KEUNGGULAN ALUMUNIUM SEBAGAI MATERIAL PABRIKASI DALAM INDUSTRI FARMASI


KEUNGGULAN ALUMUNIUM SEBAGAI MATERIAL PABRIKASI DALAM INDUSTRI FARMASI 

 

Disusun oleh:

Priscilla Regina A  G1F007041

Intan Mega N  G1F007074

 

Abstrak

Pada pembuatan sediaan farmasi berskala industri, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi. Apabila hal ini kurang diperhatikan maka akan menghambat proses produksi dan dapat berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan. Alumunium saat ini banyak digunakan karena mempunyai sifat ringan,reflektif, paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat, penghantar panas yang baik, tidak beracun, dan tahan terhadap korosi. Alumunium sebenarnya mudah teroksidasi oleh oksigen dari udara, akan tetapi oksida alumunium yang terbentuk akibat oksidasi oksigen ini menutupi permukaan alumunium dengan sangat tipis sehingga dapat melindungi lapisan logam alumunium di bawahnya dari perkaratan. Kita menyebutnya alumunium tahan karat.

keyword: Material pabrikasi, Alumunium, non ferrous, industri farmasi

Pada pembuatan sediaan farmasi berskala industri, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi. Apabila hal ini kurang diperhatikan maka akan menghambat proses produksi dan dapat berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan. Di dalam industri manufaktur, material teknik diklasifikasikan menjadi 2 golongan, yaitu:

  1. Metal (logam)
  2. Nonmetal (bukan logam)

Material pabrikasi golongan metal dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Ferrous (besi)
  2. Non Ferrous (bukan besi)

Contoh: Al dan paduannya, Ni dan paduannya.

Kurang lebih 20% dari logam yang diolah menjadi produk industri merupakan logam bukan – besi. Indonesia merupakan negara penghasil bukan besi meliputi: timah putih, tembaga, nikelalumunium. Ciri logam bukan besi ialah: daya tahan terhadap korosi, daya hantar yang baik danpengubahan bentuk yang mudah. Salah satu sifat logam bukan besi yang menjadi ciri khas adalah berat jenis. Kebayakan logam bukan besi tahan terhadap korosi ( air atau kelembaban ). Magnesium tahan terhadap korosi dalam lingkungan udara biasa akan tetapi dalam air laut ketahan korosinya dibawah baja biasa.Secara umum dapat dikatakan bahwa makin berat suatu logam bukan besi makin baik daya tahan korosinya. Alumunium merupakan pengecualian, pada permukaan terbentuk lapisan oksida yang melindungi alumunium dari korosi selanjutnya. Disamping itu warna asli logam bukan besi ialah kuning, abu-abu perak menambah nilai estetika logam tersebut.Logam bukan besi umumnya sulit dilas, sedang kemampuan pengecoran, pemesinan dan pembentukan berbeda-beda.

Alumunium saat ini banyak digunakan karena mempunyai sifat ringan, reflektif, paduan Al dengan logam lainnya menghasilkan logam yang kuat, penghantar panas yang baik, tidak beracun, dan tahan terhadap korosi. Alumunium sebenarnya mudah teroksidasi oleh oksigen dari udara, akan tetapi oksida alumunium yang terbentuk akibat oksidasi oksigen ini menutupi permukaan alumunium dengan sangat tipis sehingga dapat melindungi lapisan logam alumunium di bawahnya dari perkaratan. Kita menyebutnya alumunium tahan karat. Alumunium juga termasuk golongan metal alloy (terdiri dari dua atau lebih jenis atom).

Aluminium banyak digunakan didalam semua sektor utama industri seperti angkutan, konstruksi, listrik, peti kemas dan kemasan, alat rumah tangga serta peralatan mekanis. Penggunaan aluminium yang luas disebabkan aluminium memiliki sifat-sifat yang lebih baik dari logam lainnya seperti:

  • Ringan

memiliki bobot sekitar 1/3 dari bobot besi dan baja, atau tembaga dan karenanya banyak digunakan dalam industri transportasi seperti angkutan udara.

  • Kuat

terutama bila dipadu dengan logam lain. Digunakan untuk pembuatan produk yang memerlukan kekuatan tinggi seperti :pesawat terbang, kapal laut, bejana tekan, kendaraan dan lain-lain.

  • Mudah dibentuk

dengan semua proses pengerjaan logam. Mudah dirakit karena dapat disambung dengan logam/material lainnya melalui pengelasan, brazing, solder, adhesive bonding, sambungan mekanis, atau dengan teknik penyambungan lainnya.

  • Tahan korosi

sifatnya durabel sehingga baik dipakai untuk lingkungan yang dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti air, udara, suhu dan unsur-unsur kimia lainnya, baik di ruang angkasa atau bahkan sampai ke dasar laut.

  • Konduktor listrik

setiap satu kilogram aluminium dapat menghantarkan arus listrik dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan tembaga. Karena aluminium relatif tidak mahal dan ringan.

  • Konduktor panas

sifat ini sangat baik untuk penggunaan padamesin-mesin/alat-alat pemindah panas sehingga dapat memberikan penghematan energi.

  • Memantulkan sinar dan panas

Dapat dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan pantul yang tinggi yaitu sekitar 95% dibandingkan dengan kekuatan pantul sebuah cermin. Sifat pantul ini menjadikan aluminium sangat baik untuk peralatan penahan radiasi panas.

  • Non magnetik

dan karenanya sangat baik untuk penggunaan pada peralatan listrik/elektronik,dimana diperlukan faktor magnetisasi negatif.

  • Tidak beracun
  • Memiliki ketangguhan yang baik

Dalam keadaan dingin tidak seperti logam lainnya yang menjadi getas bila didinginkan.

  • Mampu diproses ulang guna

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, Dhadang Wahyu & Teuku Nanda, S.S . (2012) Teknologi Sediaan Farmasi.Purwokerto : Laboratorium Farmasetika Unsoed

Iryani,Alvina.Alumunium Merupakan Unsur yang Tergolong Melimpah di Kulit Bumi.http://www.scribd.com/doc/48271292/Aluminium-merupakan-unsur-yang-tergolong-melimpah-di-kulit-bumi

Rizki,Iqbal.Unsur Kimia Fa Jumat.http://www.scribd.com/doc/83501761/UNSUR-Kimia-Fa-Jumat

Darmawan.Proses Pembuatan Logam Non Ferro.http://www.scribd.com/doc/57437079/Proses-Pembuatan-Logam-Non-Ferro

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

4 Responses to KEUNGGULAN ALUMUNIUM SEBAGAI MATERIAL PABRIKASI DALAM INDUSTRI FARMASI

  1. terima kasih mariana untuk pertanyaannya🙂

    Penambahan unsur paduan dilakukan untuk memperbaiki sifat dari Aluminium seperti yang dikehendaki. Sifat unsur paduan ini akan mempengaruhi kualitas dari Aluminium. Berikut beberapa pengaruh penambahan unsur paduan dalam Aluminium
    .a. Tembaga (Cu)Penambahan unsur Cu akan memperbaiki kualitas pengerjaan mesin padaAluminium. Selain itu, dengan atau tanpa paduan yang lain akan meningkatkan kekuatandan ketahanan korosinya serta kekerasannya
    .b. Silikon (Si)Pengaruh paling penting dalam penambahan Silikon adalah sifat mampu cor.Dalam hal ini yang dapat diperbaiki adalah dengan cara mengurangi penyusutan coransampai satu setengah dari penyusutan Aluminium murni, meningkatkan daya alirnya. Selain itu, paduan Silikon akan meningkatkan ketahanan korosinya, baik ditambah unsurlain ataupun tidak
    .c. Magnesium (Mg)Dipergunakan untuk meningkatkan daya tahan Aluminium. Bila dipadukan denganSilikon maka daya tahan karatnya semakin besar. Unsur Magnesium juga meningkatkansifat mampu mesin dan mampu bentuk dari Aluminium
    d. Besi (Fe)Penambahan Besi dimaksudkan untuk mengurangi penyusutan. Tetapi kandunganBesi yang besar juga akan menyebabkan struktur butir yang kasar dan dalam hal ini dapatdiperbaiki dengan menambah sejumlah kecil Mn dan Cr.
    e. Mangan (Mn)Penambahan Mangan akan meningkatkan daya tahan karat Aluminium dan biladipadukan dengan Mg akan memperbaiki kekuatan Aluminium.
    semoga bermanfaat🙂

  2. Mariana says:

    αpa aja sih pengaruh unsur paduan dalam alumunium pada kualitas alumunium itu?

  3. paduan alumunium dapat digolongkan menjadi:
    1. Paduan Alumunium tempa
    contohnya seperti pelat, lembaranatau kawat
    2. Paduan Alumunium cor
    bentuk benda yg diinginkan diperoleh dari logam cair yang dituang pada cetakan dengan bentuk yang diinginkan, dan dibiarkan membeku
    3. Paduan Alumunium yang dapat diberi perlakuan panas
    ditambahkan beberapa elemen untuk memperkuat alumunium biasanya Mg,Si,Zn. Material dipanaskan pada suhu 900-1050F tergantung dari paduannya
    4. Paduan Alumunium yang tidak dapat diberi perlakuan panas
    ditambahkan beberapa elemen untuk memperkuat paduan alumunium dan ada yang murni alumunium. Elemen yang ditambahkan untuk jenis paduan ini biasanya Mg, Si, dalam meningkatkan kekuatan pada paduan alumunium ini dilakukan dengan memvariasikan suhu dari pendinginan atau strain hardening.

  4. anastya says:

    paduannya aLUMUNIUM nmanya apa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s