PENTINGNYA TEKNIK PENGGERUSAN DALAM PEMBUATAN SEDIAAN PULVERES


PENTINGNYA TEKNIK PENGGERUSAN DALAM PEMBUATAN

SEDIAAN PULVERES

 

Disusun oleh :

Adibah                (G1F010027)

Eka Wulandari   (G1F010035)

Deantari Karliana     (G1F010064)

 

Jurusan Farmasi FKIK Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah

.

ABSTRAK

Penggerusan yaitu proses pengecilan partikel. Tujuan penggerusan adalah untuk membentuk patahan yang tersebar ke seluruh partikel yang digerus pada bahan energi tegangan dan menghasilkan pecahan. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan.

Proses penggerusan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan mortir dan stemper. Alat ini terutama untuk penggerusan sediaan farmasi yang berbentuk serbuk. Sifat fisik alamiah dari bahan menentukan proses penghalusan, misalnya bahan berserat tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan tetapi bahan tersebut harus diiris.

Kata kunci : penggerusan, pulveres, mortir

Proses penggerusan merupakan dasar operasional penting dalam teknologi farmasi. Proses ini melibatkan perusakan dan penghalusan materi dengan konsekuensi meningkatnya luas permukaan. Ukuran partikel atau ukuran butiran dapat menentukan tingkat homogenitas zat aktif dan tingkat kerja optimal. Penggerusan juga dilakukan untuk menjamin perolehan kandungan zat aktif yang diinginkan sekuantitatif mungkin. Suatu proses penggerusan meningkatkatkan gaya tekan, gaya bentur, gaya gesek dan gaya geser. Penggerusan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penggerusan kering dan penggerusan basah. Pada penggerusan basah, kedalam bahan yang digerus diberi cairan dimana bahan tidak melarut didalamnya.

Proses penggerusan yang paling sederhana dapat dilakukan dengan menggunakan mortir dan stemper. Alat ini terutama untuk penggerusan sediaan farmasi yang berbentuk serbuk. Peralatan yang digunakan untuk menghaluskan dipilih sesuai dengan tujuan yang dikehendaki tergantung dari jumlah material dan sifat fisikanya, ukuran partikel awal bahan yang digerus, dan ukuran partikel akhit produk yang diinginkan.

Penggerusan dapat diklsifikasikan menjadi 3 kelompok sesuai dengan tingkat kehalusan yang dicapai, yaitu

  1. mesin penggerus butir kasar
  2. mesin penggerus butir sedang
  3. mesin penggerus butir halus

Sifat fisik alamiah dari bahan menentukan proses penghalusan, misalnya bahan berserat tidak dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan tetapi bahan tersebut harus diiris.

Dalam proses penggerusan adanya air lebih dari 5% dapat menghalangi penghalusan. Efek ini lebih nyata dampaknya pada bahan yang memiliki partikel halus daripada partikel yang lebih besar. Penggerusan juga dapat mengubah struktur kristal dan menyebabkan perubahan struktur kimiawi pada zat-zat tertentu.

Pulveres adalah serbuk terbagi yang terdiri campuran homogen 2 atau lebih obat. Pada pembuatan serbuk kasar bahan yang digunakan digerus terlebih dahalu sampai derajat halus tertentu setelah itu dikeringkan pada suhu tidak lebih dari 50⁰ C. Penggerusan dapat dilakukan untuk mencapai  derajat kehalusan serbuk. Obat yang memiliki derajat kehalusan yang sangat halus (1-5 mikron) terbukti menghasilkan kadar obat dalam darah 2 sampai 3 kali lebih tinggi dari serbuk biasa sehingga dosis pemberian dapat diturunkan menjadi 2 sampai 3 kali. Khusus bagi obat yang dikehendaki bekerja di usus tidak memerlukan persyaratan derajat kehalusan zat aktif karena tidak perlu diabsorbsi.

Dalam penggerusan sediaan pulveres diperlukan teknik tertentu, contohnya :

  1. Jangan mencampur obat berkhasiat keras dalam keadaan tidak diencerkan untuk mencegah sebagian obat tertinggal dalam pori-pori dinding mortir
  2. Serbuk yang mempunyai berat jenis yang besar digerus terlebih dahulu baru kemudian serbuk yang berat jenisnya lebih rendah
  3. Jangan menggerus bahan serbuk dalam jumlah banyak sekaligus
  4. Untuk menggerus serbuk yang bahan bakunya kering sebaiknya menggunakan mortir panas dan untuk menggerus bahan yang mudah menguap atau rusak pada pemanasan jangan menggunakan mortir panas
  5. Untuk menggerus ekstrak kental dalam serbuk dilakukan dengan mengencerka dulu ekstraknya dengan cairan penyari, misalnya spirtus dilutus dan dalam mortir panas

Cara menghaluskan obat

Dalam skala kecil lingkungan farmasi,ahli farmasi biasa mengecilkan ukuran partikel bahan-bahan kimia dengan menggerus dalam lumping dengan alunya. Pada umumnya penghalusan dikerjakan dengan menggerus sampai selesai dalam lumping yang permukaannya kasar (seperti lumping porselen) dan pada yang halus (seperti lumping gelas). Proses menggerus obat dalam lumping untuk mengecilkan ukuran partikel disebut triturasi. Pada skala besar macam-macam jenis gilingan dan penghancur dapat digunakan untuk menghaluskan serbuk.

Suatu proses yang disebut navigasi biasa digunakan dalam mengecilkan ukuran partikel dari sediaan salep skala kecil, hal ini dilakukan untuk mencegah rasa kasar dari sediaan yang disebabkan oleh bahan obat yang padat dan kasar. Dalam prosesnya digunakan lumping dan alu.

Berbagai macam mesin sederhana yang digunakan dalam penggerusan sediaan padat dalam skala kecil produk farmasi seperti dalam apotik, rumah sakit, laboratorium adalah :

  1. Stokes Tornado Mill  

Mesin ini dipakai untuk membuat serbuk, granul dan menyebarkan bahan-bahan dalam keadaan kering dan basah.

2. Pulverizer    

Merupakan mesin penggerus obat menjadi powder dengan keunggulan bahan Cup yang kuat, khusus untuk obat dan tahan terhadap kontak dengan obat. Pulverizer membantu mempercepat pembuatan obat menjadi powder.

3. Blender Obat     

Blender obat untuk apotik serta rumah sakit. Blender ini tahan lama, terbuat dari mika sehingga tidak meninggalkan sisa obat di blender.

Blender ini dilengkapi dengan alat penggerus/penghancur obat yang dapat menghancurkan obat menjadi puyer dengan baik tanpa terjadi reaksi dengan obat. Hasil dari blender ini sangat mudah untuk dipindahkan ke kertas puyer.

4. Penggerus Obat Otomatis Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega16 Disertai Tampilan LCD

Dengan Alat Penggerus Obat Otomatis Berbasis Mikrokontroler AVR ATmega16 Disertai Tampilan LCD dimungkinkan bisa meringankan beban para apoteker, dimana aplikasi tersebut terdiri dari empat rangkaian yaitu rangkaian push button, rangkaian mikrokontroler AVR ATmega16, rangkaian LCD, rangkaian driver motor penggerus. Push button sebagai masukan yang berupa tombol tekan. Mikrokontroler AVR ATmega16 sebagai pusat pengendali  inputan dan outputan pada proses penggerus obat. LCD (Liquid Crystal Display) sebagai keluaran yang mampu menampilkan karakter keluaran, baik berupa huruf maupun angka. Driver motor penggerus sebagai pemerintah untuk menggerakkan motor AC Universal. Sedangkan untuk penulisan program yang digunakan pada aplikasi ini menggunakan bahasa C. Bahasa C merupakan perangkat lunak yang menjadi bagian dari sistem yang berupa program yang mengatur kerja dari mikrokontroler ATMega16 dan keseluruhan perangkat keras (hardware) yang dihubungkan dengan mikrokontroler ATMega16.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggerusan

Untuk memperoleh hasil penggerusan yang baik maka perlu diketahui faktor apa saja yang mempengaruhinya, yaitu :

1. Panas selama penggerusan, melembapkan, dan mencairkan bahan-bahan yang mempunyai titik leleh rendah

2. Sifat zat padat, yaitu mempengaruhi pemilihan peralatan yang digunakan dalam penggerusan dan untuk menentukan kemampuannya untuk melawan pengecilan ukuran

3.  Sifat fisik alamiah dari bahan, yaitu menentukan proses penghalusan

4.  Bentuk dari partikel yang digerus. Penggerusan dapat mengubah struktur kristal dan menyebabkan perubahan kimiawi pada zat-zat tertentu

5.  Spesifikasi produk yang lain mempengaruhi pemilihan suatu penggerus

Dalam memilih alat penggerus perlu diperhatikan beberapa faktor berikut ini :

  1.  Product Spesification
  2. Operation Versality
  3. Dust Control
  4. Additional equipment
  5. Economic factor
  6. Sanitation

DAFTAR PUSTAKA

Anief, Moh. 2004. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek. UGM Press. Yogyakarta.

Ansel , Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. UI Press. Jakarta.

Gad, S.C. 2008 . Pharmaceutical Manufacturing Handbook. Published by John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jers, Canada.

Kurniawan, Dhadang. 2011. Teknologi Sediaan Farmasi. Laboratorium Farmasetika Unsoed.           Purwokerto.

Lachman, leon. 1989. Teori dan Praktek Farmasi Industri I. UI Press, Jakarta.

Voigt , Rudolf . 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. UGM Press, Yogyakarta.

About these ads
This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010. Bookmark the permalink.

43 Responses to PENTINGNYA TEKNIK PENGGERUSAN DALAM PEMBUATAN SEDIAAN PULVERES

  1. DANNY HS says:

    mohon info di mana bisa beli PULVERIZER dan BLENDER OBAT serta berapa harganya? kalau ada alamat lengkap serta kontak hp nya, tolong di infokan ke saya ini untuk membantu orang yang tidak bisa minum tablet. DANI 0821 3681 9884 Terimakasih banyak.

  2. adam says:

    bagaimana cara mengetahui benar/salahnya proses penggerusan, setelah obat tsb kita gerus? bisa kelihatan dari tekstunya ga?

  3. avav says:

    saya dengar katanya ada beberapa obat yang aturannya memang harus di hancurkan sebelum diminum.
    apa bedanya jika obat itu dihancurkan dengan yang tidak dihancurkan?

  4. G1F010022 says:

    Lebih cepat beraksi mana antara obat yang di gerus apa yang tidak di gerus ??

  5. Farid Dosen Pasar says:

    Pemakaian obat yang digerus sama yang engga digerus apa sih?????tapi yang saya tau kalo obat yang digerus itu hanya diberikan kepada anak usia dini saja,saya belum pernah melihat pemberian obat gerus untuk dewasa.terima kasih

  6. nanda nabilah ubay says:

    proses penggerusan pada obat dapat mempengaruhi sifat2 kimiawi pada zat2 tertentu..
    perlukah diakukan QC atau uji laboratorium pada obat yang telah mengalami proses penggerusan??

  7. sonia says:

    Assalamu’alaikum,
    wah, artikel yang bagus, saya yang tadinya tidak tahu apa-apa tentang pulveres jadi dapet sedikit pencerahan. Kalo boleh mau tanya beberapa:
    1. Selain meningkatkan absorpsi di usus akibat peningkatan luas permukaan, apakah obat sediaan seperti ini juga lebih rentan untuk berinteraksi dengan enzim-enzim yang ada disaluran pencernaan, apakah ada efeknya?
    2. (Kira-kira bisa diberikan tidak (dalam presentase)) Seberapa pengaruhnya teknik penggerusan ini dengan hasil obat yang diharapkan, apakah keterampilan dari farmasis juga berpengaruh?
    Terima kasih. :)

  8. Pharmassip says:

    terima kasih atas jawabannya, darimana bisa diketahui suhu saat penggerusan ? karena sepertinya alat-alat yang disebutkan dalam artikel tidak memiliki indikator suhu. Apakan ada trik tersendiri agar saat penggerusan tidak terjadi peningkatan suhu yang tinggi ?

  9. al says:

    tujuan utama penggerusan tuh supaya apa?
    terus bakal ada efek samping penggerusan obat?

  10. lintang andini says:

    nice articel saya menjadi lebih tahu mengenai cara pembuatan obat, maklum saya bukan anak farmasi, terima kasij atas ilmunya yaa :)

  11. Riza says:

    Assalammualaikum wr.wb
    saya mau tanya tentang alat-alat penggerus di atas. sebenarnya hasil gerusannya itu sama saja atau tidak kadar halusnya. Terus dari masing-masing alat tersebut apakah memiliki kelemahan masing-masing? trims. smga dapat mnjadi plajaran :)

  12. Deantari Karliana (G1F010064) says:

    untuk tedy prilanto :
    wa’alaikumsalam, saya akan mencoba menjawab pertanyaannya
    menurut saya alat yang paling baik digunakan dalam industri farmasi skala kecil adalah stokes tornado mills. maaf karena kekurangan artikel kami, artikel ini masih dalam proses editing.terimakasih :)

  13. waah, nambah pengetahuan lagi nih,,
    great job,girls,,
    sukses yaaa!!!

  14. Deantari Karliana (G1F010064) says:

    untuk pertanyaan dari adri :
    menurut saya dibalik kontroversi penggunaan pulveres, pulveres masih bisa digunakan untuk anak kecil daripada menggunakan obat tablet yang pastinya susah untuk ditelan. terimakasih :)

  15. Nevia Putri says:

    informasinya berguna buat mendapatkan sediaan yg homogen :)

  16. Deantari Karliana (G1F010064) says:

    untuk tika ramadhani :
    Wa’alaikumsalam,saya akan mencoba menjawab pertanyaannya.
    1. menurut saya karena ini sediaan pulveres,maka semua obat yang digunakan harus digerus agar sediaannya menjadi sediaan serbuk. tapi hal yang harus diingat bahwa semua bahan yang akan digerus menjadi pulveres tidak ada interaksi antar satu zat aktif dan zat aktif lainnya.
    2. kerugian mortir stempler :
    tidak bisa menggerus sediaan dalam jumlah banyak (pabrikasi)
    harus dipastikan bahwa sisa dari campuran senyawa terakhir tidak terdapat pada mortir dan stempler (sanitasi tinggi diperlukan)

  17. eka wulandari (G1F010035) says:

    untuk yurissa, terimakasih pertanyaannya :)
    kegagalan penggerusan dalam pulveres salah satunya adalah, terlalu banyaknya bahan yang digerus dalam satu mortir, oleh karena itu, jika ingin menggerus bahan dalam mortir sebaiknya sedikit demi sedikit

  18. Adibah (G1F010027) says:

    untuk mas pharmassip: asalkan panasnya tidak melebihi suhu maksimal yang dapat merusak obat tersebut penggerusan masih dapat dilakukan.

  19. Adibah (G1F010027) says:

    untuk fitri : terimakasih fitri semoga artikelnya bermanfaat :)

  20. Adibah (G1F010027) says:

    untuk betmen : thanks :)

  21. Adibah (G1F010027) says:

    untuk icha : terimakasih pertanyaannya :)
    puyer biasanya untuk anak kecil dan untuk lansia karena memudahkan untuk meminumnya, puyer biasanya dalam dosis yang kecil sehingga kurang efektif untuk orang dewasa.

  22. Adibah (G1F010027) says:

    untuk asad hizbullah : terimakasih atas pujian nya mas asad semoga nilai tugasnya bagus ya hehe :D

  23. Pharmassip says:

    nice share, proses penggerusan suatu sediaan mungkin dapat menimbulkan panas yang mampu merusak obat, bagaimana menurut kalian ?

  24. Adibah (G1F010027) says:

    untuk mega robbiati utomo: terimakasih untuk pertanyaannya, akan coba saya jawab :)
    semua obat oral yang masuk ke dalam tubuh itu mekanisme kerjanyanya sama hanya saja kalo pulveres absopsinya lebih cepat karena bentuk pulveres serbuk yang memiliki partikelnya lebih kecil.

  25. tyas says:

    informatif dan cukup jelas bagi saya yang kurang mengerti ilmu farmasi

  26. Adibah (G1F010027) says:

    untuk atzary dyah ayu : wa’alaikumsalam , terimakasih untuk pertanyaannya :)
    disarankan untuk tidak menggerus dalam jumlah banyak ketika menggunakan penggerus yang manual seperti mortir dan stamper karna kalau dalam jumlah banyak juga akan menyulitkan proses penghalusannya, nanti yang dihasilkan malah butirannya kurang halus. sedangkan mesin alat yg lebih canggih sehingga bisa menghaluskan obat dalam jumlah yang besar.

    Adibah (G1F010027)

  27. fitri says:

    makasi buat infonyaaa great ! :D

  28. betmen says:

    nice post

  29. icha says:

    Wah artikelnya sangat menambah ilmu pengetahuan sekali….oh iyaa puyer itu efektif gak sih buat orang dewasa? Sejauh ini kan yah puyer itu lebih di tujukan ke anak2..trims

  30. asad hizbullah says:

    Terima kasih.
    Artikelnya cukup bagus karena dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti yang langsung membahas pada point-point nya. Kebetulan saya ada tugas buat presentasi buat minggu depan tapi masih bingung dikemas seperti apa. Setelah membaca artikel ini saya jadi ada gambaran buat tugas saya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

  31. mega robbiaty utomo says:

    Artikelnya sangat informatif dan memiliki inti pembahasan yang jelas. Yang ingin saya tanyakan adalah:
    Apakah obat dengan sediaan pulveres, tablet, sirup maupun kapsul memiliki mekanisme kerja yang berbeda pada tubuh ? Dan bagaimana mekanisme kerja obat pulveres itu sendiri di dalam tubuh ?

  32. Eka Wulandari says:

    untuk ichijou miyaru, terimakasih untuk pertanyaannya
    1. Kerugian puyer, antara lain :
    a. Tidak sesuai untuk obat yang bersifat sangat higroskopis, deliquescent, campuran eutetik, atau zat yang mudah menguap.
    b.Tidak sesuai untuk obat yang rasanya tidak enak (pahit, asin).
    c. Rusaknya obat karena digerus
    d. Takaran tidak akurat
    e. Kurang Higienis
    2. obat apa aja yang boleh dibikin puyer ? banyak :)
    3. Puyer bisa digunakan untuk berbagai umur, namun yang biasa mengkonsumsi sediaan puyer itu bayi dan anak-anak, karena bayi sulit menelan obat maka harus diserbukkan dulu dan karena tidak semua obat dapat dibuat sirup
    Eka Wulandari (G1F010035)

  33. Eka Wulandari says:

    untuk nurrakhmat, terimakasih pertanyaanya
    menurut saya, puyer untuk balita lebih bagus untuk yang butirnya halus
    Eka Wulandari (G1F010035)

  34. Desi Sutanti (G1F010052) says:

    mau tanya niiih..
    kan disebutin kalo untuk menggerus serbuk yang bahan bakunya kering sebaiknya menggunakan mortir panas. nah, bagaimana hubungan antara kenaikan temperatur dengan proses penggerusan tersebut? semakin cepatkah?? bagaimana mekanismenya, bisa dijelaskan?? hehee………. makasiiiiii ^_^

  35. atzary dyah ayu says:

    Assalmualaikuum

    Mau nanyaa niihhh dr yg tertulis diatas kan disebutin ga bolehh menggerus obat dalam jumlah banyaakk sekaligus..
    Sedangkan disitu alat2 atau mesin pengerusnya berkapasitas besar caranya seperti apa step by step?

  36. verina amaris says:

    assalamualikum ….
    latar belakang kalian mengambil judul nie pa ???

  37. yurissa karimah G1F010049 says:

    apa saja yang menyebabkan penggerusan itu gagal sehingga tidak di dapat ukuran partikel yang seragam ? terima kasih

  38. ichijou miyaru says:

    assalamu alaikum
    keuntungan dan kerugian obat puyer apa??? obat apa aja yg boleh dbikin puyer???? puyer teh bwt umur brp aja??
    maaf klo pertanyaan’a aneh, masih newbie nih sob. thx before

  39. tedyprilanto says:

    asalamualaikum ,,
    hmm stelah membaca artikelnya, ada beberapa pertanyaan :
    1. mesin sederhana mana yang lebih efesien dan efektif saat membuat PULVERES dengan intensitas yang banyak ? ( kalo bisa beserta alasanya )
    itu aja dulu, kalo bisa kasih sample gambar, dan untuk teknik penulisan artikel mungkin saya tadi liat ada urutan nomor yg msh aneh deh… thanks,

  40. Sulistyo says:

    Saya kan baru magang di apotek, sering dapet resep puyer, nah di tpt sya tu pake blender..
    Kira kira kalau pake blender itu terjadi panas ga dalam penggerusan, kalo terjadi pns penanganannya gimana yah?

  41. Nurrakhmat says:

    Mau tanya, adek saya yg masih balita kan sering sakit, dan di kasih puyer…
    biasanya puyer itu untuk balita bausnya yg butirnya kasar, halus atau sedang yah?

  42. Adri says:

    Maaf sebelumnya, agak menyimpang dari pertanyaan nih, puyer kan masih merupakan kontroversi di dunia kefarmasian. Karena apa, pulveres / puyer itu merubah bentuk sediaan dan formulasi yang dapat meningkatkan persentase terjadinya Adverse drug Reaction atau terjadinya reaksi obat.

    Menurut anda, apakah memuyer tablet masih layak dipakai?

  43. assalamualaikum,
    artikelnya bahasanya gampang dimengerti walaupun masih sederhana ya…hehehe
    saya mau tanya nih, saya bikin poin2 ya,
    1. apa aja si kriteria obat yang sebaiknya digerus?
    2. mortir dan stempler kan biasa untuk menggerus sediaan di lab, kerugian pake mortir n stempler tu apa aja?
    kalo bisa jawabannya disertai alasan ya…makasiih :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s