SEKILAS TENTANG PENGGERUSAN OBAT DALAM INDUSTRI FARMASI


SEKILAS TENTANG PENGGERUSAN OBAT DALAM INDUSTRI FARMASI

Disusun oleh :

Tri Hajar H                (G1F009041)

Rikha Kurniawaty    (G1F009043)

Akhmad Rofiq N.     (G1F009044)

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

ABSTRAK

Industri farmasi dalam pembuatan sediaan obat selalu memperhatikan  hal-hal seperti keseragaman ukuran dan efek distribusi ukuran partikel pada homogenitas  pencampuran. Keseragaman zat aktif dan eksipien tidak sedikit yang menggunakan zat yang berada dalam ukuran optimum, sehingga selama pembuatan bentuk sediaan farmasi, zat-zat tersebut harus dilakukan penggerusan atau diperkecil ukurannya pada tahap-tahap tertentu agar tercapai keseragaman ukuran dan homogenitas.

Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan. Prinsip kerja dari alat penggerus tergantung pada tekanan langsung, benturan dari pukulan yang tajam, pergesekan (atrisi), atau pemotongan. Alat-alat penggerus biasanya diklasifikasikan menjadi kasar, sedang, dan halus sesuai dengan ukuran partikel hasil penggerusan.  Ada faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam  proses penggerusan agar tercipta penggerusan yang baik seperti faktor-faktor yang mempengaruhi penggerusan dan dalam pemilihan penggerus.

Teknik penggerusan memerlukan teknik khusus karena harus sesuai dengan standar dan proses penggerusan (seperti kecepatan, ukuran ayakan, desain rotor dan beban). Pada intinya pada setiap proses penggerusan harus disesuaikan dengan produk atau hasil yang diinginkan, karena pada akhirnya teknik penggerusan menentukan kualitas dan efektivitas suatu obat.

Kata kunci : Penggerusan, Obat, Alat, Tujuan,Tipe, Teknik.

Pembuatan sediaan obat dalam industri farmasi, seperti tablet, kapsul, pulvis, ataupun sediaan lainnya tidak sedikit yang menggunakan zat yang berada dalam ukuran optimum, sehingga selama pembuatan bentuk sediaan farmasi, zat-zat tersebut harus diperkecil ukurannya pada tahap-tahap tertentu. Salah satu cara untuk memperkecil ukuran partikel adalah dengan cara penggerusan. Hal- hal yang penting untuk diketahui dalam penggerusan adalah tujuan, alat-alat penggerus, tipe penggerus, dan pengaruh penggerusan pada beberapa sediaan obat,

Penggerusan merupakan proses untuk memperkecil ukuran zat padat. Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan. Efisiensi proses penggerusan dipengaruhi oleh sifat gaya dan besarnya gaya tersebut. Laju penerapan gaya mempengaruhi penghalusan, karena terdapat hambatan waktu antara tercapainya gaya maksimum dan pemecahan. Makin tinggi laju, makin kurang efektif penggunaan energi dan makin tinggi jumlah bahan yang dihasilkan. Karena laju penggerusan naik, lebih banyak energi yang terbuang. Massa dan ukuran partikel dan lamanya waktu berada dalam penggerus akan mempengaruhi laju penggerusan.

Proses penggerusan akan memungkinkan bahwa suatu partikel tertentu akan terpecah. Jika sebuah partikel dikenai benturan tiba-tiba dan terpecah, maka akan menghasilkan beberapa partikel yang relatif  besar, beberapa partikel halus, serta beberapa partikel dengan ukuran sedang. Jika diberikan energi benturan yang lebih besar, maka partikel yang lebih banyak terbentuk adalah partikel yang berukuran kecil. Selain itu gaya penggerusan pun akan menghasilkan retakan kecil pada partikel. Suatu retakan akan menjadi kelemahan struktur yang dapat berkembang menjadi patahan dibawah tekanan. Kerja yang terpakai dalam penggerusan sebanding dengan panjang dari patahan baru yang dihasilkan.

Penggerusan obat memerlukan alat-alat penggerus yang khusus. Alat-alat penggerus ini biasanya diklasifikasikan sebagai kasar, sedang, dan halus sesuai dengan ukuran hasil penggerusan. Sedangkan ukuran itu sendiri secara konvensional dinyatakan dengan satuan mesh (jumlah lubang pada tiap inci linear dari ayakan). Adapun klasifikasi penggerusan berdasarkan hasilnya yaitu :

  1. Penggerusan kasar, menghasilkan partikel-partikel yang lebih besar dari 20 mesh
  2. Penggerusan sedang, menghasilkan partikel-partikel berukuran antara 200 – 20 mesh (74 – 840 mikron)
  3. Penggerusan halus, menghasilkan partikel-partikel yang lebih kecil dari 200 mesh

Secara umum alat-alat penggerus memiliki komponen yang berbeda – beda, akan tetapi memiliki 3 bagian dasar yang harus ada dalam setiap alat penggerus. Bagian dasar alat penggerus tersebut yaitu :

  1. Saluran pemasukan (feed chute) yang memudahkan bahan
  2. Mekanisme penggilingan, biasanya terdiri dari suatu rotor dan stator, dan
  3. Saluran pengeluaran (discharge chute)

Prinsip kerja dari alat penggerus tergantung pada tekanan langsung, benturan dari pukulan yang tajam, pergesekan (atrisi), atau pemotongan. Pada kebanyakan penggerus, efek penggilingan adalah kombinasi dari ketiga aksi tersebut. Pabrik-pabrik farmasi paling banyak menggunakan penggerus pemotong berputar (rotary cutter), palu, penggiling, dan penggerus dengan energi-cairan.

Setelah mengetahui klasifikasi dan bagian dasar dari penggerus, hal lain yang perlu diperhatikan adalah tipe penggerus, karena tiap penggerus mempunyai karakteristik dan produk atau hasil yang berbeda.

Adapun tipe-tipe penggerusan dalam bidang teknologi farmasi, antara lain :

  • Penggerusan palu
  • Penggerusan bola
  • Penggerusan energi cairan
  • Mesin penggerus potong
  • Penggerus putar
  • Penggerus koloid

Gambar tipe penggerusan palu

Gambar tipe penggerusan bola

Gambar tipe penggerusan energi cairan

Gambar mesin penggerus potong

Gambar tipe penggerus putar

Gambar tipe penggerus koloid

Contoh video penggerusan :

1. Ball mill

2. Hammer mill

3. Roller mill

 

Diagram empat tipe penggerus yang biasa digunakan dalam industri farmasi

Karakteristik Umum dari Berbagai Tipe Penggerusan

Salah satu aspek lain yang diperhatikan selain tipe penggerus yaitu teknik penggerusan. Hal ini  sebagai tambahan pada penyesuaian standar dan proses penggerusan (seperti kecepatan, ukuran ayakan, desain rotor dan beban), mungkin diperlukan teknik khusus untuk menggerus.

  1. Keadaan Khusus. Zat higroskopis dapat digerus pada sistem tertutup yang dicukupi dengan udara yang dikeringkan. Zat –zat termolabil yang mudah dioksidasi dan mudah terbakar harus digerus dalam sistem tertutup dengan karbon dioksida atau nitrogen beratmosfer inert.
  2. Kontrol Temperatur. Karena hanya sedikit persentase energi penggerusan yang digunakan untuk membentuk permukaan baru, sebagian dari energi berubah menjadi panas. Panas ini dapat menaikkan temperatur bahan beberapa derajat.
  3. Perlakuan Pendahuluan. Dilakukan pada bahan berserat dengan pemutar tinggi atau pemotong memungkinkan penghalusan, sehingga suatu penggerus bisa beroperasi secara maksimal
  4. Perlakuan Selanjutnya. Jika diperlukan kontrol ekstrem dari ukuran, mungkin perlu untuk memisahkan ulang partikel yang lebih besar.
  5. Proses Ganda. Penggerusan dapat dilakukan secara serentak sebagai suatu proses pencampuran jika bahan-bahan asal bersifat heterogen.
  6. Penggerusan basah dan kering. Jika produk mengalami perubahan fisika kimia dalam air, maka sebaiknya menggunakan penggerusan kering. Sedangkan penggilingan basah menguntungkan pada produksi ukuran lebih lanjut, dapat menghilangkan debu yang bertebaran, dan biasanya pada kecepatan rendah yang memerlukan sedikit lebih tenaga.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggerusan

Agar tercipta penggerusan yang baik, maka alangkah baiknya bila mengetahui faktor apa saja yang akan mempengaruhi dalam proses penggerusan :

–          Sifat zat padat, menentukan kemampuannya untuk melawan pengecilan ukuran dan mempengaruhi pemilihan peralatan yang digunakan dalam penggerusan

–          Sifat fisik alamiah dari bahan, menentukan proses penghalusan

–          Panas selama penggerusan, melembapkan, dan mencairkan bahan-bahan yang mempunyai titik leleh rendah

–          Spesifikasi produk yang lain mempengaruhi pemilihan suatu penggerus

–          Bentuk dari partikel yang digerus. Penggerusan dapat mengubah struktur kristal dan menyebabkan perubahan kimiawi pada zat-zat tertentu

Faktor-Faktor dalam Pemilihan Penggerus

Sebelum memutuskan untuk memilih penggerus, terdapat faktor yang dapat dipertimbangakn dalam memilih penggerus, yaitu berdasar pada :

–          Spesifikasi produk (kisaran ukuran, distribusi ukuran partikel, bentuk, kelembapan, sifat-sifat fisika kimia bahan)

–          Kapasitas penggerus dan laju produksi yang diminta

–          Versalitilitas pengoperasian (penggerus basah atau kering, perubahan kecepatan yang cepat dan pengayakan, hal-hal mengenai keselamatan)

–          Pengontrolan debu (hilangnya bahan-bahan yang mahal, pencampuran adukan, kontaminasi penggerusan)

–          Sanitasi (mudahnya pembersihan, sterilisasi)

–          Alat-alat tambahan (sistem pendingin, pengumpulan debu, pengatur pengisian, peringkasan)

–          Sekali atau terus menerus, dan

–          Faktor ekonomi (biaya, konsumsi tenaga, ruang yang digunakan, upah kerja)

Selain masalah ukuran partikel yang telah dijelaskan diatas, luas  permukaan spesifik dalam penggerusan juga perlu diperhatikan. Luas permukaan spesifik yaitu luas permukaan per satuan berat, yang akan bertamabah dengan berkurangnya ukuran partikel. Kenaikan luas permukaan spesifik ini akan mempengaruhi efisiensi terapi dari senyawa-senyawa dalam obat yang kurang larut dalam cairan tubuh, dimana luas permukaan kontak antara zat padat dan cairan pelarut akan semakin besar. Yang terjadi selanjutnya adalah berat tertentu dari serbuk obat yang telah dihaluskan akan larut lebih cepat daripada jumlah berat yang sama akan tetapi dalam bentuk serbuk kasar. Dengan kata lain, serbuk yang telah dihaluskan akan lebih cepat larut dibandingkan serbuk kasar yang tidak mengalami penggerusan. Beberapa contoh dari pengaruh penggerusan tersebut yaitu :

  • Kontrol terhadap kehalusan Griseofulvin akan menghasilkan regimen dengan dosis oral setengah dari produk yang telah dipasarkan.
  • Kontrol terhadap ukuran partikel dan permukaan spesifik mempengaruhi kerja konsetrasi serum, sifat aliran (rheologi), dan pengampulan pada produk sediaan suspensi Penisilin G Prokain untuk injeksi intramuskular.
  • Aspirin yang diserap oleh rektum dari sediaan suppositoria dengan basis oleum kakao berkaitan dengan ukuran partikel.
  • Kenaikan kerja antiseptik terlihat pada salep kalomel ketika ukuran partikel kalomel diperkecil.
  • Ukuran partikel yang digunakan pada sediaan aerosol inhalasi menentukan posisi dan retensi dari partikel pada sistem pernafasan.

Daftar Pustaka :

Aulton, M.E.Ed., 1994, The Science of Dosage Form Design, ELBS, Hongkong

Gad, S.C. 2008 . Pharmaceutical Manufacturing Handbook. Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jers, Canada.

Kirk-Othmer. 1969. Encyclopedia of Chemical Technology. Vol. 18. Edisi Kedua. John Wiley and Sons, New York. hlm. 336.

Lachman, leon. 1989. Teori dan Praktek Farmasi Industri I. UI Press, Jakarta.

Perry, J.H. 1963. Chemical Engineers’ Handbook. Edisi Keempat. McGrawHill, New York.

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­

This entry was posted in TSF Mahasiswa 2009 and tagged , , . Bookmark the permalink.

50 Responses to SEKILAS TENTANG PENGGERUSAN OBAT DALAM INDUSTRI FARMASI

  1. tri hajar ( g1f009041) says:

    Sebelumnya terima kasih teh niken atas pertanyaannya,,
    Jadi begini, sifat zat padat seperti contohnya ukuran partikel zat padat tersebut, dia itu mempengaruhi pemilihan alat yang digunakan dalam penggerusan seperti yang telah dijelaskan diatas alat penggerusan diklasifikasikan menjadi 3 kelompok sesuai dengan tingkat kehalusan yang dicapai, yaitu alat penggerus butir kasar, sedang dan halus. Ukuran partikel yang besar maka digunakan alat penggerus yang kasar.
    Sedangkan sifat fisik alamiah dari bahan, menentukan proses penghalusan, sifat fisik alamiah dari bahan : bahan berserat (glisirhizae, rauwolfia), maka proses penghalusan akan terganggu karena bahan tersebut tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan untuk itu bahan – bahan tersebut harus diiris dahulu.

    terima kasih,,,hihihihi….

  2. niken says:

    faktor yang mempengaruhi dalam proses penggerusan :
    – Sifat zat padat,mempengaruhi pemilihan peralatan yang digunakan dalam penggerusan
    – Sifat fisik alamiah dari bahan, menentukan proses penghalusan
    Bisa dijelaskan lebih lanjut?? karena saya bukan orang farmasi,,,heheheh…

  3. tri hajar ( g1f009041) says:

    ass..
    terima kasih untuk pertanyaan kak arif,,
    di artikel ini kami sudah bahas bahan obat yang dapat digerus dengan alat2 penggerus di atas walau hanya sekilas saja,, sudah ada di tabel karakteristik tipe penggerus,, disana kami hanya memberi sekilas info mengenai alat penggerusan dan bahan yang dapat digerus dan bahan yg tidak dpt digerus dengan alat tersebut, namun kami hanya membahas sekilas saja,, terima kasih untuk sarannya,,

  4. arief kurnianto says:

    Assalamu’alikum
    saya ingin mengomentari mengenai isi dari artikel ini. Belum di berikan contoh mengenai bahan2 obat yang dapat di gerus dg alat2 dia tas, sehingga artikel ini lebih aplikatif, tidak hanya pada dataran teoritis. Apakah karena ada pembatasan pembahasan…

  5. tri hajar ( g1f009041) says:

    Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya saudari sagita,,
    saya akan mencoba menjawab
    dari yang saya baca Suatu proses penggerusan itu melibatkan gaya tekan, gaya bentur, gaya gesek, dan gaya geser….sekian
    Terima kasih dan semoga bermanfaat…

  6. sagita says:

    mau tanya dong,,,
    kan di atas ada kata “Efisiensi proses penggerusan dipengaruhi oleh sifat gaya dan besarnya gaya tersebut”, bisa tolong disebutin gaya-gaya apa saja yang dapat mempngaruhi proses penggerusan tersebut??
    makasih…jawab ya,,

  7. tri hajar ( g1f009041) says:

    Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya saudari Ratih JN…

    saya akan mencoba menjawab pertanyaan ratih,,

    jenis peralatan penghalus yang digunakan dipilih sesuai dengan tujuan yang dikehendaki tergantung dari jumlah material dan sifat-sifat fisikanya (kekerasan, elastisitas, kelengketan, dan sebagainya), ukuran partikel awal bahan yang digerus, dan ukuran partikel akhir produk yang diinginkan.
    semoga bermanfaat…

  8. tri hajar ( g1f009041) says:

    makasih teh untuk pertanyaannya,,,
    mau coba jawab pertanyaannya teh rista…
    sepengetahuan saya memperkecil ukuran partikel bahan obat ada 3 cara:
    1. Penggerusan / trituration
    Dengan menggerus bahan dalam mortir dengan stamper dengan penekanan untuk pengecilan ukuran partikel dan pengadukan untuk pencampuran agar homogen
    2. Penggilingan / levigation
    Dengan pertolongan bahan kedua (cairan yg tidak mudah menguap dan tidak melarutkan bahan tersebut). Digiling dalam mortir ad konsistensi kental. Dan ini jarang digunakan dalam pembuatan serbuk
    3. Pulverization by intervention
    Proses memperkecil ukuran partikel dengan pertolongan bahan kedua/ pelarut yang mudah dipisahkan setelah proses berakhir. Cara penghalusan : bahan obat + pelarut ad tepat larut + bahan padat inert - aduk ad kering dan homogen.

    Sekian dan terima kasih,, semoga bermanfaat untuk kita semua,,,

  9. tri hajar ( g1f009041) says:

    iya boleh kiky,,
    mau coba jawab pertanyaannya kiki cantik ya..

    Bahan jamu sering digerus dulu untuk menjamin perolehan kandungan zat aktif yang diinginkan sekuantitatif mungkin. bahan jamu sering digerus karena bahan jamu juga biasanya bersifat keras serta untuk mendapat ukuran partikel yang halus,,,,

    sekian dan terima kasih,,,

  10. ratih juwita ninda ( g1f009049) says:

    ass..
    tanya dongggggg….
    Kan banyak tuh jenis peralatan penghalus yang digunakan, dipilih berdasarkan apa??

    ditunggu jawabanya,,,,

  11. rista says:

    Penggerusan merupakan suatu cara memperkecil ukuran partikel bahan obat, ada lagi gak cara memperkecil ukuran partikel bahan obat selain penggerusan?? Kalo ada bedanya apa??

  12. kiky likenefertity says:

    teman saya mau tanya ya,,
    setahu saya bahan yang digunakan untuk jamu itu sering digeruskan, karena bahan jamu biasanya terbuat dari bahan tumbuhan. nah yang saya mau tanyakan Mengapa bahan jamu sering digerus terlebih dahulu?

    terima kasih,,
    kiky cantik

  13. tri hajar ( g1f009041) says:

    ass..
    terima kasih untuk pertanyaannya,,
    mau coba menjawab ya lia..
    tiap penggerus mempunyai karakteristik dan produk atau hasil yang berbeda, begitupun kondisi tiap tipe penggerusan pun berbeda2,, penggerusan tersebut digunakan dalam kondisi seperti sifat dari bahan obat yang berbeda-beda serta ukuran partikel dari bahan obat yang berbeda-beda sehingga pemilihan tipe penggerusan serta penggunaan tipe penggerusan dapat berjalan dengan optimal serta menghasilkan hasil yang diinginkan….

  14. lia nadia fithriyani (G1F009036) says:

    Artikelnya bagusss….
    mau nanya ni,,,tipe2 penggerusan itu kan ada penggerusan palu, Penggerusan bola, Penggerusan energi cairan, Mesin penggerus potong, Penggerus putar, dan Penggerus koloid. Nah, penggerusan2 tersebut digunakan dalam kondisi yang seperti apa?
    Makasih…

  15. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    menjawab pertanyaan dari tita :
    maksudnya itu penggerusan bila telah jadi sediaan atau pada proses pembuatan nya???klo untuk proses pembuatan nya persis seperti yang telah dijelaskan dalam artikel, yaitu dengan melihat terlebih dahulu sifat fisika kimia dari bahan yang akan digerus, jadi tidak langsung asal gerus. faktor faktor yang mempengaruhi nya pun telah kami sajikan di dalam artikel.
    bila sudh menjadi sediaan kemudian digerus, perhatikan stabilitas sediaan tersebut. misal saya contoh kan salah satu, yaitu obat lepas lambat tidak boleh digerus, sebab akan berubah sistem nya….

    keuntungan dalam penggerusan konvensional adalah prosesnya yg sederhana, sehingga bisa dilakukan dalam skala lab, namun konvensional ini kurang efektif lagi, mengingat gaya yang diberikan tidak merata.
    sedangkan modern itu bisa diaplikasikan untuk skala industri, dan hasilnyapun merata. untuk kekurangannya itu hanya bisa dilakukan dalam industri…

    makasih,,semoga bermanfaaat…

  16. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    untuk jodi :
    menurut saya jelas berbeda,,,bila penggerusan itu bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel dari bahan dengan pemberian gaya atau energi (telah disebutkan d artikel)

    sedangkan menurut sepengtahuan saya, erosi merupakan proses pengikisan (contoh erosi sungai) secara bertahap, dan itu bukan bertujuan untuk memperkecil ukuran,,,dan biasanya erosi ini merupakan proses yang tidak diinginkan

    terimakasih,,semoga bermanfaat

  17. Tita Pristi says:

    menurut kalian, bagaimana sih cara penggerusan obat (exc tablet, pil) yang baik?? trus apa kekurangan dan kelebihan teknik penggerusan obat modern dibanding teknik penggerusan konvensional??

  18. penggerusan?? sama dengan erosi ga??

  19. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    buat saudara gatot ini jawabanya…,terimakasih sebelumnya atas komennya…

    Faktor-faktor penggilingan/penggerusan serbuk :
    a. Ukuran
    partikelUkuran partikel merupakan faktor yang sangat penting karena kohesidan adhesi permukaan, ukuran partikel akan mempengaruhi kekuatanaliran dari suatu serbuk.
    b. Jumlah komponen
    Dalam penggilingan perlu diperhatikan jumlah komponennya sehinggadapat menjadi homogeny.
    c. Bentuk partikel
    Serbuk serupa ukuran partikel tetapi tidak serupa bentuk, dapatmempunyai aliran yang nyata dalam luas area kontak antar partikel.
    d. Kerapatan partikel
    Pada umumnya aliran normal ke bawah. Serbuk dipengaruhi olehgravitasi partikel padat pada umumnya kurang kohesif daripada partikelpadat dari ukuran dan bentuk sama.

    semoga lebih jelass dan bermanfaat..

  20. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    Buat sdr singgih ini jawabnnya mengenai penggerus koloid :
    Colloid Mill
    Keterangan Alat :
    Sonic’s Benchtop Colloid Mill
    memiliki ukuran hanya 18 x18 inchi. Menggunakan daya 115 volt serta satu motor tipe AC untuk menyambung listrik dengan baik. Mill ini digunakan secara ekstensif untuk percobaan validasi, testre-formulasi pada lab, dan proses pengembangan.
    Supplier : Roto Mill
    Mekanisme Kerja : Motor pada alat akan menggerakkan rotor dengan kecepatan rotasi yang tinggi melawan stator. Bahan-bahan yang diproses di dalamnya menghasilkan gaya tabrakan spiral yang menurun oleh massanya sendiri atau tekanandari luar (berasal dari pompa). Dengan demikian, bahan yang diproses tersebut mendapat aksi fisik yang kuat, yaitu pemotongan, pergeseran dan getaran dengan frekuensi yang tinggi, sehingga menghasilkan emulsifikasi, dispersi, serta penggilingan yang efektif (akan diperoleh bahan (serbuk)yang sangat halus).
    Kegunaannya terbatas pada pasta dan cairan dari 2 piringan paralel yang satu disebut rotor dan lainnya stator.
    Jadi penggeris kolid ini bisa di gunakan untuk bahan-bahan yang bukan serbuk atau cairan/ cairan koloid. Untuk menghasilkan serbuk yang halus..

    Mudah-mudahan jelas, terimaksih atas komennya…

  21. Gatot says:

    Atikel yang bagus.. ternyata banyak banget macam-macam penggerusan di dunia farmasi yaa..
    Nah, Mau tanya mengenai faktor-fakor dalam penggerusan/pengerusan serbuk apa aja, bisa dijelaskan sekaliaan juga?.
    Trimaksih…

  22. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    Buat awal ni jawab kedua :
    Penggerus bola ada klasifikasinya juga ini penjelasannya…
    Klasifikasi Ball Mill
    Klasifikasi ball mill didasarkan pada efektivitas pengurangan ukuran par tikel, total energi yang dikonsumsi, dan waktu pengausan dari dinding tabung bal l mill dan bola-bola penggerus.

    Tipe-Tipe Grinding

    Tumbling Mill
    Merupakan suatu alat silinder yang horisontal yang hampir separuhnya diisi dengan alat-alat penghancur, biasanya besi cor atau bola baja. Alat ini terdiri dari silinder rotasi yang berukuran besar, yang secara ekstens if digunakan pada beberapa industri untuk meremukkan dan menggerus material ukur an besar menjadi material berukuran butir (granular) atau bahkan menjadi materia l dengan ukuran sangat halus (mill). Tumbling Mill bisa digolongkan menurut bent uknya ke dalam dua tipe, yaitu silindris dan cylindro-conical.

    The Hardinge Mill
    Alat Ini adalah suatu peralatan yang dipicu oleh daya yang berasal dari bijih yang ada didalamnya sehingga merubah ukuran dari bijih tersebut menjadi lebih halus lagi.Hal ini menyebabkan bijih yang sangat lembut meluap sebagai suatu ukuran yang lebih halus lagi ke bagian yang berikutnya

    The Cascade Mill

    semoga bermanfat..

  23. Singgih says:

    Sya mw tanya mengenai tentang artikel ini:
    Saya penasaran dengan penggerus koloid , bisa dijelaskan lebih rinci lagi mengenai penggerus koloid..yang digerus itu dalm bentuk larutan koloid apa di bantu dengan larutan kolid…???
    maksih…

  24. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    Buat sdr rendi ini mingkin jawabannya, selain ada 6 tipe penggerus.. yang saya dapatkan ada lagi yaitu : Disc mill dan Mortat grinder.
    – Disc Mill
    Keterangan Alat : prinsip pengecilan partikel menggunakan tekanan dan friksi.Ukuran partikel awal: <20 mm; ukuran fines akhir: <100 µm.Bahan alat penggiling: Zirkonium oksida, baja yang dikeraskan,tungsten karbida; penggerak: 3 fase motor berroda gigi.; kekuatan penggerak: 1.5kW
    Mekanisme Kerja : Bahan masuk ke dalam ruang kedap debu dari tempat pengisian dandiberikan secara terpusat antara dua disc penggiling vertical. Discpenggiling yang berpindah akan berputar melawan disc yang diamdan menarik bahan. Efek pengecilan partikel dihasilkan akibatkekuatan tekanan dan friksi. Bahan yang telah diproses keluar melalui celah alat dan dikumpulkan dalam pengumpul. Kelebarancelah dapat diatur dan dapat diubah selama operasi pada batas 0.1sampai 5 mm

    – Mortar Grinder
    Keterangan alat : Alat ini menggantikan mortar dan alu manual. Mortar Grinder digunakan secara luas untuk menghasilkan preparasi sampeldalam R&D (basah maupun kering), test material dan khususnyapada bidang farmasi. Penggilingan dapat dipilih dalam 7 bahanberbeda yang netral untuk analisis preparasi sampel. Bahan awalmemiliki ukuran < 8 mm, sedangkan fines yang diperolehmemiliki ukuran < 10 µm
    Mekanisme Kerja : Penggilingan dikontrol menggunakan listrik (tidak manual sepertimortar pada umumnya)

    semoga bermanfaat…

  25. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    buat saudara winnahto ini jawabanya…
    intinya :
    Penggerusan adalah proses pengurangan ukuran partikel bahan olahan dari bentuk besar/kasar di ubah menjadi ukuran yang lebih kecil. Untuk itu yg namanya penggerusan /grinding adalah proses pemecahan atau penggilingan. Proses pemecahan/penggilingan ada 4 cara yaitu
    1. Potongan ( cutting ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tajam.
    2. Pukulan ( impact ), bahan olahan di grinding dengan menggunakan benda tumpul.
    3. Tekanan ( compression ), bahan olahan di grinding dgn di tekan arah tegak lurus dr landasan.
    4. Gesekan ( attrition ), bahan olahan di grinding dgn di gesek arah sejajar dr landasan.

    Alat yang digunakan :
    a.Ball mill
    Mill ini merupakan sebuah silinder horizontal dengan diameter sama dengan panjangnya,yang dilapisi dengan suatu plat.Alat ini memiliki suatu silinder yang terisi dengan bola baja.cara kerjanya yaitu dengan diputar,sehingga material yang dimasukkan hancur oleh bola-bola baja.Biasanya diameter ball mill sama dengan panjang ball mill.
    b.Roller mill
    Media grinding ini alat ini berupa batang-batang besi/baja yang panjangnyya sama dengan panjang mill.Cara kerjanya dengan diputar.sehingga batang baja terangkat llu jatuh dan menjatuhi material yang ada dalam rod mill sehingga hancur.
    c.Hammer mill
    Penggiling ini memiliki sebuah rotor yang berputar dengan kecepatan tinggi dalam sebuah casing berbentuk silinder.Umpan masuk dari bagian puncak casing dan dihancurkan,selanjutnya dikeluarkan melalui bukaan pada dasar casing.Umpan dipecahkan oleh seperangkat palu ayun yang berada pada piring rotor.Kemudian pecahan ini terlempar pada anvil plate di dalam sebuah casing sehingga dipecahkan lagi menjadi bagian yang lebih kecil.Lalu digosok menjadi serbuk.Akhirnya didorong oleh palu ke luar bukaan.
    d.Impactor
    Impactor menyerupai hammer mill tetapi tidak dilengkapi dengan ayakan, dengan kemampuan mengolah sampai 600 ton/jam.Partikel yang dihasilkan hampir seragam menyerupai kubus.Pada impactor hanya terjadi aksi pukulan.

    semoga lebih jelass..

  26. Rendi says:

    Mau tanya…
    pada artikel kan ada 6 tipe penggerus.. nah itu kira2 ada lagi gak tipe alatnya lagi, apa cuma 6 itu aja yang sering di gunakan di bidang farmasi…?
    udah itu aja..

  27. A. Rofiq Nizam (G1F009044) says:

    Buat saudara awal terimaksih atas komennya : ini jawaban pertanyaan pertama dulu..
    Penggeeus bola seing disebut ball mil dalam mesin industri. Pada skala industri, ball mill dapat bekerja secara sinambung, masukan pada salah satu sisi dankeluaran pada sisi yang lainnya. Ball mill berkualitas tinggi dapat menggiling partikel campuranmenjadi sekecil 5 nm, meningkatkan luas permukaan dan laju reaksi secara besar. Ball mill dapatmenggiling berbagai macam biji dan material baik basah ataupun kering. Terdapat dua macam ballmill berdasarkan cara pelepasan material, yaitu tipe parutan dan tipe overfall.Selain jenis ball mill yang biasa, terdapat jenis kedua dari ball mill yang disebut dengan Planetary Ball Mill .
    Jenis ball mill ini memiliki ukuran lebih kecil daripada ball mill yang biasa dan biasa digunakandalam laboratorium untuk menggiling material sampel menjadi ukuran terkecil. Planetary Ball Mill Terdiri dari paling sedikit satu botol penggiling yang disusun secara eksentris pada roda matahari.Arah pergerakan dari roda matahari berlawanan dengan botol penggiling. Bola penggiling dalambotol penggiling diletakkan di atas pergerakan rotasi yang disebut dengan gaya Corioli. Perbedaankecepatan antara bola dan botol penggiling menghasilkan interaksi antara gaya gesek dan tekanyang melepaskan energi dinamik yang tinggi. Perbedaan gaya ini menghasilkan tingkat pengecilanukuran yang tinggi dan efektif dari Planetary Ball Mill.

    Prinsip Kerja Ball Mill Mesin Ball :
    Mill ini memiliki tipe horisontal, berbentuk tabung, dan dua tempat penyimpanan. Bagian luar mesin berjalan sepanjang roda gigi. Material masuk secara spriral dan merata dalam tempat penyimpanan pertama. Dalam tempat penampungan ini ada ladder scaleboard atau ripplescaleboard, dan steelball dengan berbagai macam spesifikasi yang dipasang pada scaleboard. Seiring dengan perputaran tubuh barel yang kemudian menghasilkan gaya sentrifugal, steel ball akanterbawa pada ketinggian tertentu dan jatuh untuk membuat material tergiling. Setelah prosespenggilingan dalam tempat penyimpanan pertama, material akan masuk dalam tempatpenampungan kedua untuk kembali digiling dengan steel ball dan scaleboard. Akhirnya, bubuk akandibawa ke papan penampungan produk akhir dan proses kerja sepenuhnya lengkap.

  28. Winahto says:

    saya masih bingungg..
    intinya penggerusan apa, bisa di jelasin intinya aja mengenai cara kerja dari macam-macam alat penggerus…?.
    tlong singakat aja yah..jawabanyya..

  29. Awal A.W. says:

    saya mau tanya :
    itu kan ada tipe-tipe pnggerus…yang sy tanyakan salah satu dari tipe penggerus yang penggerus bola cara kerjanya bagaimana….?. bisa dijelaskan …soalnya diatas blum lengkap penjelasannya..
    trus ada gak klasifikasinya lagi, apa cuma model satu alat aja…?
    itu aja, oke makasih…

  30. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    mau jawab kakak, mudah2an jawaban kha dapat membuat anda puas…

    1. menurut saya standar yang ada bisa dijadikan acuan, namun itu kembali ke bahan atau zat aktif yang akan digerus. jadi menurut saya bila memang bahan atau zat tersebut tidak bisa menyesuaikan dengan standar, maka tidak semua standar tersebut dipenuhi, maka bisa dicari teknik lain yg sesuai. namun pada umumnya standar ini bisa dijadikan acuan pada bahan atau zat yang ada. (untuk lebih spesifiknya masih perlu pencarian pada literatur kembali).

    2. yang dimaksud versatilitas pengoperasian ini adalah bagaimana dalam proses pengoperasian nya. misalnya yang telah disebutkan adalah salah satunya tentang keselamatan. bila dalam pengoperasian itu dikiranya dapat membahayakn yang bekerja sebaiknya itu diminimalisir atau pekerja memakai alat pelindung atau yang lainnya. sehingga keselamatan baik untuke pekerja atau yang laiinya bisa terjaga. (sepenangkap saya begithu,dibuku juga tidak dijelaskan,hee)

    3. banyak kriteria bahan dalam hal penggerusan, beberapa contoh :
    – bahan berserat (glisihiza, rauwolfia) itu merupakan bahan yg tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan, maka bahan tersebut dapat diperkecil ukuran nya dengan cara diiris.
    – bahan bahan rapuh (tanah liat yang dikeringkan, sukrosa) itu cenderung mudah pecah sehingga dapat digerus
    – bahan bahan higroskopis (kalium klorida), dapat dgn cepat menyerap air, sehingga akan membentuk massa yang melekat dan menghalangi proses penggerusan nantinya. maka sebaiknya hindari bahan ini, atau diperlukan teknik lain
    – zat atau bahan yang sensitif panas akan rusak pada penggerusan. maka kontrol panas pada penggerusan
    – bahan yang titik lelelh rendah sebaiknya gunakan teknik khusus, karena pada penggerusan terjadi panas yang akan melembabkan dan mencairkan bahan…

    itu kak yang bisa saya jawab,,semoga puas dan bermanfaat….makasih

  31. Bertanya nih…:
    1. Teknik penggerusan memerlukan teknik khusus karena harus sesuai dengan standar dan proses penggerusan (seperti kecepatan, ukuran ayakan, desain rotor dan beban). . Nah pertanyaannya.. Standar yang di pakai itu apa sbgai acuan?

    2. Versalitilitas pengoperasian itu mksdnya bagaimana dan bagaimana prosedurnya..?

    3. Kriteria bahan/sediaan seperti apakah yang memungkinkan untuk dilakukan prosedur penggerusan dan untuk bahan dengan sifat khusus (tidak tahan dengan kompressi atau penekanan atau penggerusan yang terlalu keras) itu penangananya seperti apa yah..?

    Sudah itu saja…
    Makasiih..dtggu jawabannya

  32. tri hajar g1f009041 says:

    terimakasih untuk pertanyaannya….
    perbadaan mendasar tekhnik penggerusan di industri dengan penggerusan di lab itu jumlah bahan yang digunakan, biasanya kalo industri jumlah bahan besar tapi kalau di lab sedikit. selain itu alat penggerus yang digunakan di lab mortir dan stamper, sedangkan industri seperti di atas palu, roda. selain itu harga dan ukuran partikel (homogenitas) lebih baik yang di Industri.
    parameter : jumlah bahan, homogenitas, alat dan harga.

  33. Andardian Widiniyah G1F009024 says:

    assalamu’alaikum,..mw nanya..
    mengenai teknik penggerusan, ada ga perbedaan mendasar teknik penggerusan di Industri dan di lab. ??parameter penggerusan sendiri itu apa aja??

  34. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    sepengetahuan saya tentu ada perbedaan antara penggerusan dengan memakai mortir dan blender zi…itu terdapat pada gaya yang diberikan untuk penggerusan. biasanya untuk penggerusan memakai mortir itu kan pakai tenaga manusia (tangan) sehingga tidak selalu konstan dan tidak sama gaya yang diberikan orang satu dengan yang lainnya, sedangkan dengan memakai blender gaya yang dipakai saat penggerus akan konstan, menurut saya disana letak perbedaannya…..dalam artikel juga telah dijelaskan bedanya gaya yang diberikan, berpengaruh juga terhadap penggerusan……

    bila dalam hal sediaan puyer, apalagi bila memakai bahan yang tadi nya tablet yang kemudian digerus tentu saja terdapat perubahan sifat fisika kimia nya, namun itu kembali ke stabilitas dan sifat fisika kimia zat aktif tablet itu sndiri. untuk di instlasi farmasi atau apotek yang banyak mendapatkan pasien, biasanya memakai alat penggerus yaitu blender, dikarenakan SDM yang terbatas namun pasien masih bnyak mengantri, sehingga blender sangat efektif dan lebih cepat dilakukan….

    terimakasih rozi atas pertanyaan nya..semoga anda dapat menerima jawaban dari saya,,bila masih ada yang perlu di diskusikan, silahkan komentari kembali…heee ^.^

  35. RozY says:

    apakah menggerus dengan mortir n dengan blender penyerapn zat aktiv akan berbeda,,mana yang lebih efektiv untuk sediaan tablet yang dibuat dalam bentuk punyer dari segi dispensing penggerusannya.

  36. Rikha Kurniawaty G1F009043 says:

    Untuk taufiq :
    setelah kami diskusikan kembali,dan berkonsultasi pada para dosen…judul yg kami tuliskan tidak terlalu bermasalah,sebab artikel ini merupakan artikel modern, yang tidak harus memakai bahasa baku
    kemudian untuk kesimpulan,kami menempatkannya pada abstrak,mengingat secara garis besar abstrak merupakan gambaran dr artikel…
    Kami sudah memperbaiki kembali artikel ini,,,semoga ini lebih baik daripda kmrin..

    Untuk mba wulan :
    ayo mba kuliah d unsoed kembali. Yang km rasakan dalam sistem pembelajaran ttg teknik industri sperti ini memang tidaklah mudah untuk dimengerti,namun kami berusaha untuk sebanyak mungkin menimba ilmu dr yang memang sudah pakarnya (tanya sana sini)….mohon maaf bila kami masih banyak kekurangan dalam isi materi maupun penulisan kata2…oleh karena itu mohon bimbingan nya kpda dosen,kakak2, dan teman2 sekalian….
    Btw,,jwbn dr km sudah dapat diterima lom mba???

  37. wahyu retno wulan says:

    ipak DHADANG:
    yah pak… setuju sekali. walau basis klinik tp ttp ada bekal teknologi farmasi. pengalaman di profesi, kami sempat bingung ketika ada matakuliah yg konsern ke industri. ya karena yg kami dpt tidak sebanyak ilmu klinik. sayangnya waktu angkatan kami 2007, ditinggal pergi kuliah olh pak dadang. jd kurang kesempatan menimba ilmu lebih banyak lagi ttg teknologi sediaan farmasi..

  38. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    aminnnnnn………

    semoga ini menjadi awal yang baik ya pak..heee….

    makasih banyak atas komentarnya pak…heee

  39. Dhadhang says:

    baru tahu kalo ada blog mata kuliah TSF…setelah baca tulisannya, kayaknya ke depan farmasi Unsoed juga harus buka minat sains & teknologi farmasi…:)

  40. tri hajar g1f009041 says:

    tri hajar ( g1f009041)
    Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan”
    jawab : jadi dalam penggerusan adanya proses mekanik dimulai dengan membuka celah/retakan yang terdapat pada partikel/kristal. Partikel yang besar dengan celah yang lebih banyak akan pecah lebih cepat dibandingkan partikel kecil dengan celah yang sedikit.
    Untuk mendapatkan hasil yang halus (ukuran diameternya) memerlukan banyak energi, karena disamping bertambahnya permukaan baru juga lebih banyak lagi energi yang diperlukan untuk membuka celah pada partikel. Untuk setiap partikel mempunyai energi minimum untuk memecahnya dan kondisinya acak. Banyak partikel tidak mendapatkan tekanan/pukulan yang cukup kuat untuk memecahnya sehinnga membutuhkan pukulan yang lebih kuat. Jika pukulan yang diberikan tidak ckup kuat melewati batas elestisitasnya, maka partikel hanya akan berubah bentuk atau tertekan tidak pecah, jika tekanan dihilangkan partikel akan kembali pada kondisi semula dan energi yang diberikan akan berubah jadi panas. Jika pukulan yang diberikan melewati batas elastis partikel akan pecah.

    untuk industri farmasi sgt memungkinkan penggerusan yg efektiv, krn berbagai parameter yg terkontrol. lalu bagaimana jika penggerusan dalam skala kecil/lab?? parameter penggerusan yg efektiv spt apa?? terutma untuk mengetahui homogenitas dari ukuran partikel?
    jawab : Peralatan penggerusan yang dibutuhkan skala kecil (laboratorium) maupun untuk skala besar (industri) pada prinsipnya sama. Perbedaannya hanya pada kapasitas alatnya, pada skala laboratorium kapasitas peralatannya lebih kecil. serta penggerusan dlm skala lab/ kecil berarti jumlah massanya tidak banyak .. untuk keefektifan, pada skala industri obat harus diproduksi didalam ruangan bersih, karena setelah diproduksi obat tidak lekas dikemas. Beda dengan pembuatan puyer skala kecil di apotek, obat berada dalam ruangan terbuka, sehingga kemungkinan terkontaminasi.

    parameter penggerusan yg efektiv spt apa?? terutma untuk mengetahui homogenitas dari ukuran partikel? penggerusan yg efektif itu lebih nyata pada bahan halus daripada partikel yg lebih besar.Homogenitas bs diketahui dr keseragaman kandungan/warna. Ukuran partikel bs dilihat via mikroskop.. sekian menurut saya,,,

  41. tri hajar says:

    tri hajar ( g1f009041)
    mau coba menambah kan saja mengenai pertanyaan kak gembong
    salah satu obat yang tidak bisa digerus itu Obat yang didesain untuk larut perlahan di lambung akan hilang kemampuannya untuk larut secara perlahan jika digerus.

  42. wahyu retno wulan says:

    “Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan” ni kata yg saya coba soroti. bisa di perjelas?? untuk industri farmasi sgt memungkinkan penggerusan yg efektiv, krn berbagai parameter yg terkontrol. lalu bagaimana jika penggerusan dalam skala kecil/lab?? parameter penggerusan yg efektiv spt apa?? terutma untuk mengetahui homogenitas dari ukuran partikel?

  43. A.rofiq N.(G1f009044) says:

    walkmslm,
    utk masalah judul, kami akan coba perbaiki agar lebih selaras dan menarik, tp klau judulnya dgnti utk lbh fokus k salah satu teknologi, maka akan brpengaruh pda isi artikel, akan ada pnambahan atau penggantiaan isi. Karena artikel kmi hnya menyoroti dasar penggerusan obt secra umum dlm industri farmasi. Jdi nti mudh-mudhn judul nya bisa selaras.
    Terima kasih atas masukan dan komennya,.

  44. andre hendrawan says:

    Asslm….
    Tulisan yang sangat menarik mengenai industri farmasi.
    Setelah membaca artikel ini saya mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknologi penggerusan bahan pada industri farmasi. Memang untuk mendapatkan suatu obat dengan takaran yang pas, kompak, dan homogen perlu dilakukan penggerusan bahan dengan ketentuan berdasarkan tujuan pembuatan obat tersebut sehingga dapat tercipta suatu obat dengan kualitas yang baik.
    mungkin saya ingin mengomentari mengenai keselarasan antara judul dan isi artikel ilmiah ini. menurut saya untuk judul mungkin bisa dibuat lebih fokus lagi, misalnya fokus pada teknologi apa yang digunakan.
    Terimakasih….

  45. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    untuk kak gembong,,,makasih buat coment nyaa….

    menurut saya banyak obat yang harus digerus…dan adapun yang tidak boleh digerus…untuk lebih spesifiknya kami tidak mengetahui tepatnya…namun kami telah memberikan beberapa contoh pengaruh penggerusan pada beberapa obat (liat di artikel paragraf ke 4)….jadi itu tergantung dari zat aktif nya kakak….apakah zat aktifnya itu tahan terhadap penggerusan atau tidak…githu…

    makasih kakak udah koment

  46. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    huaaa salah nulis nama….error kiyee…maaf yg atas itu sayah yg nulis

    untuk Dewi Fitrya Nugraheny
    fungsinya penggerusan telah kami tulis di atas, yaitu untuk memperkecil ukuran….karena klo misalnya ukuran nya lebih kecil lagi akan mudah di absorbsi (diserap) oleh tubuh…selain itu juga hanya sedikit bahan atau zat dalam industri farmasi yang berada dalam ukuran optimum, sehingga diperlukan lah penggerusan…
    iya, makasih atas saran nyaaa….akan kami perbaiki lagi…makasih bnyak sekali lagi

  47. gembongss says:

    teman-temanku….
    saya mau tanya nihh..
    obat apa saja yang sebaiknya digerus dan obat apa yang tidak boleh digerus?
    kalo bisa disertai alasannya ya teman…

  48. Dewi Fitrya Nugraheny says:

    assalamualaikum,,
    ini artikel ttg penggerusan obat ya,,sebagai orang bukan dr ranah farmasi ni aku mw ngajuin beberapa pertanyaan….
    kalo misalnya obat tidak digerus itu apa bisa tetep jadi obat???
    lalu, klo bisa isi artikel nya jangan terlalu panjang, soal nya males baca nya kalau kepanjangan….
    tp udah keren buat pembelajaran atau tugas kayak gini (sekalian OL), jadi gx jenuh…

    terimakasih

  49. Rikha Kurniawaty (G1F009043) says:

    numpang jawab yaa…

    pertama makasih banyakk bwt koment..heee…

    soal judul itu juga sebelumnya memang jd masalah,,,berhubung lom nemu yang pas jadinya yang ini dahulu…dituntut buat bikin judul yang menarik itu tidaklah mudah..klo terlalu baku and terlalu “buku” banget,,takutnya itu gx menarik buat dibaca malahh…but big thanks…heee

    heee…maslah abstrak ya….kha mengakui klo ada beberapa kata yang tidak ada..hmm…big thanks again…kita akan perbaiki lagii…

    masalah di awal artikel itu kami langsung pada permaslahan…soalnya takut berbenturan juga dengan tema yang lain…sehingga proses yang disajikan tentang penggerusan saja…dan untuk alternatif nya saya juga terima dengan tangan terbuka..thanks

    kami menyorotinya d industri maz,,heee…jadi klo yang di apotek yang kecil2 itu kami tidak terlalu menyoroti,,kami juga memang membhas secara umum ttg penggerusan,,,klo mw lebih dalam lagi mari kita diskusi lebih bnyak lagi…..(maka dari itu artikel nya judul nya sekilas,jadi kami tuliskan yg umum2 n penting aja,,heee)

    ahahh…masalah kesimpulan saya juga bingung,,coz di contoh artikel tak ada kesimpulan….jadi bila kami menuliskan kesimpulan, tar takutnya melebihi apa yang ditugaskan,,tapi saya pikir juga memang perlu untuk diberi kesimpulan….ahaha…kami akan diskusikan lebih lanjut…

    ahahah…big thanks for u…(terimakasih udah menuhin permintaan sayah,,ahahah)
    gpp…saya udah kebal ko dengan kritikan mu,,hee…one more thanks a lot..okey…semoga kaami bisa memperbaiki ini dengan lebih baik lagi….aminn..

  50. Taufiq Ramadhan says:

    Numpang komen ya kk,😀

    Saya review dari awal ya, sepintas saat liat judul ‘Sekilas Tentang Penggerusan Obat Dalam Industri Farmasi’ , saya pikir saya bakal ngeliat artikel yang ditujukan pada majalah mahasiswa atau mading dan sebagainya. Tapi setelah scroll ke bawah dan ada abstrak/dapus, ternyata artikel/makalah ilmiah😀 Mungkin kata ‘sekilas’-nya yang membuat judulnya tidak resmi, karena saya lihat artikel yang lain judulnya solid/tegas, ‘Pemanfaatan Limbah’ atau ‘Pharmaceutical Product Packaging’.

    Terus abstraknya, hurufnya udah dimiringin, sehingga bisa dibedakan dengan mudah dari artikel intinya. Mengingat dipublish-nya di wordpress dengan layout standar, ini sangat membantu buat pembaca😀 Tapi sepertinya ada beberapa hal yang ditulis di abstrak tetapi tidak ada di artikel, contohnya adalah kata ‘fluiditas’ dan ‘kompresibilitas’. Karena artikel ini adalah membahas penggerusan secara umum, mengingat di bagian faktor tidak dijelaskan mengenai kedua hal ini, alangkah baiknya jika tidak ditulis😀

    Dari inti artikel, saya mendapat ada beberapa hal yang dibahas : alat penggerus, tipe dan teknik penggerusan, faktor yang mempengaruhi penggerusan. Dalam penulisan, menurut saya pribadi agak ‘melompat’ karena di bagian awal tidak dijelaskan proses penggerusan itu sendiri dari awal hingga selesai. Dengan menjelaskan prosesnya, penyusun mungkin akan lebih ‘enak’ karena nantinya tinggal menyoroti masalah-masalah atau hal-hal spesifik yang harus ditangani, dengan memaparkan faktor-faktor yang ada dan juga klasifikasi-klasifikasi tertentu… Tapi semua kembali pada penyusun jika memang ada peraturan tertentu🙂 Alternatif lainnya, mungkin paragraf pembuka bisa diberikan kalimat pengenalan tentang apa saja yang akan dibahas, seperti ‘penggerusan dalam industri farmasi harus mempertimbangkan alat yang digunakan, teknik dan tipe penggerusan, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya untuk menghasilkan produk yang optimal’

    Lalu pada inti artikel, disini saya ngeliatnya pembahasan mengenai penggerusan obat secara umum saja. Dalam industri farmasinya bagaimana nih ? Kan di apotek-apotek juga ada penggerusan kecil-kecilan, hehe😀

    Kemudian finale, sepertinya ada yang hilang ya di akhir artikel ? Nggak ada kesimpulannya,😀 Kesimpulan bisa membuat pembaca yang cepat lupa ( seperti saya sendiri hehe ) ingat kembali mengenai apa yang baru saja dibacanya. Disini kesimpulan tidak perlu panjang-panjang, ditulis saja proses penggerusan dari awal dan apa saja yang menjadi pertimbangannya untuk membuat produk yang baik🙂 Kalau di permulaannya bagian proses penggerusan belum ditulis, malah sangat baik, agar nantinya dapat memberikan sesuatu yang bisa dijadikan rujukan😀

    Itu saja yang dapat saya sampaikan, maaf kalo ada kata-kata yang menyinggung, tapi itu semua demi kebaikan kita semua, hehe😀 ( dan saya pun nongol disini karena diminta oleh salah satu penyusunnya xD )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s