PENTINGNYA MENGETAHUI PROSES PENGAYAKAN DALAM SEDIAAN FARMASI


Disusun Oleh :

Irma Dwi Anggraeni           (G1F009051)

Tri Fatmawati                    (G1f009052)

Hanung Puspita A.              (G1F009054)

 

Abstrak

Pengayakan sediaan farmasi dilakukan untuk menentukan ukuran butiran tertentu sesuai dengan yang diinginkan. Proses pengayakan merupakan proses penting dalam menentukan ukuran partikel yang akan digunakan dalam membuat suatu sediaan farmasi sebab ukuran partikel mempunyai peranan besar dalam pembuatan sediaan obat dan juga terhadap efek fisiologisnya.

Banyak metode yang tersedia untuk menentukan ukuran partikel. Yang diutarakan disini hanyalah metode yang digunakan secara luas dalam praktek di bidang farmasi serta metode yang merupakan ciri dari suatu prinsip khusus. Pada bagian ini akan dibicarakan metode pengukuran  pengayakan.

Teknik pengayakan dibagi menjadi dua yaitu pengayakan secara manual dan mekanik. Teknik pengayakan manual dilakukan tanpa menggunakan mesin sedangkan teknik pengayakan mekanik dilakukan dengan bantuan mesin. Sebuah ayakan terdiri dari suatu panci dengan dasar kawat kasar dengan lubang – lubang segi empat. Untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan, dapat ditentukan ukuran ayakan berdasarkan jumlah lubang pada ayakan biasanya disebut mesh.

Key Word :  Pengayakan, Ayakan ,Ukuran Partikel , Pengayakan manual, Pengayakan mekanik ,mesh

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.


          PENGAYAKAN

               Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokan butiran, yang akan dipisahkan menjadi satu atau beberapa kelompok. Dengan demikian dapat dipisahkan anatara partikel lolos ayakan (butiran halus) dan yang tertinggal di ayakan ( butiran kasar). Ukuran butiran tertentu yang masihdapat melintasi ayakan dinyatakan sebagai butiran batas.

      Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyaI berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Proses pengayakan juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang ukurannya berbeda dengan bahan baku. Pengayakan memudahkan kita untuk mendapatkan serbuk dengan ukuran yang seragam. Dengan demikian pengayakan dapat didefinisikan sebagai suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam serta terbebas dari kontaminan yang memiliki ukuran yang berbeda dengan menggunakan alat pengayakan.  

      Pengayakan dengan berbagai rancangan telah banyak digunakan dan dikembangkan secara luas pada proses pemisahan bahan-bahan pangan berdasarkan ukuran. Pengayakan yaitu pemisahan bahan berdasarkan ukuran mesin atau lubang ayakan. Bahan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari diameter lubang akan lolos dan bahan yang mempunyai ukuran lebih besar akan terjerap pada permukaan lubang ayakan. Bahan-bahan yang lolos melewati lubang ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan  yang terjerap dikembalikan untuk dilakukan penggilingan ulang .

         TEKNIK PENGAYAKAN

          Pengayakan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan. Metode ini memiliki dua teknik yang dapat diaplikasikan dalam pembuatan sediaan farmasi, yaitu teknik pengayakan manual dan teknik pengayakan mekanik. Berikut adalah penjelasan mengenai teknik pengayakan manual dan teknik pengayakan mekanik.

  • Pada pengayakan manual, bahan dipaksa melewati lubang ayakan, umumnya dengan bantuan sebilah kayu atau sebilah bahan sintetis atau dengan sikat. Beberapa farmakope memuat spesifikasi ayakan denagn lebar lubang tertentu. Sekelompok partikel dikatakan memiliki tingkat kehalusan tertentu jika seluruh partikel dapat melintasi lebar lubang yang sesuai (tanpa sisa di ayakan). Dengan demikian ada batasan maksimal ukuran partikel. Teknik pemisahan ini merupakan teknik manual, teknik ini dapat dilakukan untuk campuran heterogen khususnya campuran dalam fasa padat. Proses pemisahan didasari atas perbedaan ukuran partikel didalam campuran tersebut. Sehingga ayakan memiliki ukuran pori atau lubang tertentu, ukuran pori dinyatakan dalam satuan mesh, contoh ayakan dapat dilihat pada Gambar 1. Sebagai contoh sederhana kita dapat lakukan pemisahan pasir dari sebuah campuran pasir dan batu kerikil, menggunakan ayakan yang porinya cukup halus.
    Gambar : Saringan dengan metode pengayakan manual
  • Pengayakan adalah proses pemisahan secara mekanik berdasarkan perbedaan  ukuran partikel. Pengayakan (screening) dipakai dalam skala industri, sedangkan penyaringan (sieving) dipakai untuk skala laboratorium.

      Produk dari proses pengayakan/penyaringan ada 2 (dua), yaitu :

  1. ·           Ukuran lebih besar daripada ukuran lubang-lubang ayakan (oversize).
  2. ·           Ukuran yang lebih kecil daripada ukuran lubang-lubang ayakan (undersize)

   Dalam proses industri, biasanya digunakan material yang berukuran tertentu dan seragam. Untuk memperoleh ukuran yang seragam, maka perlu dilakukan pengayakan. Pada proses pengayakan zat padat itu dijatuhkan atau dilemparkan ke permukaan pengayak. Partikel yang di bawah ukuran atau yang kecil (undersize), atau halusan (fines), lulus melewati bukaan ayak, sedang yang di atas ukuran atau yang besar (oversize), atau buntut (tails) tidak lulus. Pengayakan lebih lazim dalam keadaan kering

   Pengayakan secara mekanik (pengayakan getaran, guncangan, atau kocokan) dilakukan dengan bantuan mesin, yang umumnya mempunyai satu set ayakan dengan ukuran lebar lubang standar yang berlainan.

           Suatu ayakan terdiri dari bingkai ayakan dan jaringan ayakan dalam hal ini dikenal dengan istilah mesh. Mesh adalah jumlah lubang per inchi kuadrat. Biasanya jaringan tersebut dilengkapi dengan peralatan lain sesuai dengan jenis ayakan, misalnya pada ayakan goyang bingkai ayakan dihubungkan dengan batang penggerak ke roda gerak.

Alatnya           :

Vibrating screener merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan padatan dengan cairan dengan menggunakan peralatan penyaringan berlapis serta adanya nilai mesh saringan yang berbeda-beda. Peralatan ini memanfaatkan getaran dan tambahan air yang memudahkan bahan yang hendak dipisahkan bisa lewat saringan. Getaran yang dihasilkan, selain untuk meratakan permukaan bahan yang akan disaring juga berfungsi untuk mengarahkan bahan yang tidak tersaring, dalam hal ini ampas, untuk masuk ke saluran keluar, sedangkan untuk larutan yang telah terpisahkan akan keluar melalui saluran yang berada di bawah saringan/filter. Ciri-ciri dari Vibrating screener diantaranya, yaitu :

–          Memiliki kapasitas penyaringan yang tinggi

–          Mudah dalam pemeliharaan dan desain yang tersusun rapi dan rapat

–          Luas daerah getaran (fibrasi) dapat mudah berubah dari keseimbangan berat

–          Tahan lama

–          Dapat digunakan dalam ukuran dan kapasitas yang berbeda-beda

 

Gambar : Vibrating screener

           Vibrating screener adalah alat pemisahan mekanis dengan pola pengayakan dan penyaringan yang ukuran bahan disesuaikan dengan kain (screen) yang digunakan. kain (screen) berlaku sebagai saringan, saringan yang digunakan pada alat ini dapat dibuat tersusun bertingkat atau hanya terdiri atas satu saringan. Saringan yang digunakan memiliki nilai mess yang menyatakan jumlah lubang per 1 mm2. Saringan yang digunakan pada alat Vibrating screener umunya memiliki nilai mess 100 sampai 200. Saringan bertingkat dengan nilai mess sama akan memperbaiki kualitas dan keseragaman hasil, sedangkan saringan bertingkat dengan nilai mess berbeda akan menghasilkan beberapa produk dengan keseragaman berbeda.

          Bahan yang diayak bergerak-gerak diatas ayakan, berdesakan melalui lubang kemudian terbagi menjadi fraksi-fraksi yang berbeda. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat dari perubahan posisi permukaan ayakan atau melalui pergeseran bahan yang diayak. Beberapa mesin pengayak bekerja dengan gerakan melingkar atau elipsoid terhadap permukaan ayakan. Pada jenis ayakan statis, bahan yang diayak dipaksa melalui lubang dengan menggunakan bantuan udara kencang atau air deras.

          Oleh karena itu penggunaan ayakan dari logam sering menyebabkan tidak tersatukan dengan bahan obat (asam salisilat, reaksi gugus hidroksil fenolik dengan ion Fe3+, belerang, warna hitam akibat terbentuknya tembaga sulfida, asam askorbat, penguraian oksidatif), maka ayakan dari bahan sintetis menjadi semakin banyak digunakan.

         STANDAR AYAKAN

          Teknik pengayakan yang dilakukan tentunya memiliki tujuan dalam pembuatan suatu sediaan farmasi. Untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan maka terdapat beberapa standar ayakan yang biasanya digunakan dalam pembuatan sediaan farmasi. Standar ayakan yang akan dibahas kali ini adalah Standar Amerika, Standar Tyler dan Standar menurut  United States Pharmacopeia ( USP )

          Mengayak adalah metode yang paling umum digunakan untuk mengukur distribusi ukuran partikel karena murah , sederhana , dan cepat dengan variasi yang sedikit antara para operator. Meskipun limit bawah dari pemakaian biasanya diperkirakan sebesar 50 mikron, ayakan mikromesh dapat digunakan untuk memperpanjang batas bawah sampai 10 mikron.

          Sebuah ayakan terdiri dari suatu panci dengan dasar kawat kasar dengan lubang – lubang segi empat. Di Amerika Serikat digunakan dua standar ayakan. Pada skala standar Tyler , perbandingan lebar lubang pada urutan ayakan adalah . Skala standar Tyler didasarkan pada ukuran lubang (0,0029”) pada kasa yang mempunyai 200 lubang pada setiap 1 inci , yaitu 200-mesh. Skala Standar Amerika yang dianjurkan oleh Biro Standar Nasional umumnya menggunakan perbandingan  , tetapi didasarkan pada lubang 1 mm (18-mesh). Kedua ayakan standar ini dapat dilihat pada tabel 2-4 .

Standar Amerika

Standar Tyler

Mikron

Mesh

Mikron

Mesh

5660

3 1/2

5613

3 ½

4760

4

4699

4

4000

5

3965

5

3360

6

3327

6

2830

7

2794

7

2380

8

2362

8

2000

10

1651

10

1680

12

1397

12

1410

14

1168

14

1190

16

991

16

1000

18

883

20

840

20

701

24

710

25

589

28

590

30

495

32

500

35

417

35

420

40

351

42

350

45

295

48

297

50

246

60

250

60

208

65

210

70

175

80

177

80

147

100

149

100

124

115

125

120

104

150

105

140

88

170

88

170

74

200

74

200

 

 

62

230

 

 

53

270

 

 

44

325

 

 

37

400

 

 

 

TABEL 2-4. Rancangan dan Dimensi Ayakan Menurut Standar Amerika dan Standar Tyler

          Prosedurnya meliputi penggoyangan sampel secara mekanis. Melalui suatu seri urutan ke ayakan yang lebih halus, dan penimbangan bagian dari sampel yang tertinggal pada masing – masing ayakan. Tipe gerakan yang mempengaruhi pengayakan : gerakan vibrasi yang paling efesien diikuti berturut – turut dengan pengetukan dari samping , dari bawah, gerakan memutar dengan pengetukan , dan gerakan memutar. Waktu merupakan faktor penting pada pengayakan. Beban  atau ketebalan serbuk per satuan luas dari ayakan mempengaruhi waktu pengayakan. Untuk satu set ayakan tertentu kira – kira sebanding dengan beban ayakan. Oleh karena itu pada analisis ukuran dengan cara mengayak, tipe gerakan , waktu pengayakan , dan beban harus distandardisasi.

          Partikel dari serbuk obat mungkin berbentuk sangat kasar dengan ukuran ± 10.000 mikron atau 10 mm atau mungkin juga sangat halus mencapai ukuran koloidal , 1 mikron atau lebih kecil. Agar ukuran partikel serbuk ini mempunyai standar maka USP menggunakan suatu batasan dengan istilah “ Very Coarse, Coarse , Moderately Coarse , Fine dan Very Fine” (sangat kasar, kasar , cukup kasar ,halus dan sangat halus ), yang dihubungkan dengan bagian  serbuk yang mampu melalui lubang – lubang ayakan yang telah distandardisasi yang berbeda – beda ukurannya , pada suatu periode waktu tertentu ketika diadakan pengadukan dan, biasanya pada alat pengaduk ayakan secara mekanis. Tabel 6- 1 menggambarkan Nomor Standar Ayakan dan masing – masing lubang ayakannya dinyatakan dalam milimeter dan mikrometer. Ayakan untuk menguji dan mengukur bahan farmasi biasanya merupakan anyaman yang mungkin  terbuat dari kawat kuningan , perunggu atau kawat lain yang cocok atau tidak diberi lapisan .

Nomor Ayakan

Lubang Ayakan

2

9,5 mm

3,5

5,6 mm

4

4,75 mm

8

2,36 mm

10

2,00 mm

20

850 µm

30

600 µm

40

425 µm

50

300 µm

60

250 µm

70

212 µm

80

180 µm

100

150 µm

120

125 µm

200

75 µm

230

63 µm

270

53

325

45

400

38

TABEL 6-1. Diambil dari USP XXI-NF XVI

  • ·         Very Coarse powder ( serbuk sangat kasar atau nomor 8 ) semua partikel serbuk dapat melewati lubang ayakan nomor 8 dan tidak lebih dari 20% melewati lubang ayakan No. 60.
  • ·         Coarse powder (serbuk kasar atau nomor 20 ) semua partikel serbuk dapat melewati lubang ayakan nomor 20 dan tidak lebih dari 40% yang melewati lubang ayakan nomor 60.
  • ·         Moderately Coarse ( serbuk cukup kasar atau nomor 40 ) semua partikel serbuk dapat melewati lubang ayakan nomor 40 dan tidak lebih dari 40% melewati lubang ayakan nomor 80.
  • ·         Fine Powder (serbuk halus atau nomor 60 ) semua partikel serbuk dapat melewati lubang ayakan nomor 60 dan tidak lebih dari 40% melewati ayakan nomor 100
  • ·         Very Fine powder ( serbuk sangat halus atau nomor 80) semua partikel serbuk dapat melewati lubang ayakan nomor 80 dan tidak ada limitasi bagi yang lebih halus.

          Penentuan ukuran partikel dan percobaan pembagian serbuk dapat dikerjakan dengan pengayakan; yaitu melewati serbuk dengan goncangan mekanis menembus suatu susunan ayakan yang diketahui ukurannya dan berurutan dari ukuran yang besar ke ukuran yang lebih kecil , serta penentuan bagian serbuk yang melewati atau tertahan pada masing – masing ayakan.

 

 

 DAFTAR PUSTAKA

Ansel, H. C., 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, diterjemahkan oleh Ibrahim, F., Edisi keempat, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Ign Suharto. 1998. Sanitasi , Keamanan , dan Kesehatan Pangan dan Alat Industri. Bandung.

Kurniawan, Dhadhang W. dkk., 2012, Teknologi Sediaaan Farmasi, Laboratorium Farmasetika UNSOED, Purwokerto.

Lachman, Leon., 1989, Teori dan Praktek Farmasi Industri, UI – Press, Jakarta

 McCabe, Warren L & Smith, J.C. 1999. “Operasi Teknik Kimia”. Alih Bahasa Jasiji, E.Ir. Edisi ke-4. Penerbit Erlangga : Jakarta.

Swinkels JJM. 1985. Sources of Starch, its Chemistry and Physics. Di dalam :Starch Conversion Technology. Van Beynum GMA, Roels A, editor. New York : Marcel Dekker.

 

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009. Bookmark the permalink.

37 Responses to PENTINGNYA MENGETAHUI PROSES PENGAYAKAN DALAM SEDIAAN FARMASI

  1. Welcome to CV RUNDAWA TEKNIK.
    Kami adalah Supplier peralatan Quality Control untuk keperluan peralatan Konstruksi Jalan, Jembatan, Gedung-gedung, Dam, dan konstruksi teknik sipil lainnya, khusus untuk peralatan kualitas Tanah, Beton, Aspal, Batuan dan material konstruksi lainnya. .manfaat dari peralatan ini untuk menjamin kualitas konstruksi, .sehingga dapat memperpanjang masa pakai ( life time) konstruksi dan mempertahankan kualitas konstruksi, sehingga berdampak pada efisiensi dana pembangunan..
    Kami memproduksi alat-alat teknik untuk kebutuhan penelitian mekanika TANAH, ASPHALT, BETON, BATUAN dan peralatan teknik sipil lainnya.
    Kami akan selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dalam hal pengadaan stock dan pengiriman barang-barang.
    Kami Berpengalaman dalam pengadaan peralatan Mekanika Tanah, Beton, Asphalt, Batuan, Dll. Untuk pengadaan proyek di Perguruan Tinggi, Kontraktor, Konsultan, Pemerintah dan Swasta.
    Percayakan kebutuhan alat laboratorium anda kepada kami, dengan qualitas barang terbaik dan harga bersaing.
    Kami dapat menerima Perbaikan, Calibrasi & Training untuk Laboratorium pengetesan untuk pekerjaan sipil.

    Info lebih lanjut Hub 082221111131 ( Fendi )
    http://www.labtekniksipil.com

  2. bintang says:

    mau nanya, kalau
    1. bahan apa sajakah yg pada pembuatan sediaan farmasi yg tidak boleh di ayak ?
    2. bahan apa sajakah yg harus di ayak terlebih dahulu dengan pengayak no.100

    tolong di jawab ya, makasih:)

  3. nopiii says:

    mas mau tanya !
    1. apa akibat sediaan dimana diameter ukuran terkecil lebih banyak jumlahnya dibandingkan ukuran yang besar ?
    2.Apa akbat sediaan dimana dameter ukuran besar lebih sedikit jumlahnya dibandingkan ukuran yang kecil ?
    mksi🙂

  4. alfia says:

    definisi dan prinsip kerja ayakan tyler itu apa ya/

  5. Sagita ss G1F009015 says:

    mau tanya,,bahan dari alat ayakan itu sendiri apa y? tahan korosi ga…apakah kalo ada korosi, mempengaruhi hasil ayakannya?……………..

  6. ike amelia : mksh utk pertanyaannya..
    yg saya baca pengayakan ini bisa digunakan utk proses granulasi basah. pengertian granulasi basah sendiri yaitu proses menambahkan cairan pada suatu serbuk atau campuran serbuk yg dilakukan pengadukan dan akan menghasilkan aglomerasi atau granul. secara singkat prosesnya semua bahan dicampur, trus dibasahi dgn bahan pengikat kemudian diayak mjd granul, setelah itu dikeringkan, setelah kering diayak kembali utk menghasilkan granul dgn ukuran yg diperlukan. itu yg bisa saya jwb..trims
    IRMA DWI ANGGRAENI (G1F009051)

  7. mas adi : puyer itu sama dgn serbuk kan, nah serbuk ada 2 macam yaitu pulvis (serbuk tak terbagi) n pulveres (serbuk terbagi). menurut farmakope, pulvis itu serbuk yg dibuat utk pemakaian dalam maupun pemakaian luar, Untuk pemakaian luar serbuk tak terbagi harus bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Biasanya harus melewati ayakan dengan derajat halus 100 mesh agar tidak menimbulkan iritasi.sedangkan serbuk yang mengandung lemak harus melewati pengayak no. 44.contohnya serbuk tabur.
    IRMA DWI ANGGRAENI (G1F009051)

  8. Ratih Juwita : faktor2 yg mempengaruhi proses pengayakan
    1. Waktu atau lama pengayakan. Waktu atau lama pengayakan (waktu optimum), jika pengayakan terlalu lama akan menyebabkan hancurnya serbuk sehingga serbuk yang seharusnya tidak terayak akan menjadi terayak. Jika waktunya terlalu lama maka tidak terayak sempurna.
    2. Massa sampel. Jika sampel terlalu banyak maka sampel sulit terayak. Jika sampel sedikit maka akan lebih mudah untuk turun dan terayak.
    3. Intensitas getaran. Semakin tinggi intensitas getaran maka akan semakin banyak terjadi tumbukan antar partikel yang menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan demikian partikel tidak terayak dengan ukuran tertentu.
    4. Pengambilan sampel yang mewakili populasi. Sampel yang baik mewakili semua unsur yang ada dalam populasi, populasi yang dimaksud adalah keanekaragaman ukuran partikel, mulai yang sangat halus sampai ke yang paling kasar.
    IRMA DWI ANGGRAENI (G1F009051)

  9. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    mau tanya dong….
    kira-kira faktor yang mempengaruhi proses pengayakan apa aja sih??
    makasih…

  10. ratih juwita ninda G1F009049 says:

    mau tanya dong….
    kira-kira faktor yang mempengaruhi pengayakan itu apa aja sih??
    makasih…

  11. innayatun : perbedaan pengayakan ini terdapat pada gerakan yang dilakukan saat mengayak berikut adalah contohnya..
    PENGAYAKAN GETARAN
    Ayakan getar (vibrating screen) dibagi menjadi tiga berdasarkan getarannya, yaitu: Berputar (incline) dimana terjadi gerakan berputar pada pusat secara mekanis dengan kecepatan amplitudo sebesar 600-7000 rpm, harisontal (Horizontal) terjadi gegalan linier dengan komponen vertikal sebagai pengangkat dengan kecepatan amplitudo 600-3000 rpm dan acak (Probability) terjadi gerakan yang bervariasi.
    Ada dua macam mekanisme getaran pada proses ini yaitu mekanis dan elektris, yang langsung dihasilkan dari permukaan ayakan. mekanisme elektris yaitu semua elektromagnet, seperti berhenti atau meletakkan unsur ulet untuk memperkuat dan memperhebat getaran efek. Getaran mekanis adalah getaran yang disebabkan oleh pergerakan alat terdiri dari palu (hammers), cams, eksentrik, pemutar dan beberapa kombinasi mekanis lainnya. [Brown,1950]

    PENGAYAKAN AYAKAN GUNCANGAN ATAU KOCOKAN
    Sampel terlempar keatas secara vertikal dengan sedikit gerakan melingkar sehingga menyebabkan penyebaran pada sampel dan terjadi pemisahan secara menyeluruh , pada saat yang bersamaan sampel yang terlempar keatas akan berputar (rotasi) dan jatuh diatas permukaan ayakan, sampel dengan ukuran yang lebih kecil dari lubang ayakan akan melewati saringan dan yang ukuran lebih besar akan dilemparkan keatas lagi dan begitu seterusnya. Sieve shaker modern digerakkan dengan electro magnetik yang bergerak dengan menggunakan sistem pegas yang mana getaran yang dihasilkan dialirkan ke ayakan dan dilengkapi dengan kontrol waktu.

    BEBERAPA CONTOH AYAKAN MEKANIK :

    (1) Grizzly, merupakan jenis ayakan statis, dimana material yang akan diayak mengikuti aliranpada posisi kemiringan tertentu.
    (2) Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal dan miring digerakkan padafrekuensi 1000 sampai 7000 Hz. Ayakan jenis ini mempunyai kapasitas tinggi, dengan efisiensipemisahan yang baik, yang digunakan untuk range yang luas dari ukuran partikel
    (3) Oscillating screen, ayakan dinamis pada frekuensi yang lebih rendah dari vibrating screen(100-400 Hz) dengan waktu yang lebih lamam.
    (4) Reciprocating screen, ayakan dinamis dengan gerakan menggoyang, pukulan yang panjang(20-200 Hz). Digunakan untuk pemindahan dengan pemisahan ukuran.
    (5) Shifting screen, ayakan dinamis dioprasikan dengan gerakan memutar dalam bidangpermukaan ayakan. Gerakan actual dapat berupa putaran, atau getaran memutar. Digunakanuntuk pengayakan material basah atau kering.

    semoga bermanfaat,,,, triiimss

    TRI FATMAWATI (G1F009052)

  12. Inayatun Ilaahiyah G1F010023 says:

    Bisa dijelasin ga perbedaan pengayakan getaran, guncangan, atau kocokan pada pengayakan secara mekanik?

  13. widirarfi says:

    saya ga tahu, sstem jika ini untuk obat,tapi mungkin ini bisa termasuk kedalam crushing and screenig. mungkin alatnya bisa di otomatiskan lagi dengan sistem looping agar nantinya terdapat sistem dimana serbuk yang tidak lolos proses screening dapat di size reduction lagi sehingga nantinya dapat lolos proses screening.

  14. IRMA DWI says:

    IRMA DWI (G1F009051)
    soraya : pertanyaannya sdh dijawab sama tri fatma diatas mu itu.. menambahkan saja bahwa metode pembuatan nanopartikel ada 3 prinsip utama :
    1. metode presipitasi : Dalam metode ini, zat aktif dilarutkan ke dalam pelarut, lalu larutan tersebut dimasukkan ke dalam larutan lain yang bukan pelarut zat aktif tersebut sehingga menghasilkan presipitasi zat aktif yang halus.
    2. metode penggilingan
    a. Metode penggilingan kering (dry milling) : proses memperkecil ukuran partikel tanpa adanya larutan.
    b. metode penggilingan basah (wet atau slurry milling) : proses penggilingan suatu zat padat yang disuspensikan dalam suatu larutan.
    3. Metode Homogenisasi : Homogenisasi bertekanan tinggi merupakan pendekatan lain untuk
    memperkecil ukuran partikel senyawa yang sukar larut.

    Jadi ketiga metode tsb utk mengubah ukuran partikel pada sediaan nanopartikel. sehingga dlm pembuatan sediaan nanopartikel tdk ada proses pengayakan.

    maryamah09 : pengayakan diatas bisa digunakan utk pembuatan bahan pangan, utk dunia pertanian juga bisa menggunakannya. tapi disini khusus utk menjelaskan fungsi pengayakan pada teknologi farmasi.

  15. MARYAMAH : alat pengayakan tersebut ga cuma digunakan di farmasi aja, tapi umumnya yang menggunakan juga masih dalam lingkup teknologi, contohnya : teknologi bahan pangan bisa menggunakan ayakan untuk mendapatkan tepung jagung yang halus.. intinya fungsinya masih tetap untuk mengayak dan mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan hanya saja bahan yang diayak berbeda..

    trimmss, semoga bermanfaat

    TRI FATMAWATI (G1F009052)

  16. @ Tizar segara : ayakan menggunakan mesin lebih efisien dibandingkan dengan manual,dari segi waktu lebih efisien , dan juga pada pengayakan menggunakan mesin hasilnya lebih merata. untuk mendapatkan kualitas partikel yang baik, lebih tergantung pada ukuran ayakan yang digunakan, karena ukuran mesh menentukan kehalusan atau ukuran partikel yang diinginkan.

    trimsss ya,, semoga bermanfaat

    TRIFATMAWATI (G1F009052)

  17. Yuriii : yang bisa di ayak terutama bahan untuk sediaan farmasi umumnya sediaan serbuk kering. misalnya talcum atau sulfur. trus untuk menentukan ukuran partikelnya bisa dipake ayakan yang sesuai bisa di lihat di standar ayakan. trims yuri semoga bermanfaat

    tri fatmawati (G1F009052)

  18. Pada dasarnya proses yang dilakukan sama, yaitu untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan atau pemisahan partikel yang harus dan yang kasar..
    keunggulan pengayakan secara manual itu tekniknya sederhana, jadi bisa dilakukan tanpa keahlian khusus, lebih tepat digunakan pada penggunaan bahan yang sedikit, dan hemata biaya. klo kerugiannya waktu yang dibutuhkan lebih lama ketika pengayakan bahan dalam jumlah yang besar dan kemungkinan pengurangan bobot bahan karena mungkin saat pengayakan bahan terkena angin atau tumpah

    untuk yang mekanik, keuntungannya : pengayakan lebih merata, ukuran partikel lebih halus karena terdiri dari beberapa ukuran mesh ayakan , pengerjaannya lebih cepat dan praktis karena menggunakan mesin, meminimalisir pengurangan bobot karena bahan yang tidak tumpah saat proses pengayakan. kalau kerugiannya biayanya lebih tinggi karena alat menggunakan mesin dan biasanya jarang digunakan untuk bahan – bahan dalam jumlah sedikit…

    semoga jawabannya bisa dimengerti dan bermanfaat, trims buat pertanyaannya…

    TRI FATMAWATI (G1F009052)

  19. maryamah09 says:

    alat pengayakannya itu cuma bisa dipakai untuk dunia farmasi aja apa,,yang lainnya bisa dugunakan alat tersebut???

  20. soraya says:

    klo sediaan nano atau mikropartikel butuh pengayakan gak sih?

  21. tita pristi : untuk pembuatan sediaan nano partikel memiliki bahan serta alat khusus, untuk teknik sediaan nano partikel sepertinya tidak dilakukan pengayakan bahan mengingat material yang digunakan sangat kecil , bahkan butuh alat khusus yang digunakan untuk membuat atau mencampur bahan – bahan nanopartikel. untuk mendapatkan partikel biasanya sediaan nano partikel dilakukan tahap sonikasi, dan bukan berupa ayakan. kalaupun ada alat untuk mengayak bahan sediaan nanopartikel, mungkin alat itu sudah dirancang khusus mengingat ukuran partikel nano yang sangat kecil dan berbeda dengan ukuran ayakan manual atau mekanik..

    triimms semoga bermanfaat

    tri fatmawati (G1F009052)

  22. adi says:

    mohon sertakan kutipan,
    tanya: untuk pembuatan resep puyer, perlukah diayak? jika perlu, pakai mesh berapa dan penjelasannya…..

  23. tri fatmawati (G1F009052) says:

    camela : alatnya ngga buat sendiri,, cuma jelasin fungsi alatnya aja ko…

  24. IRMA DWI says:

    IRMA DWI (G1F009051)
    zaqy saputra : tentunya sangat berpengaruh dengan khasiat obat itu sendiri…kita tau klo pengayakan itu kan fungsinya menyamakan ukuran partikel, klo bahan atau zat aktif tdk dilakukan pengayakan pastinya ukuran partikel tdk seragam, dan klo ukuran partikel bahan itu tdk seragam dlm suatu sediaan pastinya akan mempengaruhi bobot tiap sediaan. dan kelarutan tiap sediaan juga akan berbeda, dimana kelarutan ini sangat berpengaruh dalam khasiat obat itu sendiri.
    mungkin ini yg bisa saya jelaskan.. trims atas commentnya..

  25. zaqysaputra says:

    mmmm…….. itu ngaruh sama kasiat g si pengayakan

  26. IRMA DWI says:

    IRMA DWI (G1F009051)
    hanya menambahkan saja pertanyaan dr Ayaz : utk kekurangan dari pengayakan mekanik tidak dapat diaplikasikan utk serbuk dengan ukuran kecil dari 38μm serta adanya variasi ukuran akibat proses manufaktur sekitar 3 – 7% (German, Randall M. (1994). Powder Metallurgy Science, 2nd ed. USA. Metal Powder Industries Federation. New Jersey. Hal. 33-62)..

  27. Camela says:

    itu alatntya bikin sendiri ya kak?

  28. tri fatmawati (G1F009052) says:

    @ Tizar segara : ayakan menggunakan mesin lebih efisien dibandingkan dengan manual,dari segi waktu lebih efisien , dan juga pada pengayakan menggunakan mesin hasilnya lebih merata. untuk mendapatkan kualitas partikel yang baik, lebih tergantung pada ukuran ayakan yang digunakan, karena ukuran mesh menentukan kehalusan atau ukuran partikel yang diinginkan.

    trimsss ya,, semoga bermanfaat

  29. ike amelia g1f009021 says:

    Ada ga si pengayakan dalam bentuk basah? kalau yg saya baca diartkkel ini
    pengayakan itu lazim pada pengayakan kering??

  30. Tizar Segara says:

    lebih efisien mana ayakan yg manual atau mesin untuk mendapatkan kualitas partikel yang terbaik?

  31. tri fatmawati (G1F009052) says:

    @ Asep lhoespe : thx u semoga bermanfaat….

  32. Asep lhoespe says:

    Experimen yang bagus..good luck

  33. tri fatmawati (G1F009052) says:

    Yuriii : yang bisa di ayak terutama bahan untuk sediaan farmasi umumnya sediaan serbuk kering. misalnya talcum atau sulfur. trus untuk menentukan ukuran partikelnya bisa dipake ayakan yang sesuai bisa di lihat di standar ayakan. trims yuri semoga bermanfaat

  34. yuridhani says:

    apa saja partikel partikel yg bisa di ayak?

  35. tri fatmawati says:

    Pada dasarnya proses yang dilakukan sama, yaitu untuk mendapatkan ukuran partikel yang diinginkan atau pemisahan partikel yang harus dan yang kasar..
    keunggulan pengayakan secara manual itu tekniknya sederhana, jadi bisa dilakukan tanpa keahlian khusus, lebih tepat digunakan pada penggunaan bahan yang sedikit, dan hemata biaya. klo kerugiannya waktu yang dibutuhkan lebih lama ketika pengayakan bahan dalam jumlah yang besar dan kemungkinan pengurangan bobot bahan karena mungkin saat pengayakan bahan terkena angin atau tumpah

    untuk yang mekanik, keuntungannya : pengayakan lebih merata, ukuran partikel lebih halus karena terdiri dari beberapa ukuran mesh ayakan , pengerjaannya lebih cepat dan praktis karena menggunakan mesin, meminimalisir pengurangan bobot karena bahan yang tidak tumpah saat proses pengayakan. kalau kerugiannya biayanya lebih tinggi karena alat menggunakan mesin dan biasanya jarang digunakan untuk bahan – bahan dalam jumlah sedikit…

    semoga jawabannya bisa dimengerti dan bermanfaat, trims buat pertanyaannya…

    TRI FATMAWATI (G1F009052)

  36. Tita Pristi says:

    Tita Pristi Dwi Cahyani G1F009069
    Tentunya anda sudah mengerti desain sediaan nanopartikel bukan?! apakah teknik pengayakan yang sesuai untuk membuat sediaan nanopartikel?! bagaimana cara mensetting ukuran partikel yang kita inginkan?! matur nuwun,

  37. Ayaz g1f010055 says:

    Pada teknik pengayakan disebutkan ada 2 teknik pengayakan yaitu pengayakan secara manual dan pengayakan secara mekanik.mungkin bisa dijelaskan keunggulan dan kelemahan dari tiap teknik tersebut.. merci😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s