korek lagi yuuuuuukksz tentang…. FAKTOR “X” PENYEBAB KOROSI DAN PENGENDALIANNYA PADA ALAT INDUSTRI FARMASI


korek lagi yuuuuuukksz tentang….

FAKTOR “X” PENYEBAB KOROSI DAN PENGENDALIANNYA PADA

ALAT INDUSTRI FARMASI

Disusun oleh :

Zulva Chairunnisa (G1F010002)

Rahminawati Ritonga (G1F010005)

Rakhmawati Hanifah (G1F010006)

ABSTRAK

Korosi memiliki pengertian sebagai “suatu proses pembusukan suatu bahan (terutama logam) atau proses perubahan sifat suatu bahan akibat pengaruhreaksinya dengan lingkungan sekitar”. Korosi bisa disebabkan oleh bahan itu sendiri seperti kemurnian bahan , permukaan logam sedangkan dari lingkungan diantaranya jumlah zat pencemar udara, suhu, serta kelembaban. Korosi dapat menyebabkan turunnya produk akibat kontaminasi dari korosi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.

Sebagian besar alat-alat dalam industri farmasi terbuat dari logam yang rentan mengalami korosi . Korosi dapat dikendalikan melalui perubahan lingkungan, lapisan penghalang, pelapisan dengan beton dan pelapisan dengan logam. Korosi menyebabkan turunnya produk akibat kontaminasi dari korosi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.

Kata kunci : Korosi, faktor penyebab korosi, pengendalian korosi.

Korosi memiliki pengertian sebagai “suatu proses pembusukan suatu bahan (terutama logam) atau proses perubahan sifat suatu bahan akibat pengaruhreaksinya dengan lingkungan sekitar” (Widharto, 2001:vii).

Terdapat definisi lainyang menjelaskan bahwa korosi adalah “suatu penurunan mutu logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya” (Trethewey & Chamberlain, 1991:25).

Anode : Fe Fe2+ + 2e-

Katode :O2 + 4H + 4e- + 2H2O

Sebagian besar alat-alat dalam industri farmasi terbuat dari logam yang rentan mengalami korosi .

Faktor penyebab korosi :

Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua,yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi:

1. Kemurnian bahan

Hampir tidak ada benda, khususnya logam besi yang bebas dari kotoran didalam materialnya, baik berupa oksida dari metal besi tersebut akibat bereaksi dengan zat asam di udara, perbedaan strukur molekuler dari material metal itu sendiri, maupun perbedaan tegangan di dalam bagian-bagian metal besi tersebut. Hal ini menimbulkan perbedaan potensial antara bagian-bagian logam tersebut. Perbedaan potensial ini menyebabkan sebagian dari metal bersifat katodis dan sebagian lagi bersifat anodis. Bagian yang bersifat katodis yakni kotoran, oksida, dan struktur molekuler yang katodis. Sedangkan, bagian yang bersifat anodis yaitu bagian logam besi yang murni. Perbedaan potensial ini mengakibatkan metal mudah mengalami korosi (Widharto, 2001:3).

2. Permukaan logam

Sering kita menjumpai logam yang permukaannya tidak rata. Permukaan logam yang tidak rata ini memudahkan terjadinya kutub-kutub muatan, yangakhirnya akan berperan sebagai anoda dan katoda. Permukaan logam yang licin dan bersih akan menyebabkan korosi sukar terjadi, sebab pada permukaan logam sulit untuk terjadi kutub-kutub yang akan bertindak sebagai anoda dan katoda.

Faktor dari lingkungan meliputi:

1. Jumlah zat pencemaran udara

Zat pencemar udara ada bermacam-macam, yang paling dominan bergantung pada lokasi di tempat terjadinya pengkaratan, misalnya di tepi pantai zat pencemar yang dominan adalah NaCl yang berasal dari partikel air laut, sedangkan di sekitar kawasan industri adalah zat SO2, H2S, NH3, NO2 dan garam-garam lain.Tapi, gas yang paling merusak pada udara di kawasan industri dalah sulfur dioksida (SO2) yang berasal dari hasil pembakaran batu bara dan minyak bumi.

Di kota metropolitan, seperti New York AS, diperkirakan dari hasil pembakaran batu bara dan minyak bakar saja telah menyumbang sekitar 1,5 juta ton SO2 tiap tahun, yang membebani udara di atas kota tersebut dengan rata-rata 6.300 ton H2SO4setiap hari. Asam sulfat ini sangat merusak sekali hampir padakeseluruhan material bangunan dan prasarana umum lainnya, bahkan apabilaterbawa hujan dapat menyebabkan hujan asam yang dapat membunuh tanaman danhewan ternak pemakan tumbuh-tumbuhan yang telah tercemar (Widharto, 2001:6).

2. Suhu

Laju korosi berbanding lurus dengan kenaikan temperatur. “Dalam suatusistem terbuka, laju korosi dapat meningkat pada saat temperatur bertambah dan berkurang ketika temperatur terus dinaikan” (Widharto, 2001:21). Karena semakin panas larutan, maka gas akan keluar dari larutan, sehingga laju korosi semakin berkurang. “Namun, dalam suatu sistem tertutup, tidak berlaku yang demikian. Halini dikarenakan tekanan mencegah gas untuk keluar” (Widharto, 2001:21).

3. Kelembaban

Air merupakan salah satu faktor penting untuk berlangsungnya proseskorosi. Udara yang banyak mengandung uap air (lembab) akan mempercepat berlangsungnya proses korosi.Faktor kelembaban dapat menyebabkan titik embun (dew point ) ataukondensasi. Tanpa adanya unsur kelembaban relatif, segala macam kontaminan (zat pencemar) tidak akan atau sedikit sekali menyebabkan pengkaratan.Hujan pada hakikatnya malah membersihkan lapisan polutan pada permukaan metal sehingga sedikit banyak mengurangi pengarah pengkaratannya.Kecuali apabila sisa-sisa air hujan tesebut tidak dapat segera mengering karenaterperangkap di daerah terlindung (di bawah atap), di celah-celah dan di permukaantanah basah, maka kondisi ini mempercepat proses pengkaratan.Akan halnya titik embun, akibat keberadaannya sangat korosif terutama didaerah dekat pantai dimana banyak partikel air asin yang terhembus angin danmendarat di permukaan metal, atau di daerah kawasan industri yang kaya denganzat pencemar udara.Pada saat-saat jarang jatuh hujan, maka keberadaan zat pencemar di permukaan metal tidak terganggu/terbasuh, sehingga sewaktu terjadi kodensasi di permukaan, maka air embun tersebut tercampur dengan zat pencemar yang adamenjadi larutan elektrolit yang sangat baik, sehingga mempercepat proses pengkaratan. Kondensasi didukung oleh dua factor utama, yakni factor cuaca yangrelatif dingin dan factor kelembaban relatif yang cukup tinggi (di atas 80%).Tingkat pegkaratan akan sangat ganas apabila di samping keberadaan zat pengkarat yang tinggi, kelembaban yang tinggi juga suhu yang bersifat cyclic(naik turun secara teratur) (Widharto, 2001:51).

4. Keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif

Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa anorganik maupun organik. Elektrolit(asam atau garam) merupakan media yang baik untuk melangsungkan transfer muatan. Hal itu mengakibatkan elektron lebih mudah untuk dapat diikat olehoksigen di udara. Oleh karena itu, air hujan (asam) dan air laut (garam)merupakan penyebab korosi yang utama.

5. Organisme

Organisme penyebab korosi salah satunya adalah bakteri. Bakteri yangdapat menyebabkan korosi adalah bakteri anaerob, misalnya bakteriSporovibriodesulfuricans. Selain bakteri, segala jenis biota air/laut yang hidup di dalam sistem pendingin atau penukar kalori yang menggunakan sarana air laut/air tawar sebagai pendingin, misalnya kerang/remis, ganggang laut, anemon, dan sebagainya yangtumbuh di dalam ruang yang dialiri air laut ataupun air tawar dapat menyebabkanterjadinya sel karat (Widharto, 2001:57).

6. O2

“Suatu fenomena alam bahwa metal yang berada di daerah yang berkandungan oksigen lebih banyak akan bersifat katodik terhadap bagian metalyang berada di daerah yang berkandungan oksigen lebih rendah yang bersifat anodik, jika kedua metal tersebut dihubungkan” (Widharto, 2001:20). Metal yang bersifat anodik ini akan lebih mudah mengalami korosi.

7. Tekanan

Besar tekanan dapat mempengaruhi laju reaksi kimia, begitu juga denganlaju terjadinya korosi. Dalam sistem minyak dan gas, semakin tinggi tekanan,semakin banyak gas yang dapat larut, sehingga laju korosi yang terjadi semakintinggi.

8. Kecepatan

Kecepatan aliran fluida kerja yang melewati pipa dapat mempengaruhi lajukorosi yang terjadi pada pipa. Suatu aliran yang stagnan atau aliran dengankecepatan yang rendah akan menurunkan laju korosi namun aliran yang mati totalakan menyebabkan terjadinya deposit dari korosi erosi sebelumnya. Sedangkansuatu aliran yang berkecepatan tinggi sehingga menyebabkan terjadinya turbulensiatau adanya gelembung gas dapat mengakibatkan terjadinya korosi erosi yangdiakibatkan menghilangnya lapisan oksida pada logam akibat terkikis oleh aliranfluida kerja.

9. Konduktifitas dan PH

Korosi terjadi karena kehadiran 3 aspek penting yaitu anoda, katoda, danlarutan elektrolit. Semakin konduktif larutan elektrolit yang dipakai atau dialirkandalam pipa, maka makin cepat laju korosi pipa tersebut. Korosi tidak dapat dicegah,namun dapat diperlambat dengan mengganti elektrolit yang dipakai denganelektrolit dengan konduktifitas yang lebih rendah.

CARA PENCEGAHAN KOROSI

1. Pengendalian korosi melalui perubahan lingkungan.

Korosi adalah reaksi logam dan lingkungannya, karena itu upaya pengubahan lingkungan yang menjadikannya kurang agresif akan bermanfaat untuk membatasi serangan terhadap logam (Trethewey & Chamberlain, 1991:227).

a. Lingkungan berwujud gas. Biasanya yang dimaksudkan disini adakah udara dengan rentang temperatur -100 0C hingga +300 0C. Beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi laju korosi di udara bebas adalah menurunkan kelembaban relatif, menghilangkan komponen-komponen mudah menguap yang dihasilkan oleh bahan-bahan sekitar, mengubah temperatur, menghilangkan kotoran-kotoran (termasuk partikel-partikel padat yang abrasif), endapan-endapanyang akan membentuk katoda (misalnya jelaga), dan ion-ion agresif (Trethewey &Chamberlain, 1991:227).

b. Bahan terendam di air bebas yang cukup mengandung ion untuk menjadikannya sebuah elektrolit. Beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi laju korosidi air adalah menurunkan konduktivitas ion,mengubah pH, mengurangi kandungan oksigen, dan mengubah temperatur (Trethewey & Chamberlain, 1991:227).

c. Logam terkubur dalam tanah dan mineral-mineral yang terlarut membentuk elektrolit. Pengendalian biasanya melalui proses katodik atau pelapisan permukaan,tetapi lingkungan tersebut dapat dibuat kurang agesif dengan mengganti tanahurugan yang tidak menahan air, mengendalikan pH dan mengubah konduktifitasnya(Trethewey & Chamberlain, 1991:227)

2. Pengendalian korosi dengan lapisan penghalang

Lapisan penghalang yang dikenakan ke permukaan logam dimaksudkan baik untuk memisahkan lingkungan dari logam, maupun untuk mengendalikan lingkungan mikro pada permukaan logam. Banyak cara pelapisan yang digunakan untuk maksud ini termasuk cat, selaput organik, vernis, lapisan logam, dan enamel.Sejauh ini yang paling umum adalah cat.

a. Pelapisan dengan cat

Pertama dalam lapisan primer, pigmen mengendalikan proses korosi pada permukaan logam, entah dengan menghalangi reaksi atau menyediakan tumbal bagilogam yang dilindungi. Kedua, pada lapisan atas, pigmen-pigmen yang lembammenambah panjang lintasan difusi yang harus ditempuh oleh oksigen dan butir-butir air mencoba menembus selaput sehingga menunda dimulainya proses korosi sertamemperlambat laju reaksi.

b. Pelapisan dengan plastik

Pelapisan termoplastik dan elastomer sering dilakukan terhadap logam yangrelatif murah untuk memadukan sifat-sifat mekanik logam tersebut dengan sifat plastik yang anti korosi. Cara melapisi logam dengan plastik antara lain pencelupan, penyemprotan, pengulasan (baik denganroller maupun dengan kuas). Beberapa jenis plastik yang digunakan untuk melapisi logam : Nilon, Polietena, Polivinilklorida (PVC),Politetraflouroetilena (PTEE), Poliuretan.

3. Pelapisan dengan beton

Industri konstruksi banyak sekali menggunakan balok-balok beton bertulang serta balok-balok baja untuk memperkuat struktur dari beton. Lingkungan berupa basa kuat yang terdapat dalam beton menghalangi korosi terhadap baja dengan memproduksi selaput pasif pada permukaan logam. Namun demikian, jika air, oksigen, dan karbon dioksida dapat menembus beton, karbon dioksida akan bereaksi dengan komponen- komponen pada beton dan mengendapkan karbonatyang menggantikan hidroksida.

4. Pelapisan dengan logam

Banyak benda sekitar kita yang diberi sentuhan akhir berupa lapisan logam baik untuk melindungi maupun untuk memperindah logam dibaliknya yangmenyediakan kekuatan, kekakuan, dan sifat dapat dibentuk. Lapisan metalik merupakan penghalang yang disinambungkan antara permukaan logam danlingkungan sekelilingnya.

Di dunia industri ( khususnya farmasi), kerugian produksi selama pekerjaan terhenti akibat perbaikan. Begitu banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat alat-alat perusahaan yang ada. Hal ini bisa berakibat menurunnya kualitas produk, misalnya saja mengenai usia pakai suatu produk. Permasalahan sering timbul di dunia industri (khusus farmasi) tentang hal ini. Pihak pabrik sering dengan sengaja memilih bahan-bahan kurang baik untuk produk mereka berlandaskan pemikiran bahwa biaya produksi bisa ditekan, dengan demikian, produk bisa dijual lebih murah, umur pakai produk menjadi lebih pendek, kebutuhan akan produk baru menjadi tetap tinggi, dankeuntungan makin besar (Tretheway & Chamberlain, 1991:8). Di pihak lain, konsumenlah yang selalu membiayai semua itu.

Selain itu, korosi menyebabkan turunnya produk akibat kontaminasi dari korosi terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. Pada umumnya, industri-industri kimia berat, dan petrokimia ternyata jauh lebih sadar akan bahaya korosi dibanding industri farmasi. Ini diperkirakan terjadi karena pengalaman industri-industri terdahulu dalam penggunaan dan penyimpanan bahan- bahan yang sangat korosif. Kurang dari 10% perusahaan farmasi yang menjadi responden mengaku tidak mempekerjakan spesialis korosi, sebagian besar karena anggapan bahwa jabatan itu cukup dirangkap oleh petugas pemeliharaan umum. Kendati demikian, industri ini sadar akan mutu produksinya, walaupun sebetulnya menanggung biaya lebih tinggi akibat korosi yang lebih dari semestinya (Tretheway& Chamberlain, 1991:9).

Pencegahan dengan pengecatan

KESIMPULAN

1. Korosi merupakan suatu penurunan mutu logam akibat reaksi elektrokimia dengan lingkungannya

2. Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua,yaitu yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan

3. Cara pengendalian korosi melalui perubahan lingkungan, lapisan penghalang, pelapisan dengan beton. dan pelapisan dengan logam

REFERENSI :

Trethewey, K.R. & Chamberlain, J. 1991. Korosi untuk Mahasiswa dan Rekayasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Widharto, Sri. 2001. Karat dan Pencegahannya. Jakarta: PT Pradnya Paramita

http://runtah.com/praktikum-korosi/

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

72 Responses to korek lagi yuuuuuukksz tentang…. FAKTOR “X” PENYEBAB KOROSI DAN PENGENDALIANNYA PADA ALAT INDUSTRI FARMASI

  1. @Wenti Liana
    terimakasih ya untuk pertanyaannya
    menurut kami pemilihan cara pengendalian yang paling efisien dan ekonomis itu harus memperhatikan fungsi alat – alat logam tersebut jika hanya berupa jemuran bisa dengan pengecatan, tapi bila alat – alat dalam industri farmasi biasanya menggunakan penghalang plastik ataupun dilapisi dengan logam-logam lain, cara untuk mengatasi korosi yang telah terjadi adalah bisa menggunakan cara – cara pengendaliannya Pengendalian korosi dengan lapisan penghalang, Pelapisan dengan cat Pelapisan dengan plastik,Pelapisan dengan beton, Pelapisan dengan logam karena korosi tidak bisa dicegah ataupun diatasi hingga benar – benar tidak tejadi tapi hanya bisa dicegah dan diperlambat prosesnya

  2. @Fiera Matadiezt
    terimakasih atas pertanyaannya lagi
    Korosi bahkan dapat menyebabkan terjadinya gangguan berupa terjadinya hubungan pendek (konsleting) yang dapat mengarah kepada terjadinya kecelakaan karena kebanyakan industri modern telah menggunakan alat – alat elektronika untuk meningkatkan kemampuan produksinya. karena korosi bisa menyebabkan terjadinya kosleting maka hal ini tentu saja akan menyebabkan kerusakan bahkan keselamatan kerja dari para pekerja industri tersebut
    zulva chairunnisa (G1F010002)

  3. @Fiera Matadiezt
    wah pertanyaannya bagus sekali
    menurut kami untuk mengurangi dan mengendalikan korosi pada alat – alat elektronik karena seperti yang kita tahu bahwa korosi tidak bisa kita hindarkan dan benar – benar hilangkan adalah menggunakan pelapisan logam yang lain misalnya platina dan tembaga dimana proses terjadinya korosi lebih lambat bila dibandingkan besi. cara mencegah dampak negatifnya adalh kita harus menjaga supaya alat alat tersebut tidak sering kontak dengan hal – hal yang bisa menyebabkan korosi menjadi lebih cepat yang telah disampaikan sebelumnya dalam artikel ini seperti pencemaran udara dll.
    zulva chairunnisa ( G1F010002)

  4. @andre hendrawan
    terimakasih kak untuk pertanyaannya
    menurut kami pengaruh korosi terhadap produk sediaan farmasi yang dihasilkan tentu sangat besar, selain bisa mengurangi khasiat dari obat tersebut mungkin saja bisa membuat sediaan tersebut menjadi toksik.
    untuk mengatasi masalah bila memproduksi sediaan yang berbahan asam menurut kami cara terbaik adalah dengan melapisi alat industri dengan menggunakan penghalang berupa plastik supaya tidak terjadi kontak langsung antara bahan dengan logam yang ada dialat – alat industri…
    zulva chairunnisa (G1F010002)

  5. @cirem alla cittato
    trimaksih atas pertanyaannya,
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari anda,
    Menurut beberapa literatur, korosi adalah fenomena kerusakan material, biasanya logam karena pengaruh lingkungannya. Faktor lingkungan penyebab korosi ini dijelaskan sebagai reaksi kimia atau elektro kimia yang dihasilkan dari suhu, cuaca/ iklim, kelembaban, atau zat-zat tertentu yang ada di lingkungan tersebut. Jadi korosi merupakan proses yang alamiah tidak dapat dimusnahkan atau dihilangkan tetapi hanya bisa dicegah dan di kontrol.
    mungkin itu saja jawaban dari saya. .
    trimaksih yaaa. .

    (RAKHMAWATI HANIFAH G1F010006)

  6. @fitri
    sama-sama. .
    semoga bermanfaat,
    kalau ada pertanyaan atau saran bisa d share di sini yaa,
    trimakasih ;-D

  7. @Icke
    makasih banyak sista. .
    semoga bermanfaat yaa ;-D

  8. @fatimah. .
    waalaikumslm wr wb. .
    terimakasih atas pertanyaan yang telah diberikan,
    baiklah saya akan mencoba menjawab ;-D
    pengendalian korosi di rumah tangga itu ada berbagai cara, tergantung dari jenis barangnya. misalnya untuk perkakas dan mesin itu bisa dilakukan dengan pelumuran menggunakan oli atau gemuk. untuk alat-alat dapur misalnya rak piring, keranjang bisa dilakukan dengan pembalutan dengan plastik.cara lain yang biasa digunakan di rumah tangga yaitu Pengecatan atau pelapisan dengan cat.
    mungkin itu jawaban dari saya. .
    trimakasih. . .

    (RAKHMAWATI HANIFAH G1F010006)

  9. @wira tri barkah
    maksih yaa. .
    semoga bermanfaat ;-D

  10. @fira metadiezt
    trimaksih atas pertanyaan yang telah d berikan,
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari anda. .
    begini, kita ketahui bahwa piranti/peralatan elektronik itu memakai komponen logam seperti seng, tembaga, besi-baja dan sebagainya sehingga semuanya memungkinkan dapat terserang korosi.
    nah kita ketahui juga bahwa faktor penyebab korosi itu ada dua yaitu faktor yang berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur yang ada dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia yang bersifat korosif dan sebagainya. Bahan-bahan korosif (yang dapat menyebabkan korosi) terdiri atas asam, basa serta garam, baik dalam bentuk senyawa an-organik maupun organik. Penguapan dan pelepasan bahan-bahan korosif ke udara dapat mempercepat proses korosi. Udara dalam ruangan yang terlalu asam atau basa dapat memeprcepat proses korosi peralatan elektronik.
    Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan. Karena korosi akibatnya sifat elektrik komponen-komponen elektronika dalam komputer, televisi, video, kalkulator, jam digital dan sebagainya menjadi rusak. Korosi dapat menyebabkan terbentuknya lapisan non-konduktor pada komponen elektronik. Oleh sebab itu, dalam lingkungan dengan tingkat pencemaran tinggi komponen elektronika semakin mudah rusak, bahkan hancur karena korosi. Dalam beberapa kasus, hubungan pendek yang terjadi pada peralatan elektronik dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan.
    mungkin itu jawaban dari sayaa .
    terimakasih bnyak yaa. .

    (RAKHMAWATI HANIFAH G1F010006)

  11. fatimah says:

    aslm,,,,, klo d rumah tangga cara pengendalian korosi tang baik thu gmn y….?????

  12. Wenti Liana says:

    assalamualaikum

    thanks for infomation bout corrosion (:

    menurut anda cara pengendalian apakah yang paling efisien, ekonomis, dan praktis untuk mencegah korosi? mengapa?
    dan jika korosi sudah terjadi apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

  13. andre hendrawan says:

    Asslm….
    selamat malam semuanya,, saya andre hendrawan dari unsoed.
    wah tulisan yang sangat menarik, khususnya bagi perkembangan farmasi. disini saya mau brtanya menurut anda semua seberapa besar pengaruh korosi terhadap produk yang dihasilkan.? dan untuk mengatasi produksi bahan-bahan yang bersifat asam supaya alat yang digunakan tidak cepat korosi bagaimana.? so’alnya biasanya kalo logam terkena bahan2 yg berisfat asam akan mudah korosi.

    terimakasih….

  14. Dwi sisilia saputri W.A says:

    Assalamualaikum,
    pertanyaan untuk Rakhmawati Hanifah,
    Dari artikel yang anda buat, pencegahan korosi pada baja yang digunakan dalam memperkuat struktur konstruksi bangunan dapat diatasi dengan menggunakan pelapis beton. Apakah baja yang ada didalam lapisan beton itu akan sepenuhnya terlindungi dari bahaya korosi ? sedangkan telah kita ketahui bersama bahwa beton itu masih dapat dipengaruhi oleh lingkungan, contohnya, dapat menyerap air, serta udara yang ada di lingkungan juga masih bisa masuk kedalam lapisan beton. Hal ini tentu masih dapat memacu timbulnya bahaya korosi. Menurut anda, jika bahaya korosi masih bisa terjadi pada baja yang telah dilapisi beton tersebut, apakah baja yang ada didalam lapisan beton itu akan memberi pengaruh yang besar atau tidak terhadap kekuatan suatu bangunan ?

  15. fitri says:

    kereeen makasi yaaaa🙂

  16. waahhhhh
    Kereennnnn
    Makasiihh Bangedd yaaaa
    Sangaadd Membantuuu Cke neehh
    :))

  17. kenapa korosi hanya bisa di daur ulang,
    kenapa gak bisa di hilangkan atau di musnahkan????

  18. Terimakasih,
    Jawabanya sangat membantu saya.🙂

    Saya lanjutkan.
    kalo Korosi yang menyerang piranti maupun komponen-komponen elektronika dapat mengakibatan kerusakan bahkan kecelakaan penyebabnya karena apa mbak, , ,???😀

  19. @Angga A. Setiawan
    wa’alaikumsalam wr. wb
    terimakasih buat pertanyaannya
    dampak korosi bagi kesehatan kita adalah Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terganggu. selain itu korosi bisa akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan. penanganan pertama yang dilakukan misalnya akibat dari kontak tersebut adalah alergi, jangan menggunakan alat itu lagi, dan bila reaksi alergi muncul maka gunakan obat – obat untuk mengobatinya.
    zulva chairunnisa ( G1F010002)

  20. @Fitriani Zahroh L. Nikmah
    makasih ya buat petanyaannya
    logam yang ada diaksesoris bisa mengalami korosi karena udara bebas di lingkungan akan bereaksi logam atau terjadi reaksi redoks yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. sesuai dengan persamaan reaksi ini…
    .Anode : Fe Fe2+ + 2e-
    Katode :O2 + 4H + 4e- + 2H2O
    senyawa – senyawa yang terbentuk karena reaksi itu bisa memiliki daya racun yang akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh akan terganggu . dan bila mengalami kontak langsung dengan kulit individu yang memiliki alergi terhadap senyawa – senyawa tersebut maka tentu akan menjadi pemicu munculnya reaksi – reaksi alergi seperti kulit memerah dan gatal serta hal – hal lainnya.
    zulva chairunnisa ( G1F010002)

  21. @Aulia Larah Mentari
    iyaa sama2 ;-D
    semoga bermanfaat yaaa,
    sukses juga buat aul ;-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s