STANDAR PERALATAN DALAM INDUSTRI FARMASI


Disusun Oleh:

Rara Amalia                (G1F010003)
Iriyanti                        (G1F010051)
Okty Fitria I. Z.          (G1F010054)

ABSTRAK

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan farmasi dalam skala industri adalah hal-hal yang berkaitan dengan material-material untuk pabrikasi. Sifat dan seleksi dibutuhkan untuk mendapatkan material pabrikasi agar tidak menghambat proses produksi dan tidak berpengaruh terhadap mutu produk yang dihasilkan. Sifat mekanik dari material pabrikasi meliputi  strength, creep, ductility, toughness, fatique, hardness, malleability, dan brittleness. Syarat-syarat peralatan yang ditentukan meliputi desain dan konstruksi, penempatan dan pemasangan, pembersihan, dan pemeliharaan.

Kata Kunci: Material Pabrikasi, sifat mekanik, syarat-syarat peralatan

Kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan manusia sehingga senantiasa menjadi prioritas dalam pembangunan nasional suatu bangsa. Salah satu komponen kesehatan yang sangat strategis adalah tersedianya obat yang berfungsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bahkan untuk menyelamatkan jiwa manusia, sehingga harus dibuat dengan cara yang baik agar dihasilkan produk yang bermutu tinggi. Industri farmasi, sebagai industri penghasil obat, dituntut untuk dapat menghasilkan obat yang harus memenuhi persyaratan khasiat, keamanan, dan mutu dalam dosis yang digunakan untuk tujuan pengobatan yang pengaturannya diatur dalam CPOB (Bambang Priyambodo, 2007).

Sebelum melakukan pemilihan material ada baiknya kita mengetahui beberapa sifat mekanik dari material pabrikasi yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Strength (kekuatan) adalah ukuran besar gaya yang diperlukan untuk merusak material.
  2. Creep digunakan untuk menggambarkan laju deformasi plastik metal terhadap waktu dengan stress beban yang diberikan.
  3. Ductility dikaitkan dengan besar regangan permanen sebelum patah.
  4. Toughness (ketangguhan) dikaitkan dengan jumlah energi yang diserap bahan sampai terjadinya patahan pada material
  5. Fatique adalah patahan yang terjadi akibat pembebanan siklus dalam waktu yang cukup lama.(Gambar.1.1) kegagalan mekanis adalah disebabkan oleh kelelahan (Abrianto,2010).
  6. Hardness adalah kebalikan dari ductility, ketahanan terhadap deformasi plastik oleh bending, penetration atau straching.
  7. Malleability adalah ductility khusus yaitu dimana regangan permanen sebelum patahan yang disebabkan oleh rolling, forging atau extruding.
  8. Brittleness adalah kecenderungan suatu bahan untuk patah atau retak, biasanya dibawah stress yang rendah (Nicholas P, 1996).

Salah satu yang termasuk material pabrikasi adalah alat-alat yang digunakan selama produksi dalam industri farmasi. Menurut BPOM (2006), peralatan untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain dan konstruksi yang tepat, ukuran yang  memadai serta ditempatkan dan dikualifikasi dengan tepat agar mutu  obat terjamin sesuai desain serta seragam dari bets ke bets dan  untuk memudahkan pembersihan serta perawatan. Syarat-syarat peralatan yang ditentukan CPOB (2006) adalah sebagai berikut:

A. Desain dan Konstruksi

  1. Peralatan didesain dan dikonstruksikan sesuai dengan tujuannya.
  2. Permukaan peralatan yang bersentuhan dengan bahan awal, produk antara ataupun produk jadi tidak boleh mempengaruhi identitas, mutu atau kemurnian di luar batas yang ditentukan.
  3. Bahan yang diperlukan untuk pengoperasian alat khusus, misalnya pelumas atau pendingin tidak boleh bersentuhan dengan bahan yang sedang diolah sehingga tidak mempengaruhi identitas, mutu atau kemurnian bahan awal, produk antara ataupun produk jadi.
  4. Peralatan tidak boleh merusak produk akibat katup bocor, tetesan pelumas dan hal sejenis atau karena perbaikan, perawatan, modifikasi, dan adaptasi yang tidak tepat.
  5. Peralatan didesain sedemikian rupa agar mudah dibersihkan.
  6. Semua peralatan khusus untuk pengolahan bahan mudah terbakar atau bahan kimia atau yang ditempatkan di area dimana digunakan bahan mudah terbakar, hendaklah dilengkapi dengan perlengkapan elektris yang kedap eksplosi.
  7. Hendaklah tersedia alat timbang dan alat ukur dengan rentang dan ketelitian yang tepat untuk proses produksi dan pengawasan yang perlu diperiksa ketepatannya dan dikalibrasi sesuai program dan prosedur yang ditetapkan.
  8. Filter cairan yang digunakan untuk proses produksi hendaklah tidak melepaskan serat ke dalam produk.
  9. Pipa air suling, air de-ionisasi dan bila perlu pipa air lain untuk produksi hendaklah di sanitasi sesuai prosedur tertulis. Prosedur tersebut henedaklah berisi rincian batas cemaran mikroba dan tindakan yang harus dilakukan.

B.  Pemasangan dan penempatan

  1. Pemasangan dan penempatan peralatan diatur sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan dengan efisien dan efektif.
  2. Tiap peralatan utama diberi pengenal yang jelas.
  3. Semua pipa, tangki, selubung pipa uap atau pipa pendingin hendaklah diberi isolasi yang baik untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi.
  4. Sistem-sistem penunjang seperti sistem pemanas, ventilasi, pengatur suhu udara, air minum, kemurnian air, penyulingan air, dan fasilitas lainnya hendaklah divalidasi untuk memastikan bahwa sistem-sistem tersebut senantiasa berfungsi dengan baik.

C.  Pembersihan

  1. Peralatan dibersihkan, dijaga, dan disimpan dalam kondisi yang bersih serta diperiksa kembali kebersihannya sebelum dipakai.
  2. Pembersihan dilakukan dengan cara vakum atau basah, dan sedapat mungkin dihindari pencemaran produk.
  3. Pembersihan dan penyimpanan alat dan bahan pembersih dilakukan dalam ruangan yang terpisah dari pengolahan.
  4. Prosedur yang tertulis untuk pembersih dan sanitasi dipatuhi dan dilaksanakan.
  5. Catatan pembersihan, sanitasi, dan sterilisasi disimpan.

D.  Perawatan

  1. Perawatan dirawat menurut jadwal yang tepat agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak mempengaruhi mutu dan kemurnian produk.
  2. Prosedur-prosedur tertulis untuk perawatan dibuat dan dipatuhi.
  3. Catatan mengenai pelaksanaan pemeliharaan dan pemakaian suatu peralatan utama dicatat dalam buku catatan.
Contoh-contoh peralatan dalam industri farmasi

Coating  Accela Cota 66′

pencampur shell kembar

Referensi

Abrianto, 2010, Kelelahan Logam dan Mekanika Retakan, http://scribd.com/doc/34105713/Fatigue-Kelelahan-Logam-AA , diakses tanggal 19 Mei 2012.

Badan POM, 2006, Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Jakarta. Hal. 1-119.

Cheremisinoff , Nicholas P., 1996, Material Selection Deskbook, Noyes Publication.

Priyambodo, B., 2007, Manajemen Farmasi Industri Edisi 1, Yogyakarta: Global Pustaka Utama.

About these ads
This entry was posted in TSF Mahasiswa 2010 and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

49 Responses to STANDAR PERALATAN DALAM INDUSTRI FARMASI

  1. defri maulana says:

    kalau alat nya apa saja tuh

  2. sugiarto solihin says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    diatas disebutkan sifat mekanik dari material pabrikasi meliputi: strenght, creep, ductility, tonghness, fatigue, hardness, malleability, dan britleness.
    pertanyaannya, dari masing2″ sifat-sifat mekanik mana yang lebih diutamakan dalam industri…..??
    sekian terima kasih…….
    wassalamu’alaikum wr.wb.

  3. nia says:

    Isi catatan mengenai pelaksanaan pemeliharaan dan pemakaian suatu peralatan utama yang dicatat dalam buku catatan itu apa saja ya? Terimakasih..

  4. Rakhma Wati says:
    June 6, 2012 at 1:53 PM (Edit)
    0 0 Rate This
    mau nanya dooong…
    kan katanya pelumas tidak boleh bersentuhan dengan bahan, ada ga sih pelumas yang memang digunakan bersentuhan dengan bahan????
    makasih yoooo ^^

    ada, jika penggunaan pelumas memang bersentuhan langsung dengan bahan atau produk maka digunakan pelumas khusus yang memenuhi kualitas food grade. Pelumas yang biasa digunakan adalah heavy duty pure food lubricant.

    Makasii ya pertanyaanya :)

    Oleh: RARA AMALIA FADIAH (G1F010003)

  5. riza says:
    June 6, 2012 at 1:51 PM (Edit)
    0 0 Rate This
    ada penandaan ga pada peralatan yang udah dibersihkan atau yang belum?
    thanks

    Makasii yah pertanyaannya :)
    Setelah selesai digunakan, pada peralatan yang akan dibersihkan ditempelkan label “UNTUK DIBERSIHKAN”, kemudian oleh operator alat atau mesin tersebut dibersihkan sesuai dengan prosedur pembersihan yang sesuai dengan alat tersebut. Setelah bersih, pada peralatan tersebut ditempelkan label “BERSIH”. Selain itu, sebelum digunakan kembali, peralatan diperiksa kembali kebersihannya oleh pengawas untuk memastikan bahwa peralatan benar-benar bersih dan siap untuk dipakai.

    Oleh: OKTY FITRIA I.Z (G1F010054)

  6. widya kooskurniasari says:
    June 2, 2012 at 2:09 AM (Edit)
    0 0 Rate This
    isolasi yang baik yang dipakai untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi pada pipa itu menggunakan apa ?

    Makasih ya pertanyaannya,, :D
    Biasanya semua pipa, tangki, selubung pipa uap atau pipa pendingin telah dilapisi atau diisolasi dengan glass wool untuk mencegah kecacatan dan kehilangan energi. Saluran pipa ke alat yang bertekanan (seperti autoklaf) juga harus dilengkapi dengan perangkap uap dan saluran pembuangan yang berfungsi dengan baik.

    Oleh: IRIYANTI (G1F010051)

  7. mila says:
    May 27, 2012 at 5:42 AM (Edit)
    0 0 Rate This
    Yg bagian pembersihan itu, klo alat yg ga bisa di pindahin, pembersihannya gimana?

    Makasih ya pertanyaany,, :D
    Biasanya untuk memudahkan pembersihan mesin-mesin yang tidak dapat dipindahkan, seperti lemari pengering bidang cair, mesin pencampur, dan sebagainya, maka ubin tiap ruangan harus dapat menyalurkan air dan dipasang miring (1/8 inci per kaki). Jadi pembersihan tergantung dari tata ruang dari bangunan tersebut.

    Oleh: IRIYANTI (G1F010051)

  8. Rakhma Wati says:

    mau nanya dooong…
    kan katanya pelumas tidak boleh bersentuhan dengan bahan, ada ga sih pelumas yang memang digunakan bersentuhan dengan bahan????
    makasih yoooo ^^

  9. riza says:

    ada penandaan ga pada peralatan yang udah dibersihkan atau yang belum?
    thanks

  10. Cindy says:
    May 30, 2012 at 1:14 pm (Edit)
    0 0 Rate This
    artikelnya secara keseluruhan sudah bagus, tapi coba bahasanya lebih dipermudah lagi supaya dimengerti banyak orang, ditambahkan gambar-gambar juga supaya lebih menarik

    makasiii y saraanny, ini masih dalam perbaikan…
    butuh saran dari para pembaca sekalian, :)

  11. wandi says:
    May 29, 2012 at 10:04 am (Edit)
    0 0 Rate This
    thanks gan info ny, coba kasih gambar gan biar lebih menarik

    yoi gan, sama2..
    bereees gan, :D
    thanks jugaa ya gan saranny,,

  12. teaterpulih says:
    May 27, 2012 at 2:55 pm (Edit)
    0 0 Rate This
    ohhhhhhhhhh gitu….. nice info

    makasih yaa :D

  13. tsffaunsoed2010 says:
    May 26, 2012 at 2:17 pm (Edit)
    0 0 Rate This
    standar untuk peralatan skala lab dengan pabrik pastinya ga sama kan yah? nah kalo untuk yang lab gimana yah?

    makasii y pertanyaan ny,
    langsung jawab aja yah, sebenarnya sih sama aja standar untuk skala lab maupun skala pabrik, tapi biasanya untuk skala pabrik lebih bervariasi peralatannya seperti ukurannya lebih besar, jenisnya lebih banyak, dan sebagainya. kalau untuk skala lab itu peralatannya ga sebanyak yg ada di pabrik, ukurannya jg ga sebesar yg ada di pabrik.

    Oleh: Rara Amalia Fadiah (G1F010003)

  14. widya kooskurniasari says:

    isolasi yang baik yang dipakai untuk mencegah kemungkinan terjadinya cacat dan memperkecil kehilangan energi pada pipa itu menggunakan apa ?

  15. Cindy says:

    artikelnya secara keseluruhan sudah bagus, tapi coba bahasanya lebih dipermudah lagi supaya dimengerti banyak orang, ditambahkan gambar-gambar juga supaya lebih menarik

  16. wandi says:

    thanks gan info ny, coba kasih gambar gan biar lebih menarik

  17. ayu yulia CR says:
    May 27, 2012 at 4:30 am (Edit)

    artikelnya bagus, jadi membantu kita mengetahui standar pabrikasi yang baik itu seperti apa, baik kita sebagai owner atau produsen kelak maupun sebagai consumer pada saat ini.

    makasii y pujian ny,,hehehe :D

  18. teaterpulih says:

    ohhhhhhhhhh gitu….. nice info

  19. mila says:

    Yg bagian pembersihan itu, klo alat yg ga bisa di pindahin, pembersihannya gimana?

  20. ayu yulia CR says:

    artikelnya bagus, jadi membantu kita mengetahui standar pabrikasi yang baik itu seperti apa, baik kita sebagai owner atau produsen kelak maupun sebagai consumer pada saat ini.

  21. standar untuk peralatan skala lab dengan pabrik pastinya ga sama kan yah? nah kalo untuk yang lab gimana yah?

  22. ademul says:
    May 24, 2012 at 8:32 am (Edit)

    artiel nya udh bgs,tp sebenrnya artikdl ini utk kalangan sndiri atw umum?jika utk umum ,perjelas lg kata2/istilah2 asing,seperti material pabrikasi,bets,cpob …??
    refrensi buku nya ditambh lg,biar lbh byk info yg di berikn.
    penampilan nya jg dibuat lebih menarik,biar org tertarik utk membaca,spti warna/gambr background,gambar salah satu contoh alat.
    ok sukses ya buat tim nya rara…

    Artikel ini dibuat untuk kalangan umum, memang ada kata-kata yg asing yg belum dijelaskan seperti yg telah anda sebutkan. Tp memang sengaja tidak kami jelaskan agar pembaca berniat untuk bertanya, sehingga timbul interaksi antara penulis dengan pembaca.
    Untuk masalah penampilan, kami masih dalam proses perbaikan artikel ini jd memang membutuhkan banyak masukan dari para pembaca sekalian.

    Makasih ya kritik dan sarannya, sangat berguna dalam perkembangan artikel ini :D

  23. arum (G1F010020) says:
    May 24, 2012 at 4:00 am (Edit)

    Mau tanya dong,kalo perawatan alat2 dalam industri farmasi dilakukan berapa kali?yg d cek biasanya apa aja?terima kasih

    aruuum makasih ya pertanyaanny,
    Untuk perawatan biasa nya dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh industri farmasi yg bersangkutan. Yg dicek itu semua bagian, mulai dari cara kerjany masih berjalan dengan baik atau engga, ada korosi atau engga, adanya kerusakan atau engga, dan cacat lainnya pd alat tersebut.

    Oleh: OKTY FITRIA I.Z (G1F010054)

  24. nanda says:
    May 24, 2012 at 5:05 am (Edit)

    artikelnya bagus, coba tambahkan lebih banyak gambar atau ss.

    makasih ya saran ny, kami akan coba perbaiki, :)

  25. aminah46 says:
    May 21, 2012 at 1:59 pm (Edit)

    strength, creep, ductility, udah kayak anak sipil aja belajar nya ra.. :D

    iyaaa, ada yg kayak gitu2 ny..hehehehe

  26. Yetty San says:
    May 24, 2012 at 3:13 am (Edit)

    artikelnya sudah bagus tp lebih bagus lagi apabila dilengkapi dengan gambar dan background yg menarik agar lebih menarik minat pembaca..
    Cayyoooo….

    makasiii y pujian dan saran ny, kami akan perbaikiii..

  27. dimas says:
    May 23, 2012 at 11:06 am (Edit)

    Kenapa hanya peralatan utama saja yang dicatat?jadi pencatatan dalam pemeliharaan hanya berdasarkan pemakaian pada peralatan utama saja?

    makasih ya pertanyaannya, akan kami coba jawab pertanyaan anda:
    Maksudny peralatan utama itu adalah peralatan khusus yang digunakan dalam pembuatan sediaan obat, misalnya peralatan untuk pencetakan tablet. Jika alat tersebut telah selesai digunakan dan dibersihkan maka dilakukan pencatatan pada alat tersebut, agar saat alat tersebut digunakan kembali untuk membuat tablet dengan zat akif yang berbeda sudah diketahui kondisinya bahwa alat tersebut telah bersih dari bahan sebelumnya sehingga tidak mempengaruhi mutu dan khasiat obat.
    Pencatatan memang dilakukan hanya untuk perlatan utama saja, sedangkan untuk peralatan lain selain peralatan utama tidak dilakukan pencatatan karena setiap selesai digunakan peralatan tersebut dibersihkan dan dikembalikan pada tempat semula.

    Oleh: IRIYANTI (G1F010051)

  28. nanda says:
    May 22, 2012 at 2:53 am (Edit)

    bagaimana dengan standar peralatan di indonesia? apakah sudah memenuhi kriteria diatas?

    Listy says:
    May 22, 2012 at 8:31 am (Edit)

    apa di Indonesia sudah mengikuti pemeliharaan yg sesuai?

    jung yuuki says:
    May 22, 2012 at 2:27 pm (Edit)

    maaf mau tanya tp dr semua yg disebut diatas. alkes diindonesia juga sudah memenuhi syarat? jika belum usaha apalagi yg dapat dilakukan badan pom sehingga dapat memenuhi syarat. satu lagi apa peralatan untuk pengujian2 tersebut telah tersedia diindonesia?

    pertanyaan ny hampir sama jd kami akan menjawabnya menjadi satu jawaban:
    Industri-industri farmasi yg bsar seharusnya sudah memenuhi criteria tersebut karena untuk mendirikan suatu perusahaan industri farmasi wajib memperoleh izin usaha industri farmasi. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.245/Menkes/SK/V/1990 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Izin Usaha Industri Farmasi, untuk memperoleh izin usaha farmasi diperlukan tahap persetujuan prinsip. Izin usaha industri farmasi diberikan kepada pemohon yang telah siap berproduksi sesuai persyaratan CPOB. Industri farmasi wajib memenuhi persyaratan CPOB sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri Kesehatan No.43/Menkes/SK/II/1998. Industri farmasi yang telah memenuhi persyaratan CPOB diberikan sertifikat CPOB. Untuk pemeliharaan seharusnya sudah karena jika pemeliharaannya tidak sesuai dengan ketentuan seperti yang disebutkan diatas, maka kualitas obat yang dihasilkan pasti tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
    Sedangkan untuk industri farmasi kecil atau menengah biasanya belum memenuhi standar karena biaya yang diperlukan besar, oleh karena itu Badan POM menawarkan beberapa usaha untuk mengatasi kendala tersebut, antara lain:
    1. Contract Manufacturing, artinya industri farmasi, terutama yang kecil dan menengah memproduksi obat dengan cara “menitipkannya” di industri lain yang sudah memenuhi syarat.
    2. Merger (penggabungan) beberapa industri farmasi kecil dan menengah.
    3. Focusing, artinya industri farmasi melakukan pilihan secara terbatas produk-produk apa saja yang bisa diproduksi, sehingga sumber daya dan dana yang tersedia dikonsentrasikan pada sediaan tertentu saja (tidak semua item produk diproduksi).
    Sepengetahuan kami seharusnya alat-alat pengujian tersebut sudah tersedia di Indonesia karena di Indonesia sudah banyak kok industri farmasi besar.

    Makasiiii y pertanyaan,,
    Oleh: RARA AMALIA (G1F010003)

  29. ieie041093 says:

    @ademul
    mau tanya kalau obat buatan pabrik ada standar halal nya ga?

    mohon maaf artikel ini hanya berfokus pada peralatan dalam industri farmasi… namun, akan saya coba jawab mengenai pertanyaan Anda.
    Sepengetahuan kami, saat ini sudah ada standar halal obat yang dikeluarkan oleh MUI dan bahkan tidak hanya Indonesia, tetapi standar itu juga sudah diakui oleh dunia.
    standar halal tersebut tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.
    MUI juga mengutarakan bahwa obat haram bisa digunakan pada keadaan darurat,dengan syarat:
    1. Kalau tidak pakai obat itu maka pasien bisa mati
    2. Harus diyakini tidak ada obat lain selain obat itu sehingga membahayakan keselamatan jika tidak diminum.
    3. Kondisi darurat ini tidak berlaku selamanya
    maaf jika jawaban yang diberikan kurang memuaskan ^^

    oleh: Okty Fitria (G1F010054)

  30. ademul says:

    artiel nya udh bgs,tp sebenrnya artikdl ini utk kalangan sndiri atw umum?jika utk umum ,perjelas lg kata2/istilah2 asing,seperti material pabrikasi,bets,cpob …??
    refrensi buku nya ditambh lg,biar lbh byk info yg di berikn.
    penampilan nya jg dibuat lebih menarik,biar org tertarik utk membaca,spti warna/gambr background,gambar salah satu contoh alat.
    ok sukses ya buat tim nya rara…

  31. nanda says:

    artikelnya bagus, coba tambahkan lebih banyak gambar atau ss.

  32. arum (G1F010020) says:

    Mau tanya dong,kalo perawatan alat2 dalam industri farmasi dilakukan berapa kali?yg d cek biasanya apa aja?terima kasih

  33. Yetty San says:

    artikelnya sudah bagus tp lebih bagus lagi apabila dilengkapi dengan gambar dan background yg menarik agar lebih menarik minat pembaca..
    Cayyoooo….

  34. ademul says:

    mau tanya kalau obat buatan pabrik ada standar halal nya ga?

  35. wanda says:
    May 23, 2012 at 9:47 am (Edit)

    artikel ny cukup bagus, coba di tambahkan gambar biar lebih menarik.

    makasii y sarannya, kami akan perbaiki..

  36. Fahmi says:
    May 21, 2012 at 12:53 pm (Edit)

    Untuk penyakit-penyakit tropis katanya industri farmasi luar negeri (Amerika) yang banyak membuat obatnya untuk penyakit-penyakit tropis. Apakah hal ini benar?
    Apakah industri farmasi di Indonesia hanya mengembangkan obat-obatan kimia saja?

    mohon maaf artikel ini hanya berfokus pada peralatan dalam industri farmasi… namun, akan saya coba jawab mengenai pertanyaan Anda. Sepengetahuan kami ya seharusnya sih tiap negara produksi obat-obat yang laku di negaranya sendiri. Mungkin bukan obatnya yang untuk negara tropis tapi bahan bakunya yang mereka produksi terus dijual ke ngara tropis karena ga semua negara bisa bikin bahan baku. Sedangkan di Indonesia itu ga semua mengembangkan obat-obat kimia kok, sekarang sudah banyak loh yang mengembangkan obat-obat tradisional.

    oleh: IRIYANTI (G1F010051)

  37. o89oo842145 says:
    May 21, 2012 at 8:52 am (Edit)

    coba background nya diganti, hehe, biar text nya lebih jelas ^^V

    makasii y sarannya, hehehe

  38. wiwit says:
    May 20, 2012 at 1:46 pm (Edit)

    ass.mau nanya cpob tuh apa ya??
    makasi

    mba wiwit makasih pertanyaannya,
    CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) merupakan suatu konsep dalam industri farmasi mengenai prosedur atau langkah-langkah yang dilakukan dalam suatu industri farmasi untuk menjamin mutu obat jadi, yang diproduksi dengan menerapkan “Good Manufacturing Practices ” dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan produksi sehingga obat yang dihasilkan senantiasa memenuhi persyaratan mutu yang ditentukan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Jadi, intinya CPOB itu merupakan pedoman yang bertujuan untuk memastikan agar sifat dan mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan yang dikehendaki.

    oleh: Okty Fitria I.Z (G1F010054)

  39. adel says:
    May 20, 2012 at 12:31 pm

    malam… saya ingin tanya tentang contoh peralatannya itu apa aja yaaa?? boleh disebutin dongg.. makasih

    makasiii y pertanyaannya,
    Contoh alat dalam industri farmasi yaitu mesin giling, pencampur shell kembar, pencampur pengocok, pencampur pisau sigma yang digunakan untuk granulasi basah, mesin pengayak, osilator, dan peralatan lainnya.

    Oleh: RARA AMALIA G1F010003

  40. dimas says:

    Kenapa hanya peralatan utama saja yang dicatat?jadi pencatatan dalam pemeliharaan hanya berdasarkan pemakaian pada peralatan utama saja?

  41. wanda says:

    artikel ny cukup bagus, coba di tambahkan gambar biar lebih menarik.

  42. jung yuuki says:

    maaf mau tanya tp dr semua yg disebut diatas. alkes diindonesia juga sudah memenuhi syarat? jika belum usaha apalagi yg dapat dilakukan badan pom sehingga dapat memenuhi syarat. satu lagi apa peralatan untuk pengujian2 tersebut telah tersedia diindonesia?

  43. Listy says:

    apa di Indonesia sudah mengikuti pemeliharaan yg sesuai?

  44. nanda says:

    bagaimana dengan standar peralatan di indonesia? apakah sudah memenuhi kriteria diatas?

  45. aminah46 says:

    strength, creep, ductility, udah kayak anak sipil aja belajar nya ra.. :D

  46. Fahmi says:

    Untuk penyakit-penyakit tropis katanya industri farmasi luar negeri (Amerika) yang banyak membuat obatnya untuk penyakit-penyakit tropis. Apakah hal ini benar?
    Apakah industri farmasi di Indonesia hanya mengembangkan obat-obatan kimia saja?

  47. o89oo842145 says:

    coba background nya diganti, hehe, biar text nya lebih jelas ^^V

  48. wiwit says:

    ass.mau nanya cpob tuh apa ya??
    makasi

  49. adel says:

    malam… saya ingin tanya tentang contoh peralatannya itu apa aja yaaa?? boleh disebutin dongg.. makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s