STAINLESS STEEL : DOMINASI ERA MODERN ALAT PERINDUSTRIAN FARMASI


 STAINLESS STEEL : DOMINASI ERA MODERN ALAT

PERINDUSTRIAN FARMASI

 

 

Disusun Oleh :

Agung Muharam                  : G1F009028

Galih Priandani                     : G1F009029

Shifaq Khairunnisa              : G1F009032

 

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

ABSTRAK

Pembuatan sediaan farmasi yang berskala massa atau industri, hal tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah hal-hal yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi dan hal-hal yang dapat berpeluang menjadi penghambat selama produksi berjalan (korosi alat atau prasarana produksi). Apabila kedua hal ini (material pabrikasi dan korosi) kurang diperhatikan maka akan menghambat proses produksi dan dapat berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan.

Material-material pabrikasi dalam industri dapat diklasifikasikan menjadi 2 golongan, yaitu metal (logam) dan nonmetal (bukan logam). Material pabrikasi golongan metal (logam) dibagi menjadi 2, yaitu logam murni (hanya terrdiri dari satu jenis atom), contoh (Fe) murni, tembaga (Cu) murni; dan logam paduan atau metal alloy (terdiri dari dua atau lebih jenis atom). Sedangkan, materi non logam terdiri dari, non metal inorganik (misalnya glass, fused silica, stoneware) dan non metal organik (misalnya plastik, karet, dan kayu). Pemilihan material pabrikasi ini berdasarkan karakteristiknya agar tidak adanya interaksi antara peralatan dengan lingkungannya. Saat ini material pabrikasi yang banyak digunakan dan tidak menimbulkan interaksi dengan lingkungan (tidak terjadi korosi) adalah stainless steel. Stainless steel merupakan logam paduan (metal alloy). Stainless steel mengandung nikel dan chromium, resisten terhadap korosi, dan biasa digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan fermentasi.

Keyword : Material pabrikasi, Logam, Stainless steel, Alat Industri farmasi.

Pemilihan material pabrikasi yang akan digunakan, harus diperhitungkan karakteristik interaksi yang mungkin terjadi antara peralatan dengan lingkungannya. Tetapi dalam praktiknya, peralatan mengalami kegagalan jauh sebelum waktunya.

Mekanisme penyebab kegagalan yang terjadi pada berbagai industri, diantaranya:

 

No Mekanisme kegagalan %
1 Korosi 29
2 Fatik 25
3 Patah gelas 16
4 Overload 11
5 Korosi temperatur tinggi 7
6 Stress corrision cracking 6
7 Stress rupture 3
8 Aus 3

Dari kegagalan yang sering terjadi, maka dipilih material pabrikasi dengan kegagalan yang minimal. Salah satu material pabrikasi dengan kegagalan minimal yaitu stainless steel.

Baja stainless merupakan baja paduan yang mengandung minimal 10,5% Cr. Sedikit baja stainless mengandung lebih dari 30% Cr atau kurang dari 50% Fe.Daya tahan Stainless Steel terhadap oksidasi yang tinggi di udara dalam suhu lingkungan  biasanya dicapai karena adanya  tambahan minimal 13% (dari berat) krom. Krom membentuk sebuah lapisan tidak aktif Kromium(III) Oksida (Cr2O3) ketika bertemu oksigen. Lapisan ini terlalu tipis untuk dilihat, sehingga logamnya akan tetap berkilau. Logam ini menjadi tahan air dan udara, melindungi logam yang ada di bawah lapisan tersebut. Fenomena ini disebut Passivation dan dapat dilihat pada logam yang lain, seperti pada alumunium dan titanium. Pada dasarnya untuk membuat besi yang tahan terhadap karat, krom merupakan salah satu bahan paduan yang paling penting. Untuk mendapatkan besi yang lebih baik lagi, dintaranya dilakukan penambahan beberapa zat-zat berikut: penambahan molibdenum (Mo) bertujuan untuk memperbaiki ketahanan korosi pitting dan korosi celah Unsur karbon rendah dan penambahan unsur penstabil karbida (titanium atau niobium) bertujuan menekan korosi batas butir pada material yang mengalami proses sensitasi. Penambahan kromium (Cr) bertujuan meningkatkan ketahanan korosi dengan membentuk lapisan oksida (Cr2O3) dan ketahanan terhadap oksidasi temperatur tinggi. Penambahan nikel (Ni) bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi dalam media pengkorosi netral atau lemah. Nikel juga meningkatkan keuletan dan mampu bentuk logam. Penambahan nikel meningkatkan ketahanan korosi tegangan. Penambahan unsur molybdenum (Mo) untuk meningkatkan ketahanan korosi pitting di lingkungan klorida. Unsur aluminium (Al) meningkatkan pembentukan lapisan oksida pada temperature tinggi.

Klasifikasi Stainless steel

Meskipun seluruh kategori Stainless Steel didasarkan pada kandungan krom (Cr), namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memperbaiki sifat-sifat Stainless Steel sesuai aplikasi-nya. Kategori Stainless Steel tidak halnya seperti baja lain yang didasarkan pada persentase karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Empat golongan utama Stainless Steel adalah Austenitic, Ferritic, Martensitic, dan Duplex.

Bentuk struktur mikro Stainless steel

Berikut beberapa gambar yang menunjukkan struktur mikro dari Stainless Steel dan beberapa paduan besi lain yang bersifat tahan karat dengan sifat mekanis yang berbeda. Perbedaan-perbedaan yang dapat dilihat dengan jelas diantaranya adalah pemisahan-pemisahan pecahan-pecahan yang terjadi akibat pengerjaan logam yang menggunakan suhu yang berbeda, terlalu rendah atau terlalu tinggi suhuny

 

Figure 2. Macro-structure of cast steel revea-ling large prirmary austenite crystals due to presence of impurities (x4)

Figure 1. Micro-structure of same steel sho-wing part of ferrite network, Widmanstätten and feathery structure. Ferrite-white. Pearlite-dark ( x 80)
   
Figure 3. Same steel imperfectly annealed ferrite formed in masses outlining original cast structure (x80) Figure 4. Same steel properly annealed: ferrite and perlite uniform and fine (x80)
  Figure 6. Heated to 1050°C and quenched in water. Large grains (x 100)
Figure 5. As cast: cementite network and plates in pearlite (x 100)
  Figure 8. Cementite globules in martensite, in hardened steel (x 200)
Figure 7. Cementite globules in properly hotworked steel (x 200)

PERALATAN DI INDUSTRI FARMASI DARI BAHAN Stainless steel

Mesin Semi Automatic Filling Machine Pasta & Liquid

 

High-Efficiency Mixing and Granulating Machine (HLSG-270P)

Pharmaceutical Packaging Line

 

Mixing Tank

Mesin V-MIXER (Mesin Pencampur Serbuk Obat)

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN STAINLESS STEEL

1. Daya Tahan Korosi

Semua baja stainless mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap korosi. Angka-angka logam campuran yang rendah menahan korosi pada kondisi-kondisi ruang hampa, angka-angka campuran logam yang tinggi dapat menahan korosi pada kebanyakan asam, larutan alkalin, dan lingkungan-lingkungan yang menghasilkan klorida , bahkan pada suhu dan tekanan yang dinaikkan.

2. Daya Tahan Suhu Rendah dan Tinggi

Beberapa angka akan menahan penskalaan dan pengaturan daya yang tinggi pada suhu-suhu yang sangat tinggi, sementara yang lain menunjukkan pengecualian kekerasan pada suhu-suhu cryogenic.

3. Kesenangan Pembuatan (Ease of Fabrication)

Mayoritas baja-baja stainless dapat dipotong, dilas, dibentuk, dimesinkan, dan dibuat dengan mudah.

4. Daya

Sifat-sifat kekerasan yang dibentuk profil logam dengan temperature indin dari kebanyakan baja-baja stainless dapat digunakan dalam merancang mengurangi ketebalan bahan dan mengurangi berat dan beaya. Baja-baja stainless mungkin diperlakukan panas untuk membuat komponen-komponen daya yang sangat tinggi.

5. Pertimbangan Estetika

Baja-baja stainless tersedia pada kebanyakan lapisan-lapisan penutup permukaan. Baja stainless ini diatur dengan mudah dan sederhana menghasilkan kualitas yang tinggi, penampilannnya menyenangkan.

6. Sifat-sifat Higienis

Kemampuan membersihkan dari baja-baja stainless menjadikan pilihan-pilihan utama di rumah sakit- rumah sakit, dapur- dapur, fasilitas proses farmasi dan makanan.

7. Karakteristik Jalan Kehidupan

Baja stainless adalah sebuah bahan yang pemeliharaannya rendah dan tahan lama dan sering merupakan pilihan paling sedikit mahal dalam perbandingan beaya jalan kehidupan.

KEKURANGAN MENGGUNAKAN STAINLESS STEEL

Setiap bahan memiliki kelemahan dan stainless steel tidak terkecuali. Beberapa kelemahan utama termasuk nya:

  1. Tinggi biaya awal, terutama ketika logam alternatif yang dipertimbangkan.
  2. Kesulitan dalam pengelasan karena disipasi yang cepat panas yang juga dapat menghasilkan potongan hancur atau biaya pemborosan tinggi.

 

KESIMPULAN

Stainless steel merupakan material pabrikasi pada industri farmasi yang saat ini banyak digunakan. Stainless steel termasuk dalam klasifikasi golongan metal alloy (logam paduan) yang mengandung nikel dan krom. stainless steel lebih banyak digunakan dalam industri farmasi karena memiliki banyak kelebihan, diantaranya antikorosi, tahan terhadap temperatur tinggi, dan tidak berinteraksi dengan bahan obat dalam produksi pada industri farmasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Charles, J., (1991). Super Duplex Stainless Steel: Structure and Properties. in 2nd. Duplex Stainless Steels. Abington :Cambridge England

Gunn, R., ed. (1997). Duplex Stainless Steels – Microstructure,Properties and Applications. Abington :Cambridge England.

Kurniawan, Dhadang Wahyu & Teuku Nanda, S.S . (2012) Teknologi Sediaan Farmasi. Purwokerto : Laboratorium Farmasetika Unsoed

Packer, Donald, Berstain, (1979). Handbook Of Stainless Steel. New York:Mc-GrawHill

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009. Bookmark the permalink.

47 Responses to STAINLESS STEEL : DOMINASI ERA MODERN ALAT PERINDUSTRIAN FARMASI

  1. afifah says:

    jawab dong yg tau jawabannya tpi jgan ngasal ya jawabannya……………..
    soalnya ini tugas sekolah tauk

  2. afifah says:

    assalamualaikum.wr.wb.saya ingin bertanya bahwa stainlees teel campuran logam apa dengan apa?cukup sekian wassalamualaikum.wr.wb

  3. bayu says:

    Kalo perbandingan dng titanium apa yo??
    Msh kuat + awet mana di banding titanium??
    Trus kelebihan n’ kekurangan titanium apa??

  4. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Terima kasih atas pertanyaan dari Putri Kusuma Wardani (@putriturner)

    Passivator merupakan metalurgi (bahan logam, contohnya seperti kromat) yang bersifat semikonduktor dengan lapisan oksida yang digunakan untuk melindungi alat industri dari kontaminasi dan dapat juga untuk mengurangi reaktivitas kimia dari permukaan alat yang mengalami korosi.

    Semoga bermanfaat,,

  5. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Terima kasih atas pertanyaan dari Reza Rahmawati (pertanyaan agak atas)

    Bahan yang paling bagus untuk menahan korosi yaitu bahan yang tergolong kelas austentic yang meiliki kandungan Krom dan Nikel. Karena pada kelas Austenitic Stainless Steeldapat dikeraskan dan dikuatkan melalui cold-working (mengubah struktur dan bentuk baja dengan memberikan tekanan pada suhu rendah, daripada melalui heat treatment; Ductility (mempunyai kemampuan untuk merubah bentuk tanpa retak) adalah pengecualian bagi austenitic stainless steel; Kemampuan di las yang sangat baik dan kinerja unggul pada setiap layanan suhu rendah adalah fitur tambahan dalam kelas Austentic ini.

    Semoga bermanfaat,,

  6. bisa dijelasin lagi ngga tentang passivator?

  7. shifaq khairunnisa (G1F009032) says:

    Menjawab pertanyaan dari Fuad Yusril:

    a) Cara meminimalisir biaya produksi, yaitu dengan mengatur komposisi dari stainless steel tersebut. kandungan utama dari stainless steel adalah krom dan nikel. dengan adanya 2 bahan ini saja sebenarnya sudah dapat menghasilkan stainless steel yang baik. krom dan nikel berfungsi sebagai antikarat, tahan terhadap temperatur tinggi, tahan air dan udara, serta dapat melindungi logam yang ada di dalamnya. Sebenarnya tanpa nikel pun ketahanan karat stainless steel tetap baik asalkan kaddar kromnya ditambah. Tapi, produsen tidak melakukan hal itu karena biaya yang mahal.

    b) Menurut kami, sampai saat ini stainless steel merupakan material yang paling baik digunakan dalam industri farmasi. Karena stainless steel memiliki banyak keunggulan dibanding material pabrikasi yang lain. Stainless steel memiliki sifat antikarat, tahan terhadap temperatur rendah dan tinggi, mudah dibersihkan, dan memiliki nilai estetika. Jadi, stainless steel merupakan pilihan yang baik sebagai material pabrikasi dalam industri farmasi.

    semoga jawabannya dapat diterima🙂

  8. shofazizah says:

    informatif. good job kawan😀😀

  9. fuad yusril says:

    mau nanya
    coba ngeliat dari sisi produksinya
    untuk produksi alat farmasi menggunakan stainless steel butuh biaya besar, apalagi dalam pngelasan harus teliti jika tidak maka akan mengahasilkan potongan yg hancur (nambah biaya lagi)..
    a) gimana nih cara meminimalisir biaya tersebut ? (kulitas bagus harga terjangkau) efisien
    b) apa ada alternatif slain stainless steel yg lebih baik? kalo tidak/ya, apa alasanya
    trims hehe

  10. erika says:

    ada beberapa istilah yg saya tidak mengerti,,lebih baik jika istilah2 tsb di jelaskan,
    tapi terimakasih sudah menmbah pengetahuan saya..krn stainless steel ini pun bnyk di gunakan dalam industri pangan

  11. Agung muharam (G1F009028) says:

    untuk Erlangga : Pada stainless steel yang berbahaya merupakan zat penambahnya, misalnya Kromium. Bahaya kesehatan yang berkaitan dengan kromium bergantung pada keadaan oksidasi.Bentuk logam (krom sebagaimana yang ada dalam produk ini) adalah toksisitas rendah. Bentuk yang hexavalent beracun. Efek samping dari bentuk hexavalent pada kulit mungkin termasuk dermatitis, dan reaksi alergi kulit. Gejala pernafasan termasuk batuk, sesak napas, dan hidung gatal.

  12. erlangga fadilla says:

    orang awam mau tanya
    apa ada kandungan zat tertentu dari stanlees steel yang malah bsa tercampur dan menimbulkan bahaya lain bagi tubuh manusia ?

  13. erlangga fadilla says:

    nyimak aah

  14. shifaq khairunnisa (G1F009032) says:

    untuk diah:

    sampai saat ini yang kami ketahui stainless steel aman digunakan sebagai peralatan dalam industri farmasi, makanan, maupun fermentasi.

    peran tenaga kesehatan dalam hal ini apoteker/farmasis, yaitu melakukan kontrol dan validasi terhadap alat-alat dalam industri. jika terdapat kerusakan dan dapat membahayakan dalam proses industri, peralatan harus disegera diganti atau dimusnahkan agar tidak digunakan lagi dalam proses industri.

    semoga dapat menjawab pertanyaannya🙂

  15. Agung muharam (G1F009028) says:

    Untuk Tatang :
    jadi maksudnya kalimat tersebut yaitu, bahwa untuk pemilihan logam-logam sebagai peralatan untuk idustri farmasi tersebut harus bisa memilih mana bahan-bahan yang mudah rusak atau cepat korosi. contohnya saja bila peralatan untk industri farmasi menggunakan bahan besi, Besi atau logam yang berkarat bersifat rapuh, mudah larut, dan bercampur dengan logam lain, serta bersifat racun. Hal ini tentu berbahaya dan merugikan. Jika berkarat, besi yang digunakan sebagai pondasi alau penyangga jembatan menjadi rapuh sehingga mudah ambruk. Alat-alat produksi dalam industri farmasi tidak boleh menggunakan menggunakan logam yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan karat yang terbentuk mudah larut dalam makanan, obat-obatan, atau senyawa kimia yang diproduksi. Oleh sebab itu, untuk kepentingan industri biasanya menggunakan peralatan stainless yang antikarat.

  16. dyah says:

    jadi tambah ilmu nech,,,,, mkasih yo,,,
    ooo iya mw tanya kira2 bagaimana langkah DINkES ato bagian kesehtan yang lain yach klo tw alat dari stainless steel bsa berbahaya jika digunakan dalam industry makanan, farmasi, dan fermentasi?????

  17. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Terimakasih atas pertanyaan dari uty

    Adapun unsur-unsur yang ada dalam baja stainless steel selain krom (Cr), yaitu :
    – Nikel
    – Molibden
    – Silicon
    – mangan
    Namun unsur dengan persentasi tertinggi yang biasa digunakan dalam baja Stainless Steel adalah krom dan nikel.

    semoga bermanfaat,,

  18. Assalamu’alaikum..
    mau bertanya penambahan kromium (Cr), penambahan nikel (Ni), penambahan unsur molybdenum (Mo) dikatakan dapat meningkatkan ketahanan korosi, diantara ketiga bahan tersebut bahan mana yang paling bagus untuk menahan korosi dan mengapa?
    terima kasih🙂

  19. Galih Priandani (G1F009029) says:

    sama2 indri (Farmasi Unjani)😀

  20. Indri farmasi unjani says:

    Okok..
    terima kasih infonya🙂

  21. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Wa’alaikum salam wr. wb.
    Terimakasih atas pertanyaan dari Robby

    Adapun keunggulan dari Stainless Steel antara lain yaitu :
    – Tahan Karat, sehingga membuat logam ini menjadi tahan lama dan ini juga berarti efisiensi biaya
    – Tahan terhadap perubahan suhu, oleh karena itu logam inipun dapat diandalkan meskipun diluar ruangan
    – Mudah difabrikasi, Logam ini ini juga mudah untuk dimodifikasi guna berbagai kepentingan
    – Kuat, Estetik dan Higenis

    Stainless Steel dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk alat – alat kesehatan. Penggunaan Stainless Steel untuk alat – alat kesehatan kini sudah banyak digunakan karena keunggulan dari Stainless itu sendiri. Adapun macam alat – alat kesehatan dari Stainless Steel yaitu : Timbangan, Trolley Hospital, Tempat tidur pasien, Meja periksa, Stetoskop, dan masih banyak lagi alat kesehatan dari Stainless Steel.

    Semoga bermanfaat,,.

  22. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Terimakasih atas pertanyaan dari Indri (Farmasi Unjani)

    Iya memang Stainless Steel juga dapat mengalami korosi dengan mekanisme tertentu. Stainless Steel bukan merupakan logam mulia seperti halnya emas (Au) & Platina (Pt) yang hampir tidak mengalami korosi karena pengaruh kondisi lingkungan, sementara Stainless Steel masih mengalami korosi. Daya tahan korosi Stainless Steel disebabkan lapisan yang tidak terlihat (invisible layer) yang terjadi akibat oksidasi Stainless Steel dengan oksigen yang akhirnya membentuk lapisan pelindung anti korosi (protective layer). Adapun sumber oksigen bisa berasal dari udara maupun air. Material lain yang memiliki sifat sejenis antara lain Titanium (Ti) dan juga Aluminium (Al).
    Secara umum protective layer terbentuk dari reaksi kromium + oksigen secara spontan membentuk krom-oksida. Jika lapisan oksida Stainless Steel digores/terkelupas, maka protective layer akan segera terbentuk secara spontan, tentunya jika kondisi lingkungan cukup mengandung oksigen. Walaupun demikian kondisi lingkungan tetap menjadi penyebab kerusakan protective layer tersebut. Pada keadaan dimana protective layer tidak dapat lagi terbentuk, maka korosi akan terjadi. Banyak media yang dapat menjadi penyebab korosi, seperti halnya udara, cairan/ larutan yang bersifat asam/basa, gas-gas proses (misal gas asap hasil buangan ruang bakar atau reaksi kimia lainnya), logam yang berlainan jenis dan saling berhubungan dan sebagainya.

    Semoga bermanfaat,,

  23. Galih Priandani (G1F009029) says:

    Terimakasih atas pertanyaan dari mas Andre Hendrawan

    Selain tadi yang disebutkan adapun kekurangan lain yang dimiliki oleh stainless steel yaitu kesulitan dalam fabrikasi. Ketika mencoba untuk membuat stainless steel tanpa menggunakan mesin teknologi tinggi dan teknik yang tepat, dapat menjadi logam sulit untuk ditangani. Hal ini sering dapat menghasilkan limbah mahal dan kembali bekerja.

    Hal diatas akan mempengaruhi terhadap kualitas produksi karena apabila dalam proses pembuatan alat dari bahan stainlees steel mengalami kekurangsempurnaan akan mengakibatkan cacat pada alat tersebut misalnya dalam proses pengelasannya yang tidak sempurna, penanganan logam sebagai bahan dasar pembuatan alatnya akan menghasilkan limbah yang mahal sehingga akan menurunkan kualitas mutu dari alat tersebut.

    Semoga bermanfaat,,

  24. Tatang says:

    “Pemilihan material pabrikasi yang akan digunakan, harus diperhitungkan karakteristik interaksi yang mungkin terjadi antara peralatan dengan lingkungannya”
    Apa saja interaksinya??
    why??

  25. uty says:

    selain krom, unsur penambah untuk stainless steel bisa apa aja siii???

  26. Robby says:

    Assalamualikum teman-teman unsoed..
    saya robby, mau tanya Kalo dibanding logam-logam lain, contohnya besi keunggulan stainless steel apa saja??
    kalo penggunaan stainless steel untuk alat-alat kesehatan bisa gak??

  27. Indri farmasi unjani says:

    Yang saya tau stainless steel juga dapat mengalami korosi juga yaaa??
    mohon penjelasannya??🙂

  28. Untuk Titah : Alat-alat yang terbuat dari Stainless steel 100% dapat didaur ulang.
    Caranya dengan menggabungkan penggunaan kepingan dalan tingkat tinggi (setinggi 80% dari bahan-bahan yang dibebankan akan digabung menjadi stainless steel). Baja stainless terdiri dari setidaknya 50% baja stainless daur ulang dan lebih dari setengah stainless steel yang dihasilkan saat ini merupakan produk baja stainless yang digunakan di masa lalu.

    Seiring dengan daya tahan stainless steel yang tahan lama dan memerlukan pemeliharaan minimal, mengalahkan produk-produk sejenis lainnya, sehingga tidak membutuhkan tambahan bahan berbahaya potensial seperti pembersih, pelarut, cat dan lapisan pelindung api.

    Meskipun tingkat daur ulang yang sangat tinggi pada produk stainless steel tua, beberapa stainless steel akan menemukan jalan ke tempat pembuangan sampah atau tempat pembuangan lainnya.

  29. andre hendrawan says:

    artikel yang sangat bagus bagi perkembangan industri farmasi. mungkin dari tulisan ini saya ingin bertanya, apakah selain biaya yang tinggi dan sulitnya proses pengelasan bahan stainless ini terdapat kekurangan lainnya.? apakah dapat mempengaruhi kualitas produksi.?

    Terimakasih….

  30. Titah says:

    mau tanya,
    stainless steel itu sendiri bsa di daur ulang ga? klo bsa bgaimna, klo ga bsa knp?

  31. shifaq khairunnisa (G1F009032) says:

    untuk lutfiana:

    terimakasih atas masukannya..

    -Untuk menjawab pertanyaan yang pertama, mengenai material pabrikasi yang dapat mengalami kegagalan, seperti 1)material logam, misalnya besi, tembaga, 2) material non logam, misalnya bahan gelas, karet, atau kayu. material ini bisa mengalami kegagalan dikarenakan korosi, patah, kerusakan akibat temperatur tinggi, overload atau stress
    kegagalan dapat terjadi diantaranya karena kekeliruan dalam pemilihan material, cacat pabrikasi kontrok kualitas dan lingkungan yang tidak cermat, kesalahan perlakuan terhadap alat.

    -Untuk menjawab pertanyaan yang kedua, kalau untuk urutan ke berapa dalam hal mengalami kegagalan, kami belum dapat menemukan referensi. Namun dari sifat dan keunggulan yang dimiliki, stainless steel merupakan pilihan yang baik untuk mencegah dan menghindari kegagalan pada peralatan industri.

    semoga bermanfaat dan dapat dimengerti🙂

  32. Lutfiana Mardhatilla says:

    artikelnya menarik..

    tetapi perhatikan setiap penulisan kata..
    – kalau itu merupakan sub judul mungkin bisa di bold,
    – kalau itu berasal dari bahasa asing perhatikan kembali setelah diterjemahkan hubungan antar katanya dan disesuaikan dengan kalimat dalam bahasa Indonesia,,
    – istilah dalam bahasa asing sebaiknya dicetak miring..
    – perhatikan apakah ada huruf yang salah ketik atau tidak..
    – untuk setiap penulisan kata-kata yang diambil dari sumber bacaan, sebaiknya di urutkan daftar pustakanya dan ditulis nomor dari urutan daftar pustaka tersebut di akhir kalimatnya, setelah itu nomornya disetting dalam bentuk superscript

    apa saja material pabrikasi yang bisa mengalami kegagalan?
    stainless steel ada diurutan ke berapa di antara material lain yang mengalami kegagalan minimal?

  33. Artikel yang sangat menarik..
    apalagi jdul yang diangkat..

  34. Margaret Fourint says:

    dapet pengetahuan baruuuu hehehe :D:D

  35. shofazizah says:

    nice articel ^_^

  36. Galih Priandani (G1F009029) says:

    untuk mas Adi,

    iya maaf sebelumnya dan mungkin kelompok kami akan memperbaikinya segera, terima kasih atas sarannya.

  37. Galih Priandani (G1F009029) says:

    terimakasih atas pertanyaan dari saudari Tika Pratiwi,,

    Jika memungkinkan terjadinya korosi pada alat yang berbahan stainless steel apakah alat tsb masih bisa digunakan? Alat industri yang berbahan stainless steel apabila sudah terjadi korosi maka alat itu tidak akan digunakan lagi karena proses korosi pada alat akan berdampak pada struktur dari alat itu sendiri mengalami kerusakan dimana akan mengurangi fungsi kerja dari alat tersebut. Proses korosi dapat terjadi akibat terlalu berlebihannya beban terhadap alat tersebut yang akan mempercepat proses korosi.

    Menyambung ke pertanyaan berikutnya, apakah akan mempengaruhi terhadap bahan yang diolah atau tidak? Ketika terjadi proses korosi terhadap alatnya, maka akan mempengaruhi bahan yang ada di dalamnya karena proses korosi itu dapat menjadikan bahan tersebut menjadi toksik/racun karena adanya antara logam dari alat tersebut dengan bahannya. Sehingga untuk alat-alat produksi dalam industri farmasi dan makanan tidak boleh menggunakan bahan yang mudah berkarat. Hal ini disebabkan korosi/karat yang terbentuk kan mudah larut dalam obat-obatan mauoun makanan. Oleh sebab itu, untuk kepentingan industry biasanya menggunakan bahan yang tak mudah berkarat.

    Terakhir, apakah ada batas kadaluarsa bagi suatu alat perindustrian farmasi terutama yang berbahan stainless steel? Tidak ada batasan kadaluarsa tertentu untuk suatu alat perindustrian, batasan itu tergantung dari seberapa lama ketahanan material pembentuk terhadap korosi. Pembentukan korosi dapat terjadi bisa akibat beban yang diberikan terhadap alat tersebut atau bisa karena pengaruh dari temperatur dimana semakin rendah temperaturnya maka akan mempercepat proses terjadinya korosi begitupun sebaliknya.

    Semoga bermanfaat..

  38. shifaq khairunnisa (G1F009032) says:

    untuk pertanyaan dari annisa nur j,
    maksud dari peralatan mengalami kegagalan sebelum waktunya, misalnya peralatan yang rusak atau tidak dapat digunakan lagi sebelum waktu hidup atau waktu pakainya habis, contohnya: kalau peralatan besi yang didesain mempunyai waktu hidup selama 2 tahun, namun karena adanya korosi hanya dapat digunakan selama 1 tahun itu merupakan kegagalan sebelum waktunya
    -pemilihan bahan dasar cukup menjadi hal yang dipertimbangkan, agar pekerjaan dibidang pabrikasi ini menjadi lebih efisien, ekonomis, tidak adanya kontaminasi dari material pabrikasi terhadap produk
    -progress dari pemakaian stainless steel menurut saya cukup baik, karena pada saat ini mayoritas industri telah menggunakan alat berbahan stainless steel, walaupun biaya awal yang cukup mahal, namun dilihat dari keunggulannya stainless steel masih merupakan pilihan yang baik untuk digunakan sebagai material pabrikasi

  39. untuk mas bakri man..
    jadi untuk gambar yang stainlees steel ukuran mikro tersebut yaitu menjelaskan mengenai Perbedaan pemisahan-pemisahan pecahan-pecahan yang terjadi akibat pengerjaan logam akibat dari penggunaan suhu yang berbeda, terlalu rendah atau terlalu tinggi suhunya.
    – figure 1 menjelaskan mengenai gambaran stainless steel secara mikrokopis yaitu sayap bagian baja ferit jaringan, dan struktur Widmanstatten berbulu .Ferit- putih.Perlit -gelap (dengan pembesaran 80 x)
    -figure 2 menjelaskan mengenai gambaran stainless steel secara mikrokopis yaitu struktur makro dari baja austenit dengan pembesaran 4 x
    -figure 3 menjelaskan mengenai gambaran stainless steel secara mikrokopis yaitu Baja anilferit tetapi tidak sempurna terbentuk dalam massa yang menguraikan struktur cor asli ( pembesaran 80x )
    -figure 4 baja anilferit yang seragam dan halus dengan pembesaran 80 x
    -figure 5 sebagai cor dengan pembesaran 50 x
    -figure 6 Dipanaskan sampai 1050 ° C dan disiram air.
    -figure 7 Tetesan sementit dengan baja bekerja secara panas
    -figure 8 Sementit tetesan di martensit , dalam baja dikeraskan

    mohon maaf kalo yang buat gambar yang berwarna nya kami belum menemukan, tetapi kami akan berusaha mencoba mencari referensi lain…
    terima kasih atas saran dan pertanyaannya.
    semoga bermanfaat

  40. adi says:

    saya belum baca semuanya, soalnya kutipan tidak ditulis… silahkan diperbaiki lagi….

  41. Tika Pratiwi says:

    assalamualaikum. saya mau bertanya diatas disebutkan bahwa stainless steel mempunyai daya tahan yang kuat terhadap korosi jika dimungkinkan terjadi korosi pada alat yang berbahan stailess steel tersebut apakah alat tersebut masih bisa digunakan dan apakah mempengaruhi terhadap bahan yang diolah lalu apakah ada batas kadaluarsa bagi suatu alat di perindustrian farmasi terutama yang berbahan stailess steel tersebut. Terimakasih🙂

  42. Untuk eki kania, sebelumnya terima kasih sudah memberikan komentarnya..
    jadi untuk klasifikasi bahan stainless steel tersebut terdiri dari dari 4 golongan utama Stainless Steel adalah Austenitic, Ferritic, Martensitic, dan Duplex. perbedaan nya yaitu:
    1. Austenitic Stainless Steel mengandung sedikitnya 16% Chrom dan 6% Nickel (grade standar untuk 304) dan Austenitic ini cocok juga untuk aplikasi temperature rendah disebabkan unsur Nickel membuat Stainless Steel tidak menjadi rapuh pada temperatur rendah.
    2. Ferritic Stainless Steel
    Kadar Chrom bervariasi antara 10,5 – 18 % seperti grade 430 dan 409
    3. Martensitic Stainless Steel
    Stainless Steel jenis ini memiliki unsur utama Chrom (masih lebih sedikit jika dibanding Ferritic Stainless Steel) dan kadar karbon relatif tinggi
    4.Duplex Stainless Steel
    Duplex Stainless Steel seperti 2304 dan 2205 (dua angka pertama menyatakan persentase Chrom dan dua angka terakhir menyatakan persentase Nickel) memiliki bentuk mikrostruktur campuran austenitic dan Ferritic
    intinya ke empat klasifikasi dari stainless steel tersebut dibedakan atas unsur penambahnya dan ketahanan dalam suhu tertentu..

  43. Annisa Nur J says:

    “Tetapi dalam praktiknya, peralatan mengalami kegagalan jauh sebelum waktunya”.. ini maksudnya apa ya?? truss seberapa besar sih pengaruh pemilihan bahan dasar alat industri farmasi seperti stainless atau baja, n progress stainless steel ini sampai sejauh ini cukup besar kah?
    thx inponya

  44. Bakri Man says:

    Mau nanya…
    tolong penjelasan gambarnya pake bahasa indonesia donkk biar jelaaassss?
    trus gambarnya ada yang berwarna ga, kan katanya udah era modern.. koq masih hitam putih…???
    Maksih

  45. eki kania says:

    itu klasifikasi stainless steel kan ada beberapa golongan, apa aja sih beda golongan satu sama yang laennya??

  46. Galih Priandani says:

    Terimakasih atas pertanyaannya,,

    Bentuk yang paling banyak digunakan digunakan dalam perindustrian adalah bentuk yang tersusun oleh struktur mikro. Disin perbedaan antara struktur mikro dan makro itu terletak pada struktur penyusunnya, contohnya : Duplex SS 2304 atau 2205 (komposisi terdiri atas Krom dan Nikel) memiliki mikrostruktur campuran antara austenitic dan Ferritic yang memiliki sifat tahan terhadap korosi dan temperatur yang relatif tinggi.

    Nah untuk perkembangan nanopartikel pada alat perindustrian secara umum baru digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencegah proses korosi karena pada saat temperatur yang tinggi baja dapat terkorosi karena kebanyakan sekarang ini alat industri terbuat dari baja.

    Semoga bermanfaat,,

  47. rendi n says:

    guys,,mau nanya donksss ..,,kalo bentuk makro dan mikro stainless steel yg plg bnyk digunakan di industri yg mna??trus pengembangan bentuk nano ada gk sih?thanksss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s