Teknik Penyaringan (Filtrasi) Dengan Tekanan


Teknik Penyaringan (Filtrasi) Dengan Tekanan

Disusun oleh :

Ifa Muttiatur Rosidah    (G1F010011)

Indra Pradipta               (G1F010057)

Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Jln. Dr. Soeparno Karangwangkal, Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

@ http://unsoed.ac.id/, @ http://farmasi.unsoed.ac.id/

ABSTRAK

Pembuatan sediaan farmasi seringkali membutuhkan pemisahan partikel-partikel dari larutannya. Tujuan yang lazim adalah untuk memperoleh cairan jernih yang bebas dari endapan amorf, endapan kristal, atau tetesan cairan yang tidak larut, dan benda-benda koloid.

Penyaringan adalah proses di mana partikel-partikel dipisahkan dari cairan dengan melewatkan cairan melalui bahan yang permeable. Medium saringan yang berpori adalah bahan permeable yang memisahkan partikel-pertikel dari cairan yang melaluinya, dan dikenal sebagai penyaring.

Peralatan penyaringan digolongkan berdasarkan tipe kekuatan penggerak (gravitasi, tekanan, sentrifugal, atau vakum), dengan metode pengerjaan (batch atau kontinu), dan hasil akhir yang diinginkan (filtrate dari zat padat cake). Penyaringan tekanan diinginkan untuk menangani kuantitas bahan yang besar dalam usaha mempercepat proses penyaringan.

Kata Kunci : Penyaring, Tekanan, Grafitasi, Pemisahan

Penyaringan (filtrasi) adalah salah satu cara pemisahan zat baik berupa cairan maupun gas. Pemisahan zat padat dari campuran padat cair dilakukan dengan bantuan medium berpori yang disebut medium penyaring. Suspensi padat cair dipaksa melewati medium penyaring.Zat padat akan tertahan medium penyaring sedangkan cairan dapat melewatinya yang biasa disebut filtrat. Dalam beberapa penyaringan, padatan-saring yang terbentuk merupakan medium penyaring yang baik. Untuk memaksa cairan melewati medium diperlukan gaya pendorong dalam bentuk :

  • gaya berat (gravity filtration)
  • vakum (vacuum filtration)
  • tekanan ( pressure filtration)
  • gaya sentrifugal (centrifugal filtration)

Pemilihan filter ditentukan oleh :

  1. Sifat campuran
  2. Tingkat produksi besar atau kecil
  3. Kondisi proses
  4. Hasil yang diinginkan
  5. Bahan konstruksi yang diperlukan

Penyaring Gravitasi

Penyaring gravitasi umum dalam pengolahan air, di mana suatu penyaring pasir digunakan untuk menjernihkan air sebelum deionisasi dan destilasi. Medium penyaring dapat terdiri atas lapisan pasir atau cake bed, atau untuk tujuan-tujuan khusus, suatu komposisi yang mengandung asbes, serat-serat selulosa, arang aktif, tanah diatome, atau pembantu penyaring lain. Pemurnian air dalam skala kecil dapat menggunakan keramik berpori sebagai suatu medium penyaring dalam bentuk “lilin-lilin” berlubang. Cairan masuk dari sisi luar melalui keramik berpori ke dalam bagian lilin yang berlubang (kosong). Filter ini tersusun atas tangki-tangki yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi dengan pasir-pasir berpori dimana fluida mengalir secara laminar. Filter ini digunakan untuk proses fluida dengan kuantitas yang besar dan mengandung sedikit padatan. Contohnya : pada pemurnian air. Tangki biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi untuk pengolahan air biasa digunakan beton. Saluran dibagian bawah yang berlubang mengarah pada filtrat, saluran itu dilengkapi dengan pintu atau keran agar memungkinkan backwashing dari dasar pasir untuk menghilangkan padatan-padatan yang terakumulasi. Bagian bawah yang berlubang tertutup oleh batuan atau kerikil setinggi 1 ft atau lebih untuk menahan pasir. Pasir yang biasa digunakan dalam pengolahan air sebagai media filter adalah pasir-pasir kuarsa dalam bentuk yang seragam. Kokas yang dihancurkan biasanya digunakan untuk menyaring asam sulfur. Batu kapur biasanya digunakan untuk membersihkan cairan organik baik dalam filtrasi maupun adsorbsi.

Hal yang harus diperhatikan dalam filter gravitasi, bongkahan-bongkahan kasar (batu atau kerikil) diletakkan bagian atas balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada di atasnya (pasir, dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan dengan membentuk lapisan-lapisan sehingga dapat bercampur dan ukuran untuk setiap materi harusnya sama untuk menyediakan pori-pori dan kemampuan yang maksimal.

Dengan melihat persyaratan ruang, metode yang efisiensi dapat disediakan. Gravitasi nutzch adalah suatu tangki berdasarkan palsu atau bejana media penyaring. Porselen nutzch dapat digunakan untuk mengumpulkan kristal-kristal steril atau pengerjaan-pengerjaan di mana bubur tidak dapat bercampur dengan logam-logam. Gravitasi nutzch bukanlah penyaring gravitasi sebenarnya, karena sering kali dioprasikan (dijalankan) di bawah tekana atau vakum.

 G1. Penyaring Gravitasi

Penyaring Vakum

Filtrasi vakum adalah teknik untuk memisahkan produk yang solid dari campuran reaksi pelarut atau cair. Campuran padat dan cair dituangkan melalui kertas filter dalam corong Buchner. Padat yang terperangkap oleh filter dan cairan tersebut ditarik melalui corong ke dalam labu di bawah ini, dengan ruang hampa.

Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya. Penyaring vakum dipakai untuk suatu ukuran besar, jarang digunakan untuk pengumpulan endapan-endapan Kristal atau penyaring steril. Penyaring vakum kontinu dapat menangani beban kotoran yang tinggi dan pada suatu basis volume, dalam hal biaya cairan yang disaring per galon murah. Dalam mengerjakan system penyaring drum kontinu, vakum dipakai untuk drum (tong) tersebut, dan cairan mengalir melalui lajur kontinu. Zat padat dikumpulkan pada akhir lajur tersebut. Perhatikan Gambar 2, pada halaman berikut.

 Gambar 2. Pemisahan dengan cara meningkatkan tekanan

Penyaring Tekanan

Tekanan penyaring kerangka dan penyaring lempeng merupakan yang paling sederhana dari semua penyaring tekanan, dan paling banyak digunakan. Filter ini terdiri dari seperangkat lempengan yang dirancang untuk member sederetan kompartemen untuk pengumpulan zat padat. Lempengan tersebut ditutup  dengan medium filter seperti kanvas. Slurry  umpan masuk ke dalam masing-masing  lempengan dan medium filternya dengan tekanan, cairannya lewat melalui kanvas dan  keluar melalui pipa keluaran dan meninggalkan zat padat basah di antara lempengan tersebut. Lempengan  press  yang digunakan ada yang berbentuk bujur sangkar atau  lingkaran, ada yang terletak vertikal dan horisontal. Tetapi umumnya lempengan untuk zat padat itu dirancang dengan membuat tekukan pada permukaan lempeng, atau dalam  bentuk  plate-and-frame.  

Pada desain  plate and fram  ini, lempengan berbentuk bujur  sangkar dengan panjang sisi 6-28 in dan disusun silih berganti dengan bingkai terbuka.  Lempengan tersebut tebalnya berkisar 0,25 sampai 2 in, sedangkan bingkainya setebal  0,25 sampai 8 inci. Lempengan dan bingkai itu didudukkan secara vertikal pada rak logam dengan medium filter dipasang menutupi setiap bingkai dan dirapatkan dengan  bantuan sekrup dan rem hidraulik. Bubur umpan masuk pada satu ujung rakitan lempeng dan bingkai tersebut. Slurry  mengalir melalui saluran yang terpasang memanjang pada salah satu sudut rakitan dari sudut tersebut melalui saluran tambahan mengalir ke dalam masing-masing bingkai. Di sini zat padat itu diendapkan di atas permukaan pelat. Cairan mengalir menembus kain filter, melalui alur atau gelombang pada permukaan lempeng, sampai keluar press filter tersebut.

Sesudah filter tersebut dirakit, slurry  dimasukkan dari pompa atau tangki pendorong pada tekanan 3 sampai 10 atm. Filtrasi lalu diteruskan sampai tidak ada lagi zat cair yang keluar dan tekanan filtrasi naik secara signifikan. Hal ini terjadi bila bingkai  sudah penuh dengan zat padat sehinggga slury tidak dapat masuk lagi. Filter itu disebut  jammed.  Setelah itu, cairan pencuci dapat dialirkan untuk membersihkan zat padat dari bahan-bahan pengotor yang dapat larut. Cake tersebut kemudian ditutup dengan uap atau udara untuk membuang sisa zat cair tersebut sebanyak-banyaknya. Filter itu lalu dibongkar,  cake  padatnya dikeluarkan dari medium filter sehingga jatuh ke konveyor menuju tempat penyimpanan. Pada kebanyakan press filter, operasi tersebut berlangsung secara otomatis. Sampai cake  bersih, proses pencucian memakan waktu beberapa jam karena cairan pencuci cenderung mengikuti jalur termudah dan melangkahi bagian-bagian cake yang terjejal rapat. Jika cake tidak terlalu rapat, sebagian besar cairan pencuci tidak efektif membersihkan cake. Jika diinginkan pencucian sampai benar-benar bersih, biasanya dibuat sluury lagi dengan cake yang belum tercuci sempurna. Pencucian lebih lanjut dapat menggunakan zat cair pencuci dalam kuantitas besar dan menyaringnya kembali dengan shell-and-leaf filter sehingga memungkinkan pencucian yang lebih efektif dari pada plate and frame filter. 

G 3. Press Penyaring Kerangka dan Lempengan

Penyaring Sentrifugal

Sentrifugasi adalah pemisahan dengan menggunakan gaya putaran atau gaya sentrifugal. Partikel dipisahkan dari liquid dengan adanya gaya sentrifugal pada berbagai variasi ukuran dan densitas campuran larutan.

Peralatan sentrifugasi terdiri dari :

a. Pengendapan sentrifugal/centrifugal settling

  • Tubular            : pemisahan liquid-liquid emulsion
  • Disk bowl        : pemisahan liquid-liquid

b. Filtrasi sentrifugal

Gaya sentrifugal digunakan untuk mendapatkan perbedaan tekanan sehingga slurry dalam filter akan mengalir ke penyaring. Pada operasi sentrifugasi dengan cara pengendapan, kecepatan pengendapan dipengaruhi oleh : kecepatan sudut (ω) disamping faktor-faktor lain seperti pada perhitungan kecepatan sedimentasi. laju alir volumetrik umpan dipengaruhi oleh kecepatan sudut (ω), diameter partikel (Dp), densiti partikel dan cairan, viskositas dan diameter tabung centrifuge.

Pemisahan padatan dari air dengan menggunakan pengendapan sentrifuga prinsipnya sama dengan proses pengendapan secara gravitasi, bedanya pengendapan ini menghasilkan gaya dorong yang lebih besar yang disebabkan oleh putaran air. Dengan memutar air, kecepatan pengendapan dapat meningkat jika dibandingkan dengan pengendapan secara gravitasi pada umumnya. Pengendapan sentrifuga sudah banyak digunakan untuk pemisahan partikel dan cairan atau air dalam proses  pengolahan mineral seperti pada proses pengeringan materi dengan ukuran partikel yang berbeda, penyisihan partikel yang sangat kecil dalam pencucian, atau dalam menyisihkan kontaminan yang terlarut dalam larutan.

Namun, penggunaan pengendapan sentrifuga untuk penyisihan partikel atau senyawa lain di dalam proses pengolahan air masih jarang dilakukan dikarenakan tingginya biaya operasional yang dibutuhkan. Maka dari itu, pengembangan pengendapan dengan memanfaatkan gaya senrifuga diarahkan pada pengendapan dengan memanfaatkan aliran air melalui dinding pengendap seperti prinsip kerja hydrocyclone.

Gambar 4. Penyaring Sentrifugal

Kesimpulan

Pembagian medium yang dipengaruhi oleh gaya dorong ada 4, diantaranya yaitu gaya berat (gravity filtration), vakum (vacuum filtration), tekanan ( pressure filtration), gaya sentrifugal (centrifugal filtration). Penyaringan dengan gaya dorong ini untuk menangani kuantitas bahan yang besar dalam usaha mempercepat proses penyaringan.

Referensi :

Bürger, R., F. Concha, 2001.Settling velocities of particulate systems: 12. Batch centrifugation of flocculates suspensions. Int.J.Miner. Process 63, pages 115-145

Lachman, Leon., 1989, Teori dan Praktek Farmasi Industri, UI – Press, Jakarta

Perry. R,. dan Chilton. C., 1973, Chemical Engineers Handbook, McGraw-Hill, New York

Svarovsky, Ladislav.2000.Solid-Liquid Separation.Oxford: Butterworth-Heinemann

Zulfikar, 2011, Filtrasi, www.chem-is-try, Diakses tanggal 19 Mei 2012

About these ads
This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010 and tagged . Bookmark the permalink.

34 Responses to Teknik Penyaringan (Filtrasi) Dengan Tekanan

  1. Marsiah says:

    Maaf saya mw tanya tentang kelebihan dan kekurangan candle filter/penyaring tabung dan kelemahan dari pressure leaf filter
    terima kasih.

  2. contoh dari rotary vakum filter dan plate and flame dalam kehidupan sehari hari apa ?

  3. eri sopian says:

    yg pke vacuum itu tuh,mengingatkanku pada penyaringan echinachiae,xixixixi
    nice lahhhhhhhhhh,,

  4. @dicky sebelum kita mengetahui prinsipnya, kita harus tahu dulu apa itu hydrocyclone. Hydrocyclone ini adalah suatu alat yang mempermudah pemisahan material padat yang melalui media air dengan memanfaatkan efek vortex yang ditimbulkan dari gaya sentrifugal.
    Untuk prinsip dasar kerja hydrocyclone yaitu memanfaatkan efek dari gaya sentrifugal dan density fluida kerja. fenomena-fenomena dari efek tersebut diperlihatkan dengan fakta bahwa sebagian besar air yang mengikuti arus berputar didalam hydrocyclone tergerak kearah poros pusaran dan akan naik ke dalam vortex untuk menuju dome dan keluar meninggalkan hydrocyclone. Pada hakekatnya partikel cracked dari mixtura di dalam air, sebagai media yang bergerak mengikuti arus pusaran di dalam hydrocyclone dipengaruhi oleh 2 gaya yang berlawanan yaitu gaya sentrifugal dan gaya yang mendorong partikel-pertikel cracked mixtura ke dinding hydrocyclone dan gaya yang berlawanan arah dengan gaya sentrifugal yaitu gaya yang mendorong menuju lobang dari vortex, dan berusha menghanyutkan partikel-partikel. Selain arus berputar, di dalam air yang sedang mengikuti gerak pusaran di dalam hydrocylone juga ada arus non tangensial yang berlawanan arah dengan gaya sentrifugal.

    Ifa Muttiatur Rosidah
    G1F010011

  5. @vivi terimakasih atas pertanyaannya..
    Kelebihan RVF ini diantaranya :
    – Dapat digunakan untuk memfiltrasi padatan yang sulit difilter.
    – Banyak dilengkapi sarana otomatis
    – Desainnya sangat bervariasi
    – Hasil pencucian cake lebih efektif

    Kekurangannya :
    – Waktu pengeringan cake cukup lama.
    – Pemisahan filtrat relatif lebih

    Aplikasi dalam industry contohnya adalah Industri Perminyakan, Pengolahan Air dan Limbah, Makanan dan Minuman, Kimia dan Farmasi, Pengolahan Logam Mulia, Pembuatan Kertas, Industri Batubara, Industri Kimia, Industri pupuk, Industri mesin.

    Ifa MUttiatur Rosidah
    G1F010011

  6. kekurangan dan kelebihan Rotary Vacuum Filter itu apa ya?? trus contoh2 aplikasi dari RVF dalam industri ada ga?

  7. Dicky Diaz says:

    maaf tadi kan diatas disebutkan “…..pengembangan pengendapan dengan memanfaatkan gaya senrifuga diarahkan pada pengendapan dengan memanfaatkan aliran air melalui dinding pengendap seperti prinsip kerja hydrocyclone.” mau nanya prinsip kerja hydrocyclone itu emang gimana? makasih

  8. makasih buat @sagy buat pertanyaan nya..
    contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari yang banyak digunakan adalah yang penyaring gravitasi, yaitu kamila fresh sebuah alat/filter penyaring dan penjernih air. Alat ini menggunakan media penyaring gravitasinya adalah KARBON AKTIF yang sangat efektif menjernihkan dan menyerap bau, rasa serta racun pada air. ZEOLITE, berfungsi untuk menjerniihkan air dan menghilangkan bau. FERROLITE / MANGANESE, berfungsi untuk menghilangkan kandungan besi (Fe) pada air dengan kadar tinggi dan bau besi yang menyengat, juga menghilangkan mangan (Mn2t) dan warna kuning pada air. SILICA, berfungsi untuk menjernihkan air.
    Media-media ini akan bekerja menyaring dan menjernihkan air rumah Anda sampai pada tahap aman untuk dipakai. Sedangkan untuk pemasangan, anda tidak perlu khawatir biarkan team kami semua yang mengerjakan sampai terpasang semua tanpa ada biaya tambahan.
    Mungkin itu penyaring yang biasa anda temukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Mohon Maaf kalau ada hal yang tidak sesuai atau kurang berkenan..
    Penulis siap menerima kritik dan sarannya..
    terimakasih :)

    Ifa Muttiatur Rosidah
    G1F010011

  9. mau nanya contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari kaya apa?

  10. @ahmadfikifirdaus
    trimakasih atas pertanyaannya
    yang perlu diperhatikan dalam memilih metode penyaringan itu…
    1. Ukuran partikel
    Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencmpur) dapat dipisahkan dengan metode filtrasi (penyaringan). jika partikel zat hasil lebih kecil daripada zat pencampurnya, maka dapat dipilih penyring atau media berpori yang sesuai dengan ukuran partikel zat yang diinginkan. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan zat pencampurnya akan terhalang.

    2. Titik didih
    Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat hasil lebih rendah daripada zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur. Zat hasil akan lebih cepat menguap, sedangkan zat pencampur tetap dalam keadaan cair dan sedikit menguap ketika titik didihnya terlewati. Proses pemisahan dengan dasar perbedaan titik didih ini bila dilakukan dengan kontrol suhu yang ketat akan dapat memisahkan suatu zat dari campuranya dengan baik, karena suhu selalu dikontrol untuk tidak melewati titik didih campuran.

    3. Kelarutan
    Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar, misalnya air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter, kloroform, dan eter.
    Dengan melihat kelarutan suatu zat yang berbeda dengan zat-zat lain dalam campurannya, maka kita dapat memisahkan zat yang diinginkan tersebut dengan menggunakan pelarut tertentu.

    4. Pengendapan
    Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar daripada pelarutnya akan segera mengendap. Jika dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan dengan metode sedimentsi tau sentrifugsi. Namun jika dalm campuran mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi. Metode presipitasi biasanya dikombinasi dengan metode filtrasi.

    5. Difusi
    Dua macm zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi (bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain. Gerak partikel dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni. Metode pemisahan zat dengan menggunakan bantuan arus listrik disebut elektrodialisis. Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.

    6. Adsorbsi
    Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.

    INDRA PRADIPTA
    G1F010057

  11. ahmadfikifirdaus says:

    karakterisktik bahan atau senyawa yang harus diperhatikan dalam memilih metode penyaringan apa aja?

  12. @irvan
    penyaringan dengan tekanan yang paling sederhana yaitu Tekanan penyaring kerangka dan penyaring lempeng merupakan yang paling sederhana dari semua penyaring tekanan, dan paling banyak digunakan. Filter ini terdiri dari seperangkat lempengan yang dirancang untuk member sederetan kompartemen untuk pengumpulan zat padat. Lempengan tersebut ditutup dengan medium filter seperti kanvas. Slurry umpan masuk ke dalam masing-masing lempengan dan medium filternya dengan tekanan, cairannya lewat melalui kanvas dan keluar melalui pipa keluaran dan meninggalkan zat padat basah di antara lempengan tersebut. Lempengan press yang digunakan ada yang berbentuk bujur sangkar atau lingkaran, ada yang terletak vertikal dan horisontal. Tetapi umumnya lempengan untuk zat padat itu dirancang dengan membuat tekukan pada permukaan lempeng, atau dalam bentuk plate-and-frame.

    INDRA PRADIPTA
    G1F010057

  13. @ridho nor ksatria
    untuk membuat air laut agar dapat di konsumsi itu membutuhkan teknologi khusus dalam penyaringannya yaitu menggunakan metode reverse osmosis… Proses pengolahan air laut dengan teknologi ini telah terbukti mampu menyaring garam-garam dalam ukuran sangat kecil.

    Dengan proses ini air laut langsung menjadi tawar dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Teknologi ini mampu mengolah setiap tetesnya melewati beberapa unit elemen mesin dengan proses penyaringan.

    Air laut melalui pipa dengan kedalaman satu meter dari permukaan laut disedot dengan pompa untuk disaring dan terlebih dahulu dipisahkan dari benda pengotor seperti partikel padatan, plangton, pasir, dan lainya.
    Proses kerjanya alat ini memang cukup rumit dan sangat detail.

    Dalam unit sand filtered water tank air laut disaring dari pasir yang ikut terbawa dalam air setelah terbebas dari partikel pengotor air ditampung dalam sebuah tangki, backwash water tank.

    Agar air dapat benar-benar bersih maka perlu beberapa tahap penyaringan, pada elemen cartridge filter air laut kembali disaring. Ini merupakan proses penyaringan akhir untuk partikel padatan dan mampu menyaring partikel dengan ukuran terkecil sekalipun.

    Komponen utama instalasi pemurnian air ini adalah mesin Reverse osmosis. Ini terdiri dari dua mesin yaitu Reverse osmosis I dan Reverse osmosis II.

    Di dalam unit ini air tawar dan air asin dipisahkan dengan menggunakan membran semi permiabel. Aliran air akan berbalik yakni dari air asin ke air tawar melalui membran semi perniabel bila diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmosisnya.

    Di dalam unit ini air dimurnikan. Semula yang berasa asin dapat dinetralkan sehingga menjadi tawar. Mesin ini dengan memanfaatkan membran yang dapat mengikat ion-ion penyebab rasa asin sehingga diperoleh air tawar.

    Pada Reverse osmosis I, air dapat ditawarkan menjadi air murni 90 persen dan diperoleh air yang benar-benar murni pada Reverse osmosis II. Sementara ampas dari hasil sisa garam kembali dibuang ke laut.

    Air yang dihasilkan instalasi pemurnian ini memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kandungan mineral yang dihasilkan dari fasilitas pemurnian ini memakai standar internasional jadi aman dikonsumsi untuk masyarakat.

    Proses sterilisasi untuk membasmi kuman dan mikroorganisme pemurnian air tersebut menggunakan klorin dengan konsentrasi tertentu. Kandungan klorin diperiksa setiap harinya. Kandungan klorin yang digunakan masih di bawah standar yaitu 0,2 ppm.

    INDRA PRADIPTA
    G1F010057

  14. Ridho Nor Ksatria says:

    klo filtrasi air rob (kyk yg d kota semarang), biar bisa dikonsumsi kira2 bisa mungkin ga?

  15. irvan says:

    mau tanya dong kalo diantara penyaringan2 dengan tekanan mana yang paling sederhana?

  16. @fitri makasih atas pertanyaan nya..
    Keuntungan penyaring vakum, diantaranya :
    1. Dapat digunakan untuk memfiltrasi padatan yang sulit difilter (kemampuan filtrasinya tinggi).
    2. Banyak dilengkapi sarana otomatis sehingga tenaga manual yang dibutuhkan tidak banyak.
    3. Desainnya sangat bervariasi tergantung pada jenis aplikasinya.
    4. Hasil pencucian cake lebih efektif.

    Ifa Muttiatur R
    G1F010011

  17. fitri says:

    keuntungan menggunakan penyaringan vakum apa sih?

  18. @dhanie

    DASAR PEMISAHAN CAMPURAN itu ada banyak..
    Beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut :

    Perbedaan Ukuran Partikel

    Jika ukuran partikel suatu zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak diinginkan (zat pencampur) dapat dipisahkan dengan metode penyaringan (metode filtrasi). Untuk keperluan ini kita harus menggunakan penyaring dengan ukuran yang sesuai. Partikel zat hasil akan melewati penyaring dan disebut hasil penyaringan dan zat pencampurnya akan terhalang dan disebut residu / ampas.

    Perbedaan Titik didih

    Untuk memisahkan campuran zat yang memiliki perbedaan titik didih, kita dapat melakukannya dengan metode destilasi. Zat yang memiliki titik didih lebih tinggi akan lebih dulu menguap. Jika yang kita inginkan adalah zat yang memiliki titik didih yang lebih tinggi, maka langkah selanjutnya kita mengembunkan uap dari zat tersebut (pendinginan) dan mengalirkannya ke wadah tertentu. Jika yang kita inginkan adalah zat yang memiliki titik didih lebih rendah, maka kita cukup memanaskan campuran tersebut saja, sampai suhu mencapai titik didih zat yang akan kita cari. Bingung? Untuk lebih detailnya akan saya berikan contohnya nanti.

    Perbedaan Kelarutan

    Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau sebaliknya. Secara umum pelarut dibagi menjadi dua, yaitu pelarut polar (pelarut yang memiliki kutub), seperti air, dan pelarut nonpolar (disebut juga pelarut organik) seperti alkohol, aseton, methanol, petrolium eter, kloroform, dan eter. Dengan hal menggunakan perbedaan kelarutan, kita dapat memisahkan campuran dengan pelarut tertentu.

    Perbedaan Pengendapan

    Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam larutan yang berbeda. Zat yang memiliki berat jenis lebih besar daripada pelarutnya akan mudah mengendap. Bila dalam suatu campuran mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang berbeda, kita dapat melakukan pemisahan campuran tersebut dengan metode sedimentsi atau sentrifugsi atau pemusingan. Jika dalam campuran terdapat lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan metode presipitasi yang dikombinasi dengan metode filtrasi.

    Difusi (bergerak mengalir dan bercampur)

    Dua macam zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi satu sama lain. Aliran ini dapat dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke arah tertentu untuk memperoleh zat murni. Metode pemisahan campuran dengan menggunakan bantuan listrik disebut elektrodialisis. Selain itu kita mengenal juga istilah elektroforesis, yaitu pemisahan zat berdasarkan banyaknya nukleotida (satuan penyusun DNA) dapat dilakukan dengan elektroforesis menggunakan suatu media agar yang disebut gel agarosa.

    Adsorbsi (Penyerapan sampai permukaan)

    Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh zat lain sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.

    trimakasih…

    indra pradipta
    G1F010057

  19. dhanie says:

    artikelnya bagus ney…mau nanya dong kalau dasar-dasar pemisahan/filtrasi tu apa aja sih?

  20. @galih samodra
    makasih buat pertanyaannya…
    JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN

    1.

    Filtrasi
    Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
    Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut residu. (ampas).
    Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air, menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula. Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat penghisap.
    2.
    Sublimasi
    Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahan-bahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod.
    3.
    Kristalisasi
    Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
    Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali)
    Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.
    4.
    Destilasi
    Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu dekat.
    Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
    Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum.
    5.
    Ekstraksi
    Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.
    6.
    Adsorbsi
    Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.
    7.
    Kromatografi
    Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.
    materi referensi:

    http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kul…

    indra pradipta
    G1F010057

  21. adakah metode pemisahan lain yang di gunakan untuk memisahkan suatu zat selain dengan penyaringan?jika ada yang lain bisa disebutkan dan dijelaskan..
    mksh

  22. @rochmat Shobachus mungkin bisa, tapi kami kurang paham tentang peralatan pada motor, untuk lebih jelas bisa di lihat di alamat ini http://www.knfilters.com/oilfilter.htm..
    Mohon Maaf kalau ada hal yang tidak sesuai atau kurang berkenan..
    Penulis siap menerima kritik dan sarannya..
    terimakasih :)

    Ifa Muttiatur R
    G1F010011

  23. Rochmat Shobachus S says:

    bagus tuh alatnya,,, bisa nggak di terapkan pada sepeda motor?? :)

  24. @melan mulyana makasih atas saran nya kka..

  25. hana says:

    bagus….:-)

  26. Melan Mulyana says:

    nice info, menambah wawasan. Mungkin sedikit sarannya, sudah bagus mencantumkan referensi yang dipakai, tapi alangkah lebih bagus lagi kalau referensi yang dipakai itu up to date, terutama untuk tulisan seperti ini. Ya maksimal bisa 5 atau 10 tahun… Selalu semangat :)

  27. @all Terimakasih untuk semangat nya, ditunggu kritik dan sarannya juga atau ada yang kurang paham dengan artikel ini, silahkan di comment aja, mari kita sama-sama saling belajar dan kita diskusika bersama.
    SEMANGAT …. :)

  28. @ir. Fan terimakasih atas saran atau masukan nya,
    menuriut saya kalau dilihat dari kemampuan penyaringan, gravitasi lebih baik karena tidak dipengaruhi oleh besar nya pori2 penyaringan, sedangkan penyaring vakum/press dipengaruhi oleh besarnya pori2 yang ditentukan. Jadi jika ada padatan yang tidak sesuai dengan ukuran pori2 pada penyaringannya, maka padatannya akan mudah lolos dari penyaringan.
    namun, jika dilihat dari kecepatan dalam penyaringan, vacum/press lebih cepat dibandingkan dengan gravitasi. hal ini dikarenakan adanya perbedaan tekanan dan media penyaringannya yang pada gravitasi lebih banyak macamnya dan ketebalannya.

    Untuk yang pengembangan filter gravitasi dengan media putar, itu masuk nya ke penyaringan gaya sentrifugal. Pemisahan padatan dari air dengan menggunakan pengendapan sentrifuga prinsipnya sama dengan proses pengendapan secara gravitasi, bedanya pengendapan ini menghasilkan gaya dorong yang lebih besar yang disebabkan oleh putaran air (Sutherland, 2005). Dengan memutar air, kecepatan pengendapan dapat meningkat jika dibandingkan dengan pengendapan secara gravitasi pada umumnya (Svarovsky, 2000).
    Untuk yang pengembangan penyaringan vakum, emang selama ini juga udah digunakan media tambahannya yaitu dengan menggunakan alas kertas saring di penyaringnya (corong buchner).
    kertas saring dibuat dengan beberapa tipe menurut kerapatannya, jadi ketika ingin melakukan proses penyaringan bisa diseimbangkan antara padatan yang ingin disaring dengan kertas saring yang sesuai kerapatan agar tidak dapat dilewati oleh padatan yang ingin disaring.
    Terima Kasih dan semoga bermanfaat.
    Mohon Maaf kalau ada hal yang tidak sesuai atau kurang berkenan..
    Penulis siap menerima kritik dan sarannya..
    mari kita belajar bersama :)
    Ifa Muttiatur.
    G1F010011

  29. ir. Fan says:

    filter gravitasi lbh bgs tu, kualitas pnyaringan lbh bersih krna g ada penekanan /pertumbukan molekul pda media filternya.

    Lain halnya dg vakum/press.
    Kualitas kurg baik krna terjadi penekanan molekul pd media filter, yg mnyebabkan molekul2 halus jd masuk melewati media filter…

    Untuk pemgembangan pd filter gravitasi.
    Bisa dg cara menambah besaran gravitasi itu sendiri.
    Msl meletakan pada media putar, dan memutarnya pd kecepatan tertentu.
    Sehingga ddapat besaran gravitasi dg nilai tertentu.

    Untuk filter vakum/press.
    Pngembangan pada media filternya.
    Dg mnggunkan kain/kertas yg memiliki pori2 lbh rapat..
    Mohon koreksinya dan
    Salam…
    Sukses nya neng nooong :p

  30. iqbal raup says:

    i like teteh…….

  31. Dhadhang says:

    mantap…terus semangat & terus berkarya

  32. danie says:

    ide ide yang lain di tunggu..bermanfaat banget..

  33. setia says:

    good posting..=)

  34. dekghosing says:

    wah tulisan bagus…… tetep semangat bro..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s