Plastik Sebagai Material Pabrikasi Non Logam


Plastik Sebagai Material Pabrikasi Non Logam

Disusun Oleh:

Rahmawati Fitria   (GIF010013)

Joula Aulia              (G1F010017)

Reza Rahmawati     (G1F010025)

_________________________________________________

ABSTRAK

Pabrikasi sebagai istilah industri merupakan kegiatan pengembangan mesin, struktur, dan peralatan lain dengan cara memotong, membentuk, dan merakit komponen yang dibuat atau dengan kata lain pabrikasi mengacu pada pengembangan struktur bangunan logam ataupun non logam dengan pemotongan, pembengkokan dan perakitan. Dalam industri manufaktur salah satunya pabrikasi, material teknik yang digunakan diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu material logam (metal) dan material non logam (nonmetal). Logam dibagi menjadi dua yaitu logam murni (hanya terdiri dari satu jenis atom), contohnya: besi (Fe) murni, tembaga (Cu) murni dan  logam paduan atau metal alloy (terditi dari dua atau lebih jenis atom). Non-metal/ non logam, dikategorikan menjadi non metal inorganik dan non metal organik. Plastik merupakan salah satu dari contoh material non metal organik (non logam organik) hasil rekayasa manusia yang merupakan rantai molekul sangat panjang dan banyak molekul MER yang saling mengikat. Plastik banyak digunakan didalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang relatif murah dan mudah didapatkan. Namun kelemahan dari penggunaan plastik sebagai material pabrikasi adalah sifatnya yang tidak ramah lingkungan.

Kata Kunci : logam, nonlogam, polimer, plastic

 

Pabrikasi sebagai istilah industri merupakan kegiatan pengembangan mesin, struktur, dan peralatan lain dengan cara memotong, membentuk, dan merakit komponen yang dibuat atau dengan kata lain pabrikasi mengacu pada pengembangan struktur bangunan logam ataupun non logam dengan pemotongan, pembengkokan dan perakitan.

Image
Proses pabrikasi dalam sebuah industri

Dalam industri manufaktur salah satunya pabrikasi, material teknik yang digunakan diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu, golongan logam dan non logam.

  • Material Pabrikasi Golongan Metal (Logam)

Bila ditinjau dari dari sudut pandang susunan dasarnya, material pabrikasi golongan metal (logam) terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Logam murni, yaitu logam yang hanya terdiri dari satu jenis atom logam. Contohnya, besi (Fe) murni dan tembaga (Cu) murni
  2. Logam paduan atau metal alloy, yaitu logam yang terdiri dua atau lebih jenis atom logam. Logam paduan sendiri, dibedakan lagi menjadi tiga jenis, yaitu:

a)      Larut padat interstiti, yang merupakan suatu paduan yang terjadi jika atom yang larut mempunyai diameter jauh lebih kecil daripada yang dilaruti. Contohnya, pada baja karbon yang mengalamai nitriding dimana atom Fe (yang dilaruti) mempunyai diameter atom lebih besar jika dibandingkan dengan atom N (yang terlarut) sehingga dengan diamter yang lebih kecil atom N dapat menyisip antara atom Fe.

b)      Larut padat substitusi, yang merupakan suatu paduan yang terjadi terutama jika diameter atom yang larut hampir sama dengan diameter atom yang dilaruti. Contohnya, pada paduan alumunium, diameter atom Al dan diameter atom Cu hampir sama.

c)      Senyawa, yaitu suatu paduan yang terjadi karena adanya ikatan atom yang sangat kuat.

Material golongan logam juga dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yang lain, yaitu ferrous atau besi dan non ferrous atau bukan besi.

  • Material Pabrikasi Golongan Non Logam

Untuk material pabrikasi golongan non logam sendiri dibagi menjadi dua golongan yaitu:

  1. Non metals inorganik, dapat diklasifikasikan menjadi glass (kaca), fused silika, glass linings and coatings, dan stoneware.
  2. Non metals organik, dapat diklasifikasikan menjadi plastik, karet, dan kayu.

Sebagai material pabrikasi non metals organik, plastik merupakan suatu materi pabrikasi non logam yang paling sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari karena mudah dicari dan harganya yang relatif murah di pasaran. Plastik atau polimer adalah material hasil rekayasa manusia, merupakan rantai molekul yang sangat panjang dan banyak molekul MER yang saling mengikat. Pemakaian plastik juga sangat luas, mulai dari peralatan rumah tangga, interior mobil, kabinet radio/televisi, sampai konstruksi mesin. Sifat plastik pada dasarnya adalah antara serat dan elastomer. Jenis plastik dan penggunaannya sangat luas. Plastik yang banyak digunakan berupa lempeng, lembaran dan film. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan diproses menjadi bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Plastik yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah dalam bentuk thermoplastic. Ditinjau dari penggunaannya plastik digolongankan menjadi dua yaitu plastik keperluan umum dan plastik untuk bahan konstruksi (engineering plastics). Plastik mempunyai berbagai sifat yang menguntungkan, diantaranya:

a. Umumnya kuat namun ringan.
b. Secara kimia stabil (tidak bereaksi dengan udara, air, asam, alkali dan berbagai zat kimia lain).
c. Merupakan isolator listrik yang baik.
d. Mudah dibentuk, khusunya dipanaskan.
e. Biasanya transparan dan jernih.
f. Dapat diwarnai.
g. Fleksibel/plastis
h. Dapat dijahit.
i. Harganya relatif murah.

Berikut adalah contoh alat yang terbuat dari plastik :

Beberapa contoh plastik yang banyak digunakan antara lain:

Jenis Plastik

Sifat

Kegunaan

Polietilen

Bahan termoplastik yang kuat dan dapat dibuat dari yang lunak sampai yang kaku. Ada dua jenis polietilen yaitu polietilen densitas rendah (low-density polyethylene / LDPE) dan polietilen densitas tinggi (high-density polyethylene / HDPE). Polietilen densitas rendah relatif lemas dan kuat, digunakan antara lain untuk pembuatan kantong kemas, tas, botol, industri bangunan, dan lain-lain.Campuran polietilen densitas rendah dan polietilen densitas tinggi dapat digunakan sebagai bahan pengganti karat, mainan anak-anak, dan lain-lain.

Polipropilen

Polipropilen mempunyai sifat sangat kaku; berat jenis rendah; tahan terhadap bahan kimia, asam, basa, tahan terhadap panas, dan tidak mudah retak. Plastik polipropilen digunakan untuk membuat alat-alat rumah sakit, komponen mesin cuci, komponen mobil, pembungkus tekstil, botol, permadani, tali plastik, serta bahan pembuat karung.

Polistirena

Polistiren adalah jenis plastik termoplast yang termurah dan paling berguna serta bersifat jernih, keras, halus, mengkilap, dapat diperoleh dalam berbagai warna, dan secara kimia tidak reaktif. Busa polistirena digunakan untuk membuat gelas dan kotak tempat makanan, polistirena juga digunakan untuk peralatan medis, mainan, alat olah raga, sikat gigi, dan lainnya.

Polivinil Klorida (PVC)

Plastik jenis ini mempunyai sifat keras, kuat, tahan terhadap bahan kimia, dan dapat diperoleh dalam berbagai warna. Jenis plastik ini dapat dibuat dari yang keras sampai yang kaku keras. Penggunaan PVC terutama untuk membuat jas hujan, kantong kemas, isolator kabel listrik, ubin lantai, piringan hitam, fiber, kulit imitasi untuk dompet, dan pembalut kabel.

Potetrafluoroetilena (teflon)

Teflon memiliki daya tahan kimia dan daya tahan panas yang tinggi (sampai 2600C) Keistimewaan teflon adalah sifatnya yang licin dan bahan lain tidak melekat padanya. Penggorengan yang dilapisi teflon dapat dipakai untuk menggoreng telur tanpa minyak.

Polimetil Pentena (PMP)

Plastik poli metil pentena adalah plastik yang ringan dan melebur pada suhu 2400C. Barang yang dibuat dari PMP bentuknya tidak berubah bila dipanaskan sampai 2000C dan daya tahannya terhadap benturan lebih tinggi dari barang yang dibuat dari polistiren. Bahan ini tahan terhadap zat-zat kimia yang korosif dan tahan terhadap pelarut organik, kecuali pelarut organik yang mengandung klor, misalnya kloroform dan karbon tetraklorida. PMP cocok untuk membuat alat­-alat laboratorium dan kedokteran yang tahan panas dan tekanan, tanpa mengalami perubahan, Barang-barang dari bahan ini tahan lama.
Polibutaena Polibutadien adalah karet sintetis yang merupakan polimer terbentuk dari proses polimerisasidari monomer 1,3-butadiena. Memiliki resistensi yang tinggi terhadap aus dan digunakanterutama dalam pembuatan ban. Ini juga telah digunakan untuk melapisi atau merangkumrakitan elektronik, menawarkan tahanan listrik yang sangat tinggi. Polibutadiena paling banyak digunakan untuk membuat ban mobil. Karet ini juga dapatdigunakan pada bantalan kereta api, blok jembatan, bola golf,selang air, dll.
Poliester Poliester sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. Walau mudah terbakar di suhu tinggi, poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri saat terjadi pembakaran. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang lain. Poliester digunakan untuk membuat botol, film, tarpaulin, kano, tampilan kristal cair, hologram, penyaring, saput (film) dielektrik untuk kondensator, penyekat saput buat kabel dan pita penyekat. Poliester industri digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk pengaman, kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang tinggi.
Nylon 66 Nylon 6-6 adalah jenis nilon.Nylon terdapat dalam berbagai jenis, dua yang paling umum untuk industri tekstil dan plastik adalah: nilon 6 dan nilon 6,6. Nilon digunakan untuk banyak hal, seperti serat karpet, pakaian, airbag, ban, tali, selang,stoking, parasut, dll.
Fleksiglas Polimetil Metakrilat PMMA mempunyai nama dagang flexiglass. PMMA merupakan plastik yang kuat dan transparan. Polimer ini digunakan untuk jendela pesawat terbang dan lampu belakang mobil (kaca alkrilik)

Referensi:

Anonim., 2010, Fabrikasi dan Permesinan, http://phki.pl.itb.ac.id/sip/index.php?option=com_content&view=article&id=75&Itemid=90 diakses tanggal 20 Mei 2012
Azizah, Utiya., 2009, Bentuk Polimer, http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-polimer/bentuk-polimer-dalam-kehidupan/bentuk-polimer-plastik/ diakses tanggal 18 Mei 2012
Butet7, 2010, Kegunaan Dari Jenis-Jenis Polimer Plastik, http://www.scribd.com/butet7/d/50193717-Kegunaan-Dari-Jenis-jenis-Polimer-Plastik diakses tanggal 18 Mei 2012
Kurniawan, Dhadhang W., dan Sulaiman, Teuku N.S., 2012, Teknologi Sediaan Farmasi, Laboratorium Farmasetika UNSOED, Purwokerto.
Qohar, Abdul., 2012, Fabrikasi Logam, http://qoharabdul69.blogspot.com/2012/03/fabrikasi-logam diakses tanggal 20 Mei 2012

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010 and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

30 Responses to Plastik Sebagai Material Pabrikasi Non Logam

  1. niia says:

    good🙂
    tp bukannya plastik itu jd masalah utama limbah (sampah) yg susah utk diuraikan yah? apakah baik jika banyak benda yg terbuat dr plastik??

  2. terima kasih kiki. semoga bermanfaat

  3. setuju bangen sama izazaya (y)

  4. buat atreides : terima kasih🙂

  5. buat dita : terimakasih🙂

  6. untuk wisnu:
    terimakasih pertanyaan yang diberikan🙂
    Pertama-tama saya ingin menjelaskan plastik terbagi menjadi 2 golongan yaitu thermoplastik dan thermosetting. Biasana untuk plastik yang terbuat dari bahan thermoplastik dapat diolah kembali karena sifat dari plastik ini yang tetap lunak pada suhu yang tinggi dan mengeras kembali jika didinginkan. Selain itu, plastik jenis ini dapat dicairkan berulang-ulang dengan pemanasan kembali dan dibentuk ulang sehingga dapat didaur ulang, namun untuk plastik yang terbuat dari bahan thermosetting adalah plastik yang apabila telah mengalami kondisi
    tertentu tidak dapat dicetak kembali karena bangun polimernya berbentuk jaringan tiga
    dimensi ( lihat Tabel 1 ). Yang termasuk plastic thermoset adalah : PU (Poly Urethene), UF
    (Urea Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), polyester, epoksi dll.
    AirBag atau kantung udara adalah suatu peranti tambahan yang sekarang ini sudah diaplikasikan pada setiap kendaraan roda empat. Peranti ini berfungsi untuk menahan tumbukan akibat tabrakan atau tabrakan frontal. Saat terjadi tabrakan yang cukup keras, maka AirBag akan keluar menggelembung untuk mencegah benturan antara pengemudi dan penumpangnya terbentur bagian depannya seperti Dashboard dan kaca depan. Alat ini menyandang gelar Secondary Impacts, artinya alat ini hanya diperuntukan sebagai alat pengaman kedua setelah Sabuk pengaman. AirBag ini biasanya akan keluar saat kendaraan berada pada kecepatan diatas 80km/h. Dua sampai 3 buah sensor deselerasi yang dipasang pada bagian depan mobil akan mengirimkan sinyal ke modul kantung udara. Sementara itu, sebuah sensor pengontrol dipasang agak di belakang. Jika satu sensor deselerasi dan satu sensor kontrol akan menggelembung. Pemasangan sensor kontrol atau sering disebut saving sensor ini diperlukan untuk mencegah kantung udara menggembung pada saat tidak diperlukan. Modul AirBag terdiri atas peranti penggembung, AirBag nilon, dan penutup yang dapat pecah.

  7. buat yona:
    terimakasih atas pertanyaan yang diberikan. Yang termasuk plastic thermoset adalah : PU (Poly Urethene), UF (Urea Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde), polyester, epoksi dll. Kegunaan dari poliester misalna digunakan dalam pengutan ban, tali, kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor), sabuk pengaman.

    Rahmawati Fitria G1F010013

  8. Dita Aprilani says:

    Nambah ilmu dan lengkap banget kayanya. boleh tuh ditambahin mana yg aman dipake barang rumah tangga. hhe

  9. #W57 says:

    o ya, kalo plastik2 bekas dari penggunaan benda-benda seperti contoh di atas apakah akan diolah lagi atau di buang? sama penasaran ni dengan penggunaan plastik yang katanya di atas untuk air bag..
    thanks

  10. #W57 says:

    wah telat baca nii,,
    Nice artikel,, sangat informatif terutama yg di dlm tabel,, jadi tau bahan dari benda2 di sekitar kita

  11. atreides says:

    Apapun material pabrikasinya yang penting limbahnya jangan dibuang di sembarang tempat aja..
    Nice article thanks…

  12. izazaya binta says:

    untuk membuat logam sebagai bahan material (misal: dalam pabrikasi , atau bangunan) itu membutuhkan energi yang jauh lebih banyak dibandingkan energi yang dihabiskan untuk mengolah plastik . tapi karena logam lebih bertahan lama , itu kenapa logam lebih banyak dipilih hehehehe .
    menurut saya , plastik itu lebih baik digunakan atau tidak , bukan dari sisi apakah plastik itu ramah terhadap lingkungan atau tidak . tapi , penggunaan plastik itu sustainable atau tidak 😉
    selama plastik itu sustainable , penggunaan nya untuk material pabrikasi pun tidak akan menjadi masalah .

    artikel yang bagus sekali🙂

  13. Galih Priandani (G1F009029) says:

    sedikit bertanya untuk teman – teman yang menyusun artikel ini,,
    apa sajakah alat – alat industri yang terbuat dari bahan dasar material plastik dan apa kegunaan alat tersebut dalam perindustrian?dan bagaimana penanganan limbah dari material plastik yang seperti diatas dikatakan kurang ramah terhadap lingkungan?
    terimakasih

    silahkan kunjungi blog artikel kami sebagai bentuk timbal balik😀
    https://tsffarmasiunsoed2012.wordpress.com/2012/05/22/stainless-steel-dominasi-era-modern-alat-perindustrian-farmasi/

  14. kiki says:

    sangat informatif🙂

  15. veeyonna says:

    mau tanya, apa saja yang menjadi bahan thermosetting dan adakah kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari? terimakasih🙂

  16. untuk pharmassip terimakasih untuk pertanyaan yang diberikan.
    sebelum menjawab saya akan menjelaskan kembali bahwa bahan plastik ada 2 jenis yaitu plastik thermosetting dan plastik thermoplastik. Alat yang terbuat dari bahan thermosetting tidak dapat di daur ulang karena reaksi pengerasan yang cepat dan tidak dapat dicairkan kembali dengan pemanasan, sedangkan alat yang terbuat dari plastik jenis thermoplastic dapat di daur ulang karena sifat bahan ini yang dapat dicairkan berulang-ulang dan dibentuk kembali kemudian akan mengeras saat didinginkan. Plastik juga cukup stabil terutama pada suhu rendah Kebanyakan alat yang terbuat dari platik dapat dipakai kembali kecuali jika plastik tersebut digunakan sebagai kemasan lebih baik digunakan untuk sekali pakai. jika masih kurang jelas dapat ditanyakan kembali🙂

    Rahmawati Fitria (G1F010013)

  17. buat arin, terimakasih🙂
    Bahan thermoplastic lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dikarenakan sifat dari plastik ini yanag tetap lunak pada suhu yang tinggi dan mengeras kembali jika didinginkan. Selain itu, plastik jenis ini dapat dicairkan berulang-ulang dengan pemanasan kembali dan dibentuk ulang sehingga dapat didaur ulang. Oleh karena itu plastik ini sering digunakan.
    jangan sungkan bertanya jika masih kurang jelas🙂

    Joula Aulia
    G1F010017

  18. Untuk ka rizki permata:
    plastik dikatakan tidak ramah lingkungan karena proses penguraian plastik yang sangat lama. Namun, sekarang ini banyak sekali perusahaan yang memanfaatkan limbah plastik ini dengan mendaur ulang plastik dengan melewati berbagai proses sehingga plastik dapat digunakan kembali. Hampir seluruh jenis limbah plastik (80%) dapat diproses kembali menjadi barang semula walaupun harus dilakukan pencampuran dengan bahan baku baru dan additive untuk meningkatkan kualitas. Dalam bidang kefarmasiaan terutama dalam proses pembuatan obat, plastik banyak digunakan sebagai salah satu material pabrikasi alat dalam industri atau sebagai pengemas. Penggunaan plastik tidak perlu digantikan karena plastik relatif lebih aman dan gampang dibentuk dengan pemanasan dibanding material non logam organik lain.
    Contoh dari jenis thermoplastik antara lain selulosa yang dipakai sebagai pipa ekstrusi gas dan air serta sebagai lembaran isolasi, polietilen yang dipakai sebagai kabel koaksial dan bahan isolasi listrik untuk frekuensi tinggi, polisteren sebagai isolasi listrik dan kotak baterai, dan polipropilen sebagai kotak televisi dan isolasi listrik. terima kasih🙂 silahkan ditanyakan kembali jika masih kurang jelas.

    Rahmawati Fitria (G1F010013)

  19. untuk fai:
    terimakasih pertanyaanna, plastik polikarbonat adalah salah satu jenis plastik juga yaitu golongan thermoplastic yaitu suatu jenis plastik yang menjadi lunak saat dipanaskan lalu mengeras jika didinginkan. Kebetulan kami hanya memfokuskan pada 10 jenis plastik dalam artikel ini. Polikarbonat dapat dimanfaatkan menjadi material pembentuk alat-alat rumah tangga yang umum, sama halnya seperti di industri dan laboratorium, terutama dalam aplikasi yang berhubungan dengan kemampuan material ini, yaitu ketahanan terhadap benturan keras, ketahan terhadap temperatur, dan sifat optisnya. Dalam pabrikasi/industri digunakan sebagai badan mesin, panel instrumen, pelindung, dan sebagainya. Kegunaan lain dari polikarbonat yaitu sebagai lensa kaca mata, lensa pengaman, lensa lampu otomotif, dan lensa penerangan.
    jika masih kurang jelas dapat ditanyakan kembali🙂

    Reza Rahmawati
    G1F010025

  20. NICE ARTICLE🙂,
    Mau tanya, kenapa plastik jenis thermoplastic paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari?

  21. Pharmassip says:

    nice info, pertanyaan saya cukup simple, apakah material plastik yang digunakan dapat digunakan secara berulang dan cukup stabil atau tiap alat hanya untuk sekali pakai ?

  22. fai says:

    menarik😀
    cuma mau tanya,kenapa kok polycarbonat ga dijadiin jenis plastik sendiri? jadi nomer 11 gitu?😕 padahal setau saya polycarbonat itu jenis yang paling berbeda diantara yang lain😕
    minta jelasin penggunaan polikarbonat yang lain mbak😀
    terimakasih

  23. Rizqi Permata H (G1F009045) says:

    Plastik banyak digunakan didalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang relatif murah dan mudah didapatkan. Namun kelemahan dari penggunaan plastik sebagai material pabrikasi adalah sifatnya yang tidak ramah lingkungan.
    Menurut kalian, dari tulisan tersebut…apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap “si plastik” ini terutama dalam drug. Apakah lebih baik kita menggunakannya atau diganti dengan bahan lain?
    Lalu, contoh plastik thermoplastic itu seperti apa?

    terima kasih😀

  24. sama-sama🙂
    semoga bermanfaat.

  25. nia saputri utami says:

    info yang bermanfaat😀

    makasih yah…🙂

  26. untuk umar
    terimakasih. semoga artikel ini dapat bermanfaat.

  27. Untuk echie
    Terimakasih atas pertanyaanna, plastik memang terkenal tidak ramah lingkungan karena plastik memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami yaitu sekitar kurang lebih 80 tahun. Namun, dibalik kerugian tersebut plastik dapat dimanfaatkan sebagai material pembuatan alat-alat pabrikasi, dikarenakan sifat dari plastik itu sendiri. Plastik merupakan isolator listrik yang baik sehingga dapat meminimalkan resiko terjadi kebakaran, selain itu plastik juga stabil secara kimia sehingga plastik tidak mudah teroksidasi berbeda dengan bahan yang terbuat dari besi karena besi mudah teroksidasi yang menyebabkan besi menjadi berkarat sehingga alat yang terbuat dari plastik lebih awet dibandingkan dengan besi. Plastik juga mudah dibentuk terutama dengan pemanasan sehingga memudahkan dalam proses pembuatan. Hal inilah yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat melalui artikel ini sehingga dapat mengubah paradigma negatif masyarakat terhadap plastik bahwa plastik juga memiliki sisi positif dan keuntungan dengan sifat-sifat yang dimiliki salah satunya sebagai material pabrikasi. Dengan publikasi yang gencar dan penjelasan yang singkat namun mendalam diharapkan cukup untuk mengubah paradigma masyarakat selama ini.
    Jika masih kurang jelas dapat ditanyakan kembali🙂

    Reza Rahmawati
    G1F010025

  28. umar says:

    Bahasa akademisi yang cukup menarik dipaparkan dalam sebuah tulisan. Jika sasaran penulisannya adalah mahasiswa, (mungkin) akan bisa dicerna. Saat diterapkan dalam tataran aplikatifnya, bahasa yang sederhana (mungkin) bisa lebih dicerna oleh masyarakat awam. Nice article.

  29. hendra says:

    saya sependapat dengan komen di atas, selain itu sebaiknya di cantumkan juga jenis2 pabrikasi apa yang bisa menggunakan plastik sebagai materi dasarnya, selanjutnya apakah bahan olahan plastik ini nantinya aman bagi lingkungan?
    amat sangat baik jika hasil pabrikasi plastik ini dapat menghilangkan atau mengurangi dampak buruk dari plastik bekas itu sendiri.

  30. echie says:

    hmm..artikel yg bagus.Tapi selama ini kan plastik terkenal dengan sifatnya yg tidak ramah lingkungan, dan masih banyak masyarakat yang belum paham akan keuntungan dr plastik bekas tersebut.Bagaimana cara kalian untuk mewujudkan artikel kalian yg berjudul “Plastik Sebagai Material Pabrikasi Non Logam” dapat diterima dan mengubah pemikiran masyarakat yg slama ini slalu menyia2kan plastik? apakah cukup dg cara mempublikasikannya saja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s