tereduksi, sedangkan air sendiri berfungsi sebagai media tempat berlangsungnya reaksi redoks pada peristiwa korosi. Semakin banyak jumlah O2 dan H2O yang mengalami kontak denan permukaan logam, maka semakin cepat berlangsungnya korosi pada permukaan logam tersebut. Untuk mengurangi laju korosi pada alat dapat dilakukan dengan menjaga kondisi ruangan terutama temperatur dan kelembaban ruangan agar tetap stabil.
    Maaf kalau informasinya kurang, semoga bermanfaat😀

    (Putri Kusuma Wardani G1F010001)

  8. Galih Priandani (G1F009029) says:

    sedikit bertanya untuk kelompok yang membuat artikel ini
    apakah setelah alat industri yaitu mesin pencetak tablet mengalami korosi masih bisa digunakan dengan cara proteksi ataupun coating?jika bisa bagaimana prosesnya dan jika tidak bagaimana penanganan alat tersebut setelah menjadi limbah dalam artian sudah tidak dapat digunakan kembali?
    terimakasih

    silahkan kunjungi blog artikel kami sebagai bentuk timbal baliknya😀
    https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/22/stainless-steel-dominasi-era-modern-alat-perindustrian-farmasi/

  9. @ime

    Terimakasih pertanyaannya

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Korosi
    1. Faktor Gas Terlarut.
    a. Oksigen , adanya oksigen yang terlarut akan menyebabkan korosi pada
    metal seperti laju korosi akan bertambah dengan meningkatnya kandungan oksigen. Kelarutan oksigen dalam air merupakan fungsi dari tekanan, temperatur dan kandungan klorida. Untuk tekanan 1 atm dan temperatur kamar, kelarutan oksigen adalah 10 ppm dan kelarutannya akan berkurang dengan bertambahnya temperatur dan konsentrasi garam. Reaksi korosi secara umum pada besi karena adanya kelarutan oksigen adalah sebagai
    berikut :
    Reaksi Anoda : Fe Fe2- + 2e
    Reaksi katoda : 02 + 2H20 + 4e 4 OH
    b. Karbondioksida, jika kardondioksida dilarutkan dalam air maka akan terbentuk asam karbonat (H2CO2) yang dapat menurunkan pH air dan meningkatkan korosifitas, biasanya bentuk korosinya berupa pitting yang secara umum reaksinya adalah:
    CO2 + H2O H2CO3
    Fe + H2CO3 FeCO3 + H2
    FeC03 merupakan corrosion product yang dikenal sebagai sweet corrosion

    2. Faktor Temperatur
    Penambahan temperatur umumnya menambah laju korosi walaupun kenyataannya kelarutan oksigen berkurang dengan meningkatnya temperatur. Apabila metal pada temperatur yang tidak uniform, maka akan besar kemungkinan terbentuk korosi.

    3. Faktor pH
    pH netral adalah 7, sedangkan ph 7 bersifat basa juga korosif. Tetapi untuk besi, laju korosi rendah pada pH antara 7 sampai 13. Laju korosi akan meningkat pada pH 13.

    4. Faktor Bakteri Pereduksi atau Sulfat Reducing Bacteria (SRB)
    Adanya bakteri pereduksi sulfat akan mereduksi ion sulfat menjadi gas H2S yang mana jika gas tersebut kontak dengan besi akan menyebabkan terjadinya korosi.

    5. Faktor Padatan Terlarut
    a. Klorida (CI), klorida menyerang lapisan mild steel dan lapisan stainless steel. Padatan ini menyebabkan terjadinya pitting, crevice corrosion, dan juga menyebabkan pecahnya alooys. Proses korosi juga dapat disebabkan oleh kenaikan konduktivity larutan garam, dimana larutan garam yang lebih konduktif, laju korosinya juga akan lebih tinggi.
    b. Karbonat (C03), kalsium karbonat sering digunakan sebagai pengontrol korosi dimana film karbonat diendapkan sebagai lapisan pelindung permukaan metal.
    c. Sulfat (S04), ion sulafat ini biasanya terdapat dalam minyak. Dalam air, ion sulfat juga ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi dan bersifat kontaminan, dan oleh bakteri SRB sulfat diubah menjadi sulfida yang korosif.

    Semoga bermanfaat😀
    (Diah Nurhidayati G1F010077)

  10. ime says:

    emang faktor apa aja yang meningkatkan laju korosi ?

  11. @hadiahdi
    Mesin dalam sebuah industri itu biasanya punya batas masa, khususnya industri besar yang memperhatikan waktu penyusutan pemakaian alat2 produksinya, misalnya mesin pencetak tablet ini,batas pemakaiannya sampai dia mencetak 1000tablet per jam selama maksimal 4tahun, dan selebihnya mesin itu akan diganti. Pengkarataan pada besi atau logam membuat logam tersebut bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan zat lain, serta bersifat racun. Hal ini tentu berbahaya dan merugikan. Jika berkarat, besi yang digunakan sebagai alat produksi atau dalam mesin ini sebagai tiang penyangga dapat menjadi rapuh sehingga selama pengerjaan akan kurang maksimal dan rentan kerusakan. Salah satu contoh interaksi dengan tablet yang akan dibuat misalkan tablet yang kita buat mgandung bahan asam, dan bahan tersebut berinteraksi dengan bagian mesin yang berkarat, maka dapat terjadi kemungkinan bahan tersebut akan berinteraksi dangan korosi tadi sehingga mengurangi efek terapi nya, karna PH rendah dapat mempercepat laju korosi. Semoga bermanfaat .🙂

    ( Renatha Deska C. – G1F010072)

  12. hadiahdi says:

    Info yang menarik. *Thanks🙂
    Selama ini mengkonsumsi tablet tanpa pikir2, ternyata mesin pencetaknya bisa korosi juga to? Trus, kalo terjadi korosi gitu, resiko apa saja yang bisa terjadi pada konsumen? (maaf, beneran gk ngerti masalah beginian)

  13. @samuelassansirait

    Selain proteksi katiodik dan coating, untuk mencegah korosi pada mesin pencetak tablet bisa juga dilakukan dengan cara menambahkan inhibitor korosi. Ada beberapa jenis atau mekanisme inhibitor diantaranya:
    1. Physical inhibitor, molekul inhibitor secara fisik terabsorpsi ke permukaan material atau senyawa organik yang mengabsorpsi pada permukaan logam dan menekan kelarutan logam sehingga mengurangi reaksinya, contohnya: nitrogen dan amina organik
    2. Passivator, ada beberapa mekanisme pencegahannya salah satunya dengan cara membentuk lapisan pasif pada permukaan material sehingga memperlambat reaksi aniodik, contohnya: chromat dan halogen.
    3. Pembentukan film, lapisan film dapat memperlambat proses korosi dengan cara: meningkatkan polarisasi aniodik dan katiodik, mengurangi difusi ion dipermukaan logam, meningkatkan tahanan antarmuka logam dan elektrolit, dan meningkatkan overvoltage reaksi oksidasi/reduksi.
    4. Destimulator, menurunkan kadar O2 pada lingkungan (oxygen scravenger), contohnya: reaksi hydrazine.

    semoga bermanfaat😀

    (Putri Kusuma Wardani G1F010001)

  14. @yokykoy

    bisa dilakukan penghilangan korosi pada ogam yang sudah terkorosi, misalnya:
    Menggunakan cairan Kimia HCL Cara menggunakannya adalah HCL dituangkan pada botol bekas aqua, dicampur sedikit air dengan perbandingan 1 : 2, diaduk sampai rata dan dimasukan logam yang berkarat tersebut kedalamnya. Jangan lupa memakai Masker dan sarung tangan. Didiamkan selama kurang lebih 10-15 menit, kemudian diangkat menggunakan pinset dan dicelupkan kedalam air serta digosok dengan sikat gigi bekas berulang-ulang. Kemudian dicuci dengan sabun dan dikeringkan dengan kain lap.
    Cara kedua adalah dengan menggunakan air kelapa, jeruk nipis dan sabut buah kelapa. Caranya adalah air kelapa tersebut dituangkan kedalam baskom kemudian logam direndam selama 3 hari. Setelah itu diambil dan diberi air jeruk nipis kemudian digosok dengan menggunakan sabut kelapa.
    Cara ketiga adalah menggunakan sabun deterjen Caranya : masukan 1-2 sendok deterjen ke dalam panci atau baskom logam yang sudah diisi air 1-2 liter air dan logam yang terkorosi dimasukkan kedalamnya. Kemudian dipanaskan sampai mendidih, setelah itu dimatikan dan diambil dengan pinset kemudian dicuci dengan air.
    Dan bisa juga menggunakan corrosion remover liquid, caranya dioleskan pada bagian yang terkorosi kemudian dibersihkan dengan tinner dengan cara disikat.

    Semoga bermanfaat😀

    (Putri Kusuma Wardani G1F010001)

  15. @andrea bayu

    Terima Kasih Komentarnya. Semoga bermanfaat😀

  16. Pharmassip says:

    nice post, apakah kondisi ruangan juga mempengaruhi korosi pada alat ? jika iya, kondisi ruang seperti apa yang sesuai untuk alat-alat logam agar tidak mudah berkarat ???

  17. @ezraecca says:

    artikel nya menarik yaa🙂
    apa pembuatan tablet cuma bisa di lakukan dengan mesin ini ? ada teknik lain ga ?
    supaya mencegah korosi nya terkontaminasi sama tabletnya
    trims

  18. Samuel Assan Sirait says:

    Artikelnya bagus dan menarik. Aku punya satu pertanyaan aja. Ada lagi pa gak cara selain proteksi katiodik dan coating untuk mencegah korosi pada mesin pencetak tablet?

  19. yokykoy says:

    Hanya bisa dilakukan pencegahan yah? Kalo penghilangan korosi pada logam yang sudah terkena korosi bisa dilakukan ga?

  20. andrea bayu says:

    Nice info gan

  21. Renatha D.C (G1F010072) says:

    Renatha Deska ( G1F010072)

    @bws335 :
    Terimakasih komentarnya . Solusi korosi yang kami cantumkan memang untuk mesin yang materialnya besi. Memang saat ini banyak mesin yng tersusun dari bahan tahan korosi seperti titanium, tapi mesin pencetak tablet ini memang diciptakan lebih untuk industri kecil dan institusi, bila memakai titanium, akan money consuming karena harga titanium lebih mahal drpd besi. Kelemahan titanium lainnya dilihat dari kekakuannya, titanium memilki kekakuan setengah lebih kecil dari baja,dan titanium sangat sulit untuk diperbaiki.

  22. @Pugut Astaaji Wibowo (@astawibi)

    Terima kasih atas komentarnya
    Betul sekali, metode coating (pelapisan) dapat dilakukan dengan pengecetan. Ini karena cat dapat menghindarkan kontak antara mesin dengan udara dan air. Cat yang dipilih selain harus aman terhadap produk juga sebaiknya mengandung timbel dan zinc, karena keduanya melindungi besi dari korosi.

    Semoga bermanfaat😀

    (Diah Nurhidayati G1F010077)

  23. @nauli marsha
    Terimasih kak untuk pertanyaannya

    Menurut kami pencegahan korosi yang lebih efektif dan efisien adalah proteksi katodik yang salah satunya adalah galvanisasi (pelapisan dengan zinc), karena sifat zinc yang dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh lagi. jadi besi terlindungi dan zinc yg mengalami oksidasi. Cara ini dapat dilakukan pada mesin cetak tablet skala laboratorium maupun industri.
    Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk perawatan mesin antara lain:
    1. Pelumasan, ini dilakukan untuk mencegah kontak antara mesin dengan air. Bahan pelumas jenis food grade hendaklah digunakan apabila ada kemungkinan bahan tersebut bersentuhan dengan produk, misal: pelumas untuk punch and die.
    2. Pembersihan, diusahakan menggunakan lap bebas serat untuk mencegah tertinggalnya serat pada mesin.
    3. Lakukan pengecekkan pada mur dan baut pada sistem mekanik. Pastikan tidak ada mur dan baut yang kendor.
    4. Jalankan Alat sesuai dengan prosedur pengoperasian.

    Semoga bermanfaat😀

    (Diah Nurhidayati G1F010077)

  24. bws335 says:

    menurut saya alat pencetaknya dibuat dari bahan yang tahan korosi, seperti titanium.kekuatan titanium mirip baja namun lebih tahan korosi.tidak semua bagian mesin harus dibuat dari logam ini, namun diutamakan bagian2 yang kontak langsung dengan bahan2 untuk tablet, seperti rangka masih bisa menggunakan besi/baja biasa agar dapat menekan biaya produksi alat.meski biaya investasi diawal tergolong lebih besar.

  25. Sekarang sudah banyak zat pelapis (cat, dll) yang bisa menjaga logam terkena korosi. namun harus cermat dalam memilih zat pelapis yg tidak berpengaruh pada hasil produksinya

  26. nauli marsha says:

    Haaii, adek-adeek.. blogwalking ya🙂

    Infonya bermanfaat banget, pas juga lg berkutat dgn mesin tablet. hihii. Mau nanya boleh yaa, pencegahan korosi yang disebutkan di atas (proteksi katiodik & coating) seberapa efektif & efisien bisa mencegah karat pd mesin tablet?
    Efektif: seberapa jauh bisa mencegah karat, efisien: kira-kira bisa diterapkan di mesin tablet skala laboratorium ga?

    Terus, apa aja langkah-langkah perawatan mesin tablet yg bisa dilakukan? Terimaicih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s